The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.72.KECEWA



Putri Lin Ying yang masih tidak percaya terus berfikir dan menerka nerka sementara sang Ayah sudah melangkah lebih dulu memasuki area pertandingan.


Tidak ada cara lain selain menggikuti langkah kaki sang Ayah, meskipun putri Lin Ying sangat yakin jika pemuda yang ada di hadapannya itu bukanlah pemuda yang mampu menggalahkan laki-laki bangsa manusia, meskipun tidak terlalu lama dekat dan menggenal laki-laki yang ada di hutan kemarin tapi Putri Lin Ying pun sangat hafal Karena dia juga berusaha mencuri keris yang di miliki. Putri Lin Ying semakin binggung dengan pemikiran nya tapi mau tidak mau dia harus ke area pertandingan.


Pangeran Yervan tersenyum senang karena pangeran Tatius tidak ingkar pada janjinya kemenangan pangeran Tatius diberikan kepada nya yang mana tidak akan ada satu orang pun yang akan menggetahui kalau dirinya bukanlah pangeran Tatius yang memenangkan lomba karena balutan baju kostum yang sama dengan yang di kenakan pangeran Tatius.


"Selamat anak muda kau berhak atas hadiah mu."ucap Raja Barat Daya kepada pangeran Yervan.


Sementara Putri Lin Ying yang juga melangkah ke tengah area pertandingan diam mematung tak bersuara.


"Salam, Tuan Putri!" ucap pangeran Yervan santun yang tidak mendapatkan Jawaban apapun selain tatapan tajam putri Lin Ying, sebuah tatapan yang seolah olah menyelidiki sesuatu.


"Ayo, pangeran dan kau Putriku mari masuk ke dalam istana, pesta pernikahan kalian akan di adakan secepat mungkin."


"Trimakasih, Raja!"ucap pangeran Yervan senang.


"Tidak, Ayah!" aku tidak mau menikah dengan nya."


"Putri Lin Ying apa kau mau ingkar janji?"


"Aku, tidak akan ingkar janji pangeran tapi aku yakin bukan kau pemenangnya untuk itu aku tidak mau menerima mu."


Deg...!"


Ada suatu perasaan khawatir yang tiba-tiba menyeruak ke dalam hati pangeran Yervan.


"Bagaimana gadis ini bisa tau, jika bukan aku yang memenangkan nya, ini sungguh aneh dan tidak mungkin." keluh pangeran Yervan dalam hati dan untuk menutupi kecurigaan Putri Lin Ying agar tidak mencurigainya pangeran Yervan segera tersenyum dan mendekati Putri Lin Ying.


"Maaf, Tuan Putri, jika Tuan Putri tidak percaya kalau sayalah pemenangnya lalu siapa pemenang yang Tuan putri Lin Ying maksudkan, apakah saudara saya pangeran Tatius yang Tuan putri maksud kan, asal Tuan putri tau, pangeran Tatius tidak menggikuti sayembara ini meskipun dia juga hadir dalam pertandingan sayembara karena dia hanya datang untuk menemaniku sebagai penonton dan lihat lah Pangeran Tatius tidak ada di sini dia sudah pergi."


Mendengar penjelasan pangeran Yervan, hati Putri Lin Ying menjadi kecewa ternyata orang yang di harapkan bisa memenangkan sayembara ini justru tidak menggikuti dan hanya datang sebagai penonton dan suporter dari saudaranya. Perasaan kecewa yang tiba-tiba datang dan mengusik relung hatinya Putri Lin Ying segera berlari pergi menuju kamar pribadi nya di tumpahkan segala kekesalan hatinya dan rasa kecewa yang dalam.


Raja Barat Daya yang memahami perasaan dari putri nya hanya tersenyum kecut sambil berkata.


"pangeran beristirahat lah dulu di kamar tamu istana kami secepatnya akan mengadakan pesta pernikahan kalian.


"Trimakasih," ucap Pangeran Yervan bersorak gembira.


Di belahan dunia lain tampak seorang laki-laki mondar mandir dalam kegelisahan nya.


"Kalau begini terus bisa kacau, kapan aku bisa dekat dengan Tania dasar cowok idiot bisa bisanya dia nguntil terus kemana Tania pergi, aku harus pakai cara agar bisa menjauhkan bocah idiot itu dengan Tania."


Tak lama guru pun datang semua siswa siswi berhamburan kembali duduk di bangkunya masing-masing begitu juga Tania.


Suara guru menerangkan beberapa pelajaran yang membuat semua siswa membuka peralatan tulis nya ketika Tania mengambil peralatan tulis tiba tiba tangannya menyentuh sebuah gulungan kertas tidak menunggu lama


Tania langsung membuka dan membaca nya.


Isi pesan


Tunggu aku , di belakang sekolah ada hal penting yang Ingin aku bicarakan, Devan.


Tania langsung menoleh ke belakang di lihatnya Devan sedang tersenyum menatap nya.


Akhirnya tiba juga jam di mana semua siswa siswi boleh pulang Tania segera pergi keluar pintu belakang sekolah sementara Devan menemui Dodi.


"Hai..!" kamu ngak beli makanan siang begini Tania pasti lapar kamu beliin makanan di kantin gih biar dia ngak lapar."


"Oh, iya! aku juga lapar tolong bilang ke Tania suruh menunggu ku di depan gerbang sekolah ya."


"Ya..! tapi kalau ketemu kalau ngak aku ngak mau lho."


Dodi mengagguk tanda tidak mempermasalahkan semua itu, melihat Dodi masuk ke dalam kantin bergegas Devan menuju pintu gerbang belakang sekolah di mana Tania sudah menunggu.


"Tania, ayo, pulang."


"Dodi mana nanti dia binggung mencari ku."


"Alah, Dodi sudah gede biar Nanti pulang sendiri saja, ayo Naik "


"Baiklah."


Tania segera Naik di belakang motor Devan.


"Tania kita lngsung ke rumah Nenek ya ada gal penting yang ingin ku tunjukkan kepada mu."


"Apa itu?"


"Nanti kau juga akan tau kalau kita sudah sampai."