The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.315.KHAWATIR



Pangeran Yasza tidak menyangka jika serangannya bisa dengan mudah di patahkan pemuda yang ada di depannya, gerakan yang begitu cepat dan terlihat sangat berpengalaman, Pangeran Yasza yakin jika pemuda yang ads di depannya bukanlah sembarang orang yang mana kekuatan nya tidak bisa di anggap remeh.


"Siapa pemuda itu mengapa mereka berpelukan dan terlihat sangat mesra," Pangeran Yasza menelan ludahnya dengan kasar berkali-kali mengigit saliva nya tenggorokan nya terasa tercekat hatinya memanas entah mengapa ada rasa cemburu yang tiba-tiba hadir menyeruak ke dalam kalbunya.


"Aku tidak akan membiarkan mereka bisa bermesraan di depan ku lihat saja aku akan mengambil apa yang jadi milikmu,"geram pangeran Yasza dalam hati diam-diam pangeran Yasza menyusun rencana agar gadis yang bersama dengan Pangeran Tatius bisa dia kuasai kembali.


Sementara Pangeran Tatius mengecup lembut pucuk kepala Tania.


"Ayo, kita pergi pegang dengan kuat aku akan menbawamu terbang."


"Tapi, bagaimana dengan Raja, tidak kita tidak bisa pergi Raja masih dalam Tawanan mereka."


Pangeran Tatius Tersenyum lebar mendengarkan ke khawatiran Tania pada Ayahnya.


"Sejak kapan kau perduli dengan Raja," tanya pangeran Tatius sambil menaikkan salah satu alis tebalnya."dan apa kau sudah menerima dan menggakui kalau dia calon mertua mu hmmmm...satu lagi apakah tidak ada satu ciuman untuk ku di sini." tunjuk pangeran Tatius pada bibir nya.


Benar benar pertanyaan yang membuat merah kedua pipinya.


"Apaan, sih, cuma tanya doang, lagian ngak ada salahnya kan jika cuma bertanya kasian Raja di tawan dan ciu man ogah itu kan maumu, ayo kita kesana."


"Eits... tunggu, kamu mau jalan, Pangeran Tatius melingkar kan tangannya dan berniat hendak membawa Tania pergi dengan kecepatan terbang yang tinggi tapi belum sampai kedua nya melesat terbang Tiba-tiba Pangeran Yasza memberikan serangan pada Pangeran Tatius dari belakang, beruntung Pangeran Tatius menyadari hal itu dengan gerakan cepat pangeran Tatius langsung menggangkat tubuh Tania dan dibawanya bergerak untuk menghindari serangan dari pangeran Yasza.


Melihat serangan nya meleset dengan cepat pangeran Yasza Kembali memberikan serangan pada Pangeran Tatius untuk yang ke sekian kali, Pangeran Tatius yang menyadari semua akan lebih berbahaya meminta pada Tania untuk menunggu di jarak yang cukup jauh.


"Tunggu di sini aku akan menyelesaikan nya."


Tanpa penolakan Tania menerima perintah dari Kekasih nya untuk menunggu dengan jarak yang cukup jauh.


"Apa kau ingin bermain-main dengan ku! silahkan kau mau kita bermain berapa jurus."


"Sombong sekali kau, aku pastikan kali ini kau akan kalah dan gadis itu akan menjadi milikku."seru pangeran Yasza dengan suara yang lantang, sementara pangeran Tatius hanya tersenyum miring.


"Apakah kau pikir aku akan membiarkan semua itu terjadi, jangan mimpi bahkan untuk bisa dekat dengan nya kau harus melangkahi dulu mayatku."


"Jangan terlalu sombong mari kira buktikan siapa di antara kita yang akan menang."


Pangeran Tatius Tersenyum smrik menerima tantangan dari pemuda yang ada di depannya. Tanpa banyak bicara Kembali pangeran Yasza memberikan serangan kepada Pangeran Tatius, Pertarungan mulai dari tangan kosong hingga menggunakan senjata berlangsung cukup lama, Tania yang melihat jalan nya pertandingan Tersenyum mengejek.


"Pasti kau mendoakan aku kalah Nona cantik, tapi kau belum mengenal siapa aku, tidak ada yang akan mampu melawan keinginanku cepat atau lambat kau akan menjadi milikku meskipun hal itu akan kulakukan dengan cara yang sangat tidak kan kau sukai, dirimu begitu cantik sehingga aku tidak akan pernah melepaskan mu, kau akan segera ku miliki, seandainya pemuda brengsek ini tidak datang pasti malam Nanti kau sudah menjadi milikku dan pengantin di Ranjang ku, karena aku telah mempersiapkan segalanya yang pasti nya akan membuat mu jatuh ke pelukan ku, tapi sayangnya laki-laki brengsek ini mengacuhkan semuanya," desis Pangeran Yasza sambil tersenyum menyeringai.


Senyum pangeran Yasza yang diam-diam Pangeran Tatius perhatikan, entah mengapa Pangeran Tatius mencium gelagat yang sangat mencurigakan dan entah mengapa ada rasa was-was yang tiba-tiba menyeruak dalam kalbunya, ada kekhawatiran yang sangat dalam tapi belum bisa di pastikan kebenaran nya.


Pertarungan mengunakan senjata masih terus berlangsung, di mana lagi-lagi Pangeran Yasza harus menggakui kehebatan dari Pangeran Tatius yang mana hanya beberapa kali hentakan dan jurus pangeran Yasza di buat kalang kabut.


"Sial , gagal lagi siapa pemuda ini seperti nya aku pernah mengenal jurus jurusnya apakah pemuda ini yang dulu bertarung dengan ku di lereng gunung Tengger, tidak mungkin pemuda itu kan lagi di hajar mahkluk berjubah putih dan lagipula aku juga sudah memerintahkan sepuluh prajurit terhebat ku untuk menghadangnya, tidak mungkin dia bisa secepat ini menggalahkan mereka semua, tapi benar ini tidak salah lagi jurus jurus ini sangat aku kenal, jika benar pemuda ini adalah Pemuda yang juga ada di lereng gunung Tengger sudah bisa di pastikan aku tidak akan mampu menggalahkan nya secara terang-terangan di lereng gunung Tengger saja aku sudah di buat kewalahan, Kalau begitu aku harus memakai cara lain dan secepatnya aku harus melakukan, karena percuma saja aku terus bertarung dan melawannya karena hasilnya pasti aku akan kalah."


Pangeran Yasza yang terus bermonolog sendiri sambil memberikan serangan dan menghindari serangan dari pangeran Tatius segera melompat mundur.


"Hooop hiaaaa...!


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya ketiika melihat musuh di depannya justru mundur beberapa langkah."


"Hei, mengapa dia mundur, dia mau mengeluarkan ilmu apa aku harus berhati-hati, entah mengapa perasaan ku menjadi sangat tidak enak, aku merasa akan terjadi sesuatu yang besar di sini."


"Kau hebat tapi coba apakah kau bisa melumpuhkan jurus bayangan dariku,"


Kedua tangan pangeran Yasza di angkat tinggi kemudian diputar beberapa kali setelah itu kedua tangan Pangeran Yasza di hentakkan ke bawah.


"Hiaaaaaa...!"


Debu berterbangan dengan disertai Angin yang cukup kencang dalam beberapa detik kemudian tubuh Pangeran Yasza berubah menjadi sangat banyak.


Tania yang melihat perubahan itu berteriak histeris, wajahnya menampakkan ketakutan yang dalam.


"Pangeran Tatius, hati-hati...!"


Pangeran Tatius yang tadinya berkonsentrasi Ingin menghalau ilmu dari pemuda yang ada didepannya, menjadi hilang konsentrasi karena panggilan kekasih nya yang di rasa sangat aneh dan lucu karena baru kali ini kekasih nya menghawatirkan dirinnya dengan meneriakkan memanggil namanya dengan sebutan Pangeran, senyum mengembang dan kebahagiaan sangat jelas terlihat dari raut wajah pangeran Tatius hingga dirinnya mengabaikan perasaan was-was dan tidak enak.


Sementara Pangeran Yasza Tersenyum miring Melihat pemandangan yang ada di depannya di mana dua insan lagi bertatapan dengan sangat mesra, mereka berdua memang tidak berbicara tapi kedua mata mereka sedang bicara.


"Terus dan puaskan kemesraan jarak jauh mu karena sebentar lagi, apa yang jadi milikmu akan menjadi milikku, aku berjanji aku akan buat kalian menderita dan menangis darah, terutama kau pemuda sombong jadi berhati-hatilah karena aku tidak main-main."


dengus Pangeran Yasza sambil tersenyum menyeringai.