The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 273.EMOSI



Ketika laki-laki misterius itu membalikkan badannya dan menatap tajam pada kedua orang yang ada di depannya yaitu Panglima ke satu dan panglima kedua yang terlihat sangat kebinggungan Panglima ke satu dan ke dua memicingkan matanya dia ingin sekali memastikan Siapa yang ada di depannya wajahnya yang tertutup cadar sedikit menghalangi pandangan, akan tetapi tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa lupakan jika sosok itu terlihat sangat familiar dan tidak asing lagi bagi Panglima ke satu dan panglima ke dua bibir keduanya menganga tak percaya sebelum kemudian mereka berdua saling bertatapan.


Pandangan mata panglima ke dua yang seolah olah bertanya meminta kepastian dan langsung mendapat kan anggukan dari panglima ke satu membuat mereka berdua dengan segera menjatuhkan dirinya dan langsung memberikan hormat.


"Salam, Pangeran! ucap kedua panglima ke satu dan panglima ke dua secara bersamaan.


"Ampun, Pangeran! kami tidak mengerti jika ternyata Pangeran lah yang telah memberikan serangan panah pada kami, sungguh kami tidak bermaksud ingin lancang dan menyakiti.


Tak lama terdengar suara gelak tawa yang Renyah dari sosok misterius yang berdiri membelakangi mereka.


"Dari mana kalian bisa yakin jika aku adalah pangeran kalian bukankah wajahku tidak terlihat."


Setelah memberikan hormat panglima ke satu dan kedua ikut tersenyum.


"Pangeran Tatius, bisa saja apa Pangeran mau bertaruh jika dugaan kami meleset maka Pangeran boleh menghukum kami tapi jika benar Pangeran harus menjamu untuk makan malam kami."


"Wah, berani sekali kau menawar kan tantangan padaku,"


"Itu, kalau Pangeran Tatius tidak keberatan tapi kalau keberadaan tidak usah biar kami saja yang menjamu Pangeran disini."


Laki-laki bercadar itu semakin tertawa mendengar perkataan dari panglima ke satu dan panglima ke dua.


Perlahan-lahan sosok laki-laki misterius itupun membuka cadar penutup wajahnya dan terlihat lah sosok laki-laki tampan dengan senyum di bibirnya.


"Kalian hebat, perkembangan memanah yang sangat Bagus dan ku rasa tidak perlu menunggu waktu lama kita bisa segera bisa memperkuat pertahanan."


"Pangeran! apa benar istana dalam bahaya."


"Firasat ku menggatakan begitu meskipun aku belum tau pasti."


"Pangeran datang ke sini apa Pangeran tidak menemani Kekasih Pangeran."


Mendengar pertanyaan dari salah satu panglima istana Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya menatap tajam pada panglima itu membuat sang panglima menundukkan kepalanya.


"Maaf, Pangeran! jika pertanyaan saya terkesan sangat lancang."


Melihat sikap panglima yang tiba-tiba menunduk dan merasa bersalah Pangeran Tatius segera tertawa sambil menyunggingkan sebuah senyuman


"Paman panglima kenapa merasa bersalah, kalau di dekat kekasih lama lama takut khilaf paman, bagaimana apa rencana kita selanjutnya."


"Apakah Pangeran memiliki ide,"


"Untuk saat ini belum, kita makan malam dulu Nanti setelah pikiran kita fresh pasti ide itu akan muncul."


"Baiklah, Pangeran mari kita makan malam bersama."


Panglima ke satu, panglima ke dua dan Pangeran Tatius segera turun gunung dimana di bawah para prajurit kerajaan Istana Awang Awang Vampire sedang tertegun dan menanti kedatangan panglima ke satu, panglima ke dua dan sosok misterius yang beberapa jam lalu menjadi musuh dari pimpinan mereka.


Dari kejauhan tidak begitu jelas dan tidak bisa memastikan siapa yang bersama dengan panglima ke satu dan panglima ke dua namun setelah dekat mereka baru mengetahui dan menyadari siapa yang sedang berjalan bersama pimpinan mereka.


"Pangeran Tatius...! lihat siapa yang datang." seru salah seorang prajurit kepada para prajurit temannya yang lain.


Semua menyunggingkan senyum bahagia dan senang sambil bersorak Sorai.


"Hebat....!panah kalian meleset semua itu artinya semua nya hari ini harus di hukum kalian tidak di ijinkan untuk beristirahat, cepat berlatih."


"Siap..!" panglima, ayo teman-teman kita berlatih lagi."


Dengan cepat semua berlatih lagi, sedangkan Pangeran Tatius menatap tajam pada panglima ke satu yang telah memberikan perintah dan hukuman.


Menyadari tatapan tajam Pangeran Tatius segera panglima ke satu angkat bicara memberikan penjelasan.


"Ampun, Pangeran saya telah lancang memberikan hukuman kepada mereka."


"Tidak, masalah paman! biarkan mereka berlatih sebentar kita buatkan makan malam untuk mereka setelah siap kita suru mereka berhenti."


\*\*\*\*


Di sisi lain Pangeran Yervan yang beberapa hari tertidur dan harus beristirahat total akibat bertarung dengan Raksasa kini mulai bisa melakukan kegiatan, meskipun belum sembuh benar.


"Hati-hati, Pangeran! apa Pangeran yakin ingin bertemu dengan putri Lin Ying hati ini."


"Iya, ibu Ratu! aku ingin bicara dengan nya hati ini juga."


"Tapi, kondisi Pangeran belum sembuh benar aku sangat menghawatirkan keadaan Pangeran bagaimana kalau di tunda dua hari lagi biar Pangeran lebih sehat lagi."


"Ibu, Ratu! tidak perlu menghawatirkan aku, oh, ya! apakah Kekasih Pangeran Tatius masih ada di istana ini ibu Ratu."


"Gadis manusia itukah yang kau maksud."


"Benar, ibu Ratu!"


"Aku dengar dari beberapa penjaga Puri Istana kepribadian Pangeran Tatius, gadis itu masih ada,"


"Baguslah, kalau begitu."


"Jangan bilang Pangeran Yervan memiliki rencana."


"Ibu Ratu, tenang saja aku pergi dulu."


"Tunggu, Pangeran!"


Pangeran Yervan tidak mengindahkan panggilan dari Ratu Derbah dia hanya menoleh dan tersenyum yang kemudian pergi meninggalkan Ratu Derbah yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Anak muda jaman sekarang urusan cinta begitu memusingkan." lirih Ratu Derbah yang mana langsung mendapat kan jawaban dari seseorang yang ada di belakang nya di mana Ketika itu Ratu Derbah dan Pangeran Yervan sedang berada di samping puri istana kepribadian Pangeran Yervan.


"Sama dengan urusan cinta mu Ratu!"


Seketika Ratu Derbah menoleh dan terlihat lah sosok laki-laki bertubuh tinggi sedikit berisi menatap Ratu Derbah dengan pandangan mata penuh arti serta senyum yang sangat mengoda, karena orang itu tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kau, Patih Ramboka! mau apa kau kesini."


"Hei, galak sekali kau Ratu! apa kau lupa bagaimana dirimu bisa sampai disini."


"Cepat katakan apa maumu dan segera lah pergi dari sini."jawab Ratu Derbah emosi dengan nada penuh penekanan.


Parih Ramboka tersenyum miring sambil berjalan mendekati Ratu Derbah.


"Berhenti...! jangan coba coba kau melangkah lagi, katakan saja apa maumu di situ jangan dekat dekat."


Patih Ramboka lagi-lagi menyunggingkan sebuah senyuman.


"Kita sudah lama tidak bercinta Ratu, aku mengginginkan itu, jadi aku tunggu kedatangan mu di tempat biasa, jika kau tidak datang aku akan bongkar semua Rahasia mu."


"Kau ..!" berani sekali mengancamku."


"Aku tidak mengancam tapi aku meminta apa yang menjadi hak ku, karena bagaimanapun juga kau.....


"Diam....! tutup mulut mu dan ingat aku tidak akan lagi sudih menjadi pelayan pemuas mu."dengus Ratu Derbah seraya pergi meninggalkan Patih Ramboka yang tersenyum menyeringai mendengarkan semua perkataan dari Ratu Derbah.


Patuh Ramboka menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar bibir nya tetap menyunggingkan sebuah senyuman.


"Kau pikir, kau bisa lepas dariku, tidak! kau tidak akan bisa lepas dariku sampai kapan pun kau akan tetap selalu melayani semua kemauan ku, silahkan saja kau bersikap begitu, tapi aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, enak saja setelah Raja baik dan perhatian padamu kau campakkan aku, tidak bisa, aku bukan lah orang lemah yang akan selalu menerima semua keegoisan mu, apa yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan, lihat saja kau akan datang dan bertekuk lutut dihadapan ku."Gumam patih Ramboka dalam hati.