
Teriakkan Patih lembu ireng yang sangat keras membuat Rumi Xo sang Naga betina putih terkejut bukan kepalang, hingga membuat nya langsung terbangun dan duduk.
"Kenapa harus teriak teriak sih!" apa tidak bisa membangunkan aku dengan pelan, untung aku ngak jantungan,coba kalau aku jantungan bisa bisa air aku ini," grutu Rumi Xo kesal.
"Apa..?" membangunkanmu dengan pelan, itu percuma tadi aku sudah dua kali membangunkanmu dengan pelan tapi kau tetap tidur dan tidak bangun jadi jangan salahkan aku jika aku membangunkanmu dengan keras tapi sudahlah jangan bahas soal ini lagi ayo, cepat kasih tau padaku, di mana letak istana Naga Betina putih tempat tinggal mu."
Rumi Xo bangkit dari tidurnya dan dia menengok ke kanan dan ke kiri.
"Ayo...ikuti aku!' Seru Rumi Xo memberikan perintah pada Patih lembu ireng.
Di tempat yang berbeda Pangeran Tatius dan Bibi Derbah kembali melanjutkan perjalanan, mereka tidak jadi melihat dan menyusuri lautan samudera yang ada di depan mereka, hal itu karena Pangeran Tatius sudah mendapatkan info dari Patih lembu ireng bahwa mutiara hijau ada di lautan samudera x, bibir pangeran Tatius tersenyum hatinya berbunga-bunga karena sebentar lagi dia tidak perlu lagi sembunyi sembunyi jika ingin menemui Tania sang kekasih, juga tidak perlu lari menghindar dari guru yang menyebalkan itu, karena dirinya bisa dikatakan layak dan Devan yang selalu mendapat kan pujian manis dari sang kekasih tak kan lagi di bangga bangga kan karena dirinya pun bisa melakukan apa yang Devan lakukan.
Melihat Pangeran Tatius berjalan dengan menyunggingkan sebuah senyuman Bibi Derbah mengeryitkan dahinya.
"Pangeran..!" apa yang membuat Pangeran terlihat sedang bahagia seperti ini?' tanya Bibi Derbah penasaran, dia sangat penasaran dengan apa yang sedang pangeran Tatius rasakan. Dengan senyum penuh smrik pangeran Tatius memberikan jawaban pada Bibi Derbah.
"Aku sudah menggetahui keberadaan dari mutiara hijau itu Bibi."
"Oh, ya!" di mana?'
"Mutiara hijau itu ada di lautan samudera x," jawab pangeran Tatius berbinar senang.
"Di lautan samudera x...!"Bibi Derbah menggulang jawaban dari pangeran Tatius dan pangeran Tatius mengagguk pasti.
"Ayo, kita segera ke sana Bibi, aku sudah tidak sabar lagi."ajak pangeran Tatius yang kemudian melangkah lebih dulu tapi sudah beberapa langkah berjalan pangeran Tatius tidak mendengar suara Bibi Derbah, pangeran Tatius menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah samping.
"Lho, Bibi Derbah mana?" kenapa tidak ada di sampingku." dengan spontanitas Pangeran Tatius menoleh ke belakang dan....
"Astaga...Bibi...!" kenapa masih berdiri terpaku di situ? Bibi ...!" ayo cepat sini!" teriak pangeran Tatius memanggil nama Bibi Derbah yang kala itu sedang melamun. Bibi Derbah yang sedang melamun itupun langsung terkesiap ketika menyadari pangeran Tatius sudah jauh di depannya.
"Maaf, Pangeran, aku tidak tau jika Pangeran sudah melangkah lebih dahulu."
"Tidak apa-apa Bibi ayo?
Perjalanan menuju lautan samudera x yang tidak begitu jauh sehingga hanya memakan waktu kurang lebih lima jam membuat pangeran Tatius dan Bibi Derbah sudah sampai di tempat tujuan, Karena sedikit lelah pangeran Tatius dan Bibi Derbah memilih untuk beristirahat sebentar di dekat sebuah pos kampling di mana biasa di gunakan oleh penduduk untuk berjaga jaga.
"Jika Bibi lelah Bibi tiduran saja lebih dalu."
"Tidak, pangeran aku hanya ini meluruskan kakiku yang sedikit pegal saja."
"Baik, lakukan lah Bibi aku akan melihat lihat suasana di sekitar sini."ucap pangeran Tatius yang kemudian hendak melangkah pergi akan tetapi tangan halus Bibi Derbah sudah menghentikan nya.
"Tunggu...! pangeran jangan pergi dulu ada sesuatu yang ingin ku katakan pada pangeran."
Ucapan Bibi Derbah yang terlihat serius membuat pangeran Tatius mengeryitkan dahinya.
"Apa yang ingin Bibi katakan?"
"Lalu bagaimana kita dapat mengetahui di Naga mana yang bisa terdapat Mutiara hijau itu Bibi?"
"Naga rata rata memiliki tubuh yang sama dengan bentuk dan ukuran juga hampir sama yang membedakan di antara mereka adalah tatapan bola mata mereka pangeran? jika Naga itu memiliki mutiara hijau di dalam tubuhnya maka tatapan bola matanya lebih condong memiliki warna hijau yang sangat tajam dan bersinar terang." ucap Bibi Derbah menjelaskan.
Pangeran Tatius mendengarkan penjelasan Bibi Derbah dengan sangat seksama dan pangeran Tatius pun mulai berfikir bagaimana bisa melihat mereka semua agar bisa menentukan Naga mana yang memiliki sinar terang dalam bola matanya, pangeran Tatius tidak mungkin harus menyelam ke dasar lautan hanya karena ingin menemukan mutiara hijau miliknya.
"Jika seperti ini kita membutuhkan informasi dari orang dalam di mana yang bisa menemukan dan menunjukkan di mana mutiara hijau itu berada pastilah naga juga ."
"Pangeran benar!'
"Untuk itu langkah pertama kita ialah menangkap dan menyandra satu Naga dapat kita manfaatkan."
"Tepat sekali pangeran!"
"Trimakasih Bibi atas segala Nasehat nya aku akan segera mendapatkan Naga yang bisa kita Sandra, srkarang Bibi beristirahat saja aku akan melihat lihat suasana di sekitar sini."
"Baik, pangeran."
Pangeran Tatius melangkah pergi meninggalkan Bibi Derbah sendiri di dalam pos kampling, keadaan desa siang itu dalam keadaan hening tidak terlihat aktivitas apapun disana. samar samar terdengar suara orang yang sedang menggerutu tak karuan diam diam di carinya sumber suara itu.
Terlihat lah seorang gadis cantik berbaju putih dengan rambut terurai panjang sedang duduk sendirian di pinggir jalan sambil melemparkan apa saja yang ada di dekatnya. Awalnya pangeran Tatius tidak ingin menyapa ataupun menggaggu gadis yang ada di tempat itu, pangeran Tatius hanya sekedar mrnggintip akan tetapi keadaan tidak berpihak kepada nya tanpa pangeran Tatius sadari tanah tempat pangeran Tatius berpijak terdapat sebuah botol minuman kaleng dan tanpa sadar terinjak kaki pangeran Tatius sehingga menimbulkan bunyi, sontak saja suara itu menimbulkan orang yang sedang duduk menggerutu di sana menoleh.
"Siapa di situ?'
"Wah, gawat! gadis itu tau ada orang yang mengintip nya aku harus pergi sebelum dia berteriak ketakutan karena menggetahui aku seorang Vampire." Gumam pangeran Tatius yang kemudian memilih kabur, pangeran Tatius segera melesat terbang menjauhi tempat itu, dia tidak ingin gadis manusia yang tadi sedang menggerutu ketakutan melihat nya.
Merasa sudah aman dan jauh dari tempat gadis itu berada pangeran Tatius menarik nafas lega karena berhasil menghindar, karena jika sampai gadis itu tau pastilah berteriak histeris karena ketakutan.
"Aku harus kembali ketempat pos kampling itu aku akan ajak Bibi Derbah pergi sangat tidak aman membiarkan Bibi Derbah sendiri di sana , pangeran Tatius khawatir akan ada manusia yang Melihat nya. Ketika pangeran Tatius membalikkan badan dan hendak menuju pos kampling tempat di mana Bibi Derbah ia tinggalkan pangeran Tatius dikejutkan dengan sosok gadis yang tiba-tiba sudah berada di depan matanya.
"Kau....!"seru pangeran Tatius terkejut.
"Siapa kau! dan mengapa berani menggintipku."tanya gadis itu lantang.
Pangeran Tatius yang terkejut dengan cepat memutar badannya dia sengaja berdiri dengan cara membelakangi, semua dia lakukan agar gadis yang ada di depannya tidak terkejut dan takut melihat nya
"Maaf, aku tidak sengaja Nona!" maaf aku harus pergi."ucap pangeran Tatius seraya melangkah pergi dan dalam hitungan detik pangeran Tatius segera melesat terbang meninggalkan gadis itu.
"Kurang ajar!" di tanya justru kabur awas akan ku tangkap kau?" seru gadis itu geram .
Pangeran Tatius berfikir semua aman dan gadis itu tak kan bisa berbuat apa-apa ketika dia terbang sehingga pangeran Tatius terbang dengan sangat santai. Akan tetapi tak lama kemudian terdengar suara teriakan yang sangat keras.
"Woi...!"tunggu, jangan Kabur kau," seru gadis berbaju putih membuat Pangeran Tatius mendelik tak percaya.
"Busyet.... gadis itu bisa terbang juga itu artinya dia juga bukan manusia,." Gumam pangeran Tatius kesal.