The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.255.PERANG



Pangeran Tatius dengan cepat keluar dari rumah, dengan menggunakan Indra penciuman Pangeran Tatius bisa dengan mudah mendapatkan jejak kemana arah perginya pak guru Wili dan Tania, tapi setelah berada di dua cabang jalan Pangeran Tatius kehilangan jejak yang mana keberadaan Pak Guru Willi dan Tania tak bisa lagi di rasakan.


"Sial...! kemana mereka pergi, kenapa aku sudah tidak bisa mencium jejaknya." keluh Pangeran Tatius yang mana dengan sangat gigih terus mencari, Pangeran Tatius memilih jalan depan samping kanan yang ternyata tak menemukan jejak Tania, karena tidak ada Pangeran Tatius kembali lalu mencari Tania dengan memilih jalan arah kiri dan lagi-lagi penciuman nya tidak dapat menemukan keberadaan Tania.


Merasa geram dan kesal karena pak guru Wili mampu menghapus jejak jalan nya, Pangeran Tatius melampiaskan kemarahannya dengan merobohkan beberapa pohon yang ada di sekitar tempat itu


Suasana tenang menjadi gaduh dan rusuh, bunyi pohon pohon tumbang jatuh silih berganti, tercecer dimana mana.


Untuk sesaat pangeran Tatius tak mampu mengendalikan emosi dirinya, hingga dia jatuh terduduk nafasnya naik turun dengan tidak teratur tiba-tiba Pangeran Tatius teringat satu pesan dari Ayah nya ketika memberikan ilmu Indra penciuman, ketika dia masih kecil.


"FLASH BACK ON.


"Buuugh....!


sebuah tubuh mungil dengan usia sekitar dua belas tahun harus merasakan sakitnya ketika tubuh kecilnya di hempasan dengan keras.


"Ampun, Ayah...!sakit, teriaknya memelas membuat siapa saja yang memandang tak akan tega.


"Cukup, Raja! hentikan, apa kau ingin membunuh putramu."sungut seorang wanita berparas cantik dan angun, tangan halus dan putih nya berusaha membantu seorang anak laki-laki kecil yang menangis akibat di lempar dengan keras oleh Ayahnya.


Tapi belum sampai tangan itu mampu menyentuh sang anak laki laki kecil, seorang laki-laki yang di panggil Ayah dan Raja dengan cepat menepis tangan halus wanita itu dan mencengkram nya.


"Lepaskan, tanganku Raja! aku mau membantu putraku, dia pasti kesakitan."


"Diam, kau Ratu...! jangan sekali-kali kau ikut campur urusan ku."


"Dia itu putraku tentu saja aku akan ikut campur kau telah melempar nya dengan keras, apa salahnya sehingga kau hukum Pangeran begitu."


"Putramu sudah berani mempermainkan ku, dia tidak serius dalam belajar bahkan memilih bermain-main."


"Raja!"Pangeran Tatius masih anak anak biarkan dia bermain seperti layaknya anak anak yang lain, jangan kau terlalu ketat padanya."


"Apa .? anak anak, dengar Ratu, dulu aku lebih kecil dari Pangeran aku sudah bisa menguasai semua nya karena jika aku gagal maka aku akan di hukum, Pangeran Tatius sudah cukup umur untuk menerima semua ilmu pelatihan dia tidak boleh lagi main main ataupun bermain seperti anak anak lainnya, karena Pangeran Tatius bukan anak orang biasa, dia punya tanggung jawab dan kewajiban karena dialah kelak yang akan mewarisi semua yang ada di kerajaan ini, apa jadinya kerajaan ini jika memiliki pemimpin dengan mental tahu, sedikit sedikit menangis, mau jadi laki-laki cengeng apa."


"Raja..! aku tau maksud mu, tapi mengertilah berikan waktu sedikit lagi, Pangeran Tatius masih sangat kecil, lihat kau sungguh bersikap tidak adil Pangeran Yervan tidak pernah kau marahi padahal dia juga bermain-main seperti Pangeran Tatius, jadilah Ayah dan Raja yang adil bagi putra putramu, sudahlah aku tidak mau berdebat lagi untuk hari ini putraku aku absen kan, dari latihan,biar dia tenang dulu." ucap Ratu Shima sambil melangkah mendekati Pangeran Tatius dan bermaksud membawa nya pergi dari tempat pelatihan.


"Stop....! jangan sentuh Pangeran Tatius, apalagi, Ratu berani membawa Pangeran pergi dari sini."


Ratu Shima memutar tubuhnya dengan mengulum senyum miring.


"Apa yang akan kau lakukan jika aku membawa Pangeran pergi, Raja!"


"Kau akan berhadapan dengan ku, karena aku tidak akan membiarkan Ratu membawa nya pergi, Pangeran Tatius harus mendapatkan hukuman nya, berhenti lah memanjakan nya, Ratu."


Ratu Shima menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, senyuman menyeringai tersungging dari sudut bibirnya yang ranum berwarna merah delima basah.


"Lakukan, jika kau berani Raja."


Sang Raja mengeryitkan dahinya, sebelum bibirnya juga menggulas senyum miring.


Raja. sangat hafal dan paham akan sifat Ratu Shima yang keras kepala dia tidak akan main-main dalam ucapannya, begitu juga dengan Raja Prayudha, Raja Awang Awang Vampire yang terkenal akan kehebatan dan sepak terjangnya, dia sangat terkenal tegas dan tak pernah main-main dalam setiap ucapannya.


"Baik...!" bersiaplah dan berhati-hati lah Ratu jaga kulit halus mu agar tidak lecet karena ku."desis Raja Prayudha sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Ratu Shima sedikit geram karena secara tidak langsung Suaminya menganggap dirinya lemah dan akan kalah.


"Kau....!"jangan sombong Raja, aku Putri dari kerajaan Sangkala Shima Arzsila siap menerima tantangan mu."


"Baik, silahkan Ratu mulai lebih dulu, jika aku kalah kau boleh membawa Pangeran Tatius pergi dari sini dan ku ijinkan Absen selama satu Minggu dari pelatihan ku, tapi jika Ratu kalah maka Pangeran Tatius akan mendapatkan jadwal tambahan satu bulan penuh di bawah bimbinganku bagaimana?"


"Kau curang, Raja! bagaimana mungkin jika aku menang Pangeran Tatius hanya dapat Absen libur satu Minggu seharusnya sama satu bulan penuh juga."seru Ratu Shima protes.


"Aku, disini Raja nya, jadi terserah aku, kau mau ikuti atau tidak."ujar Raja dengan menggulum senyum.


"Baiklah, Raja yang curang aku trima tawaran mu, dari pada tidak dapat cuti libur putraku, lumayanlah bisa bermain-main meskipun cuma satu Minggu."


Raja Prayudha tertawa lebar mendengar penuturan istri tercintanya.


Ratu Shima menatap tajam Raja Prayudha tidak mau bermain main dengan tangan kosong saja Ratu Shima langsung mencabut pedang panjang yang selalu dia bawa.


Pangeran Tatius yang melihat kedua orang tuanya akan bertarung menanggis dan meraung.


"Ayah Raja dan Ibu Ratu kalian mau apa, jangan bertengkar, aku takut," teriak Pangeran Tatius sambil menangis.


Raja semakin geram melihat putranya Belum apa apa sudah menangis.


"Cengeng sekali kau, pengawal..!"


Dengan tergesa gesa seorang pengawal berlari menuju Raja yang memanggil.


"Siap...!Raja."


"Jaga dan pegangin Pangeran Tatius biar dia menyaksikan bagaimana aku dan ibunya bertarung."


"Baik, Raja."


"Kau sudah siap Ratu?"


"Iya, Raja!aku sudah siap.


"Baiklah sekarang kita mulai."


Raja Awang Awang Vampire melompat mundur beberapa langkah begitu juga dengan Ratu Shima diapun mundur beberapa langkah ke belakang, lalu membentuk kuda kuda.


Dalam hitungan detik Ratu Shima sudah berlari terbang ke arah Raja Awang Awang Vampire sambil menghujamkan pedang nya.


Raja Awang Awang Vampire yang sudah siap menerima serangan dari Ratu Shima hanya menggunakan tangan kosong tanpa senjata apapun di tangannya.


Pertarungan cukup seru di mana beberapa kali pedang yang hampir bisa melukai sang Raja gagal dan hanya membabat ruang kosong bahkan terkadang pedang itu justru tertancap di tanah, yang mana dengan susah payah Ratu Shima harus mencabut nya dengan menggunakan kekuatan tenaga dalam, agar pedang itu bisa kembali ada di tangannya.


Raja Awang Awang Vampire yang semula bertanding dengan hanya main main karena bagaimanapun juga dia tidak akan melukai istri sendiri, tapi tiba-tiba pikiran nya berubah.


"Aku harus bisa membuka dan membuat mental Pangeran Tatius tidak cengeng dan terbuka, untuk itu aku tidak bisa jika harus bertarung dengan santai dan main main aku harus benar-benar menunjukkan permainan silat dan pertarungan yang sebenarnya agar mata hati Pangeran Tatius bisa tergugah."gumam Raja dalam hati yang kemudian dia melompat mundur.


"Ratu, jaga dirimu baik-baik!"waspada lah," teriak Raja Prayudha kepada Ratu Shima untuk mengingat kan agar tidak lenggah dan selalu waspada.


Ratu Shima yang tidak menyadari maksud dari suaminya dia hanya tersenyum sinis, seolah olah tidak butuh peringatan dari suaminya, karena jujur Ratu Shima berfikir Raja tidak akan berani melawan dengan serius.


Setelah memberikan peringatan pada Ratu Shima kini Raja memulai memberikan serangan balasan pada Ratu Shima, meskipun Raja masih menggunakan tangan kosong akan tetapi serangan yang di berikan kali ini jauh berbeda dengan serangan serangan yang di berikan sebelum nya hingga membuat Ratu shima sdikit kwalahan.


"Busyet....Raja benar benar menyerangku dengan serangan yang sesungguhnya."


Ratu Shima pun mulai menggeluarkan seluruh kemampuan nya untuk menghadang serangan serangan yang bertubi-tubi dari Raja Awang Awang Vampire. hingga pada detik berikutnya sebuah tendangan mendarat manis di punggung Ratu Shima hingga membuat Ratu Shima terhuyung dan jatuh mencium tanah.


"Aaaaaaaa.....! jerit Ratu Shima yang terjatuh.


Raja Prayudha sedikit terkejut melihat istrinya jatuh, dalam hati sungguh tidak tega tapi demi membangkitkan amarah dan semangat Pangeran Tatius yang lembek, Raja Awang Awang Vampire berusaha tenang dan biasa saja meskipun hatinya remuk, bagaimana mungkin seorang suami tega melihat istrinya jatuh dan mengalami lecet lecet, bisa bisa jatah malam panas nya di kurangin.


Raja menelan ludahnya mencoba menetralkan hatinnya yang juga sebenarnya ikut terjatuh. Melihat sang Ibu jatuh tersungkur Pangeran Tatius berteriak histeris.


"IBu...Ratu..! lepaskan aku pengawal aku mau menolong ibu Ratu, hizk...hizk...hizk...teriak Pangeran Tatius sambil menangis.tapi pengawal yang sudah di tugaskan untuk menjaga Pangeran Tatius tidak memberikan kesempatan pada Pangeran Tatius untuk bisa lepas dan menghambur dalam pelukan IBu nya.


Sementara Ratu Shima mendesis geram dengan ulah suaminya yang benar-benar tidak tau diri berani menyerangnya dan benar benar mengaggap dirinya musuh.


"Kurang ajar kau Raja, kau benar-benar menyerang ku awas saja kalau minta jatah, aku tidak akan memberi mu satu kali jatuh satu Minggu absen mu, biar tau rasa kau "dengus Ratu Shima kesal, sambil berusaha bangkit dari terjatuhnya.


Sementara Raja membuang muka, tak sanggup melihat tatapan tajam dari kemarahan istri tercintanya.


"Mampus gue, nanti malam pasti tidak akan di kasih jatah, ini gara gara putra ku yang bandel itu, kau bikin repot orang tua saja," lirih Sang Raja dalam hati.