The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.14 GAGAL



Dengan angan yang masih melayang layang, Ratu Shima, menunggu kedatangan tabib Istana.


Seandainya, semua pertanyaan mendapatkan jawaban nya, mungkin akan meringankan beban


pikiran nya.


tidak ada satu anak pun yang tidak ingin mengetahui siapa ibu kandungannya.


Tapi untuk mengetahui itu semua, harus bertanya kepada Raja Sangkala , sedangkan Raja Sangkala tidak menyukai pertanyaan itu.


Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Tok....Tok.....Tok...!


"Masuklah...!


"Ampun, Ratu Shima! tabib sudah datang.


"Suru, dia masuk


"Baik, Ratu..!"


Tidak berapa lama pengawal sudah kembali bersama dengan seorang Tabib Istana.


Setelah mengantar kan tabib pengawal itupun


pergi.


"Ada apa, Ratu memanggil saya ?"


,"Coba kau periksa apakah obat ini, bagus untuk kesehatan ?"


Ratu Shima menggulurkan sebuah botol yang Dia bawa dari kamar pangeran Yervan.


Sejenak Tabib itu menggamati dan melakukan


pengecekkan.


cukup membutuhkan waktu lama dalam menentukan dan mengetahui, apakah botol


obat itu berbahaya atau tidak.


Hampir dua jam Tabib Istana melakukan pengecekkan, sedangkan Ratu Shima menunggu dengan cemas.


Entah mengapa Ratu Shima curiga dengan apa yang di lakukan Ratu Derbah.


Meskipun kecurigaan itu sesungguhnya tidak lah mungkin brnar.


Mana mungkin seorang ibu akan tega menyakiti anaknya sendiri, jadi tidak mungkin


Ratu Derbah akan mencelakai putarannya sendiri.


Namun mengapa sudah tiga hari lamanya


keadaan pangeran Yervan tidak kunjung membaik.


justru semakin memburuk dan mengapa


Ratu Derbah melarang orang lain untuk menemui pangeran Yervan.


"Ratu...!


"Iya, bagaimana Tabib ?apakah engkau menemukan sesuatu yang mencurigakan dari botol itu!"


"Ini sangat di luar dugaan Ratu,


Botol ini bukan berisi obat yang baik untuk kesehatan, melaiikan untuk melumpuhkan


daya ingat dan kesehatan orang yang telah


meminum nya.


Dia tidak akan memiliki tenaga dan kekuatan apapun bahkan tidak mampu berfikir dengan baik.


"Apa kamu, tidak salah membaca hasil obat dari botol itu tabib ?


Mana mungkin Ratu Derbah tega menyakiti


putra kandungnya.


"Saya sudah coba berulang kali untuk memeriksa dan memastikan bahwa dugaan dan hasil dari pengecekkan saya


itu salah, namun


ternyata berkali kali saya melakukan pengecekan jawabannya benar.


jawabannya tetap sama ,ini bukan obat yang


benar.


" Lalu apakah ada, obat yang bisa menjadi


penawar atau yang mampu mencegah reaksi dari obat yang sudah terminum.


"Maaf Ratu..!Tidak ada, jalan satu satunya menjauhkan pangeran Yervan dari obat


berbahaya itu.


Tidak ada jalan lain karena obat itu sangat kuat


dan sangat berbahaya.


"Baiklah, Tabib, trimakasih , sekarang kamu boleh pergi.


Setelah Tabib itu pergi, Ratu Shima merencanakan sesuatu agar bisa menyelamatkan pangeran Yervan.


Malam harinya ketika suasana sepi dan tidak ada siapapun selain penjaga.


Ratu Shima menyelinap ke dalam kamar pangeran Yervan.


Dengan bantuan pengawal kepercayaannya


Ratu Shima berhasil membawa Pangeran Yervan pergi dari kamar itu.


Keesokan harinya ketika, Ratu Derbah hendak


memberikan obat kepada pangeran Yervan.


Ratu Derbah sangat murka dan terkejut, ketika


kamar pangeran Yervan terlihat kosong.


Dengan garang dan penuh amarah Ratu


Derbah berteriak.


"Pengawal....!"


Mendengar teriakkan itu.


Bergegas para pengawal itu masuk menghadap


Ratu Derbah.


"Ada apa Ratu....?berteriak memanggil kami!"


"Di mana pelayan yang bertugas menjaga pangeran Yervan..?"


"Hamba tidak tau Ratu...!"


"Cari....!Dan tangkap bawa kehadapan ku sekarang juga.


"Baik...Ratu.",


Bergegas para penggawal itu pergi, berpencar mencari keberadaan pelayan itu.


Tidak menunggu lama, para pengawal berhasil


menemukan dan menangkap pelayan istana


yang bertugas menjaga pangeran Yervan.


Dengan wajah penuh ketakutan dan keringat dingin mulai keluar dari pori pori wajah tua nya.


Dia menjawab dengan terbata bata.


"Am.....Ampun Ratu!


Ampuni hamba, hamba tidak tau apa apa.


"Di mana pangeran Yervan...?"


"Ha.....hamba. tidak tau Ratu !


" Apa kau bilang ?Kau tidak tau.?


"Ratu !hamba Benar benar tidak tau ",


"PLAAK....!


Sebuah tamparan mendarat di pipi pelayan paruh baya itu.


Dengan mata memerah menyala Ratu Derbah


mencengram dengan kuat tubuh pelayan yang ada di depannya.


Amarahnya sudah sangat memuncak


"Jawab pertanyaan ku?Dimana kau sembunyikan Pangeran Yervan, wanita tua ?"


"Ampun Ratu !


Hamba benar benar tidak tau.


PLAAK.... PLAAK.... PLAAK..!"


Sebuah tamparan bertubi-tubi mendarat di wajah tua itu.


para pengawal yang menyaksikan itu, hanya


mampu tertunduk, tanpa berani menolong ataupun menatap sang Ratu.


Wanita tua paruh baya itu, tidak hanya mendapatkan tamparan tapi juga mendapat kan tendangan.


Ratu Derbah menyiksa wanita tua itu dengan


menbabi buta.


Kemarahannya yang memuncak membuat nya


lupa segalanya, lupa jika yang dia siksa adalah


wanita tua.


Wanita tua itu hanya mampu merintih dan memohon agar di Ampuni.


Namun Ratu Derbah yang sudah kalap tidak


mau mendengarkan itu semua.


"Karena kecerobohan mu pangeran Yervan hilang dari kamar ini.


untuk itu sebagai hukumannya, kamu harus


mati.


Di ambilnya sebuah golok parang panjang yang ada di dinding kamar pangeran Yervan.


Ratu Derbah sudah mengangkat tinggi pedangnya.


Para pengawal yang berdiri disitu, pada menutup mata, Mereka tidak sanggup melihat


pemandangan yang mengerikan ada di depan


mata mereka.


Begitu juga dengan Wanita


paruh baya itu, dia sudah pasrah dengan nasib yang akan menimpanya, matanya terpejam dengan tetap menggalir kan air mata.


Bibir nya tetap berucap kata Ampun.


"Trimalah, kematian mu wanita tua.


Golok pedang panjang sudah terangkat tinggi


dan dengan cepat melesat ke leher Wanita paruh baya.


Namun pada detik yang bersamaan sebuah


bayangkan berkelebat dan menendang golok pedang panjang yang sudah dekat dengan leher wanita tua itu.


Golok pedang panjang terlempar jatuh dari tangan Ratu Derbah.


Ratu Derbah sangat murka dan marah melihat dan


mengetahui ada yang berani melawan dan


menggagalkan rencananya.


***


Bersambung..