
Keduanya saling berpandangan untuk sesaat sedangkan pangeran Tatius sedikit gugup, ingin menghindar lari sudah terlihat mata sang Ayah dan pastinya hal itu terlambat, tatapan tajam dari Ayah Tania membuat pangeran Tatius melepaskan genggaman tangannya, pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar yang tiba-tiba kerongkongan nya serasa kering, begitu juga dengan Tania yang juga tak kalah gugupnya di mana kini sang Ayah benar benar memergoki mereka berdua, ada rasa cemas takut dan khawatir yang mana sudah bisa di pastikan jika hubungan nya dengan Pangeran Tatius tidak akan mendapatkan ijin ataupun restunya dan sudah pasti pula sang Ayah kemudian akan melarangnya bertemu lagi dengan pangeran Tatius.
Beberapa kali Tania menelan ludahnya dengan kasar dan menggigit bibir bawahnya serta memainkan jari jemarinya meremas dengan kuat efek dari rasa takut.
"Kau mau kemana Nak, dan itu, siapa dia kenapa dia ada di sini?"
"A-aku mau ke....ke....
"Nama saya Tatius Ayah dan saya pacar nya Tania kami bermaksud pergi jalan jalan ke luar Sebentar, maaf jika hal ini membuat Ayah marah dan tidak suka."ucap pangeran Tatius yang melihat wajah ketakutan dari sang kekasih membuat nya untuk berkata jujur dan terus terang apapun yang akan terjadi hari ini maka terjadilah karena sesungguhnya hubungan yang baik dan tulus tidak perlu ditutupi ataupun di sembunyikan lagi.
Terlihat sang Ayah menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, sementara Tania menatap pangeran Tatius dengan tatapan marah karena telah berani berkata terus terang pada Ayahnya yang mana sudah bisa di pastikan pastilah Ayah nya akan sangat marah, sedangkan pangeran Tatius hanya tersenyum kecut mendapati tatapan sinis dan marah dari sang kekasih.
Ayah Tania kembali menatap tajam pada Tania dan pangeran Tatius secara bergantian membuat Tania semakin resah dan ketakutan.
"Duduklah kalian," seru sang Ayah yang kemudian masuk ke dalam dan duduk di kursi yang ada di sekitar tempat itu, yang kemudian di ikuti oleh Pangeran Tatius dan Tania.
"Tania, apa benar yang Ayah dengar ini, kalian berpacaran."tanya sang Ayah yang masih dengan tatapan mata tajamnya, Tania yang sangat takut tidak menjawab apapun selain menunduk.Melihat putrinya diam dan tidak berkata apa apa kembali sang Ayah bertanya.
"Apakah kalian benar berpacaran?"
Pangeran Tatius diam diam menggenggam erat tangan Tania berusaha memberikan kekuatan apapun yang akan terjadi mereka harus siap menerima dan menghadapi. Masih dengan wajah menunduk Tania perlahan-lahan menggangukkan kepala nya.
"Ayah ingin mendengar dari bibirmu bukan cuma dari anggukan kepala mu,"ucap sang Ayah tegas dengan nada penuh penekanan.
Tania kembali menelan ludahnya dengan kasar dan menggigit bibir bawahnya.
"Iya, Ayah! kami berpacaran, maaf kan Tania Ayah."
"Apakah kau mencintai nya?"
" iya, Ayah ! aku mencintai nya." ucap Tania ragu ragu dan penuh rasa takut.
Sang Ayah bangkit dari tempat duduknya dan menatap tajam pada pangeran Tatius, Ayah Tania menatap Pangeran Tatius dari ujung rambut sampai ke ujung kaki membuat Pangeran Tatius juga menelan ludahnya dengan kasar.
"Apakah kau juga mencintai putri ku?"
"Iya, Ayah!" aku sangat mencintai putri Ayah maafkan saya yang telah lancang mencintai putri Ayah."
"Apakah benar kau bukan manusia?"
Dengan menunduk pangeran Tatius dengan pasti mengangguk dan membenarkan apa yang di tanyakan sang Ayah.
"Apa kau yakin, kau bisa membuat putri ku bahagia?"
"Saya akan berusaha, dan saya yakin saya bisa memberikan kebahagiaan pada putri Ayah,"
"Tania apa kau yakin dengan pilihan mu Nak?'
"Iya, Ayah!
Baiklah, aku ijinkan kalian menjalin hubungan dan kau Tatius, kau harus bisa membuktikan padaku jika putri ku bisa bahagia dengan mu."
Perkataan Sang Ayah yang mengijinkan mereka boleh menjalin hubungan membuat Tania dan pangeran Tatius berbinar bahagia hati keduanya menjadi lega bahkan mereka tidak percaya jika kali ini mereka sudah mendapatkan restu dari sang Ayah, dengan cepat pangeran Tatius menjatuhkan dirinya dan berlutut sambil membungkuk kan kepalanya.
Sang Ayah yang melihat sikap dari Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya dan mundur dua langkah.
"Apa yang kau lakukan, aku ini hanya calon Ayah mu bukan pimpinan Raja suatu kerajaan untuk apa kau berlutut begitu."seru sang Ayah yang merasa risih dengan sikap pangeran Tatius, membuat Tania yang tadinya ketakutan was was dan khawatir tertawa lebar.
"Itu memang kebiasaan nya Ayah, karena Tatius itu pangeran dari kerajaan Awang Awang Vampire."
"Apa? Vampire! Tania kau nanti bisa di gigit nya."
"Jangan takut Ayah aku tidak lagi memiliki gigi dan kuku yang runcing jadi ngak bisa gigit Tania lagi."seru Pangeran Tatius sambil tersenyum.
"Kenapa aneh begini, bukankah Vampire itu semua bergigi runcing dan berkuku panjang."
"Benar, Ayah! tapi aku tidak karena aku sudah bisa menjadi manusia seperti kalian."
Sang Ayah manggut manggut.
"Ayah, apakah boleh kami pergi sebentar."
"Boleh, tapi hati-hati dan jangan lama lama."
Tania dan pangeran Tatius mengagguk bersamaan.
Hari ini adalah hari yang penuh bahagia bagi kehidupan cinta pangeran Tatius dan Tania yang mana sudah mendapatkan ijin dan restu dari sang Mertua, kebahagiaan terpancar dari keduanya yang mulai saat ini mereka tidak perlu lagi menjalani Cinta dengan sembunyi-sembunyi.
Keadaan yang penuh bahagia berbanding jauh dengan keadaan Raja Awang Awang Vampire yang kini setiap harinya di isi dengan kemarahan yang berkali-kali memberikan hukuman dengan mudah pada siapa saja yang membuat nya kesal bahkan tanpa alasan yang jelas.
"Pengawal.... bagaimana, apakah sudah ada kabar di mana pangeran Tatius berada saat ini?"
"Belum, Raja! kami tidak bisa melacak di Bumi manusia mana pangeran Tatius berada.'"
"Bodoh...!"ini sudah berapa lama kalian masih juga bodoh tidak bisa menemukan nya, aku tidak mau tau hari ini juga pangeran Tatius harus bisa kembali ke krajaan Awang Awang Vampire dan jika kalian gagal maka akan aku masukkan kalian semua berserta Keluarga kalian di penjara, biar kalian membusuk di sana."gertak Raja dengan suara yang lantang.
"Tapi, Raja ! kami harus mencari ke mana?"
"Aku tidak mau tau, bawa seluruh prajurit kerajaan untuk mencari di sudut bumi manusia mana pangeran Tatius berada, cepat ..!"
"Ba-baik, Raja!
Dengan penuh ketakutan pengawal itupun berlalu pergi dan ketika sampai di luar sang pengawal pun mencurahkan kekesalan nya.
"Raja, ini Aneh, bumi manusia itu luas bagaimana bisa seharian kami bisa langsung menemukannya, lagi pula pangeran Tatius sudah dewasa apa harus seketat itu mendidiknya, wajarlah pangeran Tatius tidak pulang dia kan punya cinta dan pasti nya mengejar cinta nya, benar benar Raja rempong."
"Hussst... jangan menghina Raja kau bisa berakhir di penjara nanti."
"Ya....ya aku mengerti," ucap Pengawal satu nya.
Apa yang di perintahkan Raja tidak sengaja di dengar putri Lin Ying yang kala itu hendak menemui Raja yang akhirnya memilih untuk mengurungkan niatnya.
"Tidak ada salahnya aku juga akan pergi ke Bumi manusia, sudah lama aku tidak bertemu dengan pangeran Tatius, biar aku saja yang akan mencari dan membawanya kembali ke kerajaan Awang Awang Vampire, seperti apa wajah dari Pangeran Tatius yang kini sudah berubah menjadi manusia, aku jadi penasaran."
Putri Lin Ying menggurungkkam niat nya untuk menemui Raja dia bergegas pergi ke kamar puri pribadi nya guna mempersiapkan segala sesuatu yang akan dia bawa ke bumi manusia.persiapan yang tidak menunggu berapa lama semua sudah siap dan pada hari itu juga putri Lin Ying berangkat menuju dunia manusia.