The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.181.EMOSi PAK GURU WiLi



Melihat rengekan Tania dengan wajah yang sangat manja membuat hati pangeran Tatius tidak tega, sedang kan sesungguhnya hatinya sangat tidak sabar dan ingin segera meminta Tania pada Ayah nya dan lagi-lagi keinginan itu dia tepis demi menggikuti dan menuruti apa yang di minta kekasihnya.


"Baiklah tapi ingat jaga sikap mu pada pak guru itu, aku tidak mau melihat dia pegang pegang tanganmu, apa kau mengerti."


"Siiip.. !"jangan khawatir aku hanya untuk mu pangeran Vampire," seru Tania mengoda membuat Pangeran Tatius tersenyum kemudian mengacak-acak lembut rambut sang kekasih.


"Baik lah aku pergi dulu, ingat jangan biarkan guru itu pegang pegang kamu."


"Iya..iya .!"sudah sana pergi." handrik Tania dengan senyum termanis nya.


Beberapa menit kemudian pintu pun terbuka dan masuk lah Ayah Tania dan pak guru Wili mereka berdua tertegun untuk beberapa saat ketika melihat Tania sudah duduk, dengan cepat kedua nya berjalan menghampiri.


"Tania, kau sudah sadar Nak? tanya sang Ayah penuh haru, yang di ikuti oleh Pak guru Wili dari belakang nya yang juga ikut tersenyum bahagia ketika Tania telah sadar dan senyum pak guru Wili tiba-tiba menghilang ketika kemampuan Indra penciuman nya mencium bau mahkluk lain yang juga ada di tempat itu.


"Mahkluk busuk itu rupanya ada di sini, awas saja kali ini aku tidak akan melepaskan mu, jadi calon istriku sadar karena mu, bagus tapi kamu harus di beri pelajaran agar sadar dan mengerti Tania itu milikku dan tidak akan pernah jadi milikmu."Desis pak guru Wili dalam hati.


"Pak guru Wili apa yang kau pikirkan, kenapa wajahmu begitu tegang." tanya Tania yang memahami jika pak guru Wili nya bisa merasakan kehadiran mahkluk lain di tempat itu.


Cepat cepat Pak guru Wili tersenyum.


"Tidak ada Tania sayang, aku hanya senang kau sudah siuman dan sadar dari pingsan padahal saat aku dan Ayah mu yang menjagamu kau tak bergeming sama sekali, hebat ya baru di tinggal setengah jam lebih sedikit langsung sadar." sindir Psk Guru Wili yang sebenarnya sedang membicarakan mahkluk aneh yang telah mampu membuat nya tersadar dari pingsan. Tania yang memahami arah dari pembicaraan pak guru Wili cuma tersenyum.


"Nak...Ayah bawa kan satu bungkus Nasi pecel apa kamu mau?"


"Wah itu enak Ayah, aku mau." seru Tania girang.


"Sini biar aku suapin." tawar pak guru Wili dengan meraih bungkus Nasi pecel yang ada di tangan Ayah Tania.


"Tidak usah, aku bisa sendiri," tolak Tania sambil meraih bungkusan Nasi dari tangan pak guru Wili.


Pak guru Wili tersenyum kecut melihat sikap Tania yang kembali dingin padanya, yang tak lagi manis seperti kemarin kemarin kemampuan bisa mencium mahkluk lain yang di miliki pak guru Wili cukup tinggi, hingga dia bisa merasakan jika pergerakan sikap Tania kali ini sangat aneh dan terkesan berhati-hati agar tidak ada sedikitpun kesempatan untuk nya bisa kembali meluluhkan hati gadis di depannya itu tak lepas karena mendapat kan pengawasan dari mahkluk Aneh yang ada di dalam kamar itu.


Diam diam Pak guru Wili tersenyum menyeringai.


"Rupanya kau mulai berani bermain main dengan ku secara terbuka lihat saja aku akan segera memberikan pelajaran padamu agar kau Tidak lancang merampas calon istriku dari ku."Desis Pak Guru Wili dalam hati yang lirikan matanya mengarah ke arah langit langit kamar Rumah sakit di mana di sana telah bertengger pangeran Tatius yang juga tak kalah sengitnya memandang Ke arah pak guru Wili, untuk beberapa saat terjadi peperangan lewat bahasa isyarat mata yang mana hanya pak guru Wili dan pangeran Tatius yang mengerti sedangkan Tania dan sang Ayah tidak memahami apapun.


Tangan Pak guru Wili menggepal kuat dengan nafas memburu dalam hati yang terbalut pada sebuah senyuman. Begitu juga dengan pangeran Tatius yang tak mau kalah dengan tatapan mata tajam memandang lurus ke arah nya dengan bibir menyunggingkan sebuah senyuman mengejek yang juga hanya bisa di ketahui Pak Guru Wili.


Pertarungan lewat bahasa diam dan isyarat mata antara pak guru Wili dan Pangeran Tatius masih terus berlangsung dengan sengit hingga membuat pak guru Wili hilang kesabaran dan tidak tahan dengan semua nya untuk itu Pak Guru Wili meminta ijin untuk pulang lebih dulu.tapi sebelum itu mata hitam dan tajam milik Pak guru Wili kembali menatap langit langit kamar yang mana di sana telah bertengger Pangeran Tatius yang juga sedang menatapnya dengan tajam.


"Maaf, Ayah, aku pulang dulu kebetulan hari ini saya memiliki sedikit pekerjaan jadi saya permisi dulu,"


"Oh, silahkan, pak guru Wili selesaikan dulu pekerjaan baru Nanti ke sini jika Tania Belum pulang."


Pak guru Wili mengagguk dan tersenyum


"Tania...cepat sehat kembali ya, aku pulang dulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."ucap Pak guru Wili sambil menepuk-nepuk bahu Tania dengan ramah Tania pun mengagguk sambil tersenyum.


"Trimakasih, Pak!" ucap Tania yang kini merasa lega karena orang yang di anggap menyebalkan akan pergi.


Dengan langkah yang sedikit terburu buru Pak guru Wili keluar dari kamar tempat Tania di rawat. langkah nya yang tegap menengok ke sekeliling dan ketika menemukan satu ide tempat yang luas dan sedikit jauh dari Rumah sakit dengan kecepatan tinggi Pak Guru Wili melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah area yang cukup luas bisa di pinggir hutan, pak guru Wili segera turun dari dalam mobilnya dan berdiri tepat di tengah tengah dengan menyilang kan kedua lengannya di depan dada dengan tatapan matanya lurus ke depan.


Tidak menunggu berapa lama berkelebat lah sosok bayangan hitam dan berjubah hitam panjang berdiri tepat di hadapan pak guru wili, Seketika Pak guru Wili menelan ludahnya dengan kasar kala melihat jelas wajah dari sosok berjubah hitam.


"Cukup Tampan juga mahkluk bau busuk ini, pantas saja Tania sampai di buat tergila gila padanya." Desis Pak guru Wili dalam hati.


"Bagus...!"kau bisa mengerti isyarat dari tantangan ku."


"Katakan, apa mau mu menggundang ku ke sini,"tanya Pangeran Tatius dengan tenang.


"Aku mau kau pergi jauh dari kehidupan calon istri ku,"


Mendengar perkataan dari pak guru Wili pangeran Tatius tertawa lebar.


"Apa ..?" calon istri mu ha...ha...ha..Apa aku tidak salah dengar, justru aku mau meminta dengan baik baik jauhi kekasihku, karena tidak ada satu orang pun yang boleh merampas nya dari ku, dia kekasih ku, dia mencintai ku dan aku mencintainya kami saling mencintai jadi ku harap Bapak guru yang terhormat untuk sadar diri,"


"Bedebah...kau jangan bicara sembarangan hei ..! mahkluk busuk, aku tidak akan melepaskan Tania kami sudah mendapatkan restu dari Keluarga nya dan Tania pun tidak keberatan untuk itu, jadi kau jangan bermimpi bisa mendapatkan Tania lagi, pergilah jauh jauh dari kami carilah mahkluk yang sama seperti mu jangan kau bermimpi bisa menikah dengan anak manusia kamu dan kami itu berbeda dan tidak pantas mahkluk buruk Vampire seperti mu mendapatkan gadis seperti Tania, pergilah sebelum aku yang akan menggusirmu."


Pangeran Tatius terus terkekeh mendengar ucapan dan perkataan dari pak guru Wili.


"Mungkin dulu aku memang tidak layak tapi sekarang aku layak untuk kekasih ku karena aku juga sudah bisa berubah menjadi manusia."


"Berbanggalah kau mahkluk busuk tapi itu hanya sesaat, karena aku akan mengembalikan dirimu ke wujud asalmu agar kau tidak lagi bisa sombong dan kamu tidak akan bisa memiliki kesempatan untuk bisa dekat dengan calon istri ku, bahkan aku akan musnahkan semua kekuatan mu,"


"Wah.....sangat menakutkan sekali ancaman mu, tapi boleh lah lakukan pak guru Jika kau memang mampu." ucap Pangeran Tatius dengan tetap tersenyum tenang yang mana sikap itu benar-benar membuat pak guru Wili bertambah geram.