
Mendengar penjelasan dan perkataan wanita yang ada di depannya pangeran Tatius Tersenyum lega, diam diam ada rasa bahagia yang tiba-tiba hadir menyelimuti hatinya.
"Aku tidak perlu susah susah mencari cara agar bisa menjadi manusia itu karena aku juga memiliki darah titisan manusia, apakah semua yang ada pada diriku ada hubungannya dengan Wanita tua yang menggaku Neneknya Devan?" wanita itu memelukku dengan sangat erat aku bisa merasakan ada kerinduan dan kasih sayang di matanya tapi mengapa kepada ibu Ratu shima begitu membenci bahkan seolah olah tidak sudih melihat nya, Ah.... persetan dengan semua Rahasia mereka yang penting aku akan bisa bersatu dan hidup bahagia dengan orang yang aku cinta, kau benar benar sudah membuat ku jatuh cinta Tania dan siapapun yang berani mendekati mu akan aku hancurkan termasuk dia guru jelek itu seenaknya saja mengatakan aku bau busuk dia tuh yang bau bangkai sudah tua masih ngejar cinta anak mudah dasar tua tua keladi, makin tua makin tak sadar diri awas saja akan ku balas perbuatan mu enak saja pegang pegang pacar orang. huuuuffp...."dengus pangeran Tatius kesal dan nyrocos ngomel ngomel dalam hati.
pancaran Wajah mimik pangeran Tatius yang sangat terlihat jelas sedang kesal membuat wanita yang ada di depannya mengerutkan keningnya, dia merasa binggung kenapa pangeran yang ada di depannya seperti orang yang lagi marah marah.
"Maaf..!" pangeran lagi marah sama siapa apakah pangeran marah pada saya?"
Pertanyaan macam apa yang di berikan wanita di depannya itu, hingga membuat pangeran Tatius yang kesal dengan lamunannya sendiri tersadar kemudian Tertawa lebar.
"Ha...ha .ha..! aku marah pada diriku sendiri, sudahlah jangan pikirkan itu sekarang mari tunjukkan padaku di lautan mana Raja membuang mutiara hijau ku."
Wanita itu bangkit dari duduknya dan berjalan melangkah ke depan yang kemudian di ikuti Pangeran Tatius dari belakang.
"Ayah tidak menjelaskan dan Ayah sendiri tidak tau di mana mutiara hijau itu di lemparkan, Ayah hanya tau di buang ke lautan tapi lautan mana tidak ada satupun yang tau.
"Jika tidak tau tempatnya bagaimana bisa mengambilnya?"Araaaaaagggghhhh...ini menjengkelkan sekali, lalu kita harus kemana coba, dunia ini banyak lautan nya apa iya harus menyusuri satu persatu!" sampai kiamat pun tidak akan ketemu huuuuffp....!" dengus pangeran Tatius kecewa kemudian memilih duduk di pinggiran sungai.
"Maafkan aku pangeran, aku tidak tau dan tidak bisa membantu." Jawab wanita itu dengan wajah sedih dan menyesal.
Pangeran Tatius yang memiliki hati dan Budi pekerti luhur sesuatu yang tak di miliki bangsa Vampire bahkan kalbunya sangat berhati lembut penyayang dan pemaaf sesuatu yang biasanya hanya di miliki kaum bangsa manusia.
"Sudah, jangan bersedih maaf kan aku yang tadi bicara kasar dan sedikit emosi, tidak mengapa seandainya mutiara hijau itu tak bisa ku miliki pasti ada cara dan jalan lain agar aku juga. bisa menjadi manusia, apa kau mau menggikuti perjalanan ku dalam mengembara."tanya pangeran Tatius pada wanita yang ada di depannya.
Mendengar Tawaran Pangeran Tatius yang sangat menggiurkan wanita itu tanpa pikir panjang langsung mengagguk.
"Jika Pangeran ijinkan saya sangat ingin."
"Baiklah, kau tunggu di sini aku akan kembali ke kerajaan sebentar akan ku ambilkan baju yang layak untuk mu."
"Trimakasih, Pangeran, trimakasih banyak kamu sungguh memiliki hati yang mulia.
"Jangan terlalu memujiku aku bisa besar kepala Nanti." ucap Pangeran Tatius sambil terkekeh.
Hanya dalam waktu yang sangat singkat dan cepet pangeran Tatius sudah sampai di krajaan istana Awang Awang Vampire, tidak suka merepotkan orang dan memerintah itulah sifat dari pangeran Tatius, sehingga untuk menyiapkan baju dan membawa beberapa bekal makanan untuk perjalanan nya mengembara mencari mutiara hijau pangeran Tatius melakukan nya sendiri.
Beberapa dayang istana yang melihat pangeran Tatius sibuk menyiapkan makanan yang akan di jadikan nya bekal tertegun dan heran ada di antara mereka yang berani bertanya tanpa takut, pangeran Tatius putra Mahkota Raja Awang-awang Vampire tapi tak sedikit pun memiliki sifat seperti sang Ayah yang sangat keras dan otoriter, pangeran Tatius lebih pada sifatnya yang Arif dan lembut.
"Pangeran Tatius mau apa?" tanya salah satu dayang istana yang ada di bagian belakang perdapuran.
"Aku mengambil makanan Bik."
"Ya, untuk ku makan dalam perjalanan Bik, makanan di istana buatan Bibik itu enak tidak ada tandingannya, jadi aku bawa dari pada aku makan di luar belum tentu rasanya seenak makanan buatan Bibik."puji pangeran Tatius membuat sang dayang istana semakin senang.
"Sini, aku bantu Den!"
"Bik..!"
"Iya, Den!"
"Bibik itu Cantik, Bibik punya ngak baju yang paling bagus, kalau punya aku minta Bik dua potong saja untuk ku bawa dan akan ku jadikan teman kenangan dalam perjalanan ku, jika aku kangen dan rindu masakan Bibik." ucap pangeran Tatius yang langsung membuat sang Bibik menangis haru dan bahagia, sudah di puji cantik bajunya di jadikan teman kenangan dalam perjalanan sungguh suatu yang membuat hati dayang istana melayang, dengan cepat dayang itu langsung masuk ke dalam kamarnya dan memilih baju yang paling istimewa dan terbagus menurut nya setelah menemukan dengan cepat dayang istana menyerahkan pada Pangeran Tatius.
Wah bener bener pangeran Tatius memiliki sifat manusia yang juga pandai ngegombal demi mendapatkan apa yang di inginkan nya, terbukti sang pelayan istana tidak tau jika baju yang pangeran Tatius minta akan di berikan pada wanita yang dia temui di pinggir sungai.
Setelah merasa cukup bekal dan sudah mendapatkan baju pula Pangeran Tatius segera pamit undur diri, tubuhnya melesat cepat terbang tinggi, meninggalkan kerajaan istana Awang Awang Vampire.
Kepergian pangeran Tatius yang tiba-tiba tanpa pamit kepada siapapun sempat terlihat mata cantik milik putri Lin Ying yang kebetulan hendak ke dapur untuk mengambil makanan.
"Bik..! bukankah itu tadi pangeran Tatius."
"Iya, Tuan putri, dia memang pangeran Tatius."
"Mau apa dia di dapur ?"
"Oh, pangeran Tatius menyiapkan bekal untuk di bawa dalam perjalanan nya."
"Maksud Bibik apa?"
"Pangeran Tatius.. pergi dari istana untuk sementara waktu dia bilang mau melakukan perjalanan tapi Bibik tidak tau kemana Pangeran Tatius akan pergi."
"Ok, baiklah trimakasih Bik atas informasinya."
Bergegas putri Lin Ying pergi dan melesat terbang tinggi.
"Aku harus mengejarnya, aku ingin tau ke mana Pangeran Tatius pergi."
Putri Lin Ying berputar putar dan mencari keberadaan Pangeran Tatius tapi sudah hampir satu jam mencari putri Lin Ying tak juga menemukan dan melihat batang hidung Pangeran Tatius.
"Cepat sekali perginya, aku harus mencari ke mana?" ini tidak bisa di biarkan Raja harus tau agar Pangeran Tatius bisa segera kembali ke kerajaan Istana Awang Awang Vampire ini, apalah aku tanpa keberadaan nya di sini aku bisa mati merana, pokoknya aku harus menghadap Raja karena hanya Raja yang bisa menghentikan kepergian pangeran Tatius aku Khawatir Pangeran Tatius akan pergi lama dan tak kembali."
Putri Lin Ying memutuskan kembali ke dalam kerajaan Istana Awang Awang Vampire dan berniat melaporkan semua yang Pangeran Tatius kerjakan.