
Tania yang kelelahan menunggu kehadiran Pangeran Tatius kini tertidur pulas, di kursi yang ada di dalam kamar nya, hingga hari menjelang pagi, Dodi yang penasaran dengan keadaan Tania yang mana Dodi sangat yakin jika Pangeran Tatius akan datang, menemui Tania atau bahkan membawa Tania pergi dari Rumah dan mengajaknya kawin lari, seperti yang selalu ada di dalam film yang ada di Indosiar maupun SCTV membuat Dodi tidak bisa tidur dengan nyaman, hingga akhirnya dia berfikir untuk bisa menemui Tania dengan sembunyi-sembunyi.
Perlahan-lahan Dodi melangkah menuju ke kamar Tania dengan mengendap-endap semua dia lakukan agar Ayah tidak mengetahui kepergian nya menuju ke kamar putrinya.
Dengan sangat hati-hati Dodi membuka pintu kamar Tania dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat Tania justru tertidur di kursi tanpa selimut dengan tubuh menggigil dalam igauannya.
"Tania, kenapa kamu tidur di sini, lalu bagaimana Aku bisa membawa mu tidur ke atas Ranjang, Aku tidak bisa, apa aku biarkan saja dia tidur di kursi, kasian sekali Nasibmu Tania, kau gadis yang baik dan penolong, dulu kamu selalu menolong ku dalam segala ketidakmampuan ku dan sekarang apa yang bisa kulakukan untuk menolong mu agar kamu bisa hidup bahagia dengan Tatius, Aku yakin kamu pasti bahagia jika bisa bersama nya tapi bagaimana caranya,"Dodi mengeluh dalam hati sambil memakaikan selimut pada Tania, beberapa kali Dodi berdiri mondar mandir hingga serasa capek dan akhirnya Dodi duduk di karpet lantai di dekat kursi Tania tertidur, yang Dodi pun ikut tertidur.
Malam yang dingin dengan sedikit rintik hujan membasahi Bumi, serta suara jangkrik yang mulai bersahut sahutan kini mulai merangkak pergi berganti dengan hadirnya pagi.
Devan masih tertidur lelap ketiika Tania menggeliat dan terjaga bangun dari tidurnya, perlahan-lahan Tania bangkit dari kursi tempat nya dan alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Dodi sedang tertidur mendengkur di bawah sampai kursi nya.
"Dodi... ngapain anak ini tidur disini dan selimut Aku tidak memakai selimut berarti Dodi juga yang memberikan Aku selimut.
"Tok... Tok....Tok...!"
"Masuk...!"Tania berfikir Ayahnya yang sedang menggetuk pintu sedang mencari Dodi tapi ternyata dugaan nya salah.
"Santi, kau kenapa datang sepagi ini?"
"Iiih, kenapa kaget begitu kan Aku mau lebih lama sama calon pengantin baru, wih itu siapa kenapa tidur di bawah jangan katakan dia selingkuhan mu?
"Apaan sih, ayo masuk, dia namanya Dodi teman satu sekolah dengan ku, kamu kok datang benar-benar sepagi ini mau ngapain, mau bantu masak di dapur kah."
"Idih cantik cantik begini kamu minta jadi tukang masak, ngak mau lah, Aku mau melihat kamu Dadan cantik dan dirias makannya aku datang pagi.
"Tunggu disini Aku mau mandi."
"Ok, yang bersih ya biar harum dan Devan semakin mabuk cinta padamu."seru santai sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Tania mendelik dan memukul gemas temannya.
Santi terkekeh merasakan pukulan gemas dari temannya.
Sementara di penginapan dua semua penghuni Rumah juga telah Bagun. Devan dengan wajah segar sehabis mandi dengan pakaian yang sangat istimewa dan menawan perpaduan baju putih yang sangat indah, dengan jahil Devan berlari ke dalam kamar Pangeran Tatius.
"Aku pikir Pangeran Tampan Vampire Belum bagun." ledek Devan pada Pangeran Tatius yang mana langsung membuat Pangeran Tatius geram dan kesal.
"Wao, galaknya kita ini saudara bro, jadi kamu harus bersikap baik padaku , coba lihat Aku sudah tampan belum dan menurutimu calon istriku suka padaku tidak."
"Tidak dan tsmpangmu jelek,
"Yaelaa, pagi-pagi sewot amat sih, kau harus bisa bersyukur Tania menikah dengan ku, kami bisa hidup bahagia dan kamu bisa bahagia Juga di negeri Vampire mu kamu ngak usah mudik report repot kalau hari lebaran," tiba-tiba Devan Tertawa lebar, mana mungkin Vampire tau dan ngerti hari lebaran.
"Itu bukan urusan mu, pergi lah,"
"Duh du....yang lagi patah hati, lebih baik kamu balik saja ke istana Vampire Tatius dari pada disini makan hati, cuma melihat Aku berpakaian istimewa begini perasaan Lo sudah nyungsep mending pulang saja sana ini masih belum apa-apa lho, Nanti kamu akan melihat Aku bergandengan tangan bertukar cincin dan berciuuman bibir di depan banyak orang."
"Plaaakk..! Karena sudah tidak tahan dengan perkataan Devan yang sangat menjengkelkan, Pangeran Tatius dengan cepat menampar wajah Devan.
Tamparan yang cukup keras tentu saja membuat tubuhnya Devan sampai sedikit berputar, Pangeran Tatius sungguh muak Mendengar semua ucapan Devan yang sangat menjengkelkan, darahnya tiba-tiba mendidih dan gelora amarahnya memuncak, seandainya bisa tidak ada satupun yang boleh menyentuh kekasih nya tapi apalah daya Devan itu kini adalah calon suaminya orang yang akan selalu bersama nya, Pangeran Tatius tersenyum kecut kemudian melangkah pergi.
Serasa tidak terima dengan kepergian Pangeran Tatius yang tanpa pamit Devan berteriak.
"Woi.... Tatius, lebih baik kamu Nanti datang terlambat saja dari pada hatimu tidak kuat melihat kemesraan kami Nanti,"
Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya dan berpaling menghadap Devan, kemudian tersenyum mencibir.
"Kau memang bisa mendapatkan tubuh nya tapi kau tidak akan pernah bisa mendapatkan hatinya, Karena Tania hanya mencintai ku, tubuhnya memang akan bersama mu tapi hatinya akan selalu bersamaku camkan itu." geram Pangeran Tatius kesal, dia sudah bersusah payah untuk diam dengan keadaan yang menyakitkan ini tapi Devan justru mengorek luka sedalam kubangan.
Dengan menggeprak meja Pangeran Tatius melangkah pergi tapi belum dua langkah dia kembali berbalik dan berteriak dengan nyaring.
"Aku akan datang sebelum Acara kalian dimulai dan sebagai saudara bukan kah aku harus mengucapkan selamat juga padamu, jadi selama menikah tanpa cinta saudaraku."Ucap Pangeran Tatius yang sukses membuat Devan wajahnya berubah menjadi merah seperti habis makan cabe satu kilo.
"Tatiuuuuuss...!geram Devan ketika pangeran Tatius melangkah pergi dengan kedua tangan mengepal kuat.
"Kenapa marah bukan kah kenyataan nya juga begitu, kau akan menikahi Kekasih dari pangeran ku itu artinya kau merampas miliinya jadi kau harus terima juga bekasnya bibir Non Tania pasti sudah sering tuh di Nikmati Pangeran Tatius Mungkin juga dengan....
"Diam kau...Patih brengsek kalian benar-benar keterlaluan."
"Kenapa Pangeran Tatius yang kamu salahkan bukannya kamu yang datang membuat ulah maksud hatimu kan mau menyakiti tapi yang terjadi justru kamu sakit hati sendiri kasian deh lo."cibir paman Patih lembu ireng pada Devan, membuat Devan semakin kesal dan geram.