The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.325.PENGORBANAN CINTA



Pangeran Yasza yang tidak menyangka jika pangeran Tatius bisa menghindar bahkan memiliki tenaga untuk bergerak tertegun tak percaya.


Kemarahannya semakin menjadi jadi, wajahnya yang merah padam semakin terlihat jelas disana.


"Kurang ajar, kau masih bisa bergerak, aku tidak akan memberikan ampun dan kesempatan lagi."desis Pangeran Yasza dengan mata merah menyala.


Sedangkan Raja Awang Awang Vampire menarik nafas lega, melihat putranya masih bisa berkelit menghindar, rasa ketakutan nya sedikit demi sedikit sirna.


"Aku yakin putraku tidak akan kalah dia akan mampu menghadapi semuanya, pangeran Tatius adalah kesatria yang sangat hebat," puji Raja Awang Awang Vampire kepada putranya pangeran Tatius.


Di tempat pertarungan Pangeran Tatius masih terus berguling guling menghindari senjata panjang milik pangeran Yasza yang menyerang dirinya dengan sangat membabi buta.


Merasa kesal karena berkali-kali serangannya mengenai Ruang kosong pangeran Yasza mulai melempar kan senjata nya ke sembarang arah kemudian dengan sangat cepat merapfal sebuah mantra untuk mengikat Kembali pangeran Tatius, hal itu pangeran Yasza lakukan karena dirinya sangat paham jika Lawan nya masih memiliki kekuatan untuk itu pangeran Yasza harus kembali menggunakan cara licik agar dia bisa menggalahkan pangeran Tatius.


Melihat pangeran Yasza berusaha merapfal mantra dengan gerakan cepat pangeran Tatius bangkit berdiri dan memberikan serangan dengan sangat cepat dan gencar sehingga konsentrasi dari pangeran Yasza terpecah, untuk itulah pangeran Yasza tak mampu merapfal mantra akhirnya gagal menggikat pangeran Tatius dengan ilmu kekuatan tenaga gaibnya.


"Sial , kenapa Pemuda ini masih bisa menggunakan kekuatannya, bukan kah racun yang kuberikan itu sangat ampuh dan aku sudah berkali-kali melakukan percobaan lalu bagaimana bisa tidak berfungsi pada tubuh pemuda itu, apa yang terjadi padanya, tidak...! tidak mungkin aku salah pasti ada yang tidak beres di balik semua itu aku harus bisa mengikat tubuhnya dengan mantra ku,"


Kembali pangeran Yasza merapfal mantra agar mampu melawan pangeran Tatius akan tetapi kondisi tubuh Pangeran Tatius yang mana racun di dalam tubuhnya telah menghilang membuat pangeran Tatius lebih muda memberikan serangan serangan telak pada pangeran Yasza.


Tak bisa di hindari lagi serangan Pangeran Tatius yang sangat tepat berkali-kali menghujam tubuh pangeran Yasza sehingga pangeran Yasza harus sekuat tenaga menahannya.


Dahsyat dan gencar nya serangan yang pangeran Tatius lakukan membuat pangeran Yasza kewalahan hingga akhirnya satu tendangan tepat mengenai punggung pangeran Yasza hingga membuat nya jatuh tersungkur di tanah.


Pangeran Yasza meringis menahan sakit tapi sedetik kemudian pangeran yasza segera bangkit dari terjatuhnya dan Kembali berusaha memberikan serangan pada pangeran Tatius.


Tentu saja pangeran Tatius lebih unggul dibandingkan dengan Pangeran Yasza akan tetapi kepandaian otak pangeran Yasza harus di acungin jempol berkali-kali melakukan tindakan kecurangan dan kelicikan yang mana hal itulah yang membawa pangeran Yasza bisa menguasai area pertandingan.


Dengan cepat pangeran Yasza melompat dengan kecepatan tinggi menghampiri Raja dan menodongkan pedang panjangnya pada leher Raja Awang Awang Vampire.


Pangeran Tatius terkesiap melihat kelakuan pangeran Yasza yang lagi lagi bersikap curang.


"Menyerah atau kubunuh Ayahmu..!" teriak pangeran Yasza untuk yang ke dua kali dimana teriakan yang pertama tak di dengar pangeran Tatius membuat Pangeran Yasza murka dengan garang pedang panjang nya diarahkan pada tubuh Raja' Awang Awang Vampire.


"Jangan dengarkan pangeran, jangan pedulikan aku kau harus bisa membuat pemuda ini tahkluk padamu,"


"Baik, jika kau tidak mendengar kan perintah ku maka lihatlah,"


Sebuah pedang panjang milik pangeran Yasza segera meluncur mengores lengan kanan Raja Awang-awang Vampire.


Pangeran Tatius terkesiap melihat hal itu hatinya mulai mendidih.


"Berani kau melukai Raja trima ini,"


Pangeran Tatius melompat dengan kecepatan yang sangat tinggi kakinya menendang kuat tubuh pangeran Yasza hingga terjungkal.


"Beraninya kau melukai Raja, aku tidak akan memberikan ampun padamu."


"Duuuuuuuss....!"


Tubuh pangeran Yasza kembali jatuh tersungkur ketika dia hendak bangun dan bangkit. Pangeran Tatius yang kalap akibat kemarahan nya yang membuncah dimana Ayahnya di lukai pemuda yang ada di depannya tak lagi mau terkecoh dengan kelicikan dan kecurangan dari permainan pangeran Yasza.


Kini tubuh Pangeran Yasza Kembali menjadi bulan bulanan dari kemarahan pangeran Tatius.


Menyadari dirinya tak mampu melawan pangeran Yasza segera mengambil pasir yang ada di depannya dengan cepat pasir itupun di sebarkan kearah pangeran Tatius sontak saja pasir berdebu mengenai mata membuat pandangan menjadi sedikit kabur dan kesempatan itu di gunakan Pangeran Yasza untuk menyerang Pangeran Tatius.


Tendangan kaki yang cukup kuat dan keras mendarat dengan tepat ke tubuh Pangeran Tatius yang mana sibuk menusap dan mengucek kedua matanya yang tekena debu, akibatnya Pangeran Tatius tidak bisa konsentrasi dalam melakukan serangan balasan maupun menghindari serangan.


kedudukan menjadi bimbang di mana kini tubuh dari pangeran Tatius menjadi bulan bulanan dari kemarahan pangeran Yasza.


"Rasakan, ini,"


"Duuuuuuuss.....!" Duuuuuuuss....!"


"Bruuugh....! tubuh Pangeran Tatius ambruk seketika."


Kedua tubuh pangeran yang sudah sama-sama bonyok dan terluka akibat pukulan dari masing-masing keduanya yang sama sama memberikan pukulan dengan bertubi-tubi membuat kedua nya kini jatuh tersungkur di tanah.


Pangeran Yasza terjatuh karena kelelahan dan kewalahan dalam menghadapi Pangeran Tatius sementara pangeran Tatius terjatuh akibat dari kedua bola matanya yang terkena debu tidak mampu mengetahui arah lawan datang menyerang.


"Kurang ajar, kau benar-benar menguji kesabaran ku,"Teriak pangeran Yasza." hari ini juga kau harus mati kau harus membayar semua perbuatan mu pada paman Hamdan dan juga karena mu aku kehilangan Gadis itu, kau memang benar-benar harus ku habisi, Pengawal.....!"


"Siap, Pangeran!"


"Cepat ke sini bantu aku berdiri."


"Siap, pangeran!"Dengan tergesa-gesa beberapa pengawal prajurit kerajaan Ambarwata berlari mendekati pangeran Yasza dan membantu nya untuk bangkit berdiri, sementara pangeran Tatius yang kini mulai bisa menghilangkan rasa pedih dan pedas akibat debu pasir yang di lemparkan pangeran Yasza kini juga mulai bangkit berdiri.


"Sangat curang sekali apa tidak ada keahlian dari pemuda ini selain berbuat curang dan licik." dengus pangeran Tatius kesal sambil mengibas ngibaskan jubah panjangnya.


"Aku harus segera membebaskan Raja dari ikatan rantai itu," dengan gerakan secepat kilat pangeran Tatius terbang melesat ke arah Raja yang terikat kuat dengan Rantai di tangan dan kakinya, beruntung Rantai untuk menggikat Raja tidak menggunakan mantra gaib sehingga mudah di lepaskan.


"Trimakasih, pangeran!" ucap Raja Ketika Pangeran Tatius sudah melepaskan ikatan rantai nya.


Pangeran Tersenyum sambil menggangukkan kepalanya.


Melihat rantai tawanannya terlepas dengan sekali teriakan Pangeran Yasza memerintahkan kepada para prajurit kerajaan Ambarwata untuk menghujamkan anak panah.


"Serang, dengan anak panah cepat...!"


"Siap, Pangeran!


Para prajurit kerajaan Ambarwata segera meluncurkan anak panah mereka sehingga panah panah itu berterbangan menghujam ke arah Pangeran Tatius dan Raja Awang-awang Vampire.


Akibat serangan anak panah dari para prajurit kerajaan Ambarwata Raja dan pangeran Tatius harus berguling guling terkadang juga melompat dan melakukan salto belakang untuk menghindari anak panah yang berterbangan ke arah mereka.


Pangeran Yasza Tersenyum puas melihat Raja dan pangeran Tatius sibuk menghindari serangan dari anak panahnya.


Pada saat yang bersamaan Tania yang memberontak dan menolak, ajakan dari Patih Lembu Ireng untuk di antar Kembali ke Dunia Manusia dan memilih berlari Kembali ke krajaan Ambarwata untuk mencari pangeran Tatius akhirnya dapat menemukan keberadaan pangeran Tatius yang ketika itu sedang menghindari serangan anak panah dari pangeran Yasza.


Melihat banyaknya anak panah yang di lepaskan oleh para prajurit kerajaan Ambarwata membuat Tania panik dan ketakutan akan keselamatan Kekasihnya, tanpa berfikir panjang dan tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri Tania langsung berlari ketengah area di mana anak panah sedang meluncur dengan cepat dan dengan jumlah yang sangat banyak.


"Tatiuuuuuss..... hati-hati..!


Tania berteriak dengan sangat keras hingga membuat Pangeran Tatius terkejut akan keberadaan kekasih nya.


Wajah tampan pangeran Tatius segera panik melihat kekasihnya justru berlari kearahnya dengan senyum tersungging di bibir sementara di belakang nya sedang meluncur anak panah kearahnya.


"Tania.... menunduk cepat... !


Teriak Pangeran Tatius yang kemudian dengan sangat cepat mengambil tali rantai yang tadinya di gunakan pangeran Yasza, untuk menggikat Raja kini di pakai pangeran Tatius untuk menghalau panah panah yang meluncur dengan cepat ke arah Tania.


Gerakan yang cepat dan tepat pada waktunya sehingga panah panah itupun bisa dipatahkan. Pangeran Yasza yang melihat kedatangan dari Gadis yang di cari nya, Gadis yang sudah membuat hatinya begitu kacau dan galau langsung bangkit berdiri, wajahnya yang juga tampan Tersenyum bahagia untuk beberapa detik kemudian senyum itu memudar kala netranya Melihat kemesraan yang ada di depannya.


Darah Pangeran Yasza mulai mendidih api kecemburuan membuat nya gelap mata dan rasa sakit hati membuat kemarahan nya semakin membara.


"Bagus..! kalian berdua sudah berkumpul dan aku akan menghabisi kalian semua hari ini juga, prajurit cepat panah mereka sekarang juga...!"


"Siap, Pangeran!"


Kembali para prajurit kerajaan Ambarwata menghujam kan. anak panah pada Pangeran Tatius dan Tania.


Pangeran Tatius yang tadinya bisa tenang dan bernafas dengan lega, karena anak panah para prajurit kerajaan Ambarwata bisa di halau dengan rantai besi kemudian tiba-tiba mereka semua menghentikan serangan anak panahnya, membuat kepanikan dari pangeran Tatius redah. Pangeran Tatius tidak takut dirinnya terluka maupun menerima sakit akibat pukulan maupun serangan lawan, akan tetapi Pangeran Tatius tidak ajan bisa dan tidak akan mampu melihat sedikit saja kekasihnya terluka, sangat terlihat jelas wajah takut dan kepanikan Pangeran Tatius Melihat banyak nya anak panah yang menghujam ke arah mereka.


Dengan gerakan sigap Pangeran Tatius segera menghalau semua anak panah yang mengarah pada kekasihnya, teriakan dan jeritan ketakutan terlontar dari bibir tipis Tania.


"Tenang aku ada untukmu, jangan takut lagi," desis Pangeran Tatius sambil menggibas ngibaskan jubahnya untuk menghalu anak panah yang datang.


Pangeran Tatius yang sangat penyayang menutup semua arah jalan pergerakan anak panah dengan tubuh kekarnya sehingga Tania aman dibawah dalam lindungan tubuh tinggi dan kekar milik pangeran Tatius.


Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, itulah pepatah yang tepat untuk pangeran Tatius yang berusaha sekuat tenaga melindungi kekasihnya.


Satu anak panah dari arah yang tak terduga mampu menembus punggung Pangeran Tatius yang kala itu melindungi tubuh kekasihnya dari banyaknya anak panah yang datang menghujam.


"Aaaawwh ...!" pekik pangeran Tatius ketiika satu panah mampu menembus kulit tubuhnya yang putih bersih.


Tania tersentak kaget dan menjerit histeris melihat Pangeran Tatius yang terluka, sementara itu pangeran Tatius yang menahan sakit memejamkan matanya, keseimbangannya hampir hilang, menyadari dirinya tak kan mampu bertahan melindungi kekasih nya dalam keadaan berdiri seperti kesatria pada umumnya dan sebelum anak panah yang lain datang dan mampu membo.***, pertahanan perlindungan nya kepada Tania, dengan cepat pangeran Tatius mendorong tubuh Tania hingga jatuh ke tanah.


Sangat cerdas dan bertanggung jawab itulah mungkin satu kata yang bisa di sematkan untuk pangeran Tatius yang selalu sukses membuat kekasih nya tak terluka maupun merasakan sakit, Dengan gerakan cepat pangeran Tatius menaruh tangannya di bawah punggung Tania sehingga pada saat tubuh Tania di dorong pangeran Tatius untuk jatuh tidak merasakan sakit sedikit pun karena tubunya tidak berbenturan langsung dengan tanah tapi dengan tangan pangeran Tatius dan sudah pasti pangeran Tatius meringis menahan sakit untuk yang ke dua kali dan kali ini karena tangannya harus tertimpa bobot tubuh Kekasih nya.


Raja Awang-awang Vampire yang melihat putranya dalam bahaya bergerak cepat terbang dan berniat menghalu semua anak panah yang kini akan menghujam ketubuh Pangeran Tatius, akan tetapi pergerakan nya di hentikan dan dihadang oleh beberapa prajurit kerajaan Ambarwata, semua terjadi atas perintah dari pangeran Yasza yang sengaja memisahkan kedua orang itu agar keduanya sama sama sibuk dan tidak bisa saling melindungi satu dengan yang lain.


Tania yang di dorong jatuh berusaha menggingat kan pangeran Tatius akan bahaya pada dirinya.


"Tatius, lepaskan aku dan pergilah jangan begini kau bisa mati konyol menjadi sasaran panah panah itu, cepat."


"Jika aku melepaskan mu dan menjauh dari tubuhmu ini, apa kau pikir aku bisa tenang kau bisa juga terluka dan aku tidak mau itu, jadi diamlah jangan banyak bergerak agar tidak ada satupun anak panah yang akan melukai mu."


"Tatius....kau jangan bodoh kau bisa mati konyol aku tidak mau itu, cepat lepaskan aku tidak mau diriku selamat dan baik-baik saja sedangkan kamu mempertaruhkan nyawa."


"Tenanglah, sayang aku tidak akan apa-apa,"


"Tatius....!'awas, ada anak panah di belakang mu."


"Ting...!


Dengan cepat pangeran Tatius menghalu anak panah yang meluncur dari belakang tubuhnya dengan balok kayu yang kebetulan ada di sampingnya.


"Tuh, kan tidak apa-apa, tenang dan diamlah, percaya lah semua akan baik-baik saja."


Tania yang tadinya takut dan khawatir mulai mengembangkan sebuah senyuman.


Sebuah senyuman yang sangat di sukai Pangeran Tatius dan di benci Pangeran Yasza.


"Shi...it..! bisa-bisa nya mereka bermesraan di sat begini, aku akan memberikan kejutan padamu pangeran yang bodoh, dan kali ini aku pastikan kau akan mati secara perlahan-lahan."


Dengan senyum menyeringai tersungging di bibir pangeran Yasza mengambil anak panah yang di miliki nya.


"Kita lihat apakah kau bisa melawan anak panah beracun ku." desis Pangeran Yasza.


"Sreeeeeeettttt....!"


Dengan sekali tarik tiga anak panah beracun meluncur dengan cepat ke arah tubuh Pangeran Tatius.


Tania yang melihat tiga anak panah datang dari tiga arah membuat nya panik dan takut.


"Tatiuuuuuss..... lepaskan aku dan pergilah cepat di belakang mu ada banyak anak panah "


Teriakan Tania tidak di dengar Pangeran Tatius karena Pangeran Tatius tidak tau jika dia di serang dari tiga arah yang mana bisa di pastikan salah satu dari panah beracun itu akan menembus kulit nya.


Anak panah yang semakin dekat membuat Tania berteriak dengan sangat keras sambil menutup kedua bola matanya karena merasa takut di mana anak panah itu sudah sangat dekat dengan Pangeran Tatius.


"Tatiuuuuuss ...!


" Sreeeeeeettttt....sreeeeeeettttt.....aaaaaaaah....!"


Pangeran Tatius terkesiap mendengar jerittan keras yang ada di atas punggungnya, dengan cepat Pangeran Tatius membalikkan badan, masih sangat jelas terasa ketika sebuah tangan halus mendorong tubuhnya untuk lebih menunduk, hal itu dilakukan untuk melindungi dirinya dan yang lebih mengejutkan tangan yang mendorong tubuh nya untuk lebih menunduk adalah seorang wanita cantik.


Pangeran Tatius meneguk ludahnya dengan kasar, kedua bola matanya menatap tak percaya, melihat tubuh gadis itu mulai terhuyung dengan anak panah menancap tepat di dada kirinya.


"Putri Lin Ying, kau...! seru Pangeran Tatius yang langsung menyambar tubuh putri Lin Ying yang hendak jatuh ke tanah.


"Putri Lin Ying apa yang kau lakukan...!"seru Pangeran Tatius panik sambil mencabut anak panah yang menancap di dadanya."


Putri Lin Ying hanya tersenyum.


"Sangat indah dan nyaman bisa berada dalam pelukan mu pangeran Tatius," lirih putri Lin Ying sambil memandang sendu wajah tampan yang ada didepannya.


Sementara Tania menggigit saliva nya Ketika Melihat putri Lin Ying dan pangeran Tatius saling berpandangan, ada rasa sesak yang tiba-tiba hadir di dalam kalbunya, diam-diam Tania beringsut mundur dengan sangat perlahan mundur dan terus mundur yang pada akhirnya berlari menjauh dari tempat itu.


Tubuh nya yang ramping terus berlari dan berlari.


"Apa aku harus egois, lihat Gadis itu dia rela mengorbankan nyawanya demi Tatius sedang kan aku apa, aku hanya bisa menyusahkan nya apakah aku akan jadi penghalang cinta mereka kurasa Tatius juga mencintai gadis itu dia begitu sangat khawatir dan Tatius tidak mengejar ku itu artinya mereka saling mencinta," lirih Tania yang mulai merasakan ada buliran bening yang menghangat jatuh diatas pipinya yang halus.


"Sekarang aku harus kemana?" lirih Tania binggung yang mana di sekeliling nya hanya ada pohon pohon yang rindang.


"Nona, ternyata kau di sini aku sudah mencari Nona kemana-mana?"


Tania segera menoleh dan dengan cepat menghapus air matanya.


"Pa-panam Patih lembu ireng kau di sini."


"Iya karena aku mencari Nona "


"Ayo, paman cepat bawah aku pulang ke Dunia manusia secepatnya."


"Nona, yakin!


"Iya, paman, ayo cepat."


"Baiklah, pegangan tanganku Nona aku akan membawa Nona terbang agar cepat sampai."


Tanpa membantah Tania langsung memegang erat tangan paman patih lembu ireng.