The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.136.TERLUKA.



Bibi Derbah yang berlari dan bersembunyi dengan mudah dapat di ketahui ke empat anak buah para pembajak, yang sudah mengepung dirinya, keringat dingin mulai bercucuran rasa takut dan was was mulai menghingapi perasaan nya, terlebih melihat pangeran Tatius yang tak mampu berbuat banyak ketiika beberapa kali senjata api melesat bertubi-tubi bagaikan anak panah ke arah tubuhnya, Bibi Derbah yang sudah terkepung ke empat orang anak buah sang pembajak yang terus maju mendekati nya, mulai membuat Bibi Derbah panik dan ketakutan dia meraih benda apa saja yang ada di sekitar nya untuk di jadikan senjata.


"Jangan mendekat..!" pergi, kalian..!"ucap Bibi Derbah sambil melempar kan semua benda yang ada di sekitarnya.


sapu...tong ..kaleng...kursi ...gelas semua benda yang ada di luar teras di mana kemungkinan nya sering di buat untuk duduk duduk dan beristirahat kini berhamburan dan berterbangan ke arah ke empat sang anak buah pembajak.


Ke empat sang anak buah pembajak sedikit terkejut, ketika gadis Vampire di depannya ternyata mampu berbicara layaknya bahasa manusia, untuk sesaat mereka berempat saling berpandangan sebelum kemudian tawa mereka menggema ke seluruh penjuru arah.


"Ha.. .ha ..ha . mau lari kemana kau cantik,?"


"Vampire ini sangat istimewa kakak, dia bisa bicara?"


"Kau benar, hari ini kita beruntung dia bisa kita jual dengan harga yang sangat mahal, pasti banyak pemburu binatang antik seperti dia."


"Ha .ha. ha ..benar benar tubuh nya juga mulus, cuma giginya saja yang bertaring ku rasa dia juga bisa kita pakai untuk memuaskan has..rat kita."


"Benar, ayo kita tangkap."


Ke empat para anak buah sang pembajak itupun mulai berjalan mendekati Bibi Derbah, lemparan gelas, sapu, tong dan kursi tidak mampu menghalangi ke empat para anak buah sang pembajak, dengan sangat mudah tangan kekar dan hitam salah satu anak buah sang pembajak berhasil menangkap tubuh Bibi Derbah.


"Ha. ha ..ha...kena kau!"ucap laki-laki itu sambil tertawa senang.


"Lepaskan..!"tolong lepaskan aku,!"aku mohon lepaskan aku!teriak Bibi Derbah dengan berurai air mata yang mulai membasahi pipinya.


Pangeran Tatius yang masih sibuk menghindari serangan dari Boss sang pembajak tidak menyadari bahaya yang akan menimpa Bibi Derbah.


Tanpa menunggu lama ke tiga para anak buah sang pembajak mulai mendekat juga mereka tertawa lebar dengan senyum menyeringai, membuat Bibi Derbah semakin ketakutan.


Satu anak buah sang pembajak memegang tubuh Bibi Derbah dengan kuat dan salah satu di antara yang lain anak buah sang pembajak mulai dengan berani membelai pipi Bibi Derbah. Merasa di perlakukan dengan tidak benar Bibi Derbah dengan geram meludahi wajah sang pembajak yang berani membelai wajah nya.


Mendapat semburan ludah dari gadis Vampire yang ada di depannya membuat sang anak buah pembajak yang tadi membelai wajah Bibi Derbah geram, wajah hitam nya mulai menampakkan rahang yang mengeras dengan urat urat yang mulai keluar dari wajahnya tanpa Ampun lagi sang anak buah pembajak itupun langsung menampar dengan keras wajah Bibi Derbah.


"Plaaaaakk..!".berani sekali kau meludahi ku," teriaknya geram tak hanya berhenti di situ kini sang pembajak yang tersulut emosi mulai menarik rambut panjang Bibi Derbah dengan kasar membuat Bibi Derbah menjerit kesakitan, bagaikan bintang buas sang pembajak itupun dengan kasar mendorong tubuh Bibi Derbah hingga terjatuh di lantai dan dengan sigap sang pembajak yang tersulut emosi mulai merobek paksa baju Bibi Derbah dan menimpanya dari atas, sementara anak buah pembajak yang lain hanya tertawa melihat ke malangan gadis Vampire yang ada di depan mereka, ketiga anak buah itu tak henti hentinya tertawa mereka bagaikan menunggu bis antrian panjang diam menunggu giliran sambil tertawa tawa.


Wajah Bibi Derbah langsung berubah pucat seperti kapas, tak bisa lagi di bayangkan apa yang akan terjadi padanya, tubuh tinggi besar dan berkulit hitam legam sudah mengkukung pergerakan nya dengan sangat rakus anak buah sang pembajak itupun mulai melakukan aksi nya, tangannya mulai bergerilya kesana kemari menyentuh apapun yang bisa dia sentuh, Bibi Derbah yang hanya bisa pasrah pada Nasib dan menanggis mulai teringat dengan siapa dia datang ingatan itu membuat nya berteriak sangat keras.


"Pangeran......!!! Tolong.... aku .. .!!!seru Bibi Derbah dengan kencang, membuat pangeran Tatius yang tadinya fokus dengan boss pembajak mulai teringat akan Bibi Derbah di lihat nya gadis malang itu dalam Kungkungan sang anak buah pembajak dengan wajah merah padam dan gigi mengeluarkan bunyi gemretak pangeran Tatius menendang sebuah tong ke arah boss pembajak yang ketika itu hendak melepaskan timah panasnya ke arah pangeran Tatius karena kecepatan pangeran Tatius dalam memberikan serangan mendadak meskipun senjata yang di gunakan hanya tong kosong yang tak begitu mematikan akan tetapi kecepatan dan kekuatan tendangan nya cukup keras dan cukup membuat sang Boss pembajak dalam beberapa detik harus mengelak dan menghidar dan kesempatan itu di gunakan Pangeran Tatius untuk memberikan tendangan kaki yang cukup kuat kepada Anak buah sang pembajak yang ketika itu sedang mengkukung tubuh Bibi Derbah.


Tak aya lagi, tendangan yang cukup keras membuat sang anak buah pembajak terpental jatuh dengan sangat keras, belum lagi sang anak buah pembajak bangkit dari jatuhnya lagi-lagi Pangeran Tatius memberikan serangan yang bertubi-tubi.


Gerakan Pangeran Tatius yang sangat cepat membuat sang Anak buah pembajak kwalahan dan hampir babak belur di buatnya, dengan tangan kiri pangeran Tatius melempar kan jubah hitam panjang nya ke arah Bibi Derbah, dan. sangat ajaib tanpa pergerakan jubah itu membungkus dan melilit dengan sendirinya ke tubuh Bibi Derbah yang hampir polos karena ulah anak buah sang pembajak.


Bibi Derbah segera mencari tempat aman untuk bersembunyi, sedangkan Pangeran Tatius masih terus memberikan pukulan dan tendangan pada sang anak buah pembajak, melihat ketiga temannya tidak menolong justru diam terpaku sang anak buah pembajak itupun langsung berseru dengan suara lantang nya.


"Woi.... kenapa kalian diam, ayo,bantu aku serang Vampire ini cepat."seru sang anak buah Vampire yang langsung di sambut ketiga anak buah sang pembajak, mereka segera memberikan serangan kepada Pangeran Tatius secara beramai ramai.


Kekuatan tenaga kosong dengan senjata yang tidak mematikan seperti kapak, pisau, palu tongkat semuanya mudah di atasi pangeran Tatius dan tentu saja sangat mudah di lumpuhkan, tidak menunggu lama ke empat anak buah sang pembajak banyak yang tersungkur jatuh, tapi mereka bangkit dan menyerang lagi dengan membabi buta.


Ketika pangeran Tatius fokus dengan ke empat anak buah sang pembajak diam diam sang Boss pembajak mulai menarik dan mengarahkan timah panas nya pada pangeran Tatius yang lagi fokus dengan ke empat anak buah sang pembajak.


"Satu...dua...tiga..!"


"Doooor.. !" sebuah timah panas melesat dengan cepat dan tak lama kemudian terdengar suara erangan salah satu di antara mereka berlima yang lagi berduel.


"Auuuuuwwwwwh....!"rintihannya dalam kesakitan.