The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.44.SELAMAT.



Dalam situasi yang hampir membuat


pangeran Tatius dan patih lembu Ireng


terdesak karena serangan empat harimau


yang sangat tiba-tiba pangeran Tatius


teringat akan keris pemberian kakeknya.


"Smoga keris ini, bisa sedikit membantu,"


Gumam pangeran Tatius dalam hati.


Pangeran Tatius meloncat mundur


kemudian mengeluarkan keris yang ada


di balik bajunya, sementara patih lembu ireng


mendapatkan serangan yang bertubi-tubi


dari sang harimau membuat nya tak lagi


mampu menangkis serangan harimau.


Ketika patih lembu Ireng sudah jatuh ke


tanah tanpa mampu bangkit lagi, sang


harimau meloncat hendak menerkam


dan mrncabik cabik tubuh patih lembu


ireng, dengan gerakan cepat pangeran


Tatius menghalangi dengan mengarahkan


keris yang dia bawa. tepat di hadapan sang


harimau.


"Ayo..!" serang aku," Teriak pangeran Tatius


nencoba mengalihkan perhatian para Harimau


agar tidak lagi menyerang Patih lembu Ireng


yang sudah tidak berdaya.


Para Harimau yang mendengar tantangan


dari pangeran Tatius segera, mengalihkan


perhatiannya pada pangeran Tatius.


para Harimau sudah bersiap untuk menyerang


pangeran Tatius.Namun ketika para Harimau hendak menerkam, meloncat dan mencakar


mendadak para Harimau itu diam di tempat.


Dengan berjajar rapi para Harimau itu


mengaum.


"Auuummm..!"


Bunyi Aum suara harimau bersahut sahutan


Entah apa sebabnya tiba-tiba para Harimau


itu beranjak pergi.


Melihat itu pangeran Tatius tertegun sesaat,


Dia tidak habis pikir kenapa harimau harimau


itu mendadak pergi.


Sementara beberapa orang bertopeng yang


tadinya bersorak sorai karena merasa telah


menang dan mampu melumpuhkan pangeran


Tatius dan patih lembu Ireng, mendadak


panik dan di buat Binggung oleh tingkah


aneh para Harimau yang tiba-tiba pergi


meninggalkan musuhnya, mengetahui


harimau telah pergi para orang bertopeng


itu pun ikut berlalu pergi.


Pangeran Tatius sendiri juga heran kenapa


harimau itu tidak lagi menyerang mereka


sedangkan tadinya para Harimau itu sangat


buas dan ganas menyerang tanpa Ampun.


Pangeran Tatius berjalan mendekati Patih


lembu Ireng yang memiliki banyak luka


akibat dari cakaran para Harimau.


"Pangeran...!" Maafkan paman, seharusnya


pamanlah yang melindungi pangeran Tatius


tapi ini justru pangeran Tatius yang selalu


melindungi saya,"


"Sudahlah paman tidak perlu di bahas,


mari kita obati luka paman ,"


berhenti menyerang?"


"Aku juga tidak tau paman,"


"harimau itu tiba-tiba saja bersikap aneh


begitu, apa mungkin ada hubungannya dengan


keris yg pangeran Tatius bawa itu ?"


"Bisa jadi paman, bukankah setelah aku


mengeluarkan keris ini para Harimau itu


diam, betul betul aneh ada apa dengan


keris pemberian kakek ini?'


"Hanya Raja Sangkala yang akan tau


jawabannya pangeran,"


"Kalau kita kembali, aku akan bertanya


pada kakek, sekarang bagaimana apa


paman masih kuat untuk melanjutkan


perjalanan,"


"Masih pangeran, bekas cakaran harimau


itu sudah mengering dan darahnya sudah


berhenti mengalir,"


"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan,"


Pangeran Tatius dan patih lembu Ireng


melanjutkan perjalanan mereka.


****


Sementara di balik bukit yang cukup tinggi orang orang bertopeng yang tadinya


menyerang pangeran TAtius dan patih


lembu Ireng baris berjajar dengan kepala


menunduk.


Begitupun beberapa harimau yang tadinya


menyerang pangeran Tatius.


"Hanya melawan dua orang, kalian bisa kalah?"


dan kau bilang pengawal setiaku para abdi


harimau juga tiba tiba berhenti menyerang,


omong kosong apa ini ?"Teriak salah seorang


wanita bercadar hitam.


"Ampun putri, kami benar benar tidak tau


Kenapa para Harimau abdi setia putri


tiba-tiba berhenti menyerang,"


"Dasar bodoh, untuk menghalangi mereka


bisa sampai ke istana kerajaan barat Daya


saja kalian tidak becus, betul betul


kalian tidak berguna,"


"Ampun putri, kami sudah berusaha,"


"Pergi kalian..!"


Dengan cepat orang orang yang bertopeng


itupun pergi.


Sang putri menghela nafas panjang dan


menghembuskan nya dengan kasar


kedua bola matanya memerah menahan


marah.


"Siapa, yang bisa membuat para Harimau ku


tidak taat pada peeintahku, aku harus ke sana


akan aku lihat sendiri siapa orang itu,"


"Putri mau kemana?"


"Aku mau lihat, orang yang telah mampu


menahklukan harimau ku,"


"Aku ikut putri,"


"Baiklah, Ayo,"


Secepat kilat kedua bayangan itu berkelebat


"Apa yang akan putri lakukan jika kita Nanti


bertemu mereka?"


"Itu kita pikirkan nanti, aku ingin tau seperti


apa orang yang bisa menaklukkan para Harimau suruhan ku,"