The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.129.BERTARUNG



Pak guru Wili Tersenyum miring sambil melangkah mundur satu langkah untuk membuat kuda kuda, tatapan matanya lurus ke depan, dengan ke dua tangan menyilang di depan dada, wajah nya begitu tenang.


"Majulah, dan keluarkan semua kekuatan mu sebelum aku menggiringmu ke tempat yang tak pernah kau duga."


"Sombong sekali bicara mu anak manusia, bersiaplah dan trima ini."


Mahkluk misterius langsung berkelebat terbang ke arah pak guru Wili dengan memberikan tendangan kaki, pak guru Wili hanya memiringkan sedikit tubuh nya dalam menghindari tendangan mahkluk misterius, merasa tendangan nya tidak mengenai sasaran mahkluk misterius itu segera mencabut pedang yang terselip di balik punggung nya dengan cepat pedang itu di arahkan secara membabi buta ke arah pak guru Wili.


Permainan pedagang yang cukup bagus tapi lagi-lagi tak mampu sedikit pun melukai tubuh pak guru Wili, membuat mahkluk misterius itu geram.


"Pergi ke asalmu, dan tinggalkan kami maka urusan kita selesai." seru pak guru Wili pada mahkluk misterius yang ada di depannya,


Tawaran yang cukup menarik yang hanya di tanggapi dengan senyum, mahkluk misterius segera mundur' dua langkah kemudian maju dengan menghentakkan kakinya ke tanah membuat debu besar menggumpal kemudian menerjang ke arah pak guru Wili.


pak guru Wili yang tidak menyadari jika mahkluk misterius itu akan mengunakan ilmu tenaga dalam sangat terkejut karena serangannya tidak pernah pak guru Wili duga, tubuh pak guru Wili terpental ke tanah, belum sempat pak guru Wili bangkit lagi lagi mahkluk misterius itu menyerang nya dengan semburan Api di mulut nya membuat pak guru Wili harus berguling guling demi menghindari semburan semburan api yang terus menerus menerjang nya.


"Kurang ajar kekuatan nya cukup dahsyat juga jika aku tidak segera bertindak mahkluk ini bisa menggeluarkan semua kekuatan yang dimiliki nya sedangkan aku tidak mungkin bisa maksimal menghadapi karena suasana gelap yang sedikit banyak mempengaruhi pandangan ku, aku yakin mahkluk di depan ku bukan manusia maka aku harus membuat nya merubah wujud asli nya."


Dengan tetap berguling-guling pak guru wili mengeluarkan sebuah sapu tangan berbentuk segitiga dengan warna hitau berlapis kuning keemasan dengan titik tengah mutiara berwarna merah delima.


Setelah pak guru Wili memiliki kesempatan untuk bangkit berdiri dengan cepat pak guru Wili menggarahkan sapu tangan segitiga berwarna hijau berlapis kuning keemasan dan bermata mutiara merah delima ke arah mahluk misterius, sinar merah yang terpancar dari sapu tangan yang mengarah lurus ke wajah mahkluk misterius membuat mahkluk misterius itu mengeram kesakitan.


"Panass......panas... panas..!' teriak mahluk misterius yang kemudian kedua tangan nya memegangi kepalanya, mahluk yang tadinya berdiri tegak mulai jatuh terduduk di tanah yang kemudian sedikit demi sedikit tubuh mahluk misterius berubah wujud menjadi seekor naga raksasa.


"Huaaaaaaa..... wuuuuuuzz.... wuuuuuzzz..!"


berkali-kali naga itu menyemburkan api dari mulut nya, ekor yang memanjang menggikuti gerakan tubuhnya yang terbang meliuk liuk menyerang pak guru Wili.


Beberapa kali pak guru Wili harus melompat dan berguling demi menghindari serangan dari sang Naga Raksasa yang sedang mengamuk, itu tak lagi memperdulikan keadaan sekitar semua dia terjang dan dia hancurkan, pak guru Wili tidak pernah menyangka jika mahkluk misterius itu wujud dari Seekor Naga Raksasa, beberapa kali juga ekor Raksasa mampu melukai pak guru Wili, Tania yang berada di tempat itu segera bersembunyi dengan menutup mulut dengan kedua telapak tangannya, ingin menangis dan berteiak itu tidak mungkin kali ini Tania yakin pak guru Wili akan mati, di tangan sang Naga demi menyelamatkan nya.


Pertarungan yang tak seimbang dan sudah pasti pak guru Wili yang akan kalah, kekuatan mereka jauh berbeda, kekuatan dari Naga Raksasa itu sangat besar.


"Hentikan...! Kenapa kau mengganggu kami para manusia, kenapa kau datang ke Bumi alam ini, apa urusanmu dengan kami apa salah kami?"


"Kalian para manusia memang harus mendapatkan balasan dan pelajaran, karena kalian sudah menawan salah satu Naga keturunan kami, sekarang trima kematian mu."


"Wuuuuuuzz.... wuuuuuuzz...!"berkali-kali Naga Raksasa menyemburkan api dari mulut nya, Pak guru Wili melompat mundur dengan secepat kilat tangannya merogoh satu botol kecil bertutup kain merah, di bukanya kain itu dan di arahkan nya botol itu ke tubuh sang Naga Raksasa."


"Masuk dan jadilah penghuni botol ini untuk selamanya."


Sang Naga Raksasa sedikit terkejut dia tidak menyangka jika manusia di depannya memiliki ilmu yang cukup tinggi di mana dia bisa mengurung bangsa mahkluk lain.


Merasakan dirinya akan tersedot masuk, sang Naga berusaha lari dan meninggalkan tempat itu akan tetapi pak guru Wili yang menyadari tindakan sang Naga dengan cepat melompat dan menendang kepala Naga hingga naga itu jatuh tersungkur di tanah tanpa memberikan kesempatan lagi pada sang Naga Raksasa pak guru Wili segera mengarahkan botol itu ke tubuh sang Naga, sedikit demi sedikit tubuh Naga Raksasa menyusut kecil dan pada detik berikutnya tubuh Naga mulai terbang tersedot masuk ke dalam botol.


"Ampun... Tolong jangan kurung aku, tolong lepaskan aku, biarkan aku bebas aku berjanji akan mengabdi kepada mu jika kamu menuruti permintaan ku."


Pak guru Wili bergeming tawaran yang sangat menarik, dan sang Naga Raksasa bisa dia manfaat kan kelak untuk menghadapi mahkluk yang mengejar ngejar Tania, ini sangat menguntungkan nya.


"Baiklah, kau akan ku bebaskan tapi ingat janji mu, kau harus mengabdi kepada perintah ku."


"Aku berjanji..!" tolong beri kesempatan padaku untuk bertemu dengan Naga kecil keturunan kami,"


"Kamu tenang saja, aku juga akan membebaskan Naga kecil setiap bulan purnama, dan kamu jangan main main dengan perjanjian kita karena jika kamu berkhianat Naga kecil keturunan mu aku musnahkan menjadi Abu."


"Aku mengerti"jawab Naga Raksasa.


"Kalau begitu pergilah cepat sebelum aku berubah pikiran.


Naga Raksasa segera terbang meninggalkan tempat itu. Suasana menjadi hening seketika dengan gelap malam yang semakin merangkak naik. Pak guru Wili mengajak Tania untuk kembali ke dalam villa dan Tania juga menceritakan tentang sosok wanita yang di tawan Naga Raksasa itu, pak guru Wili berjanji besok akan melihat dan membebaskan nya.


"Ayo Tania kita kembali,"


"Trimakasih, Bapak telah menyelamatkan ku."


Pak guru Wili Tersenyum seraya mengagguk.


Sampai di villa pak guru Wili bertanya.


"Apa, masih takut, jika masih takut kamu tidur lah aku akan menjagamu di sini."


"Tapi pak guru Wili kan juga butuh istirahat.'


"Tidak masalah aku akan tidur di sini di sofa ini, kamu tidur lah dengan nyenyak, nikmati istirahat mu Karena besok kita harus cepat pulang agar tidak terlambat masuk ke sekolah."


"Apa masuk sekolah?"


"Tentu saja."


"Aduh, pak!" tidak bisa apa libur satu hari saja, capek nih,"keluh Tania meminta pengertian dari pak guru Wili.


"Tentu saja tidak bisa dan ya, tugas tugasmu pun besok harus di kumpulkan, srkarang tidur lah, biar bisa bangun pagi dan tidak bagun terlambat."


"Hufff....mulai lagi sikap menjengkelkan nya dasar guru membosankan." dengus Tania kesal sedangkan pak guru Wili pura-pura tak mendengar umpatan Tania.