The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
BSB.81.PINGSAN



Sambil terus terkekeh bibir Patih lembu ireng terus merancau tak karuan.


"Wah...!" ini adegan 21 aku harus skip tidak boleh melihat nya hihihii....andai saja bangsa Vampire memiliki camera digital dan benda benda canggih yang modern seperti yang dimiliki bangsa manusia, sudah pasti adegan seru ini akan aku abadikan agar bisa ku tunjukkan pada Raja Sangkala pasti Raja akan senang dan tertawa cucu tercinta nya sudah beranjak dewasa, tapi kenapa pangeran Tatius begitu dingin dan kaku ya?" apa kurangnya Putri Lin Ying, dia benar benar jatuh hati padanya tapi sepertinya pangeran Tatius tak begitu tertarik padanya, mau cari wanita model apa lagi toh pangeran... pangeran !" di istana kerajaan Awang Awang Vampire dan di kerajaan istana Sangkala tidak ada gadis secantik Putri Lin Ying tapi ini kok di cuekin gitu, kalau aku yang ada di posisi Pangeran Tatius sudah pasti aku trima dan nikmati sayang sekali kan gadis cantik di angurin, lebih lebih gadis itu terpesona pada kita wah....sudah langsung tancap gas tanpa rem dasar pangeran Tatius bodoh, o..oopsh kenapa aku menghina pangeran Tatius, untung pangeran Tatius tidak mendengar kalau mendengar ku wah...bisa jadi perkedel aku."Desis patih lembu ireng sambil senyum senyum sendiri.


"Di sini kurang menyenangkan lebih baik aku melihat mereka berdua dari atas pohon selain bisa melihat dengan jelas jika pangeran Tatius ingin memberikan lebih setidaknya dia tidak akan malu kerena ada patih yang menggintipnya hihihi."


Secepat kilat patih lembu ireng melompat naik ke atas dahan pohon.


Merasa risih dan jengah itulah yang kini dirasakan pangeran Tatius ketika tangan halus Putri Lin Ying melingkar manja di lehernya.


"Tuan putri apa yang kau lakukan?" tolong jangan seperti ini malu jika ada yang melihatnya."ucap Pangeran Tatius gugup.


Bukannya melepaskan tangannya yang melingkar pada leher pangeran Tatius, putri Lin Ying justru lebih mendekat kan wajah nya lebih dekat membuat Pangeran Tatius semakin gugup.


"Apakah aku kurang cantik sehingga, Pangeran mengacuhkan ku?"


"Tidak ..!"Tuan putri sangat cantik."


"Kalau begitu kenapa kau mengabaikan ku?"


"Bukan begitu, Tuan putri,"


Pangeran Tatius mencoba melepaskan tangan Putri Lin Ying yang melingkar di lehernya.


" Kita bisa bicara dengan duduk di sana jangan seperti ini."


"Baiklah..!" Mari pangeran."


Putri Lin Ying segera melepaskan tangannya yang melingkar di leher pangeran Tatius dan berjalan menuju tempat duduk yang di sarankan pangeran Tatius yang kemudian di ikuti Pangeran Tatius yang kemudian ikut duduk di sebelah nya. Dengan manja putri Lin Ying menyandarkan kepalanya pada bahu Pangeran Tatius, kali ini pangeran Tatius membiarkan Putri Lin Ying bersandar padanya. Untuk beberapa saat suasana hening keduanya larut dalam perasaan nya masing-masing.


"Aku ingin mengatakan pada Tuan Putri Lin Ying Kebenaran yang sebenarnya."


"Katakan lah pangeran, aku siap mendengar nya,"lirih putri Lin Ying yang masih asik merebahkan kepalanya pada bahu Pangeran Tatius.


"Aku sama sekali tidak berniat menggikuti sayembara yang di adakan Raja Barat Daya dan yang menggikuti sayembara adalah Pangeran Yervan kakak ku,"l


"Apa...? jadi pangeran Yervan yang ada di istana itu adalah kakakmu?"


"Benar..!" aku hanya tidak mau Dragon mati jadi aku dengan lancang memasuki area pertandingan."


"Meskipun kau tidak menggikuti sayembara tapi kamulah yang telah mengalahkan semua itu artinya kamu yang pantas mendampingi ku bukan kakak mu?"


"Maaf, Tuan putri, bagaimana bisa mendampingi Tuan putri jika tidak ada cinta di antara kita?"


Mendengar perkataan pangeran Tatius putri Lin Ying tersentak kaget dan langsung bangkit dari tempat nya bersandar.


"Apa maksud mu pangeran?"apakah kau tidak tertarik padaku? atau apakah kau sudah memiliki wanita lain dalam hidupmu?"


Pangeran Tatius bangkit dari duduknya, bibirnya tersenyum masam.


"Benar, saya sudah memiliki wanita lain."


"Deg..!"tiba-tiba ada perasaan sakit di dalam hati putri Lin Ying.


"Siapa dia?" putri dari kerajaan mana dan apakah dia lebih cantik dari aku." tanya Putri Lin Ying bertubi-tubi.


Pangeran Tatius tersenyum getir.


"Bagaimana aku tau, apakah dia lebih cantik dari Tuan putri atau tidak."


"Apa maksud mu?"


Dengan malu malu Pangeran Tatius berkata.


"Aku tidak pernah melihatnya setelah masa itu."


"aku semakin tidak paham, atau jangan-jangan kau hanya ingin berbohong padaku bawah kau punya wanita lain agar aku bisa bersama Yervan kakakmu."


"Aku tidak berbohong, ini benar, kami bertemu saat kami masih kecil sejak itu aku sudah suka dan jatuh cinta padanya dan aku selalu menunggu nya aku berharap akan ada pertemuan diantara kami."


"Kenapa kau bicara begitu, bukankah kau bisa datangi dia."


"Alam kami berbeda dan bagaimana aku bisa menemukan nya jika aku tak pernah keluar dari alam kehidupan bangsa kita ini."


"Kamu semakin ngacau pangeran, sudah lah tidak perlu berbelit belit dengan berbagai macam alasan aku mau pangeran yang akan menjadi suamiku."


"Maaf, Tuan putri aku tidak bisa , oh ya saya harus mencari orang yang bersama saya tadi jadi saya permisi."


"Putri..!" mengertilah pangeran Yervan juga sangat tampan dan pastinya sangat mencintai Tuan putri, saya permisi dulu."


Tanpa menunggu jawaban Pangeran Tatius segera melompat terbang menjauh tinggalah putri Lin Ying sendiri dengan perasaan kesalnya.


Pangeran Tatius kembali ke tempat di mana dia dan Patih lembu ireng berada, ketiika orang yang di carinya tidak ada Pangeran Tatius menggunakan Indra penciuman tercium lah bau Patih lembu ireng yang berada di atas dahan pohon.perlahan lahan Pangeran Tatius mengambil sebuah batu dan di lemparkan nya ke atas tepat menggenai patih lembu ireng hingga membuat nya jatuh tersungkur ke tanah.


"Buuuuugh..!" suara jatuh nya tubuh Patih lembu ireng.


"Pangeran apa salahku kenapa kau melempar batu kepadaku?"


"Kenapa paman berada di atase pohon, mau mengintip sambil sembunyi?"


"Tidak tidak aku tidak mengintip apapun."


"Hari sudah mulai gelap paman sekarang kita mau istirahat di mana?'


"Di sana saja pangeran, sepertinya itu bangunan istana yang tidak di pakai."


"Baiklah, ayo kita ke sana?"


"Malam ini kenapa aneh ya, cahaya terlihat begitu terang."


"Ini karena malam bulan purnama pangeran."


"Apa?" malam bulan purnama..!"


"Iya, pangeran ini malam bulan purnama, kenapa pangeran terlihat gusar."


"Tidak ada apa-apa patih, kau tunggu di sini aku keluar sebentar."


Secepat kilat tubuh Pangeran Tatius melesat terbang sedikit menjauh dari tempat nya bersama Patih lembu ireng.


"Ini bulan purnama, tinggal beberapa menit lagi cahaya itu akan muncul dan aku akan tau di sudut belahan bumi mana dia berada, kapankah cahaya itu akan dekat dengan ku agar aku bisa melihat nya mungkin semua hanya mimpi."Keluh pangeran Tatius putus asa.


Patih lembu ireng yang tiba-tiba datang dan menghampiri sedikit terkejut melihat wajah pangeran Tatius yang sendu dan tiba-tiba murung.


"Pangeran..!"kau tidak apa-apa?"


Pangeran Tatius tidak memberikan jawaban dia hanya mengelengkan kepalanya.


"Pangeran lihat cahaya bulan purnama sudah bersinar sempurna."seru patih lembu Ireng agar Pangeran Tatius bisa ceria.


Usaha sia sia karena tidak berhasil membuat pangeran Tatius ceria, pandangan Patih lembu ireng yang tetap menatap bulan purnama.


"Kenapa di sekitar cahaya bulan purnama ada garis kuning, cahaya nya berkilau terang." desis Patih lembu ireng bertanya pada dirinya sendiri akan tetapi justru hal itu membuat Pangeran Tatius ikut menatap bulan purnama, tiba-tiba senyum nya mengembang.


"Akhirnya, dia datang..dia ada di sekitar jagat ini,"desis pangeran Tatius tersenyum bahagia.


"Pangeran Tatius membicarakan apa?" tanya patih lembu Ireng tak mengerti."


"Paman aku akan pergi jaga ragaku."


"Pangeran Tatius mau keluar dari raga lagi ?"untuk apa, apakah mahkluk bangsa manusia ada di sekitar sini."patih lembu ireng mengusap wajah nya dengan kasar karena Pangeran Tatius tidak menanggapi nya bahkan


langsung melakukan persiapan tanpa menjawab pertanyaannya.


pangeran Tatius yang sudah bersila, dalam sekejap mata keluar lah cahaya kuning keemasan dari raga Pangeran Tatius yang kemudian melesat jauh dan menghilang..


Di tempat lain Tania semakin menggigil ketakutan terlebih kedua Vampire itu telah kembali.


"Adik...! ayo, aku sudah tidak sabar ingin merasakan segarnya darah manusia cantik ini."


"Ayo, kakak, aku juga sudah tidak sabar lagi."


"Jangan...jangan lakukan itu, aku mohon...aku takut..Devan...!" Dodi....!" tolong aku, aku di sini


hizk....hizk...aku tidak mau mati di tangan Vampire itu...tolong aku."Teriak Tania.


"Sudah...jangan menangis cantik, tidak akan sakit, kami akan menghisap nya dengan perlahan lahan."


Kedua Vampire itu semakin mendekat giginya yang runcing benar benar membuat Tania ketakutan,tak dapat di bayangkan betapa sakit nya Nanti, terkena pisau sedikit saja sakit apalagi digigit Vampire.


"Aaaaaaaaaaa. ... !!! Tania menjerit sekeras-kerasnya ketiika tangan Vampire telah menyentuh nya dan ....


Bruuuuugggh....!"tubuh Tania limbung jatuh kelantai.Tania pingsan, kedua Vampire itupun berpandangan seolah olah meminta jawaban apa yang harus dilakukan.