The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.246.KISAH RAJA



"Aku sudah cukup bersabar untuk menunggu segalanya, Bagaimana mungkin seorang Ayah dipisahkan dari anaknya. Derbah benar-benar keterlaluan aku tidak peduli apa yang akan terjadi padaku tapi aku akan mengatakan jika Yervan adalah putraku."dengus Patih Ramboka dengan perasaan kesal.


Patih Ramboka melesat terbang tinggi kembali ke tempat kerja nya meskipun di setiap saat dan setiap menitnya pikirannya tak bisa lepas dari ingatan di mana putranya kini sedang terbaring lemah.


Karena pikiran nya yang tidak tenang dan naluriah sebagai seorang Ayah, Patih Ramboka menghentikan pekerjaannya dia berjalan mondar mandir di dekat sebuah tempat yang mana tempat itu digunakan untuk berlatih ilmu Kanuragan.


Prajurit Vampire kerajaan dari istana Awang Awang Vampire, mereka selalu menyediakan waktu untuk selalu berlatih, hal itu di gunakan agar kerajaan Awang Awang Vampire tidak pernah lengah dalam apapun selalu bersiap siaga.


Di kisah kan sebelumnya keadaan istana kerajaan Awang Awang Vampire saat ini, jika dibandingkan dengan beberapa puluh tahun lalu sudah jauh berbeda, kerajaan Istana Awang Awang Vampire semenjak di pimpin oleh Prayudha Anatius praja pramusti, Ayah dari Pangeran Tatius tidak lagi gemar melakukan penyerangan dan pembunuhan yang mana dahulu sebelum kerajaan ini di pimpin Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti, Kerajaan Awang Awang Vampire dipimpin oleh Raja Antomi Wastius Yustilah, seorang Raja berdarah dingin yang mana dia sangat gemar melakukan penyerangan dan pembunuhan pada Kerajaan Kerajaan lain.


Antomi Wastius Yustilah seorang Raja dari kerajaan Awang Awang Vampire yang sangat terkenal di pelosok dunia Vampire, karena keganasan dan sepak terjangnya yang mana dalam kegemaran nya bertanding selalu menduduki posisi menang.


Hingga suatu hari Raja Awang Awang Vampire Antomi Wastius Yustilah, bersiteru dengan kerajaan Sangkala di mana kerajaan Sangkala Vampire di pimpin oleh Raja Bramusti Arshima Rakabumi.


Pertandingan yang sangat seru dan menegangkan karena memakan waktu hampir setengah bulan, dimana perseteruan diantara kedua Raja yang sangat sakti itu tidak hanya berperang dalam adu kehebatan sebuah ilmu Kanuragan akan tetapi juga bertanding dalam hal ekonomi perdagangan.


Raja Antomi tidak mau menyerah begitu saja ketika para prajurit nya banyak yang gugur dan tergeletak di area pertandingan. Dengan sangat gagah berani menantang Raja Bramusti untuk melawan nya dalam hal perekonomian, Raja Bramusti adalah sosok Raja yang sangat Arif dan lembut dimana dia tidak pernah mencari musuh ataupun memamerkan sesuatu yang dimiliki nya,


Tantangan dari Raja Awang-awang Vampire Antomi lagi-lagi di trima dan dilayani dan lagi-lagi kerajaan Awang Awang Vampire menggalami kekalahan total dimana perekonomian nya macet dan tersendat hingga menggalami penurunan yang sangat drastis hal itu kembali membuat Raja Sangkala Bramusti menduduki posisi menang.


Raja Awang Awang Vampire yang tidak pernah mengalami kekalahan dalam pertandingan apapun, tidak terima dengan keadaan ini, dia masih terus menantang Raja Bramusti hingga akhirnya mereka menentukan bertarung adu kekuatan.


Maka ketika itu terjadi lah perang dahsyat antara Raja Antomi dan Raja Bramusti, Raja dari kerajaan Awang Awang Vampire dan Raja dari kerajaan Sangkala.


Langit berubah mendung, petir menyambar nyambar ketika Raja Awang Awang Vampire setelah menggeluarkan semua senjata andalan nya harus kalah menghadapi Raja Sangkala, tubuhnya tergeletak penuh bersimbah darah, pada awalnya Raja Sangkala Bramusti tidak ingin melukai apalagi membunuh akan tetapi sikap dan perkataan dari Raja Awang Awang Vampire Antomi yang sangat menyakitkan membuat Raja Bramusti kalap dan buta mata.


FLASH BACK ON.


Suara tawa terdengar sangat nyaring dan memekakkan telinga ketika Raja Antomi berteiak menantang.


"Hei Raja Sangkala Bramusti yang Agung, kau memang bisa menggalahkan ku dalam segala nya tapi lihat lah dirimu....!Padang wajahmu yang tidak pernah hidup bahagia, malang sekali nasibmu karena wanita yang kau cintai tidak pernah mencintai mu dan tidak akan pernah sudih hidup bersamamu hahhaha. ..Karena Akulah yang akan tetap menjadi pemenang nya."


Raja Sangkala Bramusti mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat, kenangan kenangan masa silam yang menyakitkan Kembali menari nari dalam angan, dimana didepan mata sang kekasih dengan sangat lantang memutuskan hubungan dengan nya dan memilih Raja Awang Awang Vampire Antomi untuk menjadi suaminya.


"Kenapa kau diam saja Bramusti....! kau tau tubuh kekasih mu sangat nikmat untuk ku nikmati dan akulah yang menikmati nya bukan kamu hahahaha."


Wajah Raja Sangkala Bramusti merah padam dengan sangat cepat langsung membabatkan keris yang dimiliki nya ke arah Raja Awang Awang Vampire Antomi, tak bisa di hindari lagi keris yang memilki kekuatan sangat tinggi itu berkali kali mampu melukai Raja Antomi hingga Raja Antomi jatuh terkapar dengan bersimbah darah.


"Kali ini aku akan mengakhiri hidup mu, kau akan mati di tangan ku dan kau tidak akan bisa sesumbar lagi padaku dan istri cantik mu akan menjadi janda seketika, karena aku juga tidak akan sudih menerima nya, wanita bukan hanya dia saja jadi biarkan saja istri cantik mu jadi rebutan para pengawal mu."


"Kau....!


"Berdiri lah jika kau bisa...!


Dengan mendekap perut yang mengeluarkan darah Raja Antomi berusaha bangkit, tapi tubunya yang lemah membuat nya kembali terjatuh di tanah.


"Sekarang trimalah kematian mu.. !


hiyaaaaaaa.......! ketika sebuah keris akan menancap tepat di tubuh Raja Antomi tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat menyambar tubuh Raja Antomi


Raja Antomi selamat karena pertolongan dari Patih Ramboka. seorang abdi Kerajaan yang sangat setia.


Hari berganti hari kesehatan dari Raja Awang Awang Vampire Antomi semakin memburuk, dengan tetap setia Ratu permaisuri Nadira Rieka tetap menemani.


Raja Awang Awang Vampire Antomi yang memiliki sifat kejam dan dingin yang mana tidak sedikit pun apa yang menjadi miliknya boleh diambil orang, atau di pakai orang dengan sangat lantang menantang kesetiaan dari Ratu Permaisuri Nandira Rieka ketika Ratu menaruh makanan dan obat di dalam kamar sang Raja.


"Ratu ...aku meminta kesetiaan mu padaku, apa kau bisa memberikan nya."


"Raja..! aku sudah memilih mu itu artinya aku mencintaimu, dan aku akan mengabdi seumur hidup ku hanya kepadamu suamiku."


"Benarkah! aku khawatir kau masih memiliki perasaan pada Bramusti."


"Raja Jangan berfikir yang aneh aneh biarkan saja jika Bramusti masih menyukai ku tapi aku tetap mencintaimu."


"Aku senang sekali mendengar ucapan mu Ratu, bisa kah aku menikmati buktinya."


"Maksud Raja apa?"


"Luka ini terlalu dalam Ratu dan aku tidak mungkin sembuh, jika sewaktu-waktu aku pergi jika sewaktu-waktu aku mati aku juga mau kau pergi dan mati bersama ku."


"Ra-raja apa yang kau bicarakan."


"Kau tidak bisa kan? kau masih mau mengejar kekasihmu, kan."


"Tidak, Raja!" bukan begitu, aku....


"Aku tidak mau tau alasan mu jika kau memang mencintai ku buktikan itu padaku Ratu.


"Raja, jika aku mati lalu bagaimana dengan kerjaan ini dan putra kita."


"Pangeran Prayudha Anatius praja pramusti, dia yang akan menggantikan kedudukan ku dan dia yang akan membalas dendam pada kerajaan Sangkala untuk ku."


Setelah pembicaraan Rahasia dengan sang Ratu ketika Raja benar benar menghembuskan nafas terakhir nya maka dengan setia Ratu Nandira Reika melakukan apa yang di inginkan suaminya.


Dengan meminum obat beracun Ratu Nandira mengakhiri hidupnya. ketika itu Pangeran Prayudha juga sudah dewasa dimana dia sudah bisa memimpin kerajaan, dendam yang mengakibatkan kematian kedua orang tuanya membuat Raja Prayudha terus berlatih dan berlatih dan setelah merasa mampu dan siap , Raja Prayudha menyerbu kerajaan Sangkala.


Kemampuan dari Raja Prayudha sudah sangat terkenal dari kalangan plosok sudah banyak kerajaan kerajaan yang sudah di tahkluk kan nya.


Kedatangan Raja Awang Awang Vampire Prayudha yang ingin menaklukkan kerajaan Sangkalah sudah terdengar sampai ke telinga sang Raja di mana Raja Awang Awang Vampire sudah menunggu di perbatasan kota.


Tantangan dari Raja Prayudha dengan senang hati di trima oleh Raja Sangkala Bramusti, kedua nya berdiri berhadapan.


Awal pertarungan yang cukup menegangkan dimana keduanya memiliki kekuatan yang cukup tinggi, namun pada akhirnya Raja Awang Awang Vampire Raja Prayudha mampu melumpuhkan Raja Sangkala.


Hal itu membuat Raja Prayudha tersenyum bahagia, karena pembalasan dendam nya akan segera tertuntaskan ketika Raja Prayudha mengaggkat tinggi Tinggi pedang yang ada di genggaman nya dan akan menghujamkan pada tubuh Raja Sangkala Bramusti yang sudah tidak berdaya tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang gadis cantik yang terbang berlari ke arahnya.


Dengan membabi buta gadis itu menyerang Raja Prayudha, awalnya Raja Prayudha tidak melawan karena tidak mungkin seorang kesatria melawan seorang wanita, akan tetapi kedahsyatan dan kelincahan dari gadis yang ada didepannya cukup bagus hingga membuat, Raja Prayudha sedikit kewalahan.


Tidak menunggu lama Raja Prayudha pun akhirnya mampu menguasai pertandingan dimana Gadis cantik itupun mulai terdesak dan terpojok, yang pada detik berikutnya pedagang milik sang gadis mampu berpindah tangan, dengan sekali putar tubuh gadis yang itupun mampu di kuasai.


Pedang panjang milik sang gadis menempel Manis di leher sang gadis dengan posisi Raja Prayudha berdiri tepat di belakang nya.


"Kau tidak bisa bergerak lagi menyerahlah."


"Kau ingin mati, aku sudah melanglang buana di negri Vampire ini aku belum pernah menemukan gadis secerdas dan secantik kamu, kau cantik sekali, " Ucap Raja Prayudha sambil menyentuh dagu sang gadis.


"Ciiiih...! jangan sentuh aku lepaskan?"teriak gadis itu dengan lantang.


"Prajurit ..! bawa laki-laki itu masuk kedalam penjara Tawan dia tapi ingat jika tidak ada perintah dariku jangan siksa dia apa kalian mengerti."


"Siap, Raja! kami mengerti.


"Lepaskan, mau kau bawa kemana Ayah ku."


"Tenanglah...! tidak akan mati Ayahmu, ikut aku."


"Hei.... lepaskan kau mau bawa kemana, aku?"


Raja Awang Awang Vampire Prayudha membawa terbang gadis putri dari kerajaan Sangkala menuju sebuah kamar yang tertutup setelah tiba di tempat itu dengan sendikit kasar sang Raja menjatuhkan nya di atas Ranjang yang besar dan indah.


"Ka-kau mau apa Raja brengsek."


"Aku, cuma mau memberikan tawaran padamu, apakah kau mau menikah dengan ku, kau sungguh cantik dan aku terpesona dengan kecantikan mu ini, bagaimana apakah kau mau menjadi istriku jika kau mau maka aku akan membebaskan Ayahmu."


"Aku , tidak mau, biarkan aku pergi."


" kau tidak mau, baiklah jika kau tidak mau bagaimana seandainya kau jadi simpanan ku, yang tugasmu hanya melayaniku, kau tau melihat mu seluruh darahku memanas, lihatnya aku dirimu telah membangkitkan sesuatu yang sedang tidur, jawablah cepat."


"Aku tidak mau.. !


"Baik, kita bermain sekarang."


Raja Prayudha Langsung melepas baju kebesaran nya tubuhnya yang kekar dan putih terlihat sangat indah dan sempurna, gadis itu menutup matanya tak ingin melihat apa yang terpampang di depan matanya.


dengan sangat rakus dan kasar Raja menarik dan merobek baju yang melekat pada sang gadis.


"Jangan....aku mohon jangan." ucapnya dengan menitikkan air mata.


Sengaja Raja hanya merobek baju atas sang gadis sedikit saja sehingga tubuh putih halus di depannya masih tertutup.


"Kau membangkitkan gair ahku, Putri "desis Raja di dekat telinga sang gadis yang mana tiba-tiba ada rasa aneh yang menglayar di seluruh tubuhnya.


Raja Prayudha dengan Rakus melum at bibir ranum yang ada di depannya, dimana sang gadis sudah pasrah, dalam hati gadis itu mengutuk dirinya sendiri yang mana bibirnya berkata tidak dan menolak tapi tubuh nya menyambut setiap sentuhan yang diberikan Raja Prayudha.


Awal yang kasar dan ganas dalam permainan bibir tapi lama kelamaan Raja melakukan dengan sangat halus, lembut dan hati hati dimana dia bisa merasakan jika gadis yang dia paksa, sesungguhnya menerima setiap sapuan dan hisapannya bahkan sesekali Raja mendapatkan balasan dalam permainan bibir nya.


Raja Tersenyum menyeringai.


"Belagu .. rupanya kau juga terpesona dengan ku," gumamnya dalam hati, bukankah aku juga cukup tampan ucapnya sambil terkekeh dalam hati, dia merasa senang jika perasaan yang ada di dalam hatinya ternyata di sambut meskipun mungkin sang gadis terlihat masih malu.


Darah yang tadinya panas akibat tertiup api gai rah yang tinggi tiba-tiba padam seketika.


"Aku tidak akan mengambil keperawanan mu dengan paksa, nanti kau sendiri yang akan memberikan nya ketika kita sudah sah menikah, persiapkan dirimu sayang." bisik Raja Awang Awang Vampire Prayudha pada gadis yang ada didepannya seraya bangkit dari tubuh gadis yang ditimpanya.


Tanpa bicara gadis itu diam dengan menutup bagian tubunya yang bajunya robek.


Raja Prayudha tersenyum melihat Tingkah dari gadis di depannya.


"Tidak perlu malu, karena sebentar lagi semua yang ada padamu akan menjadi milikku."


"Malam ini juga, kita akan melakukan pesta pernikahan."


"Apa?malam ini, kenapa cepat sekali."


"Apa kau ingin tau jawabannya."tanya Raja Prayudha seraya memberikan baju pada gadis yang ada didepannya.


"Iya, kenapa cepat sekali, berikan aku waktu untuk berfikir."


"Tidak bisa, aku, sudah tidak tahan ingin menikmati indahnya malam pertama bersama mu, aku bisa khilaf dan jangan berpura-pura lagi bukankah kau juga tertarik padaku."


"Aku tertarik padamu, tidak sama sekali."


"Oh,ya! jika tidak lalu kenapa kau membalas setiap sentuhan bibir ku."


"A-aku...!


"Sudahlah, aku memiliki daya insting yang tinggi kau tidak usah bicara aku sudah tau kaupun terpesona padaku dan bukan kah ini bagus dendam diantara kita akan jadi padam, aku akan melupakan semua kematian orang tuaku asal kau bersedia menjadi istri ku, katakan siapa namamu? kenalkan namaku Prayudha."


"Aku sudah tau."


"Oh, ya! dimana! bukan urusan mu dan tidak penting untuk ku jawab.


"Ok, baiklah, sayang sekarang katakan siapa namamu!"


"Shima Azsila."


"Nama yang bagus kau akan menjadi Ratu ku disini Ratu Shima." ucap Raja Prayudha dengan tersenyum kemudian melangkah pergi tapi belum ada dua langkah Raja Prayudha berhenti.


"Kenapa balik, lagi!"


"Aku ada yang tertinggal."


"Apa? tanya Shima sambil celingukan mencari kira-kira apa yang tertinggal di sana,akan tetapi Raja Prayudha justru berjalan mendekat.


"Yang tertinggal ada disini," ucap Raja dengan suara berat.


"A-apa?


"ini ..!" dengan cepat Raja Prayudha Kembali melahap bibir ranum yang ada didepannya membuat Shima Aszila mendelik seketika karena terkejut.


Setelah merasa cukup lega dengan apa yang di inginkan nya Raja pergi sambil mengecup lembut kening sang gadis sambil berbisik dengan lembut.


"Kau membuat ku jatuh cinta."desisnya yang kemudian melangkah pergi.