
Tania terus berlari tanpa tau arah dengan sesekali memegang kepala nya yang pusing akibat ulah nya sendiri, yang memutar mutar kan kepalanya dengan cepat agar laki-laki bertato kesulitan memberikan ciuma nnya.
Apa yang di lakukan Tania memang berhasil Tania lolos dari ciuma nnya laki-laki bertato tapi hal itu belum menjamin dirinya akan bisa selamat, karena kini lari nya pun terasa terseok Seok karena Sambil menahan kepalanya yang pusing dimana Tania merasa bumi yang dia pijak berputar.
"Berhenti... Cantik ! jangan lari."
Tania tak menghiraukan teriak kan dari laki-laki bertato ular naga dia trus berlari hingga.
"Aaaaaaa..... Bruuugh...!"karena tidak melihat adanya batu Tania yang panik menjadi tersandung dan akhirnya terjatuh.
Laki-laki bertato yang melihat Tania terjatuh, semakin tertawa lebar. perlahan lahan namun pasti laki-laki bertato berjalan mendekati Tania yang jatuh.
Tania semakin ketakutan ketika laki-laki bertato berjalan ke arahnya. Dengan sekuat tenaga Tania beringsut mundur karena kakinya serasa lemas dan sulit untuk di ajak berdiri, mungkin karena faktor capek berlari.
"Pergi ...! jangan dekati aku."seru Tania yang masih terus beringsut mundur dan laki-laki bertato tetap maju dan terus maju mendekati Tania yang panik.
Wajahnya yang cantik semakin pucat ketiika laki-laki bertato semakin dekat dengan nya.
"Aku mohon, pergi lah jangan dekati aku." teriak Tania ketakutan ketika laki-laki preman semakin dekat.
"Ayolah, Cantik! kau mau lari kemana, menyerah lah jangan menolak terus, tenagamu sudah habis terkuras itu, menurut lah, kau akan merasakan enak bahkan akan berterima kasih padaku, karena aku telah memberikan kamu kenikmatan.
"Jangan mendekat, pergi kau..!"laki-laki bertato terus mendekat sambil tertawa lebar sekali mengusap bibirnya. Tania yang semakin ketakutan tangannya yang terus beringsut mundur, diam diam kedua tangannya meraup pasir dan mengengam nya dengan erat, sampai pada detik berikutnya dengan sekuat tenaga Tania melempar kan butiran butiran pasir debu yang ada di dalam gengaman nya ke arah wajah sang preman.
"Auuuwwh...! ringgis sang preman bertato ular naga. Melihat laki-laki di depannya mengusap usap mata dan wajahnya, dengan cepat Tania bangkit dan kembali berlari.
"Kurang ajar..!" berani kau mempermainkan ku, lihat saja aku tidak akan melepaskan mu."seru Laki-laki preman bertato dengan geram yang mana kemudian dengan sangat cepat kembali melihat kemara arah larinya Tania.
Entah bagaimana mungkin bisa apa yang di miliki manusia bertato sehingga dirinya bisa dengan cepat terbang melesat menghadang langkah kaki nya.
"jleeep....!" hentakan suara kaki yang menginjak tanah, laki-laki bertato tepat berdiri di hadapan Tania.
Melihat laki-laki bertato tiba-tiba berdiri di depan matanya Tania semakin menggigil ketakutan, keringat dingin mulai bercucuran dari dahinya.
"Mau lari kemana kau cantik...!" ayo layani aku."
"Tidak.. !" teriak Tania histeris yang mana tangan laki-laki itu berusaha menyentuh pipi halus Tania.
Tania yang sudah merasa tidak bisa lepas dan Lolos lagi, dia hanya bisa berteriak sambil memejamkan matanya.
"Tidaaaak.....!" jangan....!"teriak Tania berulang ulang tanpa membuka mata hanya kepalanya yang terus bergerak mengeleng geleng dengan sangat kuat.
Sementara laki-laki bertato semakin ganas dan terlihat tidak sabar, Tangan nya terulur mencoba menyentuh wajah cantik yang ada di depannya.
"Kau sangat cantik sekali, kita akan bersenang senang hari ini," desis laki-laki bertato yang mana tangannya mulai menyentuh dan meraba gadis cantik yang ada didepannya dan dengan sangat tidak sabar laki-laki itu berusaha menci um bibir ranum nan mengoda dihadapan nya.
Namun belum sempat bibir laki-laki bertato bisa melakukan keinginan nya, tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat dengan cepat menendang sang laki-laki bertato.
"Auuuuwwwh...! rintihan suara laki-laki bertato karena dia harus jatuh tersungkur akibat tendangan kaki yang sangat kuat ke arahnya.
Laki-laki berjubah hitam dan panjang segera memeluk tubuh Tania yang masih terus berteriak minta di lepaskan, tanpa membuka mata.
"Tania, sayang ..! buka matamu, tenanglah jangan menangis lagi."seru laki-laki itu dengan perasaan sedih, karena Tania tidak juga membuka matanya laki-laki itu menguncang nguncangkan wajah gadis yang ada di depannya agar mau membuka mata.
Sedangkan laki-laki bertato bangkit dari terjatuhnya dengan geram menyerang laki-laki yang kini bersama gadis incarannya.
"Hai, siapa kau anak muda , berani beraninya kau ikut campur urusan ku, trimalah ini."
"Hiyaaaaaaa....!" duuuuuuuss....duuuuus!"
Berkali-kali laki-laki bertato memberikan serangan dengan menendang tubuh laki-laki yang ada di depannya, namun serangan nya hanya mengenai ruang kosong dimana laki-laki yang berjubah hitam itu dengan sangat gesit dan lincah menghindari nya sambil membawa terbang tubuh gadis yang ada di depannya.
Sementara Tania yang memejamkan mata masih terus merancau dan berteriak.
"Jangan... jangan...!" lepaskan aku! teriak Tania dengan derai air mata yang terus membasahi pipinya yang putih dan halus.
"Taniaaaa...! sadarlah!" buka matamu ini aku."
Mendengar bentakan yang keras dan wajahnya yang di guncang guncang kan dengan keras akhirnya Tania mau membuka mata, perlahan-lahan dan samar samar terlihat dengan jelas siapa yang sedang memeluk nya.
"Tatius...!lirih Tania yang kemudian memeluknya dengan erat, "aku takut."
"ssstt....ada aku, kau akan baik baik saja, tunggu disini aku akan bereskan preman itu."
perlahan-lahan Tania melepaskan pelukan nya dan melangkah sedikit menjauh, mata tajam Pangeran Tatius menatap tak berkedip laki-laki bertato yang ada di depannya.
Tanpa memberikan kesempatan lagi pada laki-laki bertato Pangeran Tatius segera memberikan serangan bertubi-tubi pada laki-laki yang ada di depannya.
"Kurang ajar, kau ingin mampus rupanya, kau belum tau siapa aku." seru Laki-laki betato.
Pangeran Tatius yang juga melihat pak guru Wili dalam bulan bulanan bertiga preman, Pangeran Tatius mudur dus langkah kemudian melepaskan jurus seribu pisau yang mana di arahkan pada ketiga preman yang mengkroyok psk guru Wili.
Ketiga preman yang tak menyadari akan mendapatkan serangan tak terduga dari arah lain tak bisa menghindar lagi, pisau pisau kecil itupun mengores dengan manis ke tubuh mereka.
Pak guru Wili yang mengetahui jurus seribu pisau milik dari Pangeran Tatius, tersentak kaget dan tak percaya jika Pangeran Tatius bisa dengan mudah menemukan jejaknya dengan Tania di sini.
"Tatius...! mampus gue, bisa dijadikan perkedel aku Nanti," lirih pak guru Wili dalam hati.
Ketiga preman itupun satu persatu roboh, tinggalah laki-laki bertato seorang diri.
"Majulah..!" keluarkan semua kekuatan mu, aku tidak akan gentar dan takut menghadapi mu karena kau Belum tau siapa aku." seru laki-laki bertato dengan lantang.
"Kau sudah berani menyentuh kekasih ku maka ku pastikan kau akan mati hari ini juga, trimalah ini."
"Hiyaaaaaaa.. .. duuuuuuuss.... duuuuuuuss.. sreeeeeeettttt...!
pangeran Tatius melompat terbang melesat ke udara kemudian mendaratkan tendangan kaki bertubi-tubi, yang mana Pangeran Tatius menggunakan jurus seribu kaki untuk memberikan tendangan secara cepat dan beruntun ke arah laki-laki bertato.
laki-laki bertato yang tidak menyadari jika akan mendapatkan serangan yang begitu dahsyat dan bertubi tubi, membuat nya kewalahan sehingga beberapa kali tendangan kaki dari pangeran Tatius mampu melukai tubuhnya hingga membuatnya terjatuh tersungkur di tanah.
Merasa masih sangat geram dan kesal Pangeran Tatius tidak mengulur ulur waktu lama, dengan cepat di cabut nya keris yang ada di balik bajunya dan dengan cepat Pangeran Tatius membumbung tinggi dan menikamkan keris itu pada Laki-laki bertato.
"Hiyaaaaaaa . jeeeeesssss...!"
"Aaaaaaaaa... !" darah hitam keluar dari perut laki-laki bertato.
"Kau ...kau...Aaaaaaa . .! ucap laki-laki bertato terbata-bata, Pangeran Tatius yang telah menancapkan keris pada dada laki-laki bertato kemudian mencabutnya Kembali, membuat laki-laki bertato mengerang kesakitan.
"Rupanya kau bukan bangsa manusia, katakan Siapa dirimu cepat, jika tidak aku akan membunuhmu sekarang juga, " teriak Pangeran Tatius dengan lantang."
laki-laki bertato yang merasa terdesak tidak ada pilihan lain selain mengatakan hal yang sebenarnya, kalau dia memang bukan manusia akan tetapi ketika pangeran tatius mendengar panggilan suara Tania dan perhatian nya terutuju pada Tania, kesempatan itu di gunakan laki-laki bertato untuk melarikan diri, dengan sangat cepat terbang melesat menjauhi tempat itu.
"Ta-tatius...!"Kepala ku pusing."lirih Tania dengan suara terbata-bata.
Segera Pangeran Tatius berlari menghampiri kekasih nya.
"Tania , sayang...!"kau tidak apa-apa kan?"
Dengan cepat Pangeran Tatius memeluk tubuh dingin Tania.
"Tania..!. Tania..! kau dengar aku kan bertahan lah,"tapi tubuh Tania kian melemah dan akhirnya pingsan.
"Sayang. ..bagun! dia pingsan, kurang ajar laki-laki itu sudah berani membuat Tania pingsan kau harus membayar nya.
"Wili ..! jaga Tania cepat."Triak Pangeran Tatius.
setelah memberikan perintah kepada pak guru Wili Pangeran Tatius terbang melesat mengejar laki laki bertato yang kabur.