The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 194.PANIK



Di dalam kamar Tania yang merasa Ingin buang air kecil, tersentak kaget ketika tidak mendapati dan tidak menemukan Clara berada di sampingnya, mata indahnya menyapu ke seluruh ruangan.


"Clara..kemana, apa dia juga pergi buang air kecil, kenapa tidak membangunkan ku jika ingin pergi ke kamar kecil, memangnya dia tidak akan tersesat apa, Rumah ini kan penuh liku-liku dan tidak bisa sekali lihat langsung di mengerti dan di ingat jalannya, coba aku cek ke kamar kecil, lagi pula aku juga mau ke kamar kecil."Tania membuka pintu dan langsung menuju kamar kecil, setelah masuk dan buang air kecil tak lupa mencuci tangan dan wajah Tania keluar dari dalam kamar kecil itu.


",Di sini tidak ada, bahkan lantai kamar mandi ini masih terlihat kering itu artinya Clara tidak ke sini, lalu kemana dia pergi, atau jangan jangan Clara tidak ingin buang air kecil tapi dia ingin minum, kalau begitu aku harus mencari nya ke dapur."


Bergegas Tania melangkah pergi ke dapur dan terlihat lah bekas minuman yang masih baru tergeletak di atas meja dengan sedikit sisa air yang masih ada di dalam gelasnya.


"Tuh..kan!" dia pergi ke dapur untuk minum rupanya, lalu di mana Clara sekarang seharusnya dia sudah balik ke dalam kamar tapi di kamar tidak ada, lalu ke mana Clara pergi, jangan jangan pergi ke kamar Devan dan Tatius coba aku cek ke sana tapi tunggu dulu apa tidak mungkin jika Clara lupa jalan dari bagaian dapur ke arah kamar kan sedikit membingungkan, kalau dia salah jalan pasti ngak ada juga di kamar Devan kalau tidak ada lalu dia di mana? kenapa perasaan ku ngak enak gini jangan jangan Clara masuk kamar yang ada jalan Rahasia ke Kerajaan istana Sangkala, kalau sampai hal itu terjadi bisa gawat Clara bisa dalam bahaya aku harus cek ke kamar lukisan itu."


Tania segera berlari dengan cepat menuju kamar yang terdapat lukisan jalan Rahasia menuju ke kerajaan Sangkala. Sampai di depan pintu Tania dengan cepat menatap lukisan kerajaan yang sangat indah.


"Tidak salah lagi, Clara ke sini, ini buktinya dia memperbaiki posisi lukisan ini, aku harus cepat cepat menyusul nya sebelum terlambat, masalah Devan dan Tatius jika binggung jika tidak menemukan kami 'biarkan mereka mencari aku tinggal satu sendalku saja biar mereka tau kemana aku pergi, karena jika memberitau mereka bisa bisa terlambat dan Clara semakin jauh sulit untuk ku temukan, sebenarnya malas kalau harus ke kerajaan Istana Sangkala lagi aku merasa boring di sana tapi mau bagaimana lagi keselamatan Clara lebih penting dari pada rasa malasku." Gumam Tania dalam hati yang kemudian kedua tangannya mulai menyentuh pintu berukir warna hijau dengan perpaduan warna kuning keemasan dan tak lama kemudian sebuah energi dengan kekuatan yang maha dahsyat menarik tubuh Tania masuk ke dalam nya.


Sementara di tempat lain Clara yang baru saja tersedot.


"Bruuugh...!" sebuah tubuh langsing dengan kulit putih bersih terjatuh dengan sangat hebat seperti baru saja di lemparkan dari ketinggian membuat si empunya meringis menahan sakit di bagian bokong nya.


"Aduuuuh, kenapa aku terjatuh di sini, ini tempat apaan."Grutu Clara sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya dan mulai melihat ke arah sekeliling, Clara semakin heran mana kala melihat sebuah bangunan istana kerajaan yang model desainnya sama persis dengan gambar yang ada di dalam lukisan." Apakah aku lagi bermimpi, kenapa ada model kerajaan beneran yang sama persis dengan yang ada di dalam lukisan." berkali-kali Clara mengerjap ngerjapkan mata dan menggusap nya, seperti nya ini bukan mimpi tapi mengapa aku berada di sini, pasti ini mimpi lebih baik aku lihat lihat saja siapa tau ini memang bukan mimpi dan aku bisa melihat sebuah bangunan istana kerajaan dengan benar benar nyata."


Clara berjalan mendekati istana, hatinya sangat senang karena bisa menyentuh secara langsung bangunan kerajaan yang sering ada dan cerita nya cuma ada di kisah kisah dongeng.


Ketika Clara lagi asik dengan keindahan dari bangunan yang berukir sangat menakjubkan tiba-tiba dirinya di kejutkan dengan beberapa langkah kaki yang sedang menuju ke arah nya yang mana semakin lama suara derap kaki itu semakin jelas, karena penasaran Clara mencoba menggitip dari balik dinding kokoh yang mampu menghalangi penglihatan mereka.


Awalnya semua terlihat biasa biasa saja hanya segerombolan orang yang sedang melompat sekitar empat orang, mereka terlihat sangat sibuk dengan obrolan mereka sampai suatu ketika beberapa di antara mereka sedang Tertawa lebar membuat jantung Clara hampir berhenti berdetak dan hampir membuat nya berteiak histeris ketika melihat betapa mereka memiliki gigi gigi yang sangat runcing. Beruntung Clara segera menutup mulutnya sehingga mereka tidak tau, dengan rasa takut dan tubuh yang bergetar Clara beringsut mundur dan hendak pergi tapi pada saat yang bersamaan sebuah tepukan punggung membuat Clara tak lagi mampu mengendalikan emosi dan rasa takutnya maka keluarlah lah sebuah teriakan yang sangat keras tapi dengan cepat mulut nya di bekap orang orang yang menepuk punggung nya, yang seketika membuat Clara mendelik ketika mengetahui siapa yang sedang membekap mulut dan menepuk punggung nya.


"Tania...!"bikin jantungan saja loe."Sunggut Clara kesal tapi campur senang yang mana dia tidak lagi sendiri.


"Apa ini kita tidak sedang mimpi' ?"tanya Clara yang masih binggung dengan apa yang terjadi.


"Tidak kita tidak sedang bermimpi tapi kita sedang berada di alam dunia Vampire, ayo ikuti aku kita sementara harus bersembunyi sebelum Tatius datang."


"Memang nya kalau Tatius datang ada pengaruh apa? apa iya Vampire Vampire itu akan lari ketakutan,"tanya Clara yang masih belum bisa memahami.


"Mereka tidak hanya akan lari tapi juga akan patuh dan menghormati nya,"ucap Tania menjelaskan.


"Wah....Hebat Tatius benar benar hebat, sudah tampan baik pandai silat sekarang juga pandai melumpuhkan para Vampire, keren ... . pokoknya is the best cowok kamu itu kalau bisa tukeran yuk,ajak Clara bersemangat.


"Ssstt.... jangan brisik, mereka bisa mencium keberadaan kita ."ujar Tania menjelaskan.


Sementara di tempat Sang Nenek hari mulai pagi, Devan dan Tatius sudah bangun dari tidurnya, mereka segera membersihkan diri dengan mandi dan kramas agar terlihat segar dan Maco di hadapan sang pacar, yang mana Devan sebenarnya hanya menggikuti apa yang Tatius lakukan karena Tatius mencuci Rambut nya maka Devan pun melakukan hal yang sama.


"Tumben mereka belum ada yang bangun."lirih pangeran Tatius sambil menarik sebuah kursi dan menjatuhkan bokongnya di sana.


"Mungkin sudah bangun dan lagi membantu Nenek di dapur,"sahut Devan menjelaskan yang kemudian juga duduk di hadapan pangeran Tatius.


Tak lama sang Nenek keluar dari dapur.


"Kalian sudah bangun, wah hebat pada rajin rajin ini cowok beda dengan para cewek nya belum ada satu pun di antara mereka yang bagun dasar pemalas mereka itu."seru sang Nenek.


"apa maksud Nenek?"Tania dan Clara belum bagun begitu."tanya pangeran Tatius pada Sang Nenek yang di jawab dengan anggukan membuat pangeran Tatius panik dsn langsung berlari menuju kamar Tania dengan di ikuti Devan di belakang nya.