The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.391.AIR BERACUN



Mahkluk berbentuk kelelawar yang melihat Pangeran Tatius terbang pergi meninggalkan dirinya membuat mahkluk kelelawar itupun segera ikut terbang berlari mengejar.


Karena kecepatan terbang dari pangeran Tatius yang sangat cepat bagaikan sebuah kilat, mahkluk kelelawar itupun kehilangan jejak untuk mendapatkan sosok dari pangeran Tatius yang dicari nya.


"Sial dia lepas Aku harus bisa mendapatkan nya, tapi Aku harus mencari kemana Vampire Tampan itu benar-benar memiliki kemampuan yang cukup tinggi tidak salah jika Aku memilih nya karena Aku yakin dia mampu membebaskan kakak ku, dia benar-benar Vampire yang tidak bisa dipengaruhi." keluh sosok Mahkluk kelelawar yang terus mencari keberadaan Pangeran Tatius.


Sementara di tempat yang berbeda Tania yang kebingungan karena Pangeran Tatius tidak kunjung datang dan perasaan nya mulai takut, tiba-tiba kedua bola matanya melihat sebuah gubuk kecil yang terbuat dari bambu, tanpa pikir panjang Tania langsung mendekati gubuk itu.


Suasana terlihat sepi dan hening tak ada tanda-tanda ada orang di dalam gubuk itu, awalnya Tania ragu dan bimbang untuk mengetuk pintu yang terbuat dari kayu, akan tetapi ketika tiba-tiba langit terlihat mendung seakan akan sebentar lagi akan turun hujan, Tania memberanikan diri untuk mengetuk dan memanggil orang yang ada di dalam Rumah.


"Tok


"Tok


"Tok


"Permisi, apakah ada orang di dalam?"


Hening tiada sahutan dan jawaban semua terlihat sangat sepi, Tania mencoba untuk mengintip keadaan di dalam gubuk Rumah bambu itu dari lubang dinding yang sedikit tidak tertutup rapat.


Merasa kurang jelas lagi-lagi Tania mengetuk pintu.


"Tok


"Tok


"Tok


"Halo permisi, apakah ada orang di dalam?" lagi-lagi suara Tania hanya terdengar angin yang berhembus kencang, siang itu cuaca tiba-tiba mulai gelap tertutup mendung." orang yang di dalam lagi ngapain sih, kok tidak di jawab jawab, jangan-jangan Rumah ini kosong, ah pasti kosong kan ini ada di hutan atau barangkali orangnya sedang tidak ada di dalam Rumah, mungkin orang nya sedang pergi untuk bekerja barangkali, lalu Aku bagaimana, masa iya Aku harus berdiri disini terus bukankah jika hujan turun Aku akan kehujanan, apalagi atap untuk ruang teras lobang-lobang begitu, coba Aku buka apakah pintunya terkunci." dengan hati-hati dan perlahan-lahan Tania mulai membuka pintu dengan perlahan lahan.


"Krieeeek....! suara pintu terbuka


"Hah, pintu nya tidak di kunci, apakah Aku langsung masuk saja dari pada kehujanan dan basah, lebih baik Aku masuk."lirih Tania dalam hati yang sedari tadi bibirnya bermonolog sendiri.


Tania masuk kedalam gubuk yang terbuat dari bambu, di dalam gubuk tidak ada apapun selain satu Ranjang yang terbuat dari rotan dan dua kursi yang terbuat dari bambu dengan satu meja yang di atasnya terdapat dua gelas Air putih yang satunya kosong tanpa Air.


Melihat hal itu Tania meneguk ludahnya, tiba-tiba kerongkongan nya terasa kering, sudah berjam-jam Tania berjalan mencari jalan keluar Agar bisa bertemu dengan Pangeran Tatius, akan tetapi semakin lama berjalan justru Tania merasa semakin jauh dan tidak bisa menemukan Pangeran Tatius, hal itu membuat kerongkongan nya terasa kering.


Satu gelas berisi Air yang masih penuh, itu Artinya belum sempat di minum, Tania melongok kan wajahnya ke kanan dan kiri.


"Aku haus dan sepertinya Air di dalam gelas ini masih utuh, apa lebih baik Aku minum saja sedikit, kan ini masih utuh dan lagi jika orang itu pulang Aku bisa katakan kalau Aku sedang kehausan pasti orang itu tidak marah lagipula ini kan cuma Air putih doang, jadi tidak masalah jika Aku meminumnya." gumam Tania dalam hati yang mana tanpa pikir panjang lagi langsung mendudukkan bokongnya di kursi rotan dan meneguk sebagaian Air putih yang ada diatas meja.


"Glegek


"Glegek, sangat segar, biar Aku tunggu disini saja Tatius sapa tau sebentar lagi dia melewati jalan ini, jika tidak itu tidak masalah Aku juga bisa pulang sendiri, Aku masih ingat jalan pulang lagi pula sebentar lagi akan turun hujan, selain itu Aku bisa beristirahat sejenak capek dari tadi berjalan,"desis Tania dalam hati.


"Hoaaaamz...! Tania menguap.


"Hoaaaamz, Ah kenapa tiba-tiba jadi ngantuk begini, Aku numpang tidur rebahan di Ranjang rotan itu saja sebentar rasanya ngak kuat ini mata.


Dengan perlahan-lahan Tania bangkit dari duduknya dan melangkah menuju Ranjang yang terbuat dari Rotan, tidak menunggu lama kedua bola matanya sudah mulai terpejam.


Tanpa Tania sadari sedari tadi sudah ada sepasang mata yang sedang mengawasi nya yang kini bibirnya mulai menyunggingkan sebuah senyuman.


"Akhirnya dia masuk perangkap juga, kelinci yang cantik, ini akan sangat menyenangkan, Aku bisa bersenang-senang dengan kelinci manis ini, kurasa dia sudah tertidur pulas, setelah minum ramuan obat perangsang dari Air beracun yang Aku beri, dimana Air ini akan membuat dia yang meminta untuk di puuaskan, sudah lama sekali Aku tidak menikmati kenikmatan dunia bersama mahkluk manusia aku hanya menemukan mahkluk kelelawar yang tidak ada enaknya jika dinikmati akan tetapi semua terpaksa Aku lahap karena Aku butuh penyaluran dan juga Dewa Iblis butuh kenikmatan, hari ini Dewi keberuntungan sedang berpihak padaku benar benar Aku akan menikmati indahnya kelinci cantik ini dia benar-benar manusia yang cantik, hahaha Aku bisa menuntaskan semuanya hari ini, sebelum kemudian dia Aku jadikan Tumbal untuk kekuatanku, Dewa iblis pasti Akan bahagia dan akan memberikan ilmu tambahan padaku, tapi sebelum itu tidak ada salahnya sebelum Aku berikan pada Dewa iblis Aku mencicipi lebih dulu, Aku bisa katakan Aku mendapatkan kelinci tapi dia sudah tidak perawan Akan begitu Dewa iblis tidak tau jika dia juga sisa ku Hahaha, tidur lah kelinciku yang cantik, sebentar lagi Aku akan membuat dirimu melayang ke surga, menikmati indahnya surga, Aku harus menunggu hujan turun dan ramuan obatku bekerja agar semua terasa indah, rasanya sudah tidak sabar kelinci ini sungguh Cantik, benar-benar mengiurkan."gumam seseorang yang setelah Tania tertidur muncul.


Sementara Pangeran Tatius yang mencari Tania semakin gusar dan cemas.


"Sayang, dimana kau....?" apakah kau mendengar suaraku....?" teriak Pangeran Tatius berulang kali yang mana tidak ada sedikit pun jawaban dari panggilan nya.


terus berjalan menyusuri tempat tempat tang Pangeran Tatius rasa sangat mencurigakan.


"Kenapa hatiku tidak enak, jangan-jangan terjadi sesuatu yang buruk padanya tidak jangan sampai hal itu terjadi, Aku harus bisa menemukan Tania secepat nya.


Kembali Pangeran Tatius terbang melesat dengan kedua bola matanya mempertajam Indra penglihatan serta menambah kekuatan Indra penciuman agar dia bisa melacak keberadaan sang istri.


"Sial, kenapa tidak juga ada jejaknya, ini pasti ada sesuatu yang tidak beres, tidak mungkin Aku tidak bisa mencium keberadaanya, pasti ada kekuatan besar di sekitar hutan ini yang sedang menyelimuti tempat ini, sehingga sangat sulit Aku melacaknya, smoga tidak terjadi sesuatu apapun pada istri ku."lirih Pangeran Tatius dalam hati.


Lagi-lagi Pangeran Tatius mengeluarkan keris yang dimiliki nya, setelah menyalurkan kekuatan menyatu dengan keris yang ada ditangannya, dengan cepat Pangeran Tatius melemparkan keris itu secara memutar.


Keris berputar putar di udara untuk beberapa saat kemudian kilatan cahaya menyambar nyambar hingga menimbulkan suara gelegar, seperti Guntur, tak lama kemudian keris itupun jatuh ke bumi dengan posisi ujung keris menancap ke bawah, akibatnya tanah yang ada di sekitar tempat itu bergoyang dengan sangat kuat.


Angin yang tadinya tidak begitu kencang kini mulai kencang dan kuat daun-daun yang berserakan di lantai mulai terbang terbawa angin, pohon pohon mulai bergoyang.


Karena saat itu Langit juga mendung maka tiba-tiba turunlah hujan yang sangat deras, dengan cepat Pangeran Tatius mencari tempat untuk berteduh dan pilihan nya jatuh pada sebuah pohon yang sangat besar dan rindang, pohon itu tidak terlalu tinggi akan tetapi dia memiliki daun yang sangat rimbun cukup mampu jika untuk menghindari dari terpaan dan derasnya Air hujan.


"Wuuuuuuzz....! tubuh Pangeran Tatius terbang melesat dan berhenti di bawah pohon yang rindang, Ketika Pangeran Tatius hendak menyandarkan tubuhnya pada pohon itu tiba-tiba Indra penciuman Pangeran Tatius merasakan sesuatu.


"Aku mencium keberadaan Tania disini tapi dimana dia." gumam Pangeran Tatius dalam hati yang mana kini kedua bola matanya celingukan mencari cari.