The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.9 KECEWA.



Untuk beberapa saat Raja terdiam , tidak ada yang di ucapkan.


Angannya melayang ke masa silam, dimana


pertama kali Raja Sangkala.


Melepaskan putri mahkota Shima kesayangan nya untuk menjadi Ratu kerajaan Awang Awang, beliau memberikan setengah dari


prajuritnya kerajaan Sangkala untuk mendampingi


Putri Shima di kerajaan Awang Awang.


Tujuannya tidak lain dan bukan untuk melindungi putri Shima dan membantu segala


yang di butuhkan putri Shima.


Sudah bertahun-tahun lamanya Ratu Shima,


selalu taat pada aturan dan ketetapan yang di berlakukan Raja Awang Awang.


Tidak pernah sekalipun membantah apalagi,


melawan.


Tapi kali ini, Ratu Shima betul betul mempergunakan kekuatan dan kekuasaan nya


untuk melawan dan menekanku.


Apa benar Ratu Shima , tidak bersalah?"


Sungguh membingungkan!"


" Bagaimana Raja...?"Apa jawabanmu!


Raja tersentak dari lamunannya, yang beberapa


saat yang lalu, bermain dan berputar-putar di otaknya.


Raja menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


" Aku trima tawaranmu Ratu..!"


"Tapi ingat hanya tujuh hari.


Ratu Shima tersenyum.


" Trimakasih Raja, kalau begitu aku permisi dulu, sampai berjumpa di meja makan.


"Silahkan Ratu !"


Setelah kepergian Ratu Shima,Raja Awang Awang Vampire menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


Raja meyunggingkan senyuman, setelah Ratu Shima berlalu pergi.


"Dia tidak bisa di taklukkan dengan mudah.


Dan sejujurnya aku senang dengan semua ini


itu artinya Ratu Shima tidak pernah menghianatiku.


Raja Awang Awang Vampire Tersenyum,


sedikit demi sedikit amarahnya mulai menghilang.


Wajahnya kembali ceria dan berseri.


" Para pengawal...!"


" Iya Raja...! Apakah Raja memanggil kami.


Raja Awang Awang mengagguk.


" Bersihkan ruangan ini, dan pergilah ke dapur


perintahkan kepada para pelayan disana, untuk


menyiapkan kan, jamuan makan malam yang istimewa untuk malam ini.


" Baik, Raja!


Acara Makan malam tiba, Ratu Derbah yang dari awal sudah di beri tau pelayan dapu,r kalau Raja akan mengadakan jamuan makan malam.


Ratu Derbah,sudah berdandan dengan sangat cantik.


Patih Ramboka yang selalu menemani Ratu Derbah, menatap dengan kagum.


" Kau tampak cantik sekali Ratu Derbah"


" Tentu saja patih Ramboka..!


Hari ini, aku harus berdadan dengan sangat cantik, agar Raja terpesona dengan ku.


Raja telah mengadakan jamuan pesta ini pastilah


untuk merayakan di masukan nya Ratu Shima kedalam penjara.


Patih Ramboka berjalan mendekati Ratu Derbah.


Dia berdiri tepat di belakang Ratu Derbah yang menghadap kemudian


Patih Ramboka melingkarkan tangannya di pinggang Ratu Derbah seraya berbisik.


" Jangan membuat ku cemburu sayang, aku tidak suka kau berdandan cantik selain untukku.


Ratu Derbah membalikkan badannya dan tersenyum.


"Sayangku, kau harus bisa bersabar semua ku lakukan demi kita, percayalah aku hanya mencintai mu.


" Aku percaya padamu."


Ketika patih Ramboka hendak mencium, Ratu Derbah dengan cepat Ratu Derbah merengangkan pelukan tangan Patih Ramboka dan menutup mulut patih Ramboka dengan tangannya.


" Aku harus pergi sekarang !"


Patih Ramboka menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


" Baiklah silahkan Ratu."


Dengan langkah pasti Ratu Derbah melangkah kan kaki ke ruang jamuan makan.


Di lihat nya Raja sudah berada di sana.


" Maafkan Aku Raja, aku telah membuat Raja menunggu.


"Tidak apa apa Ratu Derbah, duduklah.


" Raja mari kita makan!"


" Ada apa Raja?"Apa lagi yang harus kita tunggu!"


Raja menunjuk pada seseorang yang masuk.


"Tuh dia sudah datang.


" Ratu Shima !"


Mengapa dia masih ada disini ?"


"Raja, mengapa Ratu Shima ada di sini?" Dan mengapa pula harus menikmati jamuan makan malam bersama kita!".


" Ada apa Ratu Derbah!"


"Apakah kau terkejut melihat ku juga ada disini?"


Ratu Derbah menatap Ratu Shima dengan tatapan sinis.


Senyuman nya mengembang.


"Raja Awang Awang adalah pimpinan Raja yang paling bijaksana, jadi aku mengerti kenapa Ratu Shima di izinkan ikut menikmati jamuan makan


malam ini.


Nikmatilah Ratu Shima karena ini hari terakhir Ratu di kerajaan ini!


"Tanyakan saja kepada yang mulia Raja Awang Awang apakah ini hari terakhir ku di sini atau bukan.


Ratu Derbah menatap tajam Raja Awang Awang Vampire tatapan nya seolah meminta penjelasan.


"Duduklah Ratu Derbah dan kau Ratu permaisuri Shima, kita mulai acara makan malamnya.


" Tapi Raja !"


"Duduklah Ratu Derbah!"


Jangan membuat suasana buruk, sehingga selera makan malam kita hilang.


Dengan kesal Ratu Derbah mendudukkan dirinya di kursi.


Sesekali menatap sinis ke arah Ratu Shima.


Sementara Ratu Shima setiap mendapatkan tatapan sinis dari Ratu Derbah, Ratu Shima


nengembangkan senyuman nya.


Tidak bisa di pungkiri ada rasa kecewa disana


terlebih melihat Ratu Shima di panggil Raja dengan sebutan Ratu permaisuri.


Kecemburuan dan Amarah kembali muncul


di dasar ruang hati Ratu Derbah.


Sejenak suasana menjadi hening, sebelum


Raja memulai bicara.


" Aku ingin menggatakan sesuatu pada mu Ratu Derbah,agar tidak timbul pertanyaan yang Ratu sendiri tidak tahu jawabannya.


" Ratu Permaisuri Shima tidak ku hukum penjara, aku memberikan waktu padanya,


untuk bisa membuktikan kalau Ratu permaisuri Shima benar benar tidak bersalah.


Mendengar ucapan Raja,Ratu Derbah bangkit dari tempat duduknya.


Dan mendekati Raja.


" Untuk apa Raja masih memberikan kesempatan, sudah jelas jelas Ratu Shima


berbuat hina dan Raja telah melihat nya sendiri


Apakah itu belum cukup menjadi bukti kesalahan nya Raja?"


"Ratu Derbah!"


"Apa yang menjadi keputusan ku itu tidak ada satupun yang bisa merubahnya.


" Tapi Raja...!"


Ratu Shima tersenyum dan mendekati Ratu Derbah.


" Kenapa Ratu Derbah?"


"Apa kamu takut, jika ternyata Ratu Derbah terlibat dalam masalahku ini ?"


"Omong kosong apa kamu Ratu Shima",


"Jangan menuduh sembarangan.


"Tentu saja Ratu Derbah,aku tidak akan menuduh sembarangan tapi akan kubuktikan."


"Buktikan saja Ratu Shima, aku tidak takut


dengan ancaman mu!"


" Baik,akan kubuktikan semua nya."


"Silahkan saja Ratu Shima, aku tidak takut.


" Karena aku yakin kamu tidak bisa menemukan bukti apapun.


" Oh ya,"


"Kita lihat saja nanti, siapa yang sesungguhnya bersalah diantara kita.


" Baik, aku tunggu tantanganmu "


"Ratu Derbah tidak pernah takut dengan ancaman siapa pun.


" Diaaaaammmm....!"


Tidak bisakah kalian berhenti berdebat.


Raja berdiri dari duduknya dengan menatap tajam kearah Ratu Derbah dan Ratu Shima secara bergantian.


Ratu Shima dan Ratu Derbah keduanya menundukkan kepala.


" Selesaikan makan malam kalian, setelah itu


temui aku di istana kepribadian.


Setelah mengucapkan itu Raja pergi meninggalkan ruang makan dengan cepat.