
Dengan keris yang sudah siap di tangan patih lembu ireng segera meloncat dan mengarahkan kepada sosok bayangan hitam, sedangkan pangeran Tatius, tidak menghiraukan mereka, pangeran Tatius masih asik dan sibuk dengan menikmati hasil buruannya, sehingga dia tidak memperdulikan amarah dan kesalnya patih lembu Ireng kepada sosok berbaju hitam.
Patih lembu ireng tidak menyangka jika yang ada di hadapannya bukanlah sembarangan orang yang bisa dengan mudah di lumpuhkan, berkali kali keris Patih lembu ireng hanya menyerang ruang kosong, karena sosok baju hitam sangat pandai berkelit dan menghindar, kecepatan makan pun sosok baju hitam itu juga bagaikan angin dalam sekejap saja kelinci rampasan nya sudah tandas dia sikat, bahkan kelinci milik patih lembu Ireng pun sudah dengan mudah dia rampas sehingga dalam hitungan menit daging kelinci itu sudah berpindah tangan, Patih lembu Ireng sangat geram dan murka, sedangkan pangeran Tatius hanya tersenyum saja melihat perkelahian dan pertarungan antara patih lembu Ireng dengan sosok misterius.
Karena sangat marah dan emosi Patih lembu Ireng menyerang dengan ngencar membuat sosok misterius itu kuwalahan berkali kali berkelit menghindari serangan dari patih lembu ireng tanpa mampu memberikan serangan balasan pada saat yang tepat patih lembu Ireng mampu mendaratkan sebuah tendangan keras sehingga sosok misterius itu jatuh terkulai di tanah dan ketika patih lembu Ireng hendak memberikan pukulan yang lebih dahsyat lagi, pangeran Tatius menghentikan nya.
"Cukup..paman jangan teruskan lagi?
"Tapi, pangeran dia telah berbuat kurang ajar dan telah berani menggaggu kita,"
Pangeran Tatius yang mendengar keluhan patih lembu Ireng hanya terkekeh kecil.
"Kenapa pangeran Tatius justru tertawa!"apa kata kata saya ada yang lucu,"
"Tidak paman, tidak ada tapi paman harus tau siapa yang sedang bertarung dengan paman,"
"Maksud pangeran Tatius apa?"
"Paman lagi menyerang kakanda yervan,"
"Apa?"aku lagi menyerang pangeran yervan?* bagaimana pangeran Tatius tau itu adalah pangeran Yervan sedangkan wajahnya tertutup rapat dengan cadar."
"Kan, aku bisa mencium baunya,"
"Apa?" pangeran Tatius juga memiliki ilmu Indra penciuman sajagat brantasa,"
Pangeran Tatius hanya mengagguk, sedangkan patih lembu ireng berdecak kagum.
"Coba aku mau membuktikan, benarkah dia pangeran Yervan,"
Dengan sigap dan secepat kilat keris dari Patih lembu ireng di putar putar ke udara kemudian di lemparkan dengan kekuatan tenaga dalam.
"Buka cadar dari orang itu cepat,"ucap patih lembu ireng dengan melemparkan kerisnya ke udara kemudian dengan gerakan seperti angin keris itu berputar dan melayang layang dekat pangeran Yervan, pangeran Yervan sedikit bergidik pasalnya dia takut melihat keris yang tiba-tiba memutari dirinya dan pada detik berikutnya keris itu mampu merobek cadar penutup yang di kenakan pangeran Yervan, dengan senyum tersungging pangeran Tatius menatap patih lembu Ireng.
"Bagaimana?" apakah dugaanku salah,"
"Wah, pangeran Tatius, kau benar benar telah menguasai ilmu Indra penciuman sajagat brantasa, luar biasa jangan jangan pangeran Tatius juga memiliki ilmu tersembunyi yang lain yang saya tidak tau,"
"Ah, paman ada ada saja, sudah ini ambil kelinci ku yang masih utuh bukankah kelinci panggang paman telah habis di sikat kakanda pangeran Yervan,"
"Benar, pangeran, lalu pangeran Tatius makan apa?"
"Aku satu sudah lebih dari cukup,"
"Baik, trimakasih pangeran," Dengan sigap patih lembu ireng menyantap daging panggang kelinci milik pangeran Tatius.
********
"Bedebah...!" bagaimana mungkin Ratu Shima tidak ada di dalam puri, kalian tidak ada yang tau hah?" para pengawal...!"cepat kesini kalian,"
Dengan tergesa gesa para pengawal kerajaan di dalam istana segera berlari masuk ke dalam puri.
"Tangkap dan bawa kedua para pengawal Puri istana yang tidak becus itu,"
"Siap, Raja..!"ayo, ikut ke istana kalian," gertak Pengawal istana dalam dengan merarik tangan mereka.
"Ampun, jangan!"
"Ampun, sungguh Raja kami tidak tau,"teriakan dan rintihan kedua prajurit Istana Puri tak sekalipun membuat hati sang Raja luluh, Amarahnya meluap Tinggi ketiika menggetahui permaisuri Ratu Shima tidak ada di tempatnya, sedangkan Raja Sangkala yang memeriksa kedalam bilik kamar terkejut melihat para pengawal istana puri di seret para pengawal kerajaan.
"Hentikan...!" ada apa ini Raja? mengapa mereka diseret seperti itu,"
"Mereka para pengawal yang kurang becus dan telah teledor menjaga Ratu Shima maka sepantasnya mereka harus mendapatkan hukuman,"
"Tidak, perlu bertindak sejauh itu Raja, lepaskan mereka kita cari sendiri di mana keberadaan Ratu Shima."
"Tapi, Ayah!"
"Sudahlah, jangan menyalakan mereka, karena belum tentu mereka bersalah,"
"Baiklah, para pengawal lepaskan merek,"
"Trimakasih, Raja, trimakasih Raja Sangkala yang agung,"
"Pergilah, kembali lah bertugas,"
"Baik, Raja,"bergegas para pengawal itu pergi keluar puri setelah memberikan hormat kepada Raja Awang Awang Vampire dan Raja Sangkala.
"Sekarang, apa yang harus kita lakukan, Ayah, ini sudah malam bagaimana kita bisa melakukan pencarian?"
"Tenanglah, Raja! malam ini kita memang tidak bisa melakukan pencarian tapi esok, hari, ijinkan saya tinggal di puri ini untuk sementara waktu, dan Raja Awang Awang Vampire yang Agung boleh beristirahat di istana,"
"Baiklah, Ayah kalau begitu saya permisi dulu,"
"Silahkan, Raja,"
Bergegas Raja Awang Awang Vampire meninggal kan Puri istana Ratu Shima kini, tinggalkanlah Raja Sangkala yang sedang mendiami puri istana, Raja Sangkala berfikir sejenak sebelum memutuskan apa yang akan dia kerjakan.
"Bagaimana pun juga malam ini keberadaan Ratu Shima harus cepat di ketahui, tapi bagaimana bisa mencari di dalam malam yang gelap seperti ini,"Gumam Raja Sangkala sambil mondar mandir.
"Ah, ya, aku tau, hanya ada satu cara yaitu dengan ilmu penciuman Indra sajagat brantasa, pastilah Ratu Shima akan segera di temukan, tapi ilmu itu aku tidak memiliki nya yang memiliki hanyalah pangeran Tatius, sedangkan pangeran Tatius tidak berada disini, bagaimana bisa," kembali Raja Sangkala mondar mandir sambil berfikir.
"Ketemu, aku harus memanggil sukma pangeran Tatius kesini, agar dia bisa menemukan ibundanya, tapi ini sangat berbahaya Seandainya di sana pangeran Tatius ada musuh pasti pangeran Tatius langsung binasa, hanya sepuluh menit, ya, hanya sepuluh menit untuk meminta bantuan dari raga sukmanya, agar Pangeran Tatius tidak terlalu lama meninggal kan raganya.
"Pengawal..!"Siap Raja,"
"Cari kembang tujuh rupa, taruh di dalam baskom dan siapkan lilin di depan baskom, aku mau melakukan pemanggilan sukma,"
"Baik, Raja, perintah siap kami laksanakan."