
Putri Lin Ying yang melihat pangeran Tatius tak berdaya menitikkan air mata, andai bisa ingin rasanya dia berlari mendekat dan memeluk pangeran Tatius bahkan jika harus mati putri Lin Ying siap mati demi pangeran Tatius bisa selamat, tapi apalah dayanya Patih lembu ireng mencengkram dan membawa nya terbang melesat jauh menjauhi tempat itu.
"Paman..! kenapa kau membawa ku pergi tidakkah kau kasian pada pangeran Tatius, bukankah kamu itu abdi nya dan bukankah seharusnya kamu menjaga dan membatu pangeran Tatius bukan justru pengecut lari begini." grutu putri Lin Ying kesal.
"Tuan putri benar, tapi apalah dayaku jika pangeran Tatius sudah memerintahkan aku tidak bisa menolaknya, meskipun sangat berat, Tuan Putri Lin Ying jangan khawatir, setelah kita menemukan tempat yang aman untuk persembunyiannya tuan putri aku akan segera kembali dan membantu Pangeran Tatius."
"Cepatlah, aku tidak mau terjadi apapun padanya, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri seandainya terjadi sesuatu yang buruk pada pangeran Tatius."
"Tenanglah tidak akan terjadi apapun pada pangeran Tatius, putri, lihat lah seperti nya itu ada tempat yang cocok untuk tuan putri agar bisa beristirahat dan kurasa aman kits kesana."
Tubuh Patih lembu ireng melesat tinggi dan mendarat tepat di depan sebuah bagunan kecil yang seperti nya tak lagi berpenghuni.
"Kita beristirahat disini dulu Tuan putri."
"Baik, paman."
"Tuan Putri tunggu disini.'
Tanpa menunggu jawaban patih lembu ireng segera melesat terbang lagi, tinggallah putri Lin Ying dalam keadaan binggung. Putri Lin Ying berfikir patih lembu ireng pasti pergi untuk membantu pangeran Tatius tapi ternyata dugaannya salah, patih lembu ireng sudah kembali lagi dan berada tepat di hadapan nya.
"Paman dari mana?"
"Ini, saya ambil dedaunan untuk mengobati luka goresan pisau yang ada di leher tuan Putri."
Putri Lin Ying menatap tak percaya Patih lembu Ireng yang ternyata memperhatikan lukanya juga.
"Paman, ini tidak penting aku tidak apa apa, sekarang cepatlah pergi paman, cepat bantu pangeran Tatius aku tidak mau terjadi apapun padanya."
"Saya mengerti kecemasan Tuan putri, tapi luka di leher Tuan putri juga tidak bisa di anggap remeh, ini harus di obati, saya sudah tumbuk dedaunan ini sekarang Tuan putri tempelkan pada Luka Tuan putri agar darahnya berhenti menggalir."
"Kau benar trimakasih paman biar kulakukan sendiri sekarang cepatlah pergi paman cepat bantu pangeran Tatius jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi padanya."
"Baiklah, jaga Tuan putri baik-baik jika semua sudah selesai kami akan datang menjemput Tuan putri.'
Patih lembu ireng mengangguk kemudian
setelah memberi hormat dengan membungkukkan badan patih lembu ireng kembali melesat terbang tinggi menuju goa monzala di mana pangeran Tatius dan laki-laki Bangsa Manusia itu bertarung.
Sementara keadaan di dalam goa monzala masih memanas pertarungan antara pangeran Tatius dengan laki-laki bangsa manusia masih terus berlangsung, pangeran Tatius yang banyak kehilangan tenaga karena serangan dari laki-laki bangsa manusia, yang terus bertubi-tubi bahkan tak memberikan sedikit pun kesempatan pada pangeran Tatius untuk bisa menggumpulkan kekuatan untuk melawan nya, mulai terdesak, terlebih laki-laki bangsa manusia yang sudah tersulut emosi karena pangeran Tatius telah memerintahkan abdi nya untuk membawa pergi putri Lin Ying incaran dirinya, di mana hanya raga Putri Lin Ying yang bisa dan cocok untuk di pakai putri Anastasia seorang putri kerajaan lawung yang mana ketika itu harus mati terbunuh oleh serangan para Vampir.
Tekad untuk bisa membalas dendam dan rasa setia nya pada kerajaan lawung membuat nya gelap mata, dia bertekad akan menghidupkan kembali putri Anastasia untuk itu dia mengabdikan diri pada Raja kegelapan di mana setiap bulan purnama harus memberikan darah gadis perawan untuk menambah ilmu dan kekuatannya.
Peristiwa penyerangan para Vampir pada kerajaan lawung telah meluluh lantakkan segalanya tanpa sisa, membuat laki-laki bangsa manusia memutuskan membawa pergi jauh raga putri Anastasia dan berjuang untuk bisa menghidupkan kembali putri Anastasia. satu syarat yang sulit untuk di lakukan tapi demi bisa membuat putri Anastasia bisa hidup kembali, maka apapun itu akan di lakukan nya termasuk memberikan selalu darah perawan.
"Karena dirimu aku kehilangan kesempatan untuk itu trimalah kematian mu anak muda."
"Hiyaaaaaaaaaa... sreeeeeeettttt...... sreeeeeeettttt...!" kembali laki-laki bangsa manusia memberikan serangan seribu pisau yang terlempar dengan cepat mengarah pada pangeran Tatius. Pangeran Tatius yang sudah lemah sedikit kwalahan menahan banyak nya pisau yang mengarah kepadanya hingga satu ketiika.
"Sreeeeeeettttt.....!"satu buah pisau mendarat dengan manis di lengan pangeran Tatius, darah segar berwarna hitam mulai keluar dari lengan pangeran Tatius. Suara erangan kesakitan mulai terdengar merdu di telinga laki-laki bangsa manusia, dia sangat senang melihat pangeran Tatius terluka, laki laki bangsa manusia semakin tertawa puas dan tanpa menyia nyiakan kesempatan lagi laki-laki bangsa manusia melompat tinggi dan terbang melesat mengarah ke tubuh pangeran Tatius dan di berikan nya tendangan dada yang membuat pangeran Tatius terhuyung belum sempat pangeran Tatius bersiap kembali datang serangan kedua dengan tendangan punggung yang membuat nya jatuh tersungkur di tanah dalam posisi tengkurap.
"Hiyaaaaaaaa.... duuuussssss!"satu tendangan telak telah berhasil membuat pangeran Tatius tersungkur dalam posisi tengkurap, melihat itu laki-laki bangsa manusia mengangkat kakinya tinggi tinggi siap untuk menghantam tubuh pangeran Tatius dengan cara mengginjakkan kakinya kuat kuat ke tubuh pangeran Tatius yang ketika itu dalam keadaan tengkurap. Menyadari dirinya dalam bahaya Pangeran Tatius segera membalikkan badannya dan dengan gerakan cepat menangkap kaki laki-laki bangsa manusia dan menariknya sekuat tenaga.
"Hiyaaaaaaaaa.....!" Tubuh laki-laki bangsa manusia terlempar ke atas kemudian jatuh ke tanah.
"Bedebah... rupanya kau masih punya nyali trimalah ini."
"Hiyaaaa......!" laki-laki bangsa manusia yang murka segera terbang tinggi dan memberikan tendangan seribu kaki yang mana tendangan dari kakinya sangat cepat bagaikan kilat yang menyambar. Pangeran Tatius yang yang sudah siap segera menangkis tendangan itu berkelit dengan cepat.
"Aku tidak mau bermain main lagi dengan mu, hei laki-laki bangsa manusia trimalah ajalmu."
"Ciaaaaaatttttt...huupppp..!" pangeran Tatius membumbung terbang tinggi kemudian mencabut keris dan mengarahkannya pada kepala laki-laki bangsa manusia, gerakan pangeran Tatius yang sangat cepat sedikit membuat laki-laki bangsa manusia kwalahan untuk melindungi kepala nya dari keris pangeran Tatius, laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya tengadah keatas dengan kaki menendang membuat pangeran Tatius harus melakukan salto belakang agar tidak jatuh tersungkur. Melihat Laki-laki bangsa manusia bisa lolos dari serangannya pangeran Tatius kembali terbang menghujam kan kerisnya kali ini kecepatan serangan dari pangeran Tatius di percepat dua kali lebih cepat, hingga membuat laki-laki bangsa manusia itu tak memiliki kesempatan untuk mengelak lagi, keris pangeran Tatius berhasil melesat cepat ke arah leher laki-laki bangsa manusia tapi pada saat yang bersamaan melesat lah sebuah bayangan yang dengan cepat menangkis keris pangeran Tatius hingga keris itu hampir terjatuh seandainya pangeran Tatius tidak erat memegangnya.
"Siapa kau berani mencampuri urusan ku!"Teriak Pangeran Tatius geram tapi laki-laki itu seakan tuli dia hanya tersenyum dan kemudian terbang dengan membawa laki-laki bangsa manusia bersamanya.