
"Kenapa semua berambisi ingin aku cepat
menikah, padahal, aku belum memiliki
waktu untuk menemui gadis ku," Keluh
Pangeran Tatius dalam hati.
Sungguh aku tidak tau seperti apa
wajah imut nya sekarang, aku berjanji
setelah semua urusan di kerajaan
selesai dan Acara sayembara pun
sudah usai aku akan mencari nya sudah
saat nya cinta ini di satukan sudah saatnya
aku bertemu dengan belahan hatiku.
Pangeran Tatius masuk ke dalam kamarnya
di rebahkan nya tubuhnya di atas tempat
tidur, khayalan dan pikiran nya mengembara
di tatapnya lekat lekat tangan nya kemudian
senyum nya mengembang.
"Aku akan segera datang untuk mu, tunggu
lah kedatangan ku," Ucap pangeran Tatius
mantap.
Malam yang dingin dengan kicau Suara
jangkrik yang bersahut sahutan, serta
indahnya bulan purnama yang bersinar
terang menambah kesempurnaan malam.
Dalam sekejap pangeran Tatius sudah naik
kedalam kereta mimpi.
****
Di lain tempat pangeran Yervan yang baru
datang dari istana Sangkala langsung masuk
menuju kamar kepribadian nya.
Pangeran Yervan Sangat terkejut ketika
mendapati Ratu Derbah sudah ada di dalam
kamar nya.
"ibunda Ratu Derbah...! kenapa ibunda Ratu
ada disini?"
"Aku, menunggu kedatangan mu pangeran Yervan, putraku, katakan kepada ku apa
hasilnya,"
"Tenang saja, Ibunda Ratu Derbah semua
sudah beres,"
"Maksud dari pangeran bagaimana?"
"Pangeran Tatius, mau berjanji padaku
kalau dia menang dalam sayembara itu,
dia mau menyerahkan kemenangan nya
untuk ku,"
"Benarkah itu pangeran Yervan,"
"Benar, ibunda Ratu..!"
"Wah, ini sungguh di luar dugaan, tapi
baguslah kita tidak perlu susah susah
membujuk nya."
"Iya, ibunda Ratu,"
"Ya sudah, sekarang Pangeran Yervan silahkan
beristirahat, lima hari lagi sayembara itu akan
di adakan, rasanya aku sudah tidak sabar
mendapatkan sepertiga harta dari kerajaan
Barat Daya."Ucap Ratu Derbah.
"Bersabarlah, sedikit ibunda Ratu harta itu
akan jatuh ke tangan kita,"
"Kau benar benar hebat, bisa membodohi
pangeran Tatius yang bodoh itu,"Ucap
Ratu Derbah sambil tertawa."
"Baiklah pangeran Yervan, Ibunda pergi dulu
kau harus beristirahat, agar badan mu
menjadi segar."
Setelah mengucapkan itu Ratu Derbah
meninggalkan kamar pangeran Yervan.
Wajahnya terlihat bahagia dan berseri.
Sesampainya di ujung jalan taman istana
tidak sengaja Ratu Derbah berpapasan
dengan Ratu Shima.
"Salam Ratu Derbah,Wah, ada angin bahagia rupanya,"
"salam juga Ratu shima, benar sekali ini
adalah hari bahagia,"
"Kalau boleh tau, apa yang membuat Ratu
Derbah bahagia.,"Tanya Ratu Shima.
"Ratu Shima tidak usah kepo," Ucap Ratu
Derbah sinis.
"Baiklah, aku ingin bicara tentang sedikit
hal pada Ratu Derbah mari kita duduk disana,"
Ajak Ratu Shima kepada Ratu Derbah.
Ratu Derbah menggikuti langkah Ratu shima
kemudian mereka duduk berdampingan.
"Silahkan Ratu Shima apa yang ingin kau bicarakan, katakanlah,"
"Apakah Ratu Derbah, pernah datang ke puri
istanaku !"
Ratu Derbah yang tidak menyangka akan
mendapatkan pertanyaan itu sedikit
terkejut dan untuk menutupi keterkejutan
dia pura pura terbatuk batuk.
"Aku tidak mengerti apa yang kau tanyakan
itu Ratu Shima,"
"Para pengawal ku ada yang mengatakan
kau masuk kedalam puri istana kamarku,"
"Pengawal bisa berbohong Kenapa kau
percaya,"
"Karena bajuku pun ada yang hilang disana,"
"Aku tidak tau, aku juga tidak datang ke puri
istana Ratu Shima."
"Baiklah, kalau begitu, aku permisi dulu,"Ucap Ratu Shima.
"Tapi, ingat Ratu Derbah, aku mengetahui
engkau mengirim pangeran Yervan ke kerajaan Sangkala untuk menemui pangeran Tatius
jika kalian merencanakan hal buruk,
maka kau akan berhadapan dengan ku,"
Ucap Ratu Shima, yang kemudian melangkah
pergi.