The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 96.KECEWA



Di istana kepribadian Raja Sangkala di kejutkan dengan menyalanya lampu berwarna hijau dengan cahaya yang cukup terang di mana lampu itu hanya akan menyala jika ada tamu yang datang dan singah di puri istana belakang


"Dia datang...!" tapi benarkah dia datang?" aku harus melihat nya."


Bergegas Raja Sangkala terbang melesat ke istana puri belakang dan terlihat lah sosok wanita tua paruh baya yang sedang tertidur di balai kursi. Wajah nya memang sudah tua tapi pesona sisa sisa kecantikan nya masih ada ,Raja Sangkala tersenyum kemudian memberikan selimut pada sang Nenek, merasa ada sesuatu yang menutup tubuhnya sang Nenek akhirnya terjaga dan dia terkejut ketika di depan nya sudah berdiri sosok Vampire.


"Kau sudah di sini?"


Sang Vampire pun mengagguk.


"Akhirnya kau datang juga menemuiku."


"Tentu saja aku datang karena ulahmu ketiga cucu ku hilang, sudah ku bilang tidak perlu memberi jalan Rahasia ke istana mu ini, hubungan kita sudah berakhir, kau sudah dapat kan semuanya dan sudah sering kukatakan aku tidak tertarik menjadi Ratu di istana Hantu mu ini, aku manusia kita berbeda seharusnya kau bisa mengerti itu."


"Kau masih marah padaku?"


"Tentu saja, sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan mu, gara gara kamu hubungan di keluarga ku hancur, gara gara kamu hidupku kacau, ini semua sudah tidak penting untuk kita bahas yang penting kembalikan ketiga cucuku mereka terlempar ke istana ini."


"Tidak ada manusia di sini jadi bagaimana mungkin aku menggembalakan."


"Kamu Raja di istana ini, cepat cari, aku tidak akan memberikan maaf jika sampai terjadi sesuatu pada mereka."


"Iya, baiklah akan ku suruh beberapa pengawal mencari mereka."


"Apakah kau tidak ingin melihat putrimu?""


"Tidak..!"


"Apakah tidak ada sedikitpun rasa sayang dan rindumu untuk nya, dia anakmu bukankah seorang ibu akan selalu merindukan anaknya."


"Tentu saja, aku juga akan sangat rindu tapi tidak anak Hantu seperti itu, sudahlah cepat Carikan di mana ke ke tiga cucuku."


Raja Sangkala menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan dia mengerti mengapa wanita tua di depannya sangat membencinya, karena perasaan yang salah Raja Sangkala tertarik pada seorang gadis yang mana ketiika itu dia akan menikah dengan tunangannya, Raja Sangkala yang sudah jatuh cinta tidak bisa meredam perasaan nya dengan cara apapun Raja Sangkala akhirnya bisa memiliki gadis itu seutuhnya meskipun Raja Sangkala harus menerima kenyataan pahit pada akhirnya.


harus hidup terpisah karena sang istri tidak mau menjadi Ratu di kerajaannya dan tidak mau juga merawat anak dari buah cinta mereka, Raja Sangkala tersenyum getir mengenang semua itu.


"Baiklah aku akan perintah kan beberapa pengawal ku untuk mencari keberadaan cucumu, kamu tunggu di sini Nanti akan ada beberapa pengawal yang akan menyediakan makanan, aku pergi dulu."


Raja Sangkala segera melesat terbang dia tidak langsung pergi memerintahkan para pengawal untuk mencari ketiga cucu sang Nenek akan tetapi Raja Sangkala masuk ke dalam puri di mana Ratu Shima sedang beristirahat untuk pemulihan tubuh nya akibat dari beberapa obat beracun yang di berikan Ratu Derbah kepadanya.


Melihat sang Ayah datang Ratu Shima segera menghampiri dan tersenyum.


"Ayah..!"


"Putriku, apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang."


"Iya, Ayah..!" aku sudah segar apakah Ayah mengijinkan aku kembali ke kerajaan Awang Awang Vampire, pasti Raja sangat menghawatirkan aku."


"Kamu tidak boleh kembali ke sana, suamimu tidak bertanggung jawab jadi tak kan ku biarkan putriku menderita di sana."


"Ayah, ini bukan salah Raja tapi salah Ratu Derbah yang selalu iri pada ku."


"Ayah, sudah bilang kepada suamimu agar tidak mengambil istri lagi, tapi dia tidak perduli sekarang lihat akibatnya pokoknya tidak dan tidak akan ku ijinkan kamu kembali."


"Tapi Ayah!"


"Sudahlah, Ayah kesini mau mengajak mu menemui seseorang."


"Siapa, Ayah..!"


"Orang yang membuat mu terlahir ke dunia ini."


"Ibu...!" Apa benar Ayah."


Raja Sangkala mengagguk


"Di mana dia sekarang , aku mau menemui nya, aku sudah lama hidup tanpa kasih sayang nya aku ingin memeluknya."


"Kamu yang sabar ya, mungkin ibu mu masih tetap tidak mau menerimamu bukankah tidak apa apa jika putri Ayah cukup melihat saja, jangan berharap lebih bukankah Ayah sudah pernah katakan jika ibumu tidak mengginginkan kita."


"Shima mengerti Ayah."


"Baiklah pergi dan temui dia di puri belakang istana."


"Baik, Ayah."


"Tuan putri, silahkan tunggu di ruang pendopo Agung, saya akan masuk dan panggilkan pangeran Tatius."


"Paman aku juga mau masuk aku mau mencari sendiri."


"Jangan Tuan putri pangeran Tatius bisa marah, Tuan putri bersabarlah saya tidak akan lama."


"Baiklah, cepat ya....!"


Patih lembu ireng mengagguk sebelum melesat terbang ke dalam istana. Tidak berselang lama Devan dan Dodi juga sudah sampai di depan pintu gerbang utama kerajaan Sangkala mereka langsung di sambut pengawal pribadi pangeran Tatius yang langsung membawa mereka masuk ke dalam puri kamar Pangeran Tatius. Melihat Tania terbaring tak berdaya Devan segera mendekati pangeran Tatius.


"Ini semua gara gara kau Vampire jelek...!"Tania mengalami musibah juga gara-gara kau trima ini."


"Duuuusssss..!" Devan memukul wajah pangeran Tatius dan pangeran Tatius sama sekali tidak membalas nya sekali pukulan rasanya masih belum puas, kembali Devan memukul lagi dan lagi sampai Dodi berteriak.


"Hentikan..!" kamu benar benar tidak punya otak ya, bukankah Tatius yang menyelamatkan Tania kamu seenaknya saja main pukul main serang, bukankah kamu tidak bisa menemukan dan menyelamatkan Tania."Seru Dodi kasar.


Devan tertegun dengan ucapan Dodi, laki-laki Idiot bisa berfikir seperti itu.


"Sudah, minggir kau." Dodi mendorong tubuh Devan menjauh membuat Devan mendelik seketika melihat sikap Dodi.


"Kamu, membela Vampire jelek ini."


"Aku membela yang benar dan kamu itu tidak benar bukan nya berterimakasih tapi justru bersikap bodoh."


Merasa kesal dengan sikap dan perkataan Dodi Devan berteriak.


"Araaaaaagggghhhh....!" Devan yang kesal meninjukan tangannya ke udara berkali-kali untuk melampiaskan kekesalannya.


"Bagaimana?" apakah kita akan biarkan Tania tertidur pingsan terus begini.


"Tenanglah, Sebentar lagi tabib istana akan datang nah itu dia jangan khawatir tabib di istana kami sangat ahli dalam segala nya.


"Permisi pangeran?" apa bisa pangeran dan teman pangeran menunggu di luar sebentar karena saya ingin mengecek nya."


"Baiklah, Lakukan yang terbaik untuk teman saya dan jangan sampai gagal jika gagal kau akan tau akibatnya."


"Baik, pangeran!"


"Hei....ingat, Tatius bilang jangan sampai gagal, kau mengerti kan?"Seru Dodi sambil menepuk-nepuk bahu tabib Vampire membuat sang Tabib terbelalak tak percaya.


"Teman pangeran Tatius kenapa seperti orang bodoh begini, mana tidak ada sopan santunnya lagi ." Gumam sang tabib sembari masuk ke dalam.


Sampai di pintu luar Devan, Dodi dan pangeran Tatius menunggu dengan cemas tiba-tiba datang patih lembu ireng.


"Salam pangeran, maaf di luar Tuan putri Lin Ying ingin bertemu dengan pangeran."


"Katakan aku tidak mau bertemu dan suruh dia pergi."


"Tidak bisa pangeran Tuan putri Lin Ying justru ingin datang kesini menemui pangeran sendiri."


"Baiklah, aku akan ke sana suruh tunggu."


Patih lembu ireng segera pamit pergi dan pangeran Tatius segera melesat terbang ke pendopo istana.


"Mau apa lagi kau mencari ku?"tanya pangeran Tatius dingin.


"Pangeran...!" aku ingin tau alasan mu kenapa pangeran begitu peduli dengan gadis itu, bukankah dia cuma manusia biasa"


"Apakah penting aku memberitahu mu tidak kan, jadi pergilah dan kembalilah ke kerajaan Barat Daya di sana sudah ada pangeran Yervan yang menunggu mu."


"Harus berapa kali aku katakan, aku tidak suka dengan pangeran Yervan dan aku tidak mau menikah dengan nya."


"Itu, urusan mu..!"bukan urusanku jadi pergilah karena akupun tidak mau memiliki istri seperti mu.'


"Pangeran...?" apa kau sadar dengan apa yang sudah kau katakan."


"Kenapa?" apa perlu aku ulang, aku tidak mau memiliki istri seperti mu jadi pergi lah dari sini."ucap pangeran Tatius kasar dan dingin.


"Pangeran..!" gara gara gadis manusia itu kau berubah padaku kau.... bersikap kasar dan menyakiti hatiku aku tidak trima perlakuan mu ini, akan ku balas semua penghinaan mu ini."


"Lakukan apa yang kau mau, tapi sekarang silahkan kau pergi dari sini."


Dengan wajah kesal dan beberapa kali menghentakkan kaki karena kekecewaan nya putri Lin Ying akhirnya terbang melesat ke luar dari kerajaan Sangkala.