The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.92.DI TOLAK



Devan yang merasa kesal dengan pemandanggang yang ada di depan mata segera naik ke darat, bajunya yang basah juga menampakkan lekuk tubuh yang indah dari seorang anak Adam membuat Tania yang tanpa sengaja menatap nya mengigit salivanya, Pangeran Tatius yang memperhatikan tingkah Tania langsung berdehem.


"Ehemm..!"


Suara dehem Pangeran Tatius menyadarkan lamunan nya Tania.


"Tidak baik anak gadis memperhatikan lekuk tubuh laki-laki dewasa.


"Sok, tau..!"emang bangsa Vampire ada larangan begitu."


"Tentu saja, ada, apa kamu pikir Vampire bukan mahkluk sang pencipta sehingga kamu dan aku berbeda."


Tania tersenyum mendengar perkataan Vampire bak manusia pada umumnya.


"Ayo, akan aku bakar kan ikan untuk mu."seru pangeran Tatius sambil menggenggam tangan Tania


"Hei..! aku bisa berjalan sendiri tidak perlu di pegang begini."seru Tania membuat pangeran Tatius langsung mendelik namun tak melepaskan genggaman tangannya.


Beberapa ranting yang digunakan untuk membakar ikan sudah siap dan ikan siap di panggang.


"Ini sudah ada yang matang."


"Aku mau...!"teriak Dodi girang."


"Sebentar aku ambilkan," ucap Tania.


Dengan sabar Tania mengambil satu ikan yang sudah matang dan di berikan nya pada Dodi, tapi sebelum nya Tania meniup beberapa kali ikan itu agar tidak panas.


"Hati-hati masih panas jangan lupa di tiup dulu."ucap Tania khawatir Dodi langsung main lahap saja.


"Tania..!" buka mulutmu nih, makan sudah dingin."


Tanpa menolak Tania membuka mulutnya dan siap menerima suapan dari Dodi, pangeran Tatius yang melihat itu langsung memegang tangan Dodi.


"Tidak usah, nanti kamu ngak kenyang itu bagian kamu biar Tania makan dengan ku."


Dodi yang keterbelakangan mental setuju setidaknya bagian ikan milik nya tidak berkurang karena harus berbagi dengan Tania dan perutnya bisa langsung cepat Kenyang.


Dengan sabar pangeran Tatius menirukan gerakan Dodi sebelum menyuapkan ikan kepada Tania berkali kali Pangeran Tatius meniup nya agar dingin.


"Nih, makanlah."


Tania membulat kan kedua bola matanya melihat sikap Pangeran Tatius yang di anggap nya aneh.


"Aku bisa makan sendiri tidak perlu di suapin begini, seperti anak kecil saja." tolak Tania


Penolakan Tania membuat Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya.


"Tadi, kenapa mau, saat Dodi mau menyuapimu?"Tanya Pangeran Tatius heran dia merasa sikap Tania tidak adil.


"Kalau aku menolak Dodi, itu akan menyingung perasaan nya."


"Trus, menolak ku apakah itu juga tidak akan menyinggung perasaan ku." ucap Pangeran Tatius kecewa.


Tania Tertawa kecil.


"Kalau menolak Dodi nanti dia nangis, masak kamu juga mau nangis."cletuk Tania sambil tertawa kecil.


"Tapi, setidaknya hargai aku ini sudah ku tiup juga." ucap Pangeran Tatius sendu.


"Baiklah aku mau."


Mendengar ucapan Tania yang mau, wajah pangeran Tatius berbinar senang, dengan telaten dan penuh kesabaran dia menyupin Tania.


Devan yang melihat Pangeran Tatius menyuapi Tania, wajahnya memerah menahan marah tangannya mulai mengepal, dengan cepat di hampiri nya Pangeran Tatius yang sedang menyupi Tania. Tanpa basa basi langsung saja di tariknya Tania menjauh dari tempat itu dengan kasar, sontak saja hal itu membuat Tania terkejut.


"Devan...!"kenapa menarikku."seru Tania protes.


"Tania..!"sadar dan buka matamu baik baik, Vampire jelek itu sengaja mendekati mu karena dia menyukai mu!"


"Kamu, itu ngomong apa sih jangan ngigau deh."


Devan menangkup wajah Tania.


"Tatap aku, dan katakan padaku apakah kau mau punya pacar Vampire seperti dia?" memang ku akui dia Tampan berkulit bersih tapi sadarlah Tania kita ini berbeda dunia apa kata Ayah mu dan bagaimana perasaan Ayahmu jika tau putri nya memiliki kekasih seorang Vampire."


"Devan...!" Ngomong apa sih kamu datang datang marah marah."


Devan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Maafkan aku, tapi percayalah apa yang ku katakan itu benar."


"Sudahlah,"


Tania melangkah ke tempat di mana pangeran Tatius memanggang ikan dan mengambil nya satu kemudian mendekati Devan.


"Makanlah."


"Tidak mau."


"Sudah, jangan keras kepala isi tuh perut kamu yang kosong."


"Tania, apakah kau mau punya pacar seperti dia."


"Aku, tidak tau jadi berhenti bicara soal itu."


"Tania..!"Tunggu..!"


"Apa lagi,?"


Devan meraih tangan Tania.


"Tania..! mau kah kau menjadi pacarku."


Tania tak yang tidak menyangka Devan akan menembaknya dengan cepat melepaskan genggaman tangan Devan, Sementara pangeran Tatius yang melihat Devan menggengam Tangan Tania tak henti hentinya menatap dengan perasaan yang sangat sakit, Hingga tanpa sadar ikan panggang nya gosong.


"Wah..ikan nya gosong..!" seru Dodi yang sanggup mengalihkan perhatian Tania dan pangeran Tatius.


"Maaf..!" seperti nya kita lebih baik berteman saja." ucap Tania yang kemudian kembali ke tempat di mana Pangeran Tatius memanggang ikan.


Berkali kali Devan mengusap wajah nya dengan kasar, selera makannya pun mendadak hilang entah kemana, kecewa sakit dan kesal semua menjadi satu di hati Devan, kehadiran Vampire satu itu lebih berbahaya dari pada kehadiran pak guru Wili yang terang terangan juga menyukai Tania pasalnya berkali kali Devan memergoki Tania juga kerap mencuri pandang pada Vampire jelek itu.


Melihat Tania kembali datang diam diam pangeran Tatius tersenyum bahagia.