
melihat pangeran tatius terbang melesat mengejar laki-laki bangsa manusia Pak guru Willi dan Putri Lin Ying ikut terbang melesat mengejar.
sementara laki-laki bangsa manusia sangat panik dan sangat kebingungan dia mengetahui area di mana video itu tu diadakan yang artinya dimana pemakaman dari junjungannya dilakukan, dengan sangat geram dan kesal laki-laki bangsa manusia terbang dengan sangat cepat hingga hanya dalam hitungan menit dia sudah sampai di tempat tujuan, di mana ketika itu penggalian tanah untuk penguburan sudah selesai dilakukan.
laki-laki bangsa manusia menelan ludahnya dengan kasar ketika dia melihat beberapa orang yang sudah selesai menggali tanah bersama-sama akan mengangkat tubuh dari Putri junjungannya yang berada di dalam peti untuk di kuburkan.
ketika beberapa orang sedang mengangkat tubuh Putri yang ada di dalam peti laki-laki bangsa manusia berteriak dengan sangat keras dan lantang sangat terlihat sekali Jika dia dalam keadaan marah.
"Berhenti...!apa yang kau lakukan dengan Tuan putri junjunganku."
Beberapa para lelaki yang berusaha mengangkat tubuh dari seorang putri yang berada di dalam peti, terpaksa menghentikan kegiatannya.
"Kami hanya ingin menguburkan mayat Ini." seru salah seorang dari mereka.
"Apa kau bilang, mayat..!" dia bukan mayat. Dia sebentar lagi akan hidup dan jangan coba-coba kamu menyentuh Putri junjunganku berani kalian menyentuh aku habisi kalian." seru laki-laki bangsa manusia dengan sangat geram.
Para lelaki itu saling berpandangan sebelum akhirnya mereka tertawa bersama.
"Hahaha.... Apa kau bilang? mayat akan hidup! kau sudah tidak waras yang namanya mayat itu pasti sudah mati dan harus dikubur, kamu kok bilang bisa hidup, kalau mengigau tuh jangan di siang hari, sudahlah kau pergi biar ku selesaikan pekerjaan ini, kau juga sudah tua jadi kamu tidak diperlukan lagi." seru salah satu dari mereka.
"Apa kau bilang? aku sudah tua dan mayat ini sudah mati tidak bisa hidup, hahaha yang tidak waras itu kamu bukan aku." seru laki-laki bangsa manusia kepada para lelaki yang ada di tempat itu.
Beberapa lelaki yang ada di tempat itu hanya menggelengkan kepalanya mereka sama-sama merasa sangat iba dan kasihan kepada laki-laki yang ada didepannya mereka berpikir laki-laki yanf ada di depannya adalah orang yang sedang gila.
Karena merasa kasihan salah satu laki-laki yang ada di tempat itu berjalan mendekati laki-laki bangsa manusia, tangannya menepuk-nepuk pundak dari laki-laki bangsa manusia, aku mengerti perasaanmu, aku memahami apa yang kau rasakan, tapi ada baiknya kamu belajar untuk mengikhlaskan bagaimanapun juga, kamu harus tahu, kamu harus sadar, jika gadis ini sudah mati dan dia sudah menjadi mayat kasihan jika tidak dikuburkan, biarkan dia tenang di alam sana jadi kuharap ikhlaskanlah kepergiannya."
Dengan sangat kasar laki-laki bangsa manusia menepis tangan dari laki-laki yang menepuk-nepuk punggungnya Kau pikir aku laki-laki yang sudah tidak waras, Kau pikir aku laki-laki yang tidak mengerti kau tidak mengetahui apapun lebih baik kau diam dan turuti perintahku jangan sekali-kali kau menyentuh garis ini, apalagi masukkan dia ke dalam liang lahat, jika itu sampai kalian lakukan aku akan membunuh kalian semua disini." seru laki-laki bangsa manusia kepada parah laki-laki yang ada di tempat itu.
Beberapa lelaki yang ada disitu saling berpandangan mereka saling berbisik.
"Bagaimana ini apa yang kita lakukan, apakah kita akan menuruti perkataan dari laki-laki itu." tanya salah satu laki-laki yang ada di sana.
"Jika kita dengarkan apa yang laki-laki itu inginkan maka kasihan pada gadis ini,i dia sudah lama mati seharusnya dikuburkan sudahlah, kita Jangan dengarkan orang itu dia hanya orang yang tidak bisa mengikhlaskan. Mungkin, dia adalah orang yang sangat sangat mencintai gadis ini, sehingga dia bersikap begitu tapi apapun itu kita tidak boleh mendengarkannya, karena yang benar adalah gadis ini harus dikuburkan segera, karena dia sudah menjadi mayat kita bantu dia untuk beristirahat dengan tenang." ucap salah satu laki-laki yang ada di tempat itu.
"Baiklah, aku setuju dengan rencanamu"
"aku juga setuju kita tidak usah mendengarkan laki-laki yang mungkin sedang oleng pikiran nya, mari kita kerjakan apa yang menjadi tugas kita, sekarang juga kita kuburkan gadis ini bersama-sama."
"Ayo," jawab mereka serentak.
tanpa memperdulikan laki-laki bangsa manusia yang menatap mereka dengan tatapan mata tajam, beberapa orang penggali kubur itu mengangkat tubuh dari Putri yang ada di dalam peti.
Laki-laki bangsa manusia yang melihat pergerakan dari beberapa orang itu mendelik dan mengeram sebagai tanda kemarahan nya.
beberapa lelaki yang melihat itu tidak memperdulikannya mereka hanya menganggap laki-laki bangsa manusia yang sedang marah, itu karena dia lagi putus asa dan sedih dan hal itu di anggapnya wajar dan biasa saja.
Akan tetapi tanpa mereka sadari laki-laki bangsa manusia bersiap menyerang dan memberikan hukuman kepada mereka ketika tubuh dari Sang Putri mulai terangkat, secepat kilat laki-laki bangsa manusia melesat terbang dan memberikan tendangan kaki kepada para laki-laki itu.
"Duuuuuuuss.. duuuuuuuss duuuuuuuss...!
Sebuah tendangan beruntun mengenai tubuh mereka, tak aya lagi mereka para penggali kubur terjatuh karena diantara mereka tidak ada yang memiliki kepandaian bela diri mau silat.
"aaaaaah....!" suara jeritan dari para lelaki pengali kubur yang terjatuh secara bersamaan.
Karena geram dan masih marah bahkan emosi sudah berada di atas ubun-ubun kepala, laki-laki bangsa manusia tidak merasa iba sama sekali pada para laki-laki penggali kubur, dengan sangat cepat dan sangat sadis laki-laki bangsa manusia kembali memberikan serangan kepada keempat orang itu, kali ini laki-laki bangsa manusia mengambil sebilah pedang panjangnya dan diarahkan kepada keempat laki-laki penggali kubur dengan cara membabi buta.
Salah satu laki-laki penggali kubur itu berteriak dan berbicara dia mencoba mengingatkan dan menyadarkan laki-laki bangsa manusia yang di anggapnya sedang kalap.
"Stop....! berhenti..! kisanak kau bisa membunuh kami."seru salah satu dari ke empat penggali kubur.
"Aku memang ingin membunuh kalian semua rasakan ini...hiyaaaaa sriiiiiing.... sriiiiiing...!" bunyi dari pedang sang laki-laki bangsa manusia yang sedang membabatkan pedagang nya pada tubuh ke empat laki-laki penggali kubur.
Tak bisa di enakkan lagi beberapa kali pedang dari sang laki-laki bangsa manusia melukai beberapa bagian tubuh mereka.
"Ampun ...! jangan kau bunuh aku teriak salah satu laki-laki yang terjatuh dimana pedang laki-laki bangsa manusia berada tepat di lehernya.
"Kau menggali kubur untuk Tuan putri ku kan, sekarang bagaimana jika tanah yang kau gali itu untuk mengguburmu pasti akan seru."
"Jangan... Ampuni aku tolong..!
"Tuan kisanak, Tolong lepaskan temanku, jangan kau bunuh dia, kami tidak bersalah apa yang kami lakukan hanya menggikuti perintah dari orang, tolong lepaskan lah temanku."seru salah satu teman dari si penggali kubur.
"Ha-ha-ha....melepaskan!" hahaha..... tidak bisa aku tidak akan melepaskan kalian semua yang telah lancang menggaggu Tuan putri ku, bersiaplah menerima kematian kalian semua.
"Hiyaaaaaa..... duuuuuuuss....dussssss!
Beberapa laki-laki yang berusaha menolong temannya yang berada dalam cengkeraman himpitan pedang dari laki-laki bangsa manusia terpaksa jatuh terkapar akibat dari tendangan kaki yang bertubi-tubi ke arah mereka, dimana tubuh dari salah satu penggali kubur ikut berputar putar menggikuti gerakan dari laki-laki bangsa manusia yang mana dia masih dalam himpitan pedang milik laki-laki bangsa manusia.
Suara raungan dan jeritan kesakitan dari para laki-laki penggali kubur tak lagi dihiraukan, laki-laki bangsa manusia, kini dia menggalihkan pandangannya kepada laki-laki yang berada di bawah himpitan pedang nya.
"Sekarang tiba giliran mu, bersiaplah."
laki-laki penggali kubur itu menggigil ketakutan wajahnya berubah menjadi pucat pasi ketika laki-laki bangsa manusia berniat hendak menghabisinya saat itu juga.
Rengekan dan permintaan agar diampuni tak lagi didengarkan oleh laki-laki bangsa manusia dengan sangat emosi dan sangat murka laki-laki bangsa manusia berusaha menekankan pedangnya pada leher laki-laki sang penggali kubur, karena tidak mau mati konyol laki-laki penggali kubur pun berusaha sekuat tenaga untuk menahan pedang yang sangat tajam, darah segar mulai menggalir dari tangan sang penggali kubur yang ketika itu menahannya.
"Tolong Ampuni aku biarkan aku hidup kisanak aku berjanji tidak akan menguburkan Putri junjunganmu, percaya lah aku sudah tidak kuat lagi," ucap laki-laki sang pengali kubur yang karena sudah tidak sanggup menahan pedang dengan tangannya yang mulai bersimbah darah, kini terdiam pasrah.
Laki-laki bangsa manusia semakin senang melihat pemandangan yang ada di depannya dan dengan senyum menyeringai laki-laki bangsa manusia mulai melepaskan himpitan pedang yang ada dieher sang pengali kubur dan pada detik berikutnya laki laki bangsa manusia dengan sangat cepat menggangkat tinggi tinggi pedangnya dan mengarah kan pada laki-laki yang sudah tidak berdaya dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Tanpa menunggu lebih lama lagi laki laki bangsa manusia mulai menggarahkan pedang nya ke atas kepala sang penggali kubur yang ketika itu memilih memejamkan mata karena ajalnya telah tiba, tapi pada saat yang bersamaan sebuah tendangan keras menghantam tangan laki-laki bangsa, Sehingga pedagang nya jatuh terpental ke tanah dan ketika laki laki bangsa manusia hendak mrnggambil Kembali pedangnya dengan sangat cepat sosok bayangan hitam yang tadinya menendang tangan laki-laki bangsa manusia dengan cepat mengginjak pedang itu dengan kakinya yang memiliki sepatu sangat bagus dan mewah.
Tentu saja sepatu yang di gunakannya sangat bagus dan mewah hal itu karena sosok itu seorang pangeran dari suatu kerajaan yang tentunya sangat kaya.
"Kau .. lagi-lagi kau ikut campur urusan ku anak muda,"
"Kenapa ..! apakah kau sudah menyerah dan takut sehingga kau tidak ingin lagi bertarung dengan ku."
"Kurang ajar, aku tidak pernah takut dengan mu, majulah aku pun akan menghabisi mu."
Pangeran Tatius terkekeh mendengar kesombongan dan sesumbar dari laki-laki bangsa manusia.
"Baik ..! ayo kita buktikan apakah kau yang akan kalah dan binasa ataukah aku,"seru Pangeran Tatius.
Sementara laki-laki yang merasa hidupnya sudah akan berakhir bisa bernafas dengan lega.
"Akhirnya ada juga yang bisa menolong ku."