
Patih lembu ireng mondar mandir dia berusaha berfikir keras apa yang akan dia lakukan dan jalan mana yang akan dia pilih, perkataan dari kakek tua itu semuanya adalah benar, orang yang ada di dalam goa itu bukan orang biasa jika pangeran Tatius saja kwalahan dalam menghadapi nya apalagi dia yang ilmu kekuatan nya tak sebanding bahkan tak ada seujung kukunya.
" Jalan satu satunya nya yang aman memang harus menghadapi ular ular yang ada di dalam goa, tapi bagaimana cara membunuh ular sebanyak itu."
Patih lembu ireng kemudian duduk termenung memikirkan cara yang tepat dan aman untuk mengusir ular ular itu, ketika patih lembu ireng menemukan satu ide dia langsung bangkit berdiri.
"Ya...Aku tau, ada satu cara yang pasti cukup bisa mengusir ular itu setidaknya dia tidak akan menghalangi jalanku, Api...! ya..aku harus menyalakan api yang sedikit besar di sekitar goa, otomatis ular ular itu akan menyingkir dengan sendirinya karena tidak mungkin ular ular itu akan maju mendekat kalau nekad maju mendekat itu artinya ular mau bunuh diri bukankah api bisa membakar dirinya selain aku tidak perlu mengeluarkan tenaga, ular nya juga aman tak mati terbunuh sia sia."
Setelah mantap dengan pemikiran nya patih lembu ireng menggesek dua batu yang bisa menimbulkan percikan api dan membuat api unggun dari daun daun kering sehingga apinya menyala dengan besar dan membuat panas tanah yang ada di sekitar api. Dugaan Patih lembu ireng ternyata benar sedikit demi sedikit ular ular yang ada di dalam goa pun pergi menyingkir dan terbuka lah jalan tanpa ada penghalang ular Patih lembu ireng tersenyum puas dengan hasil pemikiran nya sendiri.
"Ternyata aku masih cukup cerdas." gumam patih lembu ireng memuji dirinya sendiri yang kemudian dengan santainya masuk ke dalam Goa.
Sementara pangeran Tatius yang berusaha melangkah lebih dekat telah menemukan batu yang cukup besar untuk tempat nya bersembunyi, kini pangeran Tatius bisa mendengar dan melihat dengan jelas apa yang di ucapkan laki-laki bangsa manusia yang ada di tempat itu.
"Tenang lah sebentar lagi, kau akan bisa berlari dan menatap indahnya dunia ini aku sudah bawakan gadis cantik untuk kau pakai raganya dan dia yang akan tidur menggantikan dirimu, bersabarlah waktunya akan segera tiba...Ha..ha..ha..!" suara tawa laki-laki Bangsa Manusia terdengar sangat mengerikan di telinga Pangeran Tatius yang terus mengamati suasana di tempat itu.
"Sekarang jelas sudah tujuan dari laki-laki bangsa manusia menculik putri Lin Ying yaitu untuk di ambil raganya dan di berikan pada gadis cantik yang tertidur di lempeng batu dan itu artinya Putri Lin Ying akan mati, aku harus cepat menemukan putri Lin Ying dan membawanya kabur dari tempat ini sebelum laki-laki bangsa manusia itu melakukan ritual penukaran raga."
Ketika pangeran Tatius hendak keluar dari tempat persembunyiannya dan melangkah pergi tiba-tiba laki-laki bangsa manusia juga melangkah pergi, sehingga Pangeran Tatius menghentikan niatan nya. Untuk sesaat pangeran Tatius berfikir.
"Jika aku ikut keluar mencari putri Lin Ying sudah bisa di pastikan akan ada pertarungan yang mana jika aku kalah maka putri Lin Ying akan mati, bukankah ritual penukaran raga tidak akan bisa di lakukan jika salah satu di antara mereka tidak ada, karena laki-laki bangsa manusia itu seperti nya akan membawa Putri Lin Ying ke sini untuk menggandakan ritual penukaran bukankah akan lebih baik jika aku membawa pergi gadis itu agar pertukaran raga tidak bisa di lakukan, akan aku tunggu sampai laki-laki bangsa manusia itu melangkah sedikit jauh."
Setelah menunggu beberapa saat laki-laki bangsa manusia yang sudah berjalan jauh akhirnya pangeran Tatius keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan cepat pangeran Tatius mendekati batu lempeng yang terdapat seorang gadis cantik yang sedang tertidur, pangeran Tatius berniat hendak mrngaggkat tubuh gadis itu untuk di bawahnya pergi menjauh, tapi entah kenapa sedikit pun tubuh gadis itu tak bisa di gerakkan seolah olah terpatri magnet, gadis itu tetap diam berada di tempat nya.
Untuk beberapa saat Pangeran Tatius terdiam berfikir, kenapa tubuh gadis itu tidak bisa diangkat dan di bawa pergi, akhirnya Pangeran Tatius menyadari jika gadis yang tertidur di atas lempengan batu telah di saluri tenaga dalam magnet bumi yang mana tak kan bisa di gerakkan. Tanpa membuang waktu pangeran Tatius segera mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya.
Pangeran Tatius menangkupkan kedua tangannya di dada kemudian menghentakkan tangannya di atas lempeng batu hingga menimbulkan bunyi seperti petasan.
"Duuuuuaaaarr...!"bunyi suara benturan yang menggeluarkan percikan api di langit langit dinding goa setelah semua nya hening pangeran Tatius kembali menggangkat tubuh gadis cantik yang tertidur di atas lempeng.
Kali ini usaha pangeran Tatius tidak sia sia, gadis yang tertidur di atas lempeng bisa dengan mudah di angkatnya, ketiika pangeran Tatius hendak mengangkat dan membawa pergi gadis itu terdengar lah sebuah teriakan dari ujung goa, yang semakin lama suaranya semakin dekat dan terlihat lah laki-laki bangsa manusia sedang menyeret putri Lin Ying yang memberontak ketika itu laki-laki bangsa manusia yang juga melihat Pangeran Tatius hendak membawa gadis yang tertidur di atas lempeng menjadi murka.
Di tariknya dengan kasar putri Lin Ying ssmpai terdengar jeritan putri Lin Ying yang menyayat hati. Kemarahan dari laki-laki bangsa manusia membuat nya menggeluarkan ilmu tenaga dalamnya dan di arahkan nya ke arah pangeran Tatius.
"Ciaaaaaaa...duaaaaaarrrr...!"Bunyi suara serangan dari laki-laki bangsa manusia yang diarahkan ke arah Pangeran Tatius, pangeran Tatius yang menyadari akan adanya serangan dengan cepat melompat ke samping maka serangan dari laki-laki bangsa manusia membentur dinding goa.
Putri Lin Ying yang melihat Pangeran Tatius ada di depannya segera berteiak.
"Pangeran...!"tolong aku?"
"Diam..!" dan kau pergi dari sini cepat!" atau kau ingin melihat gadis ini mati di depan mu,"ucap laki-laki bangsa manusia dengan wajah yang merah karena murka.
"Tenang lah, Putri!" aku akan menolong mu."ucap pangeran Tatius menyakinkan sedangkan laki-laki bangsa manusia tergelak mendengar ucapan pangeran Tatius.
"Sreeeeeeettttt.... sreeeeeeettttt.... sreeeeeeettttt...!" beberapa buah pisau kecil melesat cepat ke arah pangeran Tatius, melihat lawan memberikan serangan ilmu seribu pisau dengan cepat pangeran Tatius berkelit dengan menyibakkan jubah panjang Vampire nya membuka dan menutup sampai ke atas wajah dan kemudian bterbang ke atas untuk menghindari beberapa pisau yang menyerang nya.
Mengetahui serangan nya gagal lagi kini laki-laki bangsa manusia melompat mundur masih dalam posisi mencengkram putri Lin Ying dia menggeluarkan pisau dan.... sreeeeeeettttt.....!"Aaaaa..!"
Laki-laki bangsa manusia telah menggoreskan pisau nya ke kulit putri Lin Ying.
Pangeran Tatius terbelalak tak menyangka laki-laki bangsa manusia itu bisa berbuat nekad dan bersikap kejam.
"Ha...ha ..ha...! bagaimana apakah kau ingin melihat aku mengoreskan nya lagi pasti tidak kan, jadi menyerahlah atau aku bunuh gadis ini secara perlahan-lahan di depan matamu."
"Jangan...! jangan lakukan itu, baiklah aku menyerah."Seru pangeran Tatius.
"Berlutut..! cepat berlutut!"seru laki-laki bangsa Manusia.
"Baik "
Pangeran Tatius segera menjatuhkan dirinya dan berlutut dengan kedua tangan di atas. Laki-laki bangsa manusia tertawa penuh dengan kepuasan. Tidak menyia nyiakan waktu lagi laki-laki bangsa manusia segera memberikan pukulan dan tendangan kepada pangeran Tatius.
Putri Lin Ying yang melihat Pangeran Tatius menjadi bulan bulanan dari laki-laki bangsa manusia menangis dan menjerit rasa sakit dari sayatan pisau yang di berikan Laki-laki bangsa manusia masih tak sebanding dengan sakitnya melihat orang yang di cintainya di hajar habis habisan dalam keadaan tanpa perlawanan.
"Pangeran bangunlah, serang dia..!" jangan diam saja jangan perdulikan aku hizk...hizk pangeran jangan korbankan dirimu demi aku bangun lah dan musnahkan dia."
"Ha ...ha ..ha...kau berani menantang ku trima ini."berkali kali tendangan dan pukulan di layangkan ke tubuh Pangeran Tatius serangan yang bertubi-tubi dengan tetap tidak melepaskan putri Lin Ying dati cengkraman nya membuat pangeran Tatius babak belur dan bibir mengeluarkan darah hitam.
Dari arah lain Patih lembu ireng yang masuk dari goa belakang mendengar suara jeritan langsung berlari dengan kencang menuju sumber suara dan terlihat lah oleh nya Putri Lin Ying yang sedang menangis dan Pangeran Tatius yang tak berdaya karena di hajar habis habisan, patih lembu ireng yang murka segera mengambil keris dan dengan langkah cepat melompat dan terbang langsung mengarahkan ke lengan laki-laki bangsa manusia setelah tepat patih lembu ireng juga memberikan beberapa tendangan ke tubuh laki-laki bangsa manusia hingga membuat gengaman tangan nya pada Putri Lin Ying lepas, kesempatan ini digunakan Patih lembu ireng untuk menjauhkan putri Lin Ying dari laki-laki bangsa manusia.
Melihat ada yang menyerangnya dengan garang laki-laki bangsa manusia langsung memberikan serangan balasan kepada Patih lembu ireng yang berusaha membawa Putri Lin Ying menjauh, melihat laki-laki bangsa manusia hendak menyerang Patih lembu ireng dan putri Lin Ying dengan cepat Pangeran Tatius berdiri meskipun sedikit kesulitan dengan kemampuan tenaga yang masih tersisa pangeran Tatius memberikan serangan kepada laki-laki Bangsa Manusia hal ini di lakukan untuk mengalihkan perhatian laki-laki bangsa manusia agar tidak jadi menyerang Patih lembu ireng dan putri Lin Ying dan benar saja perhatian laki-laki bangsa manusia beralih pad Pangeran Tatius karena murkanya dengan sangat kuat laki-laki bangsa manusia menyerang pangeran Tatius dengan gencar bahkan tak sedikit pun memberikan kesempatan kepada Pangeran Tatius untuk menyerang balik ataupun menghindar, erangan dan jeritan kecil karena rasa sakit keluar dari bibir Pangeran Tatius.
Patih lembu ireng yang melihat itu tidak tega dan segera akan memberikan serangan balasan akan tetapi pangeran Tatius berteriak lebih dulu.
"Pergi...paman!" bawa Putri Lin Ying keluar dari sini."
"Tidak pangeran aku tidak akan meninggalkan mu."
"Ini perintah untuk mu, aku pangeran Tatius memerintahkan kepada mu pergi...!!!! dari sini cepat...!!
"Ba-baik..! pangeran." dengan berderai air mata patih lembu ireng langsung menyambar Putri Lin Ying dan membawanya pergi, sayup sayup masih terdengar pukulan dan tendangan dari laki-laki bangsa manusia kepada pangeran Tatius.
trimakasih dan maaf 🙏dari saya jika di dalam bab ini ada kata kata yang sedikit ngeri dan tidak pantas. ini hanya sebuah cerita untuk hiburan saja.