The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.42.JANTUNGKU BERDEBAR DEBAR



Ketika Devan dan Tania sudah sampai di


depan kantor, mendadak Tania berhenti.


langkah kakinya tak lagi dia jalankan.


"Kenapa berhenti ?"Tanya Devan lembut.


"Jantung ku, berdebar debar aku takut


hukuman nya lebih parah dari biasanya,"


"Tenang, tarik nafas dalam dalam lalu hembuskan dengan perlahan lahan,"Titah Devan.


"Beginikah..!"Tania segera menarik nafas dalam


dalam dan menghembuskan nya dengan


perlahan lahan.


"Ya, begitu, lakukan tiga kali agar suasana


hati dan jantung mu netral lagi, aku juga


akan melakukan hal yang sama, jujur


guru galak itu bikin hidup ku di sini


sengsara,"Ucap Devan sambil terkekeh.


Tania yang tadinya tegangpun jadi ikut


Tertawa.


"Mungkin, dia punya masalah pribadi yang


rumit,"Ucap Tania.


"Iya, mungkin efek dari jomblo kelamaan,"


Timpal Devan sambil terkekeh.


"Kamu, benar kasian juga ya, kalau begitu,"


Ucap Tania prihatin.


Devan mengagguk sambil tetap terkekeh


Suara Devan yang terkekeh cukup keras


rupanya terdengar dari dalam.


Dengan cepat orang yang berada di dalam


yang tak lain adalah pak guru Wili berjalan


cepat keluar karena merasa terganggu


dengan suara tawa Devan.


"Tania .!"


"Devan...!" Sedang apa kalian berdiri disitu ?"


Teriak pak guru Wili tiba tiba.


Suara pak guru Wili, yang tiba tiba, membuat


jantung Tania serasa mau copot.


Tidak begitu keras tapi rasanya seperti


halilintar yang sedang mengelegar.


"Pak guru Wili...!" ngagetin orang saja, untung


saya tidak punya penyakit jantung, jadi


ngak terlalu kaget."Ucap Tania.


"Iya, nih, pak guru suka nya ngagetin orang


saja,"Timpal Devan.


"Sudah, jangan banyak bicara, cepat masuk,"


Titah pak guru Wili tegas.


Seperti seekor ayam Tania dan Devan


menggikuti pak guru Wili dari belakang.


"Duduk, kalian..!"perintah pak guru Wili tegas.


"Sekarang pilih, mau nilai kalian aku kurangi


atau trima hukuman dariku,"


"Wah, pak !" dua duanya sama sama tidak


mengguntungkan kita, iya kan Tania,"


Tania yang di tanya cuma mengagguk saja.


Sudah puyeng rasanya tiap hari dapat


hukuman dan marah dari pak guru Wili.


Dah pasrah pokoknya Tania cuma bisa


berdoa dalam hati, agar guru satu itu cepat


dapat jodho biar tidak marah marah saja bawaannya.


Melihat Tania diam, rupanya pak guru wili


tidak suka.


"Tania..!"Kamu mau di hukum apa nilai kamu di kurangin,"


Tania yang tadinya dalam mode melamun


tiba-tiba terperanjat kaget.


"Aduh, pak !" kalau bisa, dua duanya jangan


lah, perasaan saya tidak buat salah,"


Ucap Tania membela diri.


"Sudah, sekarang duduk, kau juga Devan


duduk di sebelah nya Tania, lalu kerjakan


tugas ini harus bisa selesai dalam tiga puluh


menit,"


"Ya, pak..!" mana bisa waktu segitu untuk


dua puluh soal, mana semua nya sulit,"


Keluh Devan.


"Kerjakan, aku tunggu kalian disini,"


"Hah..!" Di tungguin,"Seru Tania putus asa


pasalnya Tania sama sekali tidak bisa


alhasil semua Tania jawab dengan ngawur.


Masalah Nilai pikir belakangan yang penting


selesai,"Gumam Tania dalam hati, sambil


senyum senyum sendiri.


Melihat Tania senyum senyum sendiri, pak


guru Wili penasaran, di dekatinya gadis


itu.


"Kenapa senyum senyum begitu ?"Apa ada


yang lucu," Tanya pak guru Wili penasaran.


Tania sedikit terperanjat kaget ketika


menyadari bahwa dia mengerjakan sambil


tersenyum senyum sendiri.


"Ngak ada pak, cuma ini, kebetulan soalnya


mudah semua jadi aku bisa," Ucap Tania


bohong.


Mata pak guru Wili segera berbinar indah


kini tiba tiba berubah dalam 180 derajat


kalem dan ada, senyum manis yang lagi


tersungging disana.


"Wah, bagus itu Tania Bapak bangga padamu


tidak sia sia kamu ku bimbing pribadi,"


Ucap pak guru Wili bangga.


Sedangkan Tania cuma meringis, pasalnya


dia lagi berbohong. Sementara Devan yang


tidak percaya dengan ucapannya Tania


menatap Tania dengan Tatapan penuh


selidik, sedangkan Tania yang di


tatap Devan langsung mengedipkan


sebelah mata, melihat Tania justru


mengedipkan sebelah mata Devan justru


terkekeh pelan sambil membekap mulut


nya agar suara tawanya tidak di dengar


oleh pak guru Wili.


Tidak ada lima belas menit, Tania bangkit


dari tempat duduknya dan mendekati


pak guru Wili, sementara pak guru wili


yang melihat Tania berjalan kearahnya


mengkerutkan dahinya.


"Apa ada yang ingin kau tanyakan,"Tanya


pak guru Wili.


"Ngak ada pak, Tania sudah selesai mengerjakan," Ucap Tania.


"Wah, bagus itu, mana berikan," Titah


pak guru Wili.


Dengan cepat Tania menyerahkan buku


tugasnya.


"Maaf, pak Tania kebelet pipis Tania permisi


dulu,"Tanpa menunggu jawaban Tania


langsung menghambur ke luar.


Ketika pak guru Wili membuka buku tugas


Tania matanya terperanjat tidak percaya.


Tidak ada satu jawaban pun yang benar


bahkan terdapat sebuah tulisan.


NB. disana.


maaf pak guru Tania tidak bisa jadi harap


maklum.


Tanpa sadar pak guru Wili mengepalkan


kedua tangan nya.


Tania....!!!


Devan yang mendengar desis ucapan dari


pak guru Wili segera bertanya.


"Ada apa pak?"


"Tidak ada apa apa kerjakan tugasmu dengan benar.


Devan yang sebenarnya sudah mengerti


cuma senyum senyum dalam hati.


"Rasain tuh pak, puyeng mikirkan kami, kami


saja puyeng di hukum terus,"Gumam Devan


dalam hati.


****


Sementara di belahan bumi lain tampak


pangeran Tatius dengan patih lembu ireng


berjalan menyusuri hutan mereka memilih


jalan sedikit memutar untuk sampai di


Kerajaan Barat Daya.


"Pangeran..!" kenapa memilih jalan ini,


bukankah ini justru jalan yang lebih jauh


dari jalan sebelumnya,"Tanya patih lembu


Irene kepada pangeran Tatius.


"Benar paman, kita memang melewati jalan


yang sedikit lebih jauh dari jalan Sebelumnya


paman tidak keberatan kan?" Tanya pangeran Tatius.


"Tidak pangeran, sama sekali saya tidak


keberatan," Ucap Patih lembu ireng.


Meskipun patih lembu Ireng tidak keberatan


Namun tidak di pungkiri bahwa dia juga


memiliki rasa penasaran, mengapa pangeran


Tatius justru memilih jalan muemutar.


Apa yang sebenarnya pangeran Tatius cari.


Ketika alam pikiran Patih lembu ireng


berputar putar ingin mencari tau, justru


Pangeran Tatius mengembangkan


sayapnya dan dalam sekejap tubuh


pangeran Tatius menghilang dari


pandangan mata. Patih yang hendak


bertanya sesuatu kepada pangeran


Tatius terperanjat kaget, ketiika dia baru


menyadari bahwa pangeran Tatius tidak


lagi ada di sampingnya.


"Pangeran Tatius..!


"pangeran Tatius.!".kau ada di mana?"


Berkali kali patih lembu Ireng memanggil


manggil nama Pangeran Tatius Namun


tak ada jawaban.


Patih lembu Ireng mulai panik dia mulai


berkelebat terbang kesana kemari mencari


pangeran Tatius.