
Pangeran Tatius tidak menyadari jika kepergiannya ada yang mengikuti dia terus terbang dari satu dahan ke dahan yang lain menggikuti gema suara yang memanggilnya. meskipun dalam hatinya Dia sedikit merasa bersalah dan sedih karena dia memilih menyelamatkan orang lain daripada menyelamatkan kekasihnya, Namun Pangeran Tatius menyadari dan memahami bahwa keadaan dari Putri lin Ying lebih berbahaya dibandingkan dengan Tania kekasihnya, bagaimana pun juga Pangeran Yervan dan Pangeran Tatius pernah besar bersama sehingga sedikit banyak Pangeran Tatius mengerti dan memahami, Bagaimana sifat dari pangeran Yervan, meskipun pada dasarnya Pangeran Yervan adalah laki-laki yang sangat brutal sangat kasar dan sangat kejam akan tetapi dia masih memiliki hati yang lembut karena sedikit banyak bimbingan dari Ratu Shima juga dia dapatkan di masa kecil.
Untuk itulah Pangeran Tatius tidak merasa terlalu khawatir akan keselamatan Tania, bagaimanapun juga pangeran Yervan dia masih memiliki pemikiran yang lembut, hanya saja yang ditakutkan Pangeran Tatius adalah ke nekad tan dari keinginan Pangeran Yervan yang ingin memiliki Tania itu tidak bisa dicegah dalam arti jika Pangeran Yervan menginginkan Tania dan ingin menjadikannya permaisuri kerajaan sebagai istrinya, maka dengan cara apapun Pangeran Yervan akan melakukan nya hanya saja dia tidak akan memakai jalan buruk ataupun licik seperti yang selalu dilakukan Ibu Ratu Derbah, Ibu dari Pangeran Yervan.
sampai di atap sebuah rumah Pangeran Tatius menghentikan langkahnya, ia memilih berjalan dengan mengendap-endap agar kehadirannya tidak diketahui oleh siapapun akan tetapi Pangeran Tatius tidak menyadari jika gerak geriknya selalu dalam pengawasan pak guru Willy yang mana dia selalu mengikutinya dari belakang.
Pak guru Willy sedikit bingung kenapa Pangeran Tatius berhenti di sebuah atap rumah, bagaikan seorang pencuri, apa yang akan dilakukan Pangeran Tatius itu membuat Pak guru Willy semakin binggung dan pusing sementara pikirannya berkelana ke mana-mana karena dia tidak melihat adanya Tania di sampingnya. Pak guru Willy berfikir
"Apa jangan jangan Tania itu ada di dalam rumah itu ataukah jangan-jangan.. .
Pak guru Wili tidak melanjutkan ucapannya dia merasa pusing untuk itu pak Guru Wili memutuskan akan mengganggu Pangeran Tatius di belakang Rumah dengan cara pak guru Willy melempar batu krikil ke arah Pangeran tatius, rencana yang cemerlang di mana Apa yang dilakukan Pak Guru sempat mengalihkan perhatian dari pangeran Tatius yang sedang berkonsentrasi mencari keberadaan Putri lin Ying.
"Klotak....!" suara dari lemparan batu yang dilakukan Pak guru Wili.
"Apa ini..! Pangeran Tatius memegang sebuah batu kecil yang tadi di gunakan seseorang untuk melempar nya. pandangan mata pangeran Tatius menyapu ke seluruh penjuru arah yang ada di sekitar tempat itu, Pangeran Tatius mencoba mencari tau siapa yang tadi melempar batu ke arahnya, sungguh Pangeran tatius tidak akan pernah memaafkan perbuatan orang yang dengan sengaja melempar nya, hatinya merasa geram dan kesal karena orang itu secara tidak langsung telah berani mengganggu konsentrasinya.
untuk beberapa saat Pangeran Tatius membiarkan orang yang sengaja melempar batu ke arah nya, dia berusaha fokus kembali untuk mencari dimana keberadaan putri Lin Ying yang Gema suaranya terhenti di sekitar rumah itu.
Merasa diabaikan pak guru Willy mulai kesal dia mencari batu lagi dan mencoba untuk mengganggu Pangeran tatius untuk yang kedua kalinya.
Dengan indra pendengaran yang cukup kuat dan insting yang sangat terlatih dan dengan segenap kemampuan nya, lemparan batu kedua dari pak guru Willi bisa ditangkap Pangeran tatius dengan hanya menggunakan satu tangan kiri. Tanpa melihat kearah yang melempar pangeran Tatius melemparkan kembali batu yang ada di tangannya dan sangat menakjubkan lemparan batu dari Pangeran Tatius tepat mengenai punggung pak guru Willy sehingga menimbulkan suara erangan kesakitan dari pojok bawah Rumah.
"Awwh...!"brengsek dia melempar ku dengan tepat,"Grutu Pak guru Wili kesal."Hei....mau kemana Vampire busuk itu, kenapa dia tidak menangkap ku sedangkan dia tau aku bersembunyi di sini, betul betul mencurigakan lebih baik aku ikuti saja."
Kembali Pak guru Wili menggikuti Pangeran Tatius. langkah dari pangeran Tatius terus berjalan menyusuri setiap lorong ruangan yang ada sesekali Pangeran Tatius menengok ke kiri dan ke kanan Setelah dia menyelinap masuk ke dalam rumah melalui atap yang berlobang.
pak guru Willy yang kehilangan jejak karena tidak lagi melihat bayangan pangeran tatius di di atas atap Rumah membuat Pak guru Wili kebingungan.
"Kemana Vampire jelek itu menghilang, apakah dia sudah masuk ke dalam Rumah, Kenapa aku tidak melihatnya." Gumam Pak guru Wili dalam hati yang kemudian dengan sigap pergi mencari cara agar bisa juga masuk ke dalam Rumah itu.
Tubuh putri Lin Ying bergetar dan menggigil ketakutan mana kala terlihat dengan jelas sebuah pisau yang putih mengkilap, siap di gunakan untuk mengorok lehernya yang mana juga sudah tersedia sebuah wadah untuk menampung darah yang nantinya akan di masukkan ke dalam mulut sang mayat, putri Lin bergidik dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.
Melihat ketakutan di wajah cantik Putri Lin Ying, laki-laki bsngsa manusia tersenyum smrik.
"Apa kau takut ..!"pisau ini tidak akan meninggalkan rasa sakit di tubuh mu karena sebelum itu aku akan memberikan mu obat bius agar kamu tidak merasakan sakit sedikit pun."
"Lebih baik bunuh saja aku, jangan siksa aku dengan cara seperti ini, aku mohon bunuh saja aku sungguh aku tidak mau di jadikan tumbal untuk menghidupkan junjungan mu, sadarilah junjungan mu itu sudah mati, biarkan dia tenang di alam sana, kamu Jangan menyiksanya dengan menghidupkan dia ke dunia ini."
"Apa kau bilang?" menyiksa nya, justru aku mau membuat junjungan ku bahagia untuk itu aku akan menghidupkan nya karena aku ingin dia bahagia dan apa kau bilang." seru laki-laki bangsa manusia yang kini kedua tangan nya mulai mencengkram kuat wajah cantik Putri Lin Ying." Menyiksa...ha...ha..ha..kau tidak perlu membodohiku,..apa yang kulakukan itu benar bukan menyiksa, aku tidak menyiksa junjungan ku cantik aku hanya ingin sedikit menyiksamu memberikan setetes demi setetes darah perawan mu dan tenang saja kamu tidak akan merasakan sakit apa apa bersiaplah karena aku tidak mau membuang waktu lama lama.
Laki-laki bangsa manusia mulai melepaskan cengkraman tangannya dan putri Lin Ying yang tergeletak di atas meja tak mampu berbuat apa apa, selain pasrah menerima nasibnya.
________________________________
________________________________
**Hai.... Assalamualaikum semua maaf akhir akhir ini lambat up...mohon di maklumi
hari raya sangat sibuk.
Oh ya . sebagai.... Author receh the Vampire Princes first.
Saya ucapkan Minal aidzin walfaiidzin mohon maaf lahir dan batin.🙏🙏🙏
in syaa Allah Nanti malam up lagi**.