The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.276.CEMAS



Dengan sangat terpaksa laki-laki muda yang bernama Junxian menunjukkan arah dan jalan pintas menuju kerajaan Ambarwata, setelah memahami itu semua Patih Ramboka meminta Junxian untuk kembali ke tempat kerjanya agar tidak ada satu prajurit pun yang curiga kepada nya.


"Pergilah, ketempat kerja mu, besok malam kita bertemu di sini dan kita akan pergi dari istana ini secara diam diam."


"Baik, patih!


Laki-laki muda junxiang mengagguk dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat dan ketika laki-laki muda junxian menggadakan kepalanya ternyata patih Ramboka yang tadinya berada di tempat itu sudah menghilang. Rupanya patih Ramboka sudah pergi dari tempat itu disaat Junxian mengganguk kan kepalanya.


"Benar-benar patih yang aneh dan tidak waras kenapa dia justru mau bekerjasama dengan musuh, apa jangan-jangan sebenarnya dia Patih yang berniat ingin melakukan pemberontakan pada kerajaan ini? mungkin saja dia itu patih yang sangat di benci di kerajaan ini, sehingga kehadiran nya tidak dihargai dan dia sakit hati lalu berniat melakukan pemberontakan, cukup memusingkan tapi hal ini justru akan mengguntung kan Pangeran Yasza, dia akan memiliki kekuatan yang lebih bagus karena secara tidak langsung Pangeran Yasza mendapatkan satu orang pendukung dari dalam kerajaan, ini akan sangat menguntungkan nya, lebih baik aku cepat pergi dari sini sebelum ada yang curiga."


Dalam sekejap tubuh laki-laki muda junxian sudah berada di depan Bar di mana tempat nya bekerja.


*******


Ketika malam tiba dengan berselimut hembusan angin yang dingin. Di depan cermin setelah merias wajah dan memoleskan lipstik berwarna merah hati bergegas seorang wanita cantik keluar dari Puri Istana kepribadian nya.


Raut wajahnya yang cantik terlihat sangat mendung dan berkabut tak sesuai dengan riasan yang ada pada dirinya, hal itu terlihat ketika seorang pengawal kerajaan memberikan salam hormat kepada nya.


"Salam, Ratu!


Tanpa menjawab sapaan sang pengawal wanita itu terus melenggang menuju kerajaan istana utama.


"Hei, ada apa dengan Ratu, kenapa beliau diam saja ketika ku sapa?"tanya salah satu pengawal kepada temannya.


"Mana ku tau, salah minum obat kali."


"Husst....!kamu kalau ngomong jangan sembarangan, kedengaran Ratu Derbah kamu bisa di cincang, baru tau rasa."


"Kalau mulutmu ngak ember ya, gak bakalan Ratu tau tapi coba pikirkan kira kira ada masalah apa, Ratu kok begitu dingin."


"Taulah, yuk kerja Jangan gosip saja."


Bergegas kedua penjaga istana mengitari dan berkeliling di tempat itu, mereka berdua sudah sama dengan tukang ronda yang ada di bangsa manusia.


"Hei...sini cepat!"


"Ada apa?"


"Lihat kesana, ada dua sosok bayangan hitam ayo kita ikuti."


"Lalu istana Puri ini bagaimana?"


"Abaikan dulu, ini lebih penting"


"Baik, ayo!"


Dengan kecepatan tinggi kedua penjaga istana Puri kepribadian Ratu Derbah terbang melesat menggikuti dua sosok bayangan hitam yang melintas di samping mereka.


"Bruuugh ...!


"Ssstt... ! jangan keras keras njatuhin kakinya ini tanah bisa bergetar."


"Maaf-maaf aku tidak sengaja."


"Ssssssttt.... jangan berisik, lihat disana?"Itu kan patih Ramboka dan satunya siapa laki-laki muda itu, aku belum pernah melihat nya."


"Benar, itu Patih Ramboka, ngapain beliau malam nalam begini berada di tempat seperti ini."


"Mana, kutahu! sudahlah,ayo kita kembali."


"Tunggu..! ini mencurigakan."


"Mencurigakan bagaimana itu kan patih Ramboka, sudah balik ke istana saja, disini sangat gelap dan menakutkan."


"Benar, juga, buat apa kita mencurigai patih Ramboka, baiklah ayo kita kembali."


Kedua pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire itu akhirnya memutuskan untuk pergi kembali ke tempat dimana dia berjaga.


Sementara Patih Ramboka yang menyadari jika dirinya sedang diikuti tersenyum miring.


"Kalian tidak akan bisa mencurigai ku dengan mudah."desis Patih Ramboka lirih.


"Kau hebat, Patih! mereka akhirnya pergi."


"Ini, soal mudah, ayo kita berangkat sekarang."ajak patih Ramboka pada Junxian yang langsung memberikan jawaban dengan menggsgguk kan kepala nya.


Melewati jalan pintas Patih Ramboka dan laki laki muda junxian akhirnya pergi menuju istana Ambarwata.


Pangeran Yervan yang berniat menemui Putri Lin Ying tiba-tiba membelokkan langkah kakinya, dia menuju ke Puri istana kepribadian Pangeran Tatius, yang mana di dalam istana kepribadian Pangeran Tatius terdapat gadis yang entah mengapa juga sudah mencuri hatinya.


Melihat suasana begitu sepi hanya ada dua orang penjaga di depan Puri istana kerajaan, Pangeran Yervan menyunggingkan sebuah senyuman.


"Ku rasa, Tatius tidak ada di dalam istana itu jadi aku bisa menemui gadis itu dengan bebas."


Ketika pangeran Yervan hendak melangkah masuk dua orang pengawal istana berteriak menghentikan nya.


",Aku mau masuk aku ingin menemui gadis itu."


"Maaf, Pangeran! kami di tugaskan menjaga Puri ini dan pangeran Tatius melarang siapapun untuk datang ke Puri istana ini, untuk itu lebih baik Yervan Kembali saja."


"Apa..? kalian berani menggusirku!'


"Maaf Pangeran kami hanya menjalankan perintah."


"Minggir lah, aku mau masuk."


"Maaf, Pangeran! jika Pangeran memaksa maka kami terpaksa mengusir Pangeran dengan tidak sopan."


"Oh, jadi menantang ku, maju kalian...?'


pertarungan tak lagi dapat di elak kan, Pangeran Yervan yang bersikeras ingin bertemu dengan gadis pilihan Pangeran Tatius akhirnya di halangi pengawal kerajaan istana Kepribadian Pangeran Tatius.


pertarungan yang tidak seimbang yang mana, Pangeran Yervan bisa dengan mudah menjatuhkan para pengawal kerajaan yang saat itu sedang berjaga di depan Puri Istana kepribadian Pangeran Tatius.


"Buuugh...buuuuugh...buungh!" beberapa kali Pangeran Yervan memberikan tendangan dan pukulan kepada para pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire yang saat itu di tugaskan untuk berjaga di Puri kepribadian Pangeran Tatius.


"Ampun, Pangeran! jangan pukul lagi."


"Pergi, kalian, cepat!"


Dengan tergesa gesa kedua pengawal kerajaan itupun akhirnya pergi meninggalkan Puri kepribadian Pangeran Tatius. Sementara Pangeran Yervan menyunggingkan sebuah senyuman.


"Bodoh..! cuma segitu saja di jadikan penjaga."desis Pangeran Yervan yang mana kemudian dia melangkah masuk ke dalam.


"Tok...tok... Tok....!


Tania yang kebetulan belum tidur mengeryitkan dahinya.


"Katanya tidak tidur di sini, kok sekarang balik lagi, dasar Tatius, bilang saja kalau tidak tega meninggalkan ku." gumam Tania dalam hati sambil mengulum senyum yang kemudian berjalan menuju pintu dan berniat membukanya.


Perlahan-lahan pintu mulai terbuka.


"Krieeeekkkk....!"


Setelah pintu terbuka dengan lebar tampaklah sosok pemuda tampan sedang tersenyum padanya, melihat siapa yang berdiri di depan nya, Tania segera beringsut mundur dan dengan cepat berusaha menutupi Kembali pintu yang baru saja di bukannya.


Akan tetapi gerakan tangannya tertahan karena daun pintu di pegang dengan kuat oleh sosok laki-laki yang ada di depannya.


"Kau? pergi jangan mengangguku"teriak Tania cemas.


"Kenapa kau takut sekali, aku tidak bermaksud jahat aku hanya kasian padamu dan Ingin menemanimu disini."


"Tidak, perlu aku tidak perlu di temani."


Pangeran Yervan menyunggingkan sebuah senyuman ketika melihat sikap dingin gadis yang ada di depannya.


"Kau semakin menggemaskan dan aku semakin tertarik padamu."


"Kau...! jangan berani kurang ajar padaku, pergilah, sebelum aku berteriak memanggil para pengawal ke sini.


"Oh, rupanya kau sudah berani mengancamku,"


"Aku, tidak mengancam, pergilah sebelum aku benar benar berteriak."


Pangeran Yervan terkekeh mendengar perkataan dari Tania.


"Ayo..... berteriak lah aku ingin tau siapa yang akan mendengar teriakkan mu."


"Kau, benar-benar sudah gila."


Lagi-lagi Pangeran Yervan tertawa mendengar perkataan dari Tania.


"Kau sangat cantik untuk itu kau benar-benar membuat ku gila,"ucap Pangeran Yervan yang kemudian mulai melangkah masuk ke dalam.


"Stop...! berhenti di situ, aku akan benar-benar berteriak jika kau berani macam-macam padaku."


"Tenang, siapa yang mau macam-macam aku hanya ingin beristirahat disini sambil memandang mu,"jawab Pangeran Yervan yang kemudian mendudukkan bokongnya di sofa dengan berselonjor kaki."


"Hei...kau mau apa?"tanya Tania panik ketika melihat Pangeran Yervan justru duduk dengan santainya di kursi sofa yang ada di sana bahkan dengan santainya juga mulai memejamkan mata.


"Hei...! bangun, pergi lah dari sini cepat."


Pangeran Yervan yang tidak memperdulikan teriakan dan makian dari Tania membuat Tania kesal dan geram.


Sementara Pangeran Yervan memicingkan matanya melihat tingkah mengemaskan dari Gadis yang ada di depannya sambil mengulum senyum dalam hati.


"Aku mau lihat bagaimana kau menggusirku dari sini."lirih pangeran Yervan dalam hati.