
Dalam situasi yang hampir membuat
pangeran Tatius dan patih lembu Ireng
terdesak karena serangan empat harimau
yang sangat tiba-tiba pangeran Tatius
teringat akan keris pemberian kakeknya.
"Smoga keris ini, bisa sedikit membantu,"
Gumam pangeran Tatius dalam hati.
Pangeran Tatius meloncat mundur
kemudian mengeluarkan keris yang ada
di balik bajunya, sementara patih lembu ireng
mendapatkan serangan yang bertubi-tubi
dari sang harimau membuat nya tak lagi
mampu menangkis serangan harimau.
Ketika patih lembu Ireng sudah jatuh ke
tanah tanpa mampu bangkit lagi, sang
harimau meloncat hendak menerkam
dan mrncabik cabik tubuh patih lembu
ireng, dengan gerakan cepat pangeran
Tatius menghalangi dengan mengarahkan
keris yang dia bawa. tepat di hadapan sang
harimau.
"Ayo..!" serang aku," Teriak pangeran Tatius
nencoba mengalihkan perhatian para Harimau
agar tidak lagi menyerang Patih lembu Ireng
yang sudah tidak berdaya.
Para Harimau yang mendengar tantangan
dari pangeran Tatius segera, mengalihkan
perhatiannya pada pangeran Tatius.
para Harimau sudah bersiap untuk menyerang
pangeran Tatius.Namun ketika para Harimau hendak menerkam, meloncat dan mencakar
mendadak para Harimau itu diam di tempat.
Dengan berjajar rapi para Harimau itu
mengaum.
"Auuummm..!"
Bunyi Aum suara harimau bersahut sahutan
Entah apa sebabnya tiba-tiba para Harimau
itu beranjak pergi.
Melihat itu pangeran Tatius tertegun sesaat,
Dia tidak habis pikir kenapa harimau harimau
itu mendadak pergi.
Sementara beberapa orang bertopeng yang
tadinya bersorak sorai karena merasa telah
menang dan mampu melumpuhkan pangeran
Tatius dan patih lembu Ireng, mendadak
panik dan di buat Binggung oleh tingkah
aneh para Harimau yang tiba-tiba pergi
meninggalkan musuhnya, mengetahui
harimau telah pergi para orang bertopeng
itu pun ikut berlalu pergi.
Pangeran Tatius sendiri juga heran kenapa
harimau itu tidak lagi menyerang mereka
sedangkan tadinya para Harimau itu sangat
buas dan ganas menyerang tanpa Ampun.
Pangeran Tatius berjalan mendekati Patih
lembu Ireng yang memiliki banyak luka
akibat dari cakaran para Harimau.
"Pangeran...!" Maafkan paman, seharusnya
pamanlah yang melindungi pangeran Tatius
tapi ini justru pangeran Tatius yang selalu
melindungi saya,"
"Sudahlah paman tidak perlu di bahas,
mari kita obati luka paman ,"
berhenti menyerang?"
"Aku juga tidak tau paman,"
"harimau itu tiba-tiba saja bersikap aneh
begitu, apa mungkin ada hubungannya dengan
keris yg pangeran Tatius bawa itu ?"
"Bisa jadi paman, bukankah setelah aku
mengeluarkan keris ini para Harimau itu
diam, betul betul aneh ada apa dengan
keris pemberian kakek ini?'
"Hanya Raja Sangkala yang akan tau
jawabannya pangeran,"
"Kalau kita kembali, aku akan bertanya
pada kakek, sekarang bagaimana apa
paman masih kuat untuk melanjutkan
perjalanan,"
"Masih pangeran, bekas cakaran harimau
itu sudah mengering dan darahnya sudah
berhenti mengalir,"
"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan,"
Pangeran Tatius dan patih lembu Ireng
melanjutkan perjalanan mereka.
****
Sementara di balik bukit yang cukup tinggi orang orang bertopeng yang tadinya
menyerang pangeran TAtius dan patih
lembu Ireng baris berjajar dengan kepala
menunduk.
Begitupun beberapa harimau yang tadinya
menyerang pangeran Tatius.
"Hanya melawan dua orang, kalian bisa kalah?"
dan kau bilang pengawal setiaku para abdi
harimau juga tiba tiba berhenti menyerang,
omong kosong apa ini ?"Teriak salah seorang
wanita bercadar hitam.
"Ampun putri, kami benar benar tidak tau
Kenapa para Harimau abdi setia putri
tiba-tiba berhenti menyerang,"
"Dasar bodoh, untuk menghalangi mereka
bisa sampai ke istana kerajaan barat Daya
saja kalian tidak becus, betul betul
kalian tidak berguna,"
"Ampun putri, kami sudah berusaha,"
"Pergi kalian..!"
Dengan cepat orang orang yang bertopeng
itupun pergi.
Sang putri menghela nafas panjang dan
menghembuskan nya dengan kasar
kedua bola matanya memerah menahan
marah.
"Siapa, yang bisa membuat para Harimau ku
tidak taat pada peeintahku, aku harus ke sana
akan aku lihat sendiri siapa orang itu,"
"Putri mau kemana?"
"Aku mau lihat, orang yang telah mampu
menahklukan harimau ku,"
"Aku ikut putri,"
"Baiklah, Ayo,"
Secepat kilat kedua bayangan itu berkelebat
"Apa yang akan putri lakukan jika kita Nanti
bertemu mereka?"
"Itu kita pikirkan nanti, aku ingin tau seperti
apa orang yang bisa menaklukkan para Harimau suruhan ku,"