
Ratu Shima menyunggingkan sebuah senyuman manis di bibirnya, tak lupa sebelum masuk ke dalam dapur istana, Ratu Shima menggambil beberapa bunga yang dia bawa, semua dia lakukan agar Raja tak mencurigainya.
"Ternyata dewa keberuntungan masih berpihak kepada ku dan pada putraku, meskipun aku tidak bisa pergi sendiri, setidaknya pangeran Tatius akan mengetahui dari paman Patih lembu ireng.hari ini aku akan lihat Raja masak apa untuk ku dan hari ini aku bisa tenang dan tak cemas lagi dan untuk mu Raja Awang Awang Vampire yang Agung, kau pikir kau sudah menang dengan mengawasi gerak gerik ku, ha....ha..ha ..kamu salah mana bisa Putri Sangkala kau permainkan." gumam Ratu shima dalam hati.
Tak lama kemudian Ratu Shima sudah berada di dalam dapur istana dia melihat Sang Raja lagi sibuk membuat masakan.
"Raja .!" aku sudah kembali lihat apa yang ku bawa," seru Ratu Shima dengan menunjukkan beberapa bunga cantik dalam gengaman tangannya. Sang Raja hanya tersenyum tapi kemudian dia mencuci tangan nya lalu mendekati Ratu Shima.
"Sini, Ratu ku! biar ku pakaikan bunga di telinga mu pasti kamu akan tambah cantik."rayu sang Raja.
Tanpa penolakan Ratu Shima membiarkan sang Raja memakaikan bunga di telinga nya pada saat bunga sudah di pakaikan dan pada saat pandang mata sang Raja dan Sang Ratu bertemu tiba tiba pintu dapur istana mengeluarkan suara keras, yang mana suaranya seperti suara pintu yang sedang di Dobrak.
"Bruaaaaaakk...!"sontak saja suara itu membuat sang Raja dan sang Ratu yang saling berpandangan menoleh ke arah pintu, terlihat lah di depan pintu sosok wanita cantik dengan baju mewahnya yang panjang sampai menyentuh lantai dengan motif beraneka ragam mutiara, baju yang terbilang sangat mewah dialah Ratu Derbah istri kedua Raja Awang Awang Vampire.
Dia datang dengan berkacak pinggang kemudian dengan suaranya yang nyaring tanpa memperhatikan not dan tempo Ratu Derbah melangkah maju menghampiri Sang Raja dan Ratu Shima yang kala itu lagi berdua.
"Raja .!" kenapa kau selalu berbuat tidak adil padaku, aku bersusah payah membuat kan makanan untuk Raja, tapi di tendang wanita iblis itu hingga tumpah, bukannya Raja memberikan hukuman, pada Wanita iblis itu tapi kini justru membuat kan makanan untuk nya dan itu!" apa lagi pakai ngasih ngasih bunga di telinga wanita iblis itu, ini tidak adil Raja..!"
Ratu Shima yang di tuduh dengan sebutan wanita iblis tersulut emosi juga yang membuat nya langsung berdiri dan melangkah tepat di hadapan sang Ratu Derbah.
"Hei... Selir Raja, rongsokan bekasku dengar ya..!" sekali lagi kamu berani mengataimu wanita iblis aku cukur habis rambut mu."
"Enak saja berani ngacam ngancam memang kau pikir aku takut, aku tidak takut dengan mu."
"Kau berani menantang ku!"
"Siapa takut..!
"maju kau !"
"Baik!" Dengan baju yang super besar dan berat Ratu Derbah maju lebih dekat pada wajah Ratu Shima yang tidak terlalu kesulitan dengan baju yang di kenakan nya Ratu Shima hanya menggunakan baju santai biasa, dengan dalaman celana panjang bak pendekar pedang dengan pinggang ramping nya yang terlilit sabuk.
"Plaaaaakk...!" sebuah tamparan mendarat sempurna di wajah Ratu Derbah. Tidak mau kalah Ratu Derbah pun memberikan tamparan pula pada Ratu Shima.
"Plaaaak....!" sebuah tamparan yang cukup keras hingga membuat Ratu Shima sedikit meringis.
"Brengsek kau menamparku keras sekali, rasakan ini."Ratu Shima menarik paksa rambut panjang Ratu Derbah hingga membuat Ratu Derbah menjerit dan berteiak maka terjadilah aksi tarik menarik, Jambak menjambak kadang menendang , ya itu karena kedua Ratu itu juga memiliki ilmu Kanuragan yang cukup tinggi.
Raja yang melihat kekacauan itu menutup muka dengan kedua tangan nya, aksi jambaak menjambak dan tampar menampar masih terus berlangsung hingga beberapa menit, tidak mau memisahkan kedua istrinya Raja memilih melanjutkan memasak hingga ....
"Klontang... byuuuuuuurrr!" sebuah panci berisi air jatuh ke lantai, membuat aksi kedua Ratu istana itu terhenti seketika, keduanya saling berpandangan sebelum akhirnya kedua Ratu itu berlari mendekati sang Raja.
"Raja ..! kau tidak apa-apa?"seru kedua Ratu itu hampir bersamaan.
"Aku, tidak apa-apa, Kenapa kalian berhenti,ayo lanjutkan.. aksi kalian nanti yang kalah biar di obati tabib istana banyak obat obatan di sini, ayo lanjutkan, tidak usah perdulikan aku"
"Iya, nih! kenapa Raja tidak memisahkan kami, lihat aku jadi bonyok semua nih!"keluh Ratu Derbah manja.
"Memisahkan kalian!" untuk apa? kalian itu sudah pada Tua anak anak sudah pada dewasa tapi lihat kelakuan kalian, apa tak bisa satu hari saja rukun saling mengasihi, bukan selalu berselisih dan bertengkar begini, apa kalian tidak malu....hah kalian itu Ratu di kerajaan ini bukan berandalan di jalan."
"Dia yang mulai Raja!"lirih Ratu Shima pelan.
"Enak saja, ngatain aku yang mulai, kamu yang mulai kenapa menabrak ku dan bukannya minta maaf tapi justru mengolok olok ku, jadi kamu yang mulai."
"Sudah...Sudah...mau sampai kapan kalian terus bertengkar, duduk!" akan ku siapkan makan malam untuk kalian semua setelah itu bersihkan tubuh kalian masing-masing malam ini layani aku dengan baik, apa kalian mengerti"
"Iya, Raja!
"Bagus," Raja Awang Awang Vampire menatap wajah Ratu Shima.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku."
"Kan sudah di Jawab Ratu Derbah jadi sama saja."
"Oh begitu..!" baik tapi ingat kamu punya hutang satu mainan dengan ku karena kegagalan kemarin jadi persiapkan untuk malam ini memberiku jatah lebih."Ucap Raja sambil tersenyum mengoda, membuat Ratu Shima tak bisa bicara apa-apa selain menggigit Saliva nya. Sedangkan Ratu Derbah yang mendengar kan itu langsung mendekati Raja dan berbisik dengan manja.
"Berapapun yang Raja minta aku akan selalu siap Raja."bisik Ratu Derbah membuat sang Raja mendelik seketika, yang kemudian Tersenyum kecut sambil melepaskan genggaman tangan Ratu Derbah dan melangkah melanjutkan memasaknya.
"Andai gairah ku ada padamu pasti aku akan senang, tapi sayangnya aku hanya memiliki gairah dan naf su pada Ratu Shima saja, entah mengapa rasaanya begitu membuat ku ketagihan ingin dan ingin tapi sayangnya dia pelit, harus pakai rayuan maut biar mendapatkan itupun belum tentu berhasil lihat wajahnya di ajak bicara soal Ranjang dianya diam tak merespon bukankah ini meyebalkan awas saja kalau aku sudah dapat kesempatan ngak bakalan aku lepas sampai aku merasa puas ."gumam Raja dalam hati sambil tersenyum simpul pada Ratu Shima, melihat senyum aneh sang Raja, Ratu Shima memilih membuang muka.
Di belahan dunia lain, pangeran Tatius dan Bibi Derbah kembali melanjutkan perjalanan nya ketiika para sang anak buah pembajak tidak dapat menemukan tanda tanda keberadaan mutiara hijau.
"Pangeran, sekarang kita akan ke mana?"
"Apakah Bibi Derbah lebih menggikuti ku?"
"Ah, tidak pangeran aku justru senang, karena aku bisa berjalan dengan pangeran tampan seperti mu, sekarang apa tujuan kita pangeran."
"Terlalu banyak lautan membuat ku pusing Bibi kita mencari kesegaran dulu saja kita masuk kampung bagaimana."
"Jangan pangeran mereka akan takut dengan kedatangan kita."
"Tenang, saja Bibi, aku punya rencana untuk itu."
"Aku ngikut saja apa yang pangeran rencanakan, karena aku percaya semua ide pangeran itu sangat berlian."
"Ha..ha...ha..Bibi terlalu memujiku, kalau begitu mari Bibi ikuti aku."
"Hoooop ...!" pangeran Tatius terbang melesat menuju perkampungan dengan di ikuti Bibi Derbah dari belakang.