The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.178.PINGSAN



Malam semakin merangkak dan udara dingin pun mulai menyapa, Pangeran Tatius keluar dari ruangan kosong dia berjalan menuju tempat di mana acara pertunangan akan segera di mulai, Pangeran Tatius duduk di antara beberapa tamu yang datang dan di depan terpampang dekorasi pengantin yang telah berdiri dengan berbahagia pak guru Wili dan Tania yang baru saja mengganti bajunya yang basah.


Senyum yang tadinya mengembang dan selalu tersungging, kini mulai meredup, Tania tak lagi banyak bicara maupun menebarkan senyum man pada para tamunya.


"Tania sayang, apa kau lagi sakit, kenapa dari tadi diam saja," tanya pak guru Wili khawatir.


"Tidak, aku tidak apa-apa." ucap Tania menyakinkan.


Tamu undangan masih datang silih berganti dan terlihatlah tiga orang gadis seusia Tania sedang berjalan ke arah Tania.


"Wah asik, habis ini kamu bisa minta segala sesuatu pada pak guru Wili jadi tidak perlu sengsara belajar seperti kami, kan dia sudah akan jadi suamimu."cletuk salah satu teman yang ada di depannya.


"Kalian bisa saja,"ucap Tania sambil tersenyum dan kala senyum itu mengembang Lagi-lagi pandangan mata Tania dan pangeran Tatius bertemu melihat tatapan sinis dari seorang Tatius, Tania menghentikan senyuman nya .


Acara demi Acara telah usai kini tibalah saat saat yang di tunggu dari sebagian pengunjung dan juga kedua calon suami istri, yaitu acara tukar cincin.


Tania melihat Tatius bagikan melihat seorang polisi yang sangat galak dan jika sedikit saja melakukan kesalahan sudah pasti akan mendapatkan hukuman.Tatius terus saja menatapnya membuat dirinya menjadi salah tingkah dan resah, Tania berusaha membuang wajahnya agar tak bertabrakan dengan mata hitam milik Tatius.


Pak guru Wili mengeryitkan dahinya melihat tingkah dari calon istrinya yang sedikit aneh.


"Tania, kamu kenapa seperti nya resah sekali masak udara sedingin ini membuatmu keringetan, coba ku bantu meyekanya."


Psk Guru Wili dengan cepat mengambil tisu dan membantu Tania menyeka keringat nya yang ada di pelipis nya, pergerakan tangan dari pak guru Wili juga tak lepas dari tatapan mata tajam dari Tatuis yang lagi-lagi tanpa sadar Tania lihat.


Melihat hal itu buru buru Tania mengambil tisu dari tangan pak guru Wili.


"Biar aku sendiri saja,"ucap Tania melarang pak guru Wili membantu menyeka keringat nya, Tatius diam dan hanya menatap saja tapi Tania bisa mengerti ada kemarahan besar di sana.Setelah menyeka keringat dingin yang entah mengapa tiba-tiba muncul dari dalam dirinya, kembali Tania menatap ke arah di mana Tatius berdiri mengawasi nya tapi kali ini Tania di buat binggung karena sosok dari pangeran Tatius sudah tidak ada di tempat nya, mata cantik Tania menyapu ke seluruh ruangan tapi hasilnya nihil, wajah Tatius tidak ada lagi di sana, ada rasa kecewa ketika Tania tak lagi mendapati sosok kekasih nya.


"Huuuuff....sombong, katanya kuat mana buktinya pergi begitu, ngak kuat kan bilang saja ngak tahan melihatnya begitu saja kok sombong bilang aku cukup kuat untuk menyaksikan semua nya , Halah gombal buktinya kabur kan, ngak bilang lagi apa kamu juga ngak ngerti jika aku..aku... kenapa tiba-tiba kepalaku sedikit pusing ya." gumam Tania dalam hati.


pak guru Wili yang melihat Tania melamun dan tidak mendengar kan instruksi di mana mempelai sudah saatnya bertukar cincin dan saatnya pak guru Wili memasangkan cincin di jari manisnya, menyentuh lembut bahu Tania.


"Tania angkat dan berikan tanganmu kita sudah di tunggu, aku akan pakaikan cincin di jari manis mu."desis Pak guru Wili lirih namun masih bisa di dengar Tania hingga membuat Tania yang kala itu melamun tersentak kaget dan baru menyadari nya, perlahan-lahan Tania mulai mengaggkat tangan nya yang kala itu masih di bawah, ke atas sejajar dengan perut dan di arahkan ke depan pak guru Wili. Pergerakan tangan Tania yang di rasa pak guru Wili cukup lama yang membuat pak guru Wili hampir tak sabar Ingin segera meraih tangan itu dan memakaikan cincin di jari manisnya, akan tetapi niat itu di urungkan, pak guru Wili berusaha bersabar menunggu meskipun sedikit gusar dan kesal karena hanya untuk mengaggkat tangan setinggi perut saja sangat lama.


Pandangan netra Tania masih sibuk menyapu ke seluruh ruangan yang ada di sana, Tania sedang mencari sosok dari pangeran Tatius yang tiba-tiba menghilang begitu saja dan Tania semakin merasa pusing dibuatnya dan pada akhirnya....


"Bruuugh...!" tubuh Tania jatuh ke tanah, sebelum tangan nya sempat di pakaikan cincin tunangan.


pak guru Wili tersentak kaget pasalnya tidak ada hujan tidak ada angin Tania jatuh pingsan.


semu pengunjung yang ada di sana menjadi heboh dengan berita sang calon mempelai wanita pingsan di saat cincin pertunangan akan di pakaikan.


"Bagaimana ini? kenapa Tania tiba-tiba pingsan."


"Aku juga tidak tau cepat bawa masuk ke dalam," teriak Ayah Tania pada pak guru Wili yang dengan sigap langsung menggendong tubuh calon istrinya.


Sementara di tempat lain tanpak semua pohon roboh dengan ranting yang berserakan di sana sini, dari kejauhan terlihat seakan akan ada tukang kayu yang lagi menebang pohon sembarangan dan tanpa aturan karena jatuhnya pohon tak rapi dan terlihat begitu kacau. Tapi hal itu bukan ulah dari si penebang pohon yang yang tidak bisa rapi akan tetapi ulah dari Pangeran Tatius yang sedang melampiaskan kemarahannya.


Hatinya begitu kesal dan sangat marah sehingga pohon pohon jatuh berserakan dan terlihat hancur.


"Kau tega mengkhianati ku ..aku benci kamu aku benci, hiyaaaaa..... wuuuuuuzz...!"pangeran Tatius menghancurkan pohon pohon yang ada di sekitar tempat itu hingga semua roboh.


Dari kejauhan tampak beberapa ibu.. ibu...sedang berjalan dengan masih membicarakan apa yang baru saja mereka lihat.


"Hei...apa batu saja ada anging pu ting beliung kenapa semua pohon jatuh bertebaran."


"iya, aneh padahal aku di sana angin biasa saja dan lihat ada anak muda di situ apakah dia terluka terkena tumbangnya pohon pohon ini ayo kita tolong."seru salah satu ibu ibu yang sedang berjalan itu.


Bergegas para ibu..ibu yang jumlahnya sekitar lima orang itu pun berbondong-bondong berlari mendekati tempat itu.


"Hei anak muda apakah kau baik-baik saja?'tanya salah seorang ibu yang melihat pangeran Tatius terduduk lesu, ibu itu berfikir mungkin pangeran Tatius kaget karena banyak pohon tumbang, ketiika dia melintasi jalan ini dan pangeran Tatius pun juga tak kalah kaget dan terkejut nya tiba-tiba ada sekumpulan ibu ibu yang melewati jalan ini, beruntung pangeran Tatius sudah selesai acara ngamuk nya sehingga para ibu ibu itu tidak tau jika Pohon pohon yang tumbang itu karena ulahnya.


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya ketiika melihat model ibu ibu di depannya seperti ibu ...ibu yang habis dari acara kondangan. Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar, ada kegetiran di dalam hatinya kini sang kekasih telah resmi milik orang lain.


"Aku baik baik saja, rupanya ibu...ibu ini habis dari kondangan ya...dan pastinya acaranya sudah selesai," ucap pangeran Tatius dengan nada getir.


"Sapa yang bilang sudah selesai malah kacau," ucap satu ibu yang tubuhnya sedikit gendut dan ucapannya langsung mendapat kan teguran dari ibu... ibu yang ada di sebelah nya.


"Jangan sembarangan bicara, kita tidak boleh membicarakan nya."


"Memang kenyataannya seperti itu kok"


"Hussst....kita harus diam jangan ngibah terus."sela salah satu temannya yang terlihat lebih bijaksana.


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya mendengar celotehan ibu ibu yang ada di depannya.


"Maaf,Bu! maksud nya kacau gimana?" tanya Pangeran Tatius yang juga ikut penasaran.


"Itu.. Acara tukar cincin dari Putri pak Arman yang bernama Tania itu gagal."


Pangeran Tatius yang mendengar nama Tania di sebut dan Acara pertunangan nya gagal tiba-tiba matanya berbinar dan bibirnya menggembang kan sebuah senyuman.


"Akhirnya di hargai juga cintaku,"Gumam pangeran Tatius dalam hati.


"Kasian Tania tiba-tiba pingsan, mungkin dia lagi sakit atau gimana pingsan nya yang cukup lama membuat semua orang panik dan akhirnya mereka melarikan gadis itu ke rumah sakit."tutur sang ibu yang kebetulan tadi cuma sebagai pendengar kini mulai ikut bicara.


"A-apa, Tania pingsan dan di bawa ke rumah sakit,"


"Iya, pingsan nya hampir satu jam belum sadar sadar juga."


Pangeran Tatius tiba-tiba merasa badannya limbung sehingga dia terhuyung ke belakang, wajahnya menampilkan kecemasan yang dalam.


"Kau kenapa ?" tanya salah satu ibu yang melihat Pangeran Tatius tubuhnya terhuyung kebelakang."Sebaiknya kau juga cepat pergi dari sini takutnya ada angin besar lagi yang akan menumbangkan pohon pohon di sekitar tempat ini."tutur sang Ibu ibu yang sedang berjalan mau pulang.


"Trimakasih, Bu!" kalau boleh tau di bawa ke rumah sakit mana putri nya pak Arman."tanya pangeran Tatius dengan nada khawatir.


"Di Rumah sakit Sehat sentosa dekat kok di daerah situ juga."


"Oh, trimakasih, Bu!" kalau begitu saya permisi dulu," ucap Pangeran Tatius yang buru buru mundur dan berlari tapi ketika sudah jauh dan tidak terlihat para ibu..ibu pangeran Tatius terbang melesat ke tempat yang di tunjukkan ibu...ibu itu yaitu ke Rumah sakit Sehat Sentosa.