The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 2 Tanda kenangan.



" Setiap kali Ayah pergi, Loli selalu datang menemuiku, kami menghabiskan waktu bersama.


Karena ada Loli, aku selalu meminta pada Ayah


agar di buatkan susu dua botol.


Tentunya susu itu untuk aku dan Loli.


Ayah sempat tidak percaya dan bertanya.


" Tania sayang..." Kenapa minta susu dua botol !


"Satu saja , Tania ngak habis, kok sekarang minta dua."


" Ayah..." Tania sudah gede, jadi harus banyak minum susu .


" Baiklah ", Ayah akan berikan yang Tania minta,


Karena Ayah, sayang Tania.


"Sekarang putri Ayah , baik baik di Rumah ya ..!


Ayah berangkat kerja dulu.


Seperti biasa , setelah Ayah pergi, Loli datang ke Rumah ku.


Kami menghabiskan hari hari bersama.


Aku selalu berbagi makanan dan minuman dengan Loli.


Aku adalah anak yang sangat penurut ,pada Perintah Ayah, sehingga aku selalu membuka dan membaca semua buku cerita yang Ayah


berikan padaku.


Loli sangat, pengertian, saat aku membaca dan membuka buku Buku cerita pemberian Ayah.


Dia duduk manis di sampingku.


Dengan bahasa isyarat aku tanya,


" Apa kamu mau belajar "


Dia mengagguk.


Dengan senang hati aku mengajari Loli ,membaca dan menulis.


Loli ternyata, cukup cerdas , Meskipun tidak bisa membaca dengan suaranya.


Dia bisa memahami, Loli pun bisa Menulis .


Setelah buku buku , cerita hsbis ku baca ,


Aku dan Loli bermain di luar.


Tidak lupa aku membawa Mini bermain bersama kami.


" Ayo...kejar aku ...!


Pinta ku pada Loli.


Aku berlari lari sedang kan Loli, mengejarku dengan meloncat loncat.


Karena Kegirangan dan bersemangat, aku tidak


melihat batu besar di depan, sehingga kakiku


menabrak nya.


" A...aaaaaaa.....!


Aku jatuh tersungkur.


"Loli yang melihat ku jatuh , tertawa , mungkin disangka nya lucu.


Dan aku yang merasakan sakit pada kakiku,


karena menggeluarkan darah aku menangis


dengan keras.


Hizk....hizk...hizk....!


Huaaa..... huaaaa.... huaaaa.!


Melihat ku , menangis dengan keras dan terus


mengaduh sakit.


Loli berhenti tertawa, wajahnya menampakkan,rasa kekhawatiran.


Didekatinya aku , Dia menatap kaki ku yang mengeluarkan darah.


Dengan cepat mulutnya menghisap darah yang


ada kakiku.


Kemudian meletakkan tangan nya yang berbaju hitam panjang tepat berada di atas luka kakiku.


Untuk beberapa saat tangan nya tetap begitu


Baru tangan nya di angkat ,


Aku tertegun kakiku , sudah tidak mengeluarkan darah.


Loli meniup kaki ku, berangsur angsur rasa


sakit nya hilang.


Aku tersenyum senang, kami kembali bermain, tapi kali ini, Loli tidak mengejarku dan kami tidak berlari lari .


Loli melingkar kan tangan nya di pinggang kecilku, sebelum Loli membawaku


terbang.


Aku sudah tidak takut, diajak terbang, karena


aku sudah terbiasa.


Aku sangat senang , begitu juga Loli, dia merasa senang melihat ku tertawa dan tersenyum lagi.


Aku bisa melihat indahnya bunga bunga bermekaran di hutan dari atas.


Saat hari mulai sore ,Loli menggantarku pulang bersama Mini.


Seperti Biasa aku mengecup Loli, sebagai


tanda ucapan terima kasih.


___


Menjelang Malam ,


" Tania...lusa kita akan pergi ke kota ?


" Berapa hari Ayah dan apakah Tania harus menunggu di Rumah sendiri."


" Kalau malam Tania takut "


Ayah mendekati ku, beliau tersenyum sambil memencet hidung ku .


" Tentu saja putri kecil Ayah ikut .


Wajahku berbinar senang .


" Horee....."Aku di ajak Ayah ke kota "


Aku berputar putar menari nari karena, kegirangan.


Sedangkan Ayah hanya mengeleng gelengkan kepalanya.


Rasanya ingin segera pagi, dan ingin segera


memberi tau Loli tentang ,kabar gembira ini.


Berkali kali aku berpindah pindah posisi tidur,


kadang miring ke kanan kadang kekiri,


kadang tengkurap juga.


Membuat Ayah, tersenyum geli . melihat tingkahku.


Ayah bertanya.


" Kenapa putri kecil Ayah belum tidur....?


" Ayah aku ngak bisa tidur, aku ingin cepat


pagi.


Ayah terkekeh mendengar ucapan polos ku .


" Sini tidur dalam pelukan Ayah ,biar cepat bobo .


Aku mengagguk.


" Tania...!


"Bagun ,sudah siang ."


Aku mengerjap ngerjapkan mataku.


" Oh Sudah pagi ya y,ah."


"Ayo putri kecil Ayah cepat mandi,


Nanti sore, kita bersiap siap berangkat.


" Horeee...Aku ke kota.


"Tania...", Ayah pergi dulu, untuk membeli beberapa keperluan yang harus kita bawa


Nanti ,Tania ,baik baik di Rumah, jangan


pergi ke luar Rumah.


" Baik Ayah",


Ayah keluar dari Rumah,


Aku bergegas, menaruh semua ,makanan yang ada ke dalam kranjang kecilku.


Aku masukkan susu yang masih ,baru


belum terbuka.


beserta botol dan air nya.


Setelah semua beres , aku keluar Rumah.


Baru membuka pintu, sudah kulihat , tampang


lucu Loli,


aku segera menghampiri.


Dengan cepat Loli, melingkar kan tangan nya pada pinggang ku dan membawaku terbang


ke hutan dimana kami sering bermain bersama.


Hutan yang tidak jauh dari Rumah ku.


Setelah sampai di tempat tujuan, Loli menurunkan aku.


Aku menggulurkan keranjang , berisi susu yang masih dalam bentuk kemasan dan satu botol susu yang sudah ada isinya .


"Aku duduk di antara semak belukar.


Loli pun ikut duduk di sampingku.


Loli menatapku seolah bertanya bahagia karena apa.


"Loli ...Nanti sore Ayah , akan mengajakku ke kota "


Ucapku bersemangat.


" Aku akan tinggal dan bersekolah disana.


bagaimana keren kan? "


" Hei.. kenapa mukamu sedih ".


" Bukan kah kamu juga senang seandainya aku


jadi orang sukses.


Loli terlihat murung , aku mendekati nya sambil


tertawa.


" Jangan sedih, nanti kamu bisa mencari ku di kota, kalau kamu sudah bisa pergi ke kota sendiri.


atau kamu minta Ayah dan Ibumu untuk


pindah ke kota juga , biar kita bisa, belajar


bersama disana.


Loli hanya diam wajah nya terlihat sedih. tapi tiba-tiba, dia menyentuh tangan ku.


Ditatapnya tanganku , untuk beberapa saat ,


Tapi kemudian.


Tangan Runcingnya mencakar tanganku.


Aku berteriak menangis ,karena sakit.


A..aaaaah.


huaaaaa.....huaaaaaa ..huaaaa....!


hizk....hizk...hizk.


" Loli lepaskan tanganku sakit....!


Teriakku memelas.


Namun Loli , tidak mendengar kan permintaan ku. Agar mau melepaskan tanganku.


Darah segar , mulai mengucur dari tangan kiriku.


Aku masih berteiak teriak menangis menahan


sakit.


Sampai Akhirnya Loli berhenti mencakarkan kukunya .


Dia mengusap darah tangan ku dengan baju panjang hitam nya dengan sesekali meniup


tangan ku.


rasa sakit dan nyeri nya sedikit berkurang


tapi


Aku marah , dan benci dengan Loli .


Sehingga kudorong Dia hingga jatuh.


Aku berlari hendak pulang.


Tapi Loli sudah berdiri di depan ku .


Tatapan nya begitu sendu ,


Aku yang marah, karena rasa sakit akibat perbuatannya membuat ku benci Loli.


Aku membuang muka malas menatap nya.


Bagiku Loli adalah anak jahat.


Aku hendak berlari ,tapi langkah ku selalu di hadangnya.


Tiba-tiba Loli mendekapku ,Aku terperanjat kaget.


Aku pejamkan mataku, Mungkin Loli kali ini


akan membunuh ku,pikirku.


Tapi ternyata tidak, dia melepaskan pelukan nya


dan meminta ku melihat.


" Dia menunjukkan tangannya dan beberapa jurus kemudian.


Loli mencakar tangannya sendiri.


Dia mengerang kesakitan, tapi tetap mencakar


dan mencakar tangannya.


Tangan Loli, tidak mengeluarkan darah merah seperti ku ,tapi cairan berwarna hitam .


Kenapa darah nya tidak sama dengan warna darahku.


Setelah itu dia mengajak aku ke arah sungai kecil.


Loli membasuh tangannya .


Dan menunjukkan padaku, tangannya dari bekas cakarannya terukir satu Nama


TANIA.


Aku tersentak kaget ,Loli mengukir Namaku di tangannya.


Loli dengan cepat menarik tanganku,agar mau


membasuh dengan air pula.


Kuikuti dan setelah ku basuh tangan putih bersih ku terdapat goresan.


Tanganku pun ada ukiran Nama


TAtius.


Aku menatapnya,


" Ini Namamu...?"


Dia mengagguk.


" Jadi namamu TAtius"


Dia tersenyum dengan bahasa isyarat dia minta


maaf kepada ku,


Dia hanya ingin ,agar tidak sulit menemukan ku.


Aku tertawa..


kenapa mesti pakai mengukir Nama


kan bisa tanya Alamat .


Ucap ku.


"TAtius cuma tersenyum dengan bahasa isyarat dia mengatakan akan lebih mudah


menemukan ku jika ada tanda nya.


Sepanjang waktu bersama TAtius tak henti hentinya


meniup niup tangan ku ,agar tidak sakit.


Sudah mau sore, sebentar lagi Ayah pulang.


TAtius menatapku dalam dalam.


" Kita berpisah ,itu keranjang ada susu buat kamu.


Aku berlari pergi meninggalkan nya ,


kali ini aku tidak mau di antar karena aku


takut Ayah sudah ada dirumah .


Ternyata dugaan ku benar ,Ayah sudah dirumah.


" Tania putri kecil Ayah habis dari mana ?"


Sapa Ayah


" Jalan jalan ayah, lihat lihat di belakang.


" Oh ya sudah ....Ayo kita berangkat."


" Semua perlengkapan sudah Ayah masukkan ".


Aku menggikuti Ayah dari belakang ,


Entah kenapa perasaan ku memintaku untuk


menoleh ke belakang.


Aku menoleh dan kulihat TAtius sedang menatapku.


Melambaikan tangan , ada yang lebih menarik,


TAtius menangis ,dia menetes kan


air mata.


" Ayah...?


Hmmm ada apa...?


" Tania pulang dulu pingin pipis !


" Ya sudah cepat ya ...?


" Ayah tunggu di mobil".


Sebelum berlari Tania mengagguk.


Ternyata Tania tidak pulang karena pingin


pipis.


Tapi Tania pergi menemui temannya TAtius.


Melihat kehadiran Tania, dengan cepat


TAtius merengakan kedua tangannya.


Tania menghambur memeluk TAtius.


jangan sedih ya.


Suatu saat kita pasti bertemu lagi .


**


Bersambung...