The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.35.JANGAN KEPO.



"Kenapa semua berambisi ingin aku cepat


menikah, padahal, aku belum memiliki


waktu untuk menemui gadis ku," Keluh


Pangeran Tatius dalam hati.


Sungguh aku tidak tau seperti apa


wajah imut nya sekarang, aku berjanji


setelah semua urusan di kerajaan


selesai dan Acara sayembara pun


sudah usai aku akan mencari nya sudah


saat nya cinta ini di satukan sudah saatnya


aku bertemu dengan belahan hatiku.


Pangeran Tatius masuk ke dalam kamarnya


di rebahkan nya tubuhnya di atas tempat


tidur, khayalan dan pikiran nya mengembara


di tatapnya lekat lekat tangan nya kemudian


senyum nya mengembang.


"Aku akan segera datang untuk mu, tunggu


lah kedatangan ku," Ucap pangeran Tatius


mantap.


Malam yang dingin dengan kicau Suara


jangkrik yang bersahut sahutan, serta


indahnya bulan purnama yang bersinar


terang menambah kesempurnaan malam.


Dalam sekejap pangeran Tatius sudah naik


kedalam kereta mimpi.


****


Di lain tempat pangeran Yervan yang baru


datang dari istana Sangkala langsung masuk


menuju kamar kepribadian nya.


Pangeran Yervan Sangat terkejut ketika


mendapati Ratu Derbah sudah ada di dalam


kamar nya.


"ibunda Ratu Derbah...! kenapa ibunda Ratu


ada disini?"


"Aku, menunggu kedatangan mu pangeran Yervan, putraku, katakan kepada ku apa


hasilnya,"


"Tenang saja, Ibunda Ratu Derbah semua


sudah beres,"


"Maksud dari pangeran bagaimana?"


"Pangeran Tatius, mau berjanji padaku


kalau dia menang dalam sayembara itu,


dia mau menyerahkan kemenangan nya


untuk ku,"


"Benarkah itu pangeran Yervan,"


"Benar, ibunda Ratu..!"


"Wah, ini sungguh di luar dugaan, tapi


baguslah kita tidak perlu susah susah


membujuk nya."


"Iya, ibunda Ratu,"


"Ya sudah, sekarang Pangeran Yervan silahkan


beristirahat, lima hari lagi sayembara itu akan


di adakan, rasanya aku sudah tidak sabar


mendapatkan sepertiga harta dari kerajaan


Barat Daya."Ucap Ratu Derbah.


"Bersabarlah, sedikit ibunda Ratu harta itu


akan jatuh ke tangan kita,"


"Kau benar benar hebat, bisa membodohi


pangeran Tatius yang bodoh itu,"Ucap


Ratu Derbah sambil tertawa."


"Baiklah pangeran Yervan, Ibunda pergi dulu


kau harus beristirahat, agar badan mu


menjadi segar."


Setelah mengucapkan itu Ratu Derbah


meninggalkan kamar pangeran Yervan.


Wajahnya terlihat bahagia dan berseri.


Sesampainya di ujung jalan taman istana


tidak sengaja Ratu Derbah berpapasan


dengan Ratu Shima.


"Salam Ratu Derbah,Wah, ada angin bahagia rupanya,"


"salam juga Ratu shima, benar sekali ini


adalah hari bahagia,"


"Kalau boleh tau, apa yang membuat Ratu


Derbah bahagia.,"Tanya Ratu Shima.


"Ratu Shima tidak usah kepo," Ucap Ratu


Derbah sinis.


"Baiklah, aku ingin bicara tentang sedikit


hal pada Ratu Derbah mari kita duduk disana,"


Ajak Ratu Shima kepada Ratu Derbah.


Ratu Derbah menggikuti langkah Ratu shima


kemudian mereka duduk berdampingan.


"Silahkan Ratu Shima apa yang ingin kau bicarakan, katakanlah,"


"Apakah Ratu Derbah, pernah datang ke puri


istanaku !"


Ratu Derbah yang tidak menyangka akan


mendapatkan pertanyaan itu sedikit


terkejut dan untuk menutupi keterkejutan


dia pura pura terbatuk batuk.


"Aku tidak mengerti apa yang kau tanyakan


itu Ratu Shima,"


"Para pengawal ku ada yang mengatakan


kau masuk kedalam puri istana kamarku,"


"Pengawal bisa berbohong Kenapa kau


percaya,"


"Karena bajuku pun ada yang hilang disana,"


"Aku tidak tau, aku juga tidak datang ke puri


istana Ratu Shima."


"Baiklah, kalau begitu, aku permisi dulu,"Ucap Ratu Shima.


"Tapi, ingat Ratu Derbah, aku mengetahui


engkau mengirim pangeran Yervan ke kerajaan Sangkala untuk menemui pangeran Tatius


jika kalian merencanakan hal buruk,


maka kau akan berhadapan dengan ku,"


Ucap Ratu Shima, yang kemudian melangkah


pergi.