
Hari berganti wsktupun berlalu tak terasa hampir satu bulan Pangeran Tatius dan Tania berada di dunia Manusia, karena ucapan sang istri yang meminta untuk di nafkah dari hasil kerja Pangeran Tatius menjadi sedikit kebingungan tidak tau harus bekerja apa.
Pada satu hari ketika pangeran Tatius berjalan jalan di sebuah perkotaan dengan tingginya gedung gedung pencakar langit yang menjulang tinggi Pangeran Tatius yang tidak memahami dunia manusia meskipun dirinya kini juga sudah berubah menjadi Manusia berkat kekuatan dari mutiara hijau yang sudah masuk kembali kedalam tubuhnya berpikir keras apa itu bekerja jadi orang yang kaya.
"Permisi pak saya mau tanya orang yang bekerja dan bisa jadi kaya itu orang yang seperti apa dan bagaimana?" tanya Pangeran Tatius pada seorang pedagang kaki lima yang kebetulan saat itu dia sedang berjualan cilok keliling.
Merasa heran dengan pertanyaan orang yang ada di depannya, sang penjual cilok mengamati penampilan Pangeran Tatius mulai dari bawah sampai atas.
"Apa pemuda tampan ini punya penyakit steess, kenapa pertanyaan nya begitu aneh Bukankah semua orang juga tahu bekerja itu apa dan kaya itu apa Kenapa dia justru bertanya apa dia punya kelainan ya," gumam sang penjual cilok dalam hati.
pangeran Tatius yang memiliki insting tinggi dia bisa merasakan dan memahami jika sebenarnya sang penjual cilok sedang mengimidasi dirinya secara mendetail dan pribadi meskipun tidak bicara meskipun tidak memahami apa yang ada dalam hati Sang penjual cilok akan tetapi pangeran Tatius memahami jika sesungguhnya apa yang dia tanyakan Dan Dia katakan bagi sang penjual cilok sangatlah aneh.
"Apakah Bapak mau menjelaskan padaku jika tidak saya akan bertanya pada orang lain," ucap Pangeran tatius kemudian
sang penjual cilok akhirnya mengganggu dan menyunggingkan sebuah senyuman seolah-olah memaklumi apa yang Pangeran tatius tanyakan.
"Bekerja itu seperti saya ini dan kaya itu saat kita mendapatkan uang, ini namanya uang Nah kalau uang ini sangat banyak maka kita bisa jadi kaya kamu lihat di atas sana itu adalah gedung dan itu adalah perusahaan milik orang kaya jadi kalau kamu ingin jadi orang kaya maka kamu harus bisa memiliki gedung itu menjadi pemilik gedung itu, pemimpin dari gedung itu maka kamu akan kaya ucap sang penjual cilok asal-asalan karena dia juga bingung harus menjelaskan bagaimana.
Pangeran Tatius terlihat manggut-manggut seolah-olah dia memahami dan mengerti kemudian Pangeran antatus bertanya untuk yang kedua kali.
"istriku pernah marah karena aku tidak menafkahinya nafkah itu apa apa bapak bisa menjelaskan."
"Oh ternyata benar pemuda ini orang yang sedang streess karena keadaan Rumah tangganya yang mungkin sangat memprihatinkan istrinya marah-marah karena tidak diberi nafkah, pantes aja dia menjadi streess begini kasihan, Mungkin dia juga belum makan sangat kasihan sekali" gumam Bapak pedagang cilok dalam hati."begini nak nafkah itu kalau kita bekerja kan dapat uang uangnya sudah banyak itu kita kaya kita kasihkan kepada istri kita itu yang namanya nafkah itu karena nafkah itu bisa buat beli segalanya membeli sayur beli beras jadi sebagai seorang suami memang harus memberikan nafkah pada istrinya itu menafkah lahir kalau nafkah batin ya harus selalu menggaulinya begitu," ucap Bapak pedagang cilok menjelaskan.
pangeran tatius mendengar setiap perkataan dari bapak penjual cilok dia yang mulai memahami akhirnya manggut-manggut dan Tersenyum sementara Bapak menjual cilok dalam hati bergumam orang setampan dia tapi sudah streess sangat disayangkan sekali tampan sekali wajahnya bahkan terlihat bersih tidak compang-camping tapi kenapa dia streess ini istrinya pasti sangat galak dan gendut sehingga membuat dia begitu tersiksa Aku juga punya Putri di rumah ah kalau dia mengenal ini pemuda pasti putriku sangat mau dan senang kelihatannya dia pemuda yang cukup sopan cuma sedikit setreess, apakah dia mau jadi menantuku." gumam sang bapak penjual cilok dalam hati.
"Nak Apakah kamu mau ikut bapak ke rumah,"
"untuk apa Bapak,"
"Bukan untuk apa-apa tapi kamu bisa tinggal di Rumah Bapak nanti bapak akan ajari Bagaimana jadi orang kaya jadi bekerja nanti Bapak kan ajari semuanya daripada kamu di jalanan tidak punya tempat tinggal."
Pangeran Tatius sedikit terkejut mendengar jika dirinya tidak memiliki tempat tinggal akan tetapi Pangeran Tatius tersenyum kemudian boleh pak, Apakah Rumah Bapak sangat jauh."
"Tidak Nak cukup dekat kok dari sini jaraknya paling cuma 500 meter saja, ayo kamu Aku ajak ke Rumah sekarang."
"tapi kan Bapak berjualan belum habis ini kenapa Bapak harus pulang sekarang,"tanya Pangeran Tatius tidak mengerti.
"tidak apa-apa nak rezeki Nanti bisa dicari," ucap Bapak penjual cilok dan dalam hati Bapak penjual cilok juga berkata kapan lagi bisa ketemu calon menantu yang tampan dan sopan seperti ini meskipun mungkin dia sedikit streeess dan pastinya putriku akan sangat senang.
Dengan cekatan Bapak penjual cilok membereskan dagangan nya kemudian mengajak Pangeran Tatius untuk pergi ke Rumah nya.
Dalam perjalanan Pangeran Tatius beberapa kali wajahnya tengah menatap langit hal itu dia lakukan untuk melihat waktu dimana dua harus menjemput Tania sang istri pulang dari sekolah, di dunia Vampire tidak ada jam dan untuk itu semua Mahkluk Vampire yang Ingin mengetahui sekarang pukul berapa atau waktunya jam berapa mereka cukup menatap langit.
"Ayo Nak, masuk ini Rumah Bapak,"
"Trimakasih, pak,"
"Tunggu Bapak buatkan minuman hangat dulu,"
"Ah tidak usah Pak saya tidak haus," tolak Pangeran Tatius panik bagaimana mungkin dia bisa minum dengan minuman lain selain minuman mineral.
"Baiklah tunggu sebentar ya," sang Bapak penjual cilok langsung masuk ke dalam, tak lama kemudian dia muncul dengan di temani seorang gadis berkulit kuning Langsat di sampingnya.
"Ah, Bapak Tampan sekali dia,"
"Apa kamu mau kalau dia jadi calon suamimu,"
"Mau Pak," ucap gadis itu bersemangat.
"kalau begitu ayo kamu temui dia dan siapa dia ajak ngobrol bicara baik-baik Bapak yakin dia anak yang baik juga meskipun sedikit setreess,"lirih sang Bapak pada telinga putrinya.
sontak saja Sang Putri mendengar itu sedikit mendelik tapi tak lama kemudian bibirnya tersenyum.
"Bodoh lah mau stress kek mau tidak kek yang penting suamiku tampan." gumam Putri Bapak cilok dalam hati.
"Maaf, Nak menunggu lama ini kenalkan putri Bapak,"
Dengan cepat Pangeran tatius bangkit berdiri dan menganggukkan kepala seraya tersenyum, merasa kecewa karena Pangeran Tatius tidak mengulurkan tangannya akan tetapi justru berdiri menunduk sebagai ucapan kalimat salam.
"Abang namanya siapa?" tanya Gadis itu kemudian.
"Tatius,"ucap Pangeran Tatius ramah yang mana kemudian pangeran tatius sedikit melongokkan wajahnya dan menatap kembali ke atas langit.
Bapak tukang cilok sedikit heran melihat sikap Pangeran tandus yang terlihat aneh karena tiba-tiba dia sedikit keluar pintu dengan melongokkan kepalanya tengadah ke atas langit.
"Ada apa Nak Kenapa kamu tadi menatap langit"
"saya lagi ingin tahu apakah ini sudah menunjukkan pukul 02.00 siang."
"wah kamu hebat sekali bisa menebak benar ini pukul 02.00 siang tapi lebih 5 menit ucap Sang Bapak cilok kemudian yang mana sudah saja membuat radius terperanjat kaget.
"Sudah lebih dari 5 menit ya Pak kalau begitu saya permisi dulu karena saya masih ada urusan," ucap Pangeran tatius pamit untuk undur diri.
"tapi nak ini masih siang "
"Maaf Pak saya terburu-buru ucap Pangeran Tatius," yang kemudian melangkah keluar pintu.
kekecewaan terpancar dari wajah sang putri Bapak cilok karena belum apa-apa sudah pergi tetapi bibirnya tersenyum karena dia yakin akan bertemu kembali, sementara itu pangeran Tatius yang terburu-buru setelah sedikit menjauh dia langsung terbang melesat menuju ke tempat di mana Tania sedang sekolah.
sementara di sekolah di tempat Tania menimba ilmu Pak guru Willy menatap Tania dengan penuh selidik.
"kamu kenapa wajahmu pucat sekali" tanya Pak guru Willi pada Tania
"Sepertinya lapar Pak, tadi sarapannya cuma sedikit karena nggak enak," jawab Tania.
"Sudah keluar sana cari makan setelah itu masuk lagi," perintah pak guru Willi pada Tania yang mana Tania langsung keluar menuju ke kantin.
Tak lama kemudian Devan mengangkat tangannya.
"Permisi Pak saya kebelet pipis izin ke belakang sebentar," pinta Devan pada Pak guru Willi yang mana pak guru Wili mendelik melihat sikap Devan.
"Modus lho, bilang saja mau Nemani Tania ya sudah pergi sana cepat jaga dia sepertinya dia kurang sehat."
mendapatkan izin dari pak guru Willy Devan tersenyum senang.
"Siap pak,"
"Tania kamu sakit?" tanya Devan cemas.
"Tidak tahu kepalaku pusing sekali dan perutku seperti diaduk-aduk rasanya mual,"
"Duduk dulu aku akan cari makan untukmu mungkin kamu lapar karena tadi nggak makan," ucap Devan seraya membantu Tania membimbing duduk di sebuah taman sekolah yang dekat dengan kantin tapi pada saat tangan Devan membantu TaniaI untuk duduk sebuah tendangan tiba-tiba datang menghantam tubuh Devan dengan sangat keras sehingga membuat Devan jatuh tersungkur di tanah.
"Bruuugh...Auuw sial siapa kau?"seru Devan sambil bangkit berdiri.
"Jangan pegang-pegang istriku,"ancam laki-laki yang tak lain adalah pangeran tatius.
"busyet, kau ngapain kau ada di sini, teriak Devan tidak suka.
"Kenapa melarangku di sini aku ke sini kan juga menemui istriku menjaga dia kamu main pegang-pegang segala awas kau,"
"idih cemburunya lihat tuh istrimu dia pucat banget itu pasti karena ulahmu, memangnya kamu nggak bisa apa menahan diri agar nggak selalu meminta jatahnya, kasihan tuh lihat Tania sampai pucat seperti itu seru Devan dengan nada marah.
pangeran tatius segera menatap ke wajah istrinya dan merengkuhnya.
"Sayang kamu kenapa kita pulang sekarang yuk,"
"kepalaku pusing perutku mual."
"kalau begitu Bagaimana kalau kita pergi ke Puskesmas terdekat biar kamu cepat mendapatkan perawatan ajak Pangeran tartius pada sang istri
"mau bayar pakai apa emang kamu punya uang sinis Tania kesal," karena suaminya sampai sekarang belum memiliki pekerjaan sementara Devan yang mendengar itu tertawa istri cantik nggak pernah dinafkahi kasihan deh kamu Tania, udahlah kalau dulu kamu mau jadi istriku Ah kamu dapat banyak deh
"plaaakk ... sebuah tamparan mendarat di wajah Devan pemberian dari pangeran tatius yang kesal.
"jangan sembarangan kalau ngomong tunggu saja secepatnya aku juga akan punya pekerjaan sayang kamu tidak usah khawatir meskipun tidak pakai uang pakai keping emas ini kan bisa, ayo ajak Pangeran Tatius sambil menggendong istrinya.
Sampai di sebuah Puskesmas Tania langsung diperiksa sementara Pangeran Tatius diminta untuk menunggu di luar, pemeriksaan berjalan cukup lama sehingga membuat Pangeran tatius sedikit khawatir dan resah, pikirannya bingung sehingga dia berjalan mondar-mandir dan akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba suster membuka pintu
"Bagaimana keadaan istri saya dok ,tanya Pangeran tadus dengan wajah cemas.
"Apakah anda suaminya atau temannya,"
"Saya suaminya dok katakan apa yang terjadi dengan istri saya,"
"Selamat ya istri anda sedang hamil."
wajah Pangeran tatius berbinar senang ketika mendengar perkataan dari sang dokter jika Tania istrinya kini telah mengandung anaknya.
"apa terima kasih sekali dokter ini berita yang sangat bagus."
"Tapi keadaan istri anda tidak begitu sehat jadi dia harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyak mikir.
"Baik Dok, saya akan menjaganya." ucap Pangeran tatius dengan wajah berbinar senang.
Setelah mengizinkan Tania keluar dari Puskesmas Pangeran Tatius langsung membawa Tania pulang ke Rumah dengan sangat hati-hati Pangeran tatius membantu Tania untuk berbaring di ranjang
"kamu istirahat yang banyak ya dan juga makan, mau makan apa," tanya Pangeran Tatius pada sang istri.
"Dokter bilang aku sakit apa," tanya Tania ingin tahu.
"Kamu nggak sakit sayang kita akan menjadi orang tua karena di dalam rahimmu sudah ada bayi kita," kata Pangeran tatius dengan tersenyum lembut.
"tinggal satu bulan lagi masa aku sudah hamil gendut gimana nanti,"
"orang hamil 5 bulan aja ndak terlihat apalagi cuma 1 bulan Sayang nggak bakalan terlihat lah aku juga nggak pernah memaksa kamu ngelanjutin sekolah, ngak lanjut juga nggak apa-apa tapi karena kamu mau ya aku terserah kamu, tapi yang jelas kamu harus jaga bayi kita kamu ngerti aku akan mencari pekerjaan untukmu biar aku menjadi bapak yang baik untuk anak kita.
"Apa kau yakin,"
"Tentu saja,"jawaban Pangeran Tatius yakin.
Satu minggu kemudian Pangeran Tatius benar-benar mendapati janjinya dia benar-benar mencari pekerjaan seperti apa yang diinginkan istrinya, datang ke sebuah perusahaan yang sangat besar dengan membawa beberapa keping emas, Pangeran Tatius ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan akan tetapi dihalangi Pangeran tatius akhirnya memberikan serangan sehingga keadaan perusahaan di kota A menjadi kacau saat itu, dan ketika pimpinan perusahaan bertemu dengan pangeran Tatius, dengan cepat Pangeran Tatius langsung memberikan sebuah kantong emas agar pimpinan perusahaan memberikan perusahaan itu kepada pangeran Tatius, dan mengizinkan Pangeran Tatius untuk mengolahnya pada awalnya pimpinan perusahaan tidak mengizinkan, bahkan kepingan emas yang sangat banyak dan menggiurkan dia tolak Pangeran Tatius geram yang akhirnya membuat keributan dengan menyerang semuanya, karena tidak bisa diminta secara baik-baik maka Pangeran Tatius dengan kekuatannya menghancurkan semua yang ada di sana, akhirnya mereka semua bertekuk lutut pada pangeran Tatius dan menjadikan Pangeran Tatius sebagai pimpinan perusahaan dan mereka tetap diizinkan bekerja padanya. Pangeran Tatius menerima dan mempelajari apa-apa yang disarankan dan apa-apa yang harus dilakukan sehingga perusahaan yang kini mulai di pegang Pangeran Tatius mengalami kemajuan dan kepenatan terlebih Pangeran Tatius juga suka berinvestasi dengan keping emas yang dia miliki.
Waktu berlalu cepat akhirnya Tania yang menimba ilmu sudah mendapatkan ijazah kelulusan sehingga Tania hari-harinya di Rumah menjaga kesehatan tubuhnya hingga pada bulan ke sembilan akhinya sang Bayi mungil terlahir ke dunia, ketika Tania dan pangeran Tatius berada di istana kerajaan Awang Awang Vampire, sebelah timur.
Oeek...oeeek... seorang tabib istana keluar dengan mengedong bayi merah untuk diberikan kepada pangeran Tatius dan Ayah Tania yang kala itu menunggu persalinan Tania di luar pintu.
"Lihat Bayinya sudah lahir," seru seorang tabib istana yang mana menyerahkan bayinya yang sudah di mandikan.
"Wah cantik sekali,"
"kamu gendong Nak itu anak kamu, " ucap Ratu Shima pada Pangeran Tatius.
Dengan wajah penuh suka cita hari Pangeran Tatius mengendong putrinya dan berjalan mendekati sang istri.
"Bayi kita cantik seperti kamu sayang,"
Tania Tersenyum
"Hidungnya seperti kamu mancung sekali alisnya juga tebal," ucap Tania menimpali yang mana kedua nya kini sama-sama tersenyum bahagia.
"Kita kasih nama siapa sayang."tanya Pangeran Tatius pada Tania.
"Bagaimana jika Pradita Tinandarius."
"Aku setuju, bagaimana ibunda Ratu,"
"Nama yang bagus Ibu Ratu setuju, karena Pradita masih bayi kalian tinggal di istana ini saja dulu,"
"Baik, ibu Ratu,"
pangeran Tatius dan Tania kini untuk sementara tinggal di istana kerajaan Awang Awang Vampire sebelah timur dan Ibu Ratu Shima hanya tinggal dua hari karena Ibu Ratu Shima ada kepentingan di kerajaan Sangkala untuk itu Ratu Shima meninggalkan Pangeran Tatius dan Tania seorang diri.
Hari-hari bahagia dan menyenangkan, Pangeran Tatius yang juga sudah memiliki sebuah perusahaan datang ke kerajaan Awang Awang Vampire dengan membawa laptop untuk mengecek semua keadaan dan keuangan perusahaan.
_______Tamat_______
______
Trimakasih untuk semua reader the Vampire Princes first love lnjut kisahnya di season ke dua.di Retrun of the Vampire Princes first love.