The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.153.TERKEJUT



Ketika pintu kamar terbuka, alangkah terkejutnya Ratu Derbah menggetahui siapa yang berdiri di depan pintu.


"Putri Lin Ying...kau.!"seru Ratu Derbah tak percaya, sungguh seandainya hal memalukan antara dirinya dan Patih Ramboka terjadi dan terlihat gadis di depannya pastilah dirinya akan sangat malu, Ratu Derbah beringsut mundur memberikan jalan pada Putri Lin ying untuk masuk.


"Ayo.... !"masuklah dan duduklah, ada apa malam malam begini datang menemuiku." tanya Ratu Derbah."Apakah ada hal yang penting hingga membuat putri malam malam begini datang."


"Apakah, Ibu Ratu merasa kedatangan ku ini mengaggu."Tanya putri Lin Ying dengan tatapan yang penuh selidik membuat Ratu Derbah menelan ludahnya dengan kasar.


"Putri Lin Ying bicara apa? aku tidak mengerti maksudnya," ucap Ratu Derbah seraya mendudukkan bokongnya di kursi yang kemudian di ikuti Putri Lin Ying yang juga duduk di depan nya, wajahnya nanar ke sekeliling ruangan membuat Ratu Derbah sedikit kesal.


"Ada apa? kenapa putri Lin Ying memandang ruangan ini dengan aneh." tanya Ratu Derbah yang mulai jenggah.


"Tidak ada apa-apa ibu Ratu, aku hanya sedikit aneh, ruangan ini sedikit berantakan."


"Oh, itu karena aku belum merapikan nya."


Putri Lin Ying kembali manggut manggut.


"Apakah ibu Ratu ingin bercerita tentang sesuatu?"


"Maksud Putri apa?"


"Apakah ibu Ratu ingin bercerita suatu hal yang mungkin Rahasia barangkali."


"Ha ...ha .ha...putri..!" putri..!" kamu aneh Rahasia apa, tidak ada Rahasia yang harus aku bicarakan."ucap Ratu Derbah mantap.


"Begitu juga dengan kedatangan patih Ramboka kah?"


"Deg...!"


Sebuah kalimat yang membuat jantung Ratu Derbah seakan berhenti berdetak dengan mendadak.


"Putri bicara apa aku tidak mengerti."


"Sudahlah Ibu Ratu jangan bermain Rahasia dengan ku, aku sudah tau semua, bahkan aku menggikuti Patih Ramboka ke sini."


"Ja-jadi.....kau..?


"Aku datang tepat waktu kan Ibu Ratu?"


"Apa maumu...?" apa kau akan melaporkan semua pada Raja."tanya Ratu Derbah kesal yang juga bercampur dengan gugup.


Putri Lin Ying bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela, pandangan matanya menerawang jauh keluar yang tampak indah dengan cahaya lampu yang terang. Putri Lin Ying menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Jika Ibu Ratu memiliki Rahasia sebaiknya bicara kan langsung dengan Raja, agar Raja tau yang sebenarnya."ucap Putri Lin Ying yang masih tetap dalam posisi menatap luar jendela.


Ratu Derbah pun ikut berdiri dari duduknya.


"Apa maksud mu putri?'katakan yang jelas aku tidak mengerti semua ini."


"Ibu Ratu, aku tidak mungkin selalu bisa melindungi ibu Ratu dari kejaran Patih Ramboka, apa yang kulakukan hanya menjalankan amanah dari pangeran Tatius sebelum pergi, waktu itu aku bertanya pangeran mau pergi kemana dia tidak menjawab nya dia hanya bilang Lindungi Ratu Derbah dan awasi Patih Ramboka, awalnya aku tidak paham apa maksud dari semua itu, tapi setelah aku menggikuti patih Ramboka aku jadi tau jika Patih Ramboka mengejar ibu Ratu, ayolah ibu Ratu, mau sampai kapan ibu Ratu menyimpan semuanya dari Raja dan jika Raja menggetahui sendiri pasti akan lebih murka lagi."tutur Putri Lin Ying seolah sedang menasehati.


"Raja sudah tau,kalau patih Ramboka mengejar-ngejar ku, bahkan Raja pernah memenjarakan nya jadi tidak ada yang perlu kukatakan padanya."ucap Bibi Derbah dingin.


"Lalu kenapa Patih Ramboka masih tetap mengejar Ratu dan seakan akan tidak takut, itu artinya ada sesuatu di Antara kalian yang membuat Patih Ramboka begitu berani."ujar Putri Lin Ying menjelaskan.


"Sudahlah kita tidak perlu membahas ini."


"Ok, baiklah ibu Ratu tapi setidaknya pikirkan lah karena semua akan menjadi kacau jika ibu Ratu tidak bicara terus terang."


"Aku mengerti apa yang harus aku lakukan, jadi Putri Lin Ying tidak usah ikut campur dan ya, trimakasih sudah menjagaku."


"Apa ibu Ratu marah padaku?"


"Tidak, jangan khawatir." ucap Ratu Derbah kemudian.


Tok...tok..tok...!"


"Siapa?'


"Saya, Ratu!" pengawal istana.'"


"Masuklah."


Pengawal istana segera membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Ampun, Ratu! ada pesan dari Raja."


"Katakan lah apa pesannya."


"Ratu di suru datang ke puri istana kepribadian Raja."


"Apa?" malam malam begini harus ke sana bukankah Raja yang akan datang kesini."


"Hamba tidak tau dan hamba yang akan mengantar kan Ratu ke istana kepribadian Raja."


"Baiklah kau tunggu sebentar aku akan bersiap siap."


Tidak menunggu lama Ratu Derbah sudah bersiap.


"Putri Lin Ying...!"


"Saya, mengerti ibu Ratu, saya akan kembali ke Puri istana ku."


Ratu Derbah mengagguk dan kedua nya keluar dari Puri istana Ratu Derbah dan menuju ketempat nya masing-masing. Ratu Derbah pergi menemui sang Raja sedangkan putri Lin Ying pergi kembali ke istana kamarnya.


Sementara penasehat Hyang Shu yang mendapat kan tugas dari sang Raja Awang-awang Vampire untuk memilih beberapa prajurit kerajaan untuk menemaninya mencari mutiara hijau, sudah memilih tujuh orang pengawal yang memiliki kemampuan tinggi guna menemani perjalanan nya untuk melakukan pencarian itu.


"Pengawal..!' apa kalian sudah siap!"


"Kami siap, penasehat hyang Shu."


"Baik, kalau begitu kita berangkat sekarang besok"


Penasehat hyang Shu dan tujuh orang pengawal istana yang terpilih sudah bersiap melakukan perjalanan ke samudra X di mana Raja Awang Awang Vampire membuang mutiara hijau milik pangeran Tatius.


Ketujuh orang pengawal yang sudah terpilih di persilahkan untuk beristirahat agar mereka dalam keadaan segar dan sehat ketika melakukan perjalanan. Sementara kepergian Patih lembu ireng atas perintah Ratu Shima sudah melakukan perjalanan sejak pagi hari kemarin, kini perjalanan nya sudah mencapai batas perkotaan dari samudera c yang mana memerlukan waktu selama lima jam untuk bisa sampai di perbatasan kota samudera x dan kini patih lembu iremg beristirahat di sebuah kota kecil yang ada di dekat samudera lautan x.


Tak jauh dari kota x tampak seorang wanita dengan beberapa orang lainnya bercengkrama di sebuah toko minuman yang mana mereka semua sedang menikmati minum nya.


"Bagaimana, ayo kita lanjutkan minum ini sampai pagi."


Dengan terus tertawa dan bercanda mereka para wanita itu tetap melakukan pesta minum. hingga beberapa di antara mereka ada yang terjatuh karena sudah terlalu mabuk.


"Ayo, kita lanjutkan!'


"Cukup, putri aku sudah tidak kuat lagi."


"Ah tambah sedikit lagi," bujuk beberapa wanita yang lain.


malam yang panjang dengan cahaya bulan yang remang remang menjadi saksi bisu dari kegiatan yang mereka lakukan suatu kegiatan minum minum yang sebenarnya di larang dan tak pernah di ijinkan tapi entah mengapa justru mereka buat untuk berpesta.