The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.216.MENGIKUTI



Suasana menjadi hening untuk beberapa saat setelah Pangeran Tatius berteriak dengan kasar, masing masing larut dalam pemikiran nya sendiri sendiri. Devan yang reseh pun kini menjadi diam.


"Aku mau Tania selamat, lakukan sesuatu jangan sampai terlambat," desis Devan lirih akan tetapi masih mampu di dengar Pangeran Tatius.


"Aku, mengerti, tapi aku juga binggung kenapa tubuh Tania tak bisa ku temukan."ucap Pangeran Tatius sambil beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar, sedangkan Devan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, pikiran nya ikut pusing dan kalut pandangannya menyapu keseluruh permukaan Air berharap ada sedikit saja mungkin baju atau apa saja yang bisa dijadikan petunjuk dimana Tania berada.


"Apakah sungai ini menuju laut?" Tanya Devan pada Pangeran Tatius yang kemudian membuat pangeran Tatius langsung bangkit dari duduknya.


"Kenapa aku lupa?"seru Pangeran Tatius tiba-tiba.


"Apa yang lupa, kau juga belum menjawab pertanyaan ku,"ujar Devan menggingatkan.


"Iya ..! Air ini mengalir menuju kerajaan Awang Awang Vampire di bagian belakang."Astaga...


Gawat....!jika Raja sampai menemukan tubuh Tania dan melihat Tanda di tangan kirinya bisa bisa Raja ... tidak... tidak, aku harus mendahului Raja ataupun siapapun smoga tidak ada orang yang berada di hulu sungai atau di pinggir sungai kerajaan Awang Awang Vampire, kalian kembali ke krajaan Sangkala tunggu kedatangan ku di sana aku akan menyusuri aliran air ini."


"Aku ikut mencari?" seru Devan!


"Jangan bodoh, arus nya deras kau dan Clara balik saja ke krajaan Sangkala."


"Tapi...yus .!"


"Tania itu calon istriku, jadi sudah kewajiban ku menyelamatkan dirinya, Tania juga nyawaku, percayalah aku akan lakukan apa saja demi keselamatan nya.


"Baiklah!" aku percayakan semua pada mu,"


Tidak menunggu lebih lama lagi pangeran Tatius segera melesat terbang berjalan di atas air menuju kerajaan Awang Awang Vampire.


Di belahan dunia lain tampak seorang pemuda tampan sedang termenung di tepian sungai, sangat terlihat sekali jika Wajah nya sangat muram dan kusut.


"Mau sampai kapan kau di situ Pangeran?"tanya seorang wanita cantik pada seorang pemuda tampan yang wajahnya sangat kusut.


"Entahlah, Ibu Ratu, aku tidak tau,"


"Ayo, pulang! jangan kau menjadi laki-laki cengeng seperti itu, masih banyak wanita lain yang bisa kau jadikan pendamping hidupmu, pangeran!"


"Aku mengerti, Ibu Ratu! tapi entah lah aku masih merasa nyaman berada disini pikiran ku bisa sedikit tenang jika aku berada di sini."ucap laki-laki itu menolak ajakan sang ibu.


Dengan raut wajah yang juga terlihat sedih seorang wanita paruh baya merengkuh putranya masuk dalam dekapan nya.


"Tidak, Ibu Ratu, aku di sini saja dan Ibu Ratu tidak perlu mencemaskan ku lagi.aku tidak apa-apa."


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik jangan sampai perut kamu kosong sehingga tubuhmu menjadi lemah karena nya.


Laki-laki itu mengagguk dan wanita paruh baya itupun langsung pergi meninggalkan dirinya sendiri.


Kembali laki-laki itu asik dalam lamunan nya dengan perlahan lahan laki-laki itupun merebahkan tubuhnya di atas bebatuan yang di bawah nya mengalir air yang sangat jernih dan terlihat segar, kaki nya di biarkan terlentang masuk ke dalam air.


Untuk beberapa saat laki-laki itu menikmati kesendirian nya sampai pada saat kakinya yang masuk ke dalam air seperti di tabrak sebuah benda besar yang sontak saja membuat laki-laki itu membuka kedua bola matanya.


"Benda apa sih ini, kenapa mampir di kakiku, siapa yang berani buang sampah di sungai ini, awas saja kalau ketahuan akan aku hajar orang itu." sungut laki-laki itu karena merasa kesal.


Karena posisi dan situasi lagi mengantuk, membuat. laki-laki itu seperti orang ling king, dengan mengerjap ngerjapkan matanya lagi-lagi laki-laki itu menutup matanya dan mencoba menyingkirkan benda berat itu dengan kaki nya tapi ternyata kakinya tidak cukup untuk mendorong benda yang ada di dekat kakinya akhirnya mau tidak mau laki-laki itu bangkit dari tidurnya dan mulai membuka mata.


"Benda apaan sih ini, ingin ku lempar saja habis sangat mengaggu."grutu laki-laki itu yang kemudian menggunakan tangan nya untuk menggangkat dan hendak melempar kan benda berat yang mampir di kakinya.


Ketika kedua tangan itu meraih benda berat yang mampir di kakinya laki-laki itu tersentak kaget ketika mengetahui jika benda berat yang mampir di kakinya ternyata bukan sampah ataupun benda berat lainnya, akan tetapi sosok tubuh seorang gadis cantik.


Untuk beberapa saat laki-laki itu menelan ludahnya dengan kasar ketiika menyadari yang ada dan mampir di kakinya sosok tubuh seorang gadis cantik, dengan buru-buru laki laki itu segera mengangkat tubuh gadis itu ke atas daratan.


"Siapa gadis ini kenapa bisa terhanyut sampai di sini,hei.... gadis aneh dia terhanyut tapi tangannya menggenggam bunga Dewi air, di mana aku pernah melihat bunga ini ya, di kerajaan Awang Awang Vampire warna dari bunga Dewi air tidak seperti ini, Ah...masa bodoh aku harus membantu ya."


Ketika laki-laki itu membaringkan tubuh gadis yang ada di depannya, tiba-tiba Jantung nya berdetak lebih cepat membuat dirinya sedikit gugup.


"Kenapa dengan hatiku, gadis ini cantik sekali, hei . .dia bukan gadis Vampire dia gadis manusia...wah kebetulan sekali aku sudah beberapa hari tidak selera makan pasti darah perawan nya sangat nikmat dan segar."


Laki-laki itu mulai membelai belai leher putih dsn halus milik gadis itu dan dengan perlahan lahan laki-laki itu menunduk kan wajahnya dan membuka mulutnya siap menghisap darah dari sang gadis yang lagi pingsan. Ketika gigi itu menyentuh leher sang gadis tiba-tiba laki-laki itu menghentikan nya.


"Tidak tidak...aku tidak bisa membunuhnya gadis ini sangat cantik bukan kah akan sangat baik dan bagus jika aku menjadikan nya sebagai istriku saja, benar aku akan bawa ke kerajaan Awang Awang Vampire dan aku akan minta injin sang Raja dan ibu Ratu untuk Cepat menikahkan aku dengan nya," Gumam laki-laki itu yang tak lain adalah Pangeran Yervan.


Dengan wajah berseri Pangeran Yervan berusaha menyadarkan gadis itu dengan mencoba akan memberikan nafas buatan, akan tetapi, lagi-lagi Pangeran Yervan tidak jadi melakukan nya.


"Bagaimana aku bisa memberikan nafas buatan jika aku memiliki taring yang runcing begini bisa bisa aku justru melukai nya, lalu apa yang harus aku lakukan," dalam kebimbangan hati Pangeran Yervan mencoba memutar otaknya dan berfikir dengan keras.


"Akan ku bawa ke tabib istana sekarang juga."Dengan kecepatan kilat Pangeran Yervan segera mengangkat tubuh gadis itu lalu di bawahnya terbang melesat ke arah istana bersamaan dengan itu mata tajam pangeran Tatius melihat semua nya.


"Kanda pangeran Yervan yang telah menemukan Tania, mau di bawa kemana Tania aku harus menggikuti."desis Pangeran Tatius dengan hati resah.