
Wajah Ratu Derbah berseri seri senang.
Tak henti-hentinya bibirnya tersenyum
Patih Ramboka yang kebetulan datang
dan ingin bertemu dengan sang Ratu
di buat terheran heran, karena tidak
seperti biasanya wajah Ratu Derbah
terlihat senang dan bahagia.
"Wah..ada angin apa ini ?"sang Ratu terlihat
sangat bahagia,"
"Tentu saja patih, hari ini aku sangat
bahagia,"
"Apa, gerangan yang bisa membuat Ratu
Derbah bahagia, apakah Ratu habis menang
lotre..?"
Wajah Cantik Ratu Derbah tiba-tiba berubah
merah padam.
"Apa, kau pikir aku tukang judi?" sehingga
aku bisa memenangkan lotre!"
Patih Ramboka terkekeh mendengar
jawaban dari Ratu Derbah.
"Sungguh wajahmu lebih cantik jika Ratu
dalam keadaan marah,"
"Kau menghinaku?"
"Bukan, Ratu, aku bukan menghina mu,
tapi aku sedang menertawakan mu,"
Ucap patih Ramboka dengan gelak tawa
yang lebar.
Sehingga Ratu Derbah yang mendengar
kan, menjadi geram, dengan cepat di
ambil nya sebuah tongkat bambu yang
ada di dinding, tanpa menunggu lebih
lama, tongkat bambu itu sudah mulai
menari nari menggikuti gerakan tangan
Ratu Derbah yang memukul patih Ramboka
tanpa Ampun.
Sang patih yang tidak menyangka jika
ucapan bercanda nya, membuat Ratu
Derbah marah, hanya bisa berkelit ke
kiri dan ke kanan terkadang mundur
kebelakang terkadang juga berguling
guling.
"Stop....!stop... Ratu..!" Ampun jangan
pukul saya," Ucap patih Ramboka
kepada Ratu Derbah berharap Ratu
Derbah akan menghentikan pukulan nya.
Namun Ratu Derbah yang sudah sangat
tersinggung dengan ucapan patih Ramboka
dia tidak perduli, terus dan terus di pukul
kannya tongkat bambu itu ke tubuh patih
Ramboka.
Patih Ramboka yang mengerti Ratu Derbah
tidak main-main dengan marahnya
dengan cepat patih Ramboka melakukan
serangan balik dengan merampas tongkat
yang ada di tangan Ratu Derbah.
"Cukup, Ratu. !"Apa kamu tidak ingin tau
kenapa aku datang ke sini ?"
"Aku tidak mau tau,"Ucap Ratu Derbah yang
masih terus mengarahkan tongkat bambu
ke tubuh patih Ramboka.
"Benarkah," Ucap patih Ramboka sembari
terus menghindar dan terkadang maju
berencana merampas tongkat dari tangan
Ratu Derbah."
"Diamlah, dan terimalah hukuman dariku
akibat kelancangan mu bicara padaku,"
"Stop...!"Raja Awang Awang Vampire lagi
bersama Ratu Shima, mereka berencana
akan pergi melihat sayembara yang di
adakan Raja Barat Daya, Ratu shima dan
Raja Awang Awang Vampire akan menjadi
penyemangat langsung dari pangeran
Tatius?"Ucap patih Ramboka.
Membuat Ratu Derbah menghentikan serangannya.
"Apa...?"Mereka akan pergi ke kerajaan
Barat Daya?"
"Benar Ratu, hentikan kau memukul ku,
pikirkan apa rencanamu, selanjutnya,"
Ratu Derbah menghentikan pukulan nya
Sejenak dia diam dia mencerna semua
yang di ucapkan patih Ramboka, meskipun
patih Ramboka menyebalkan, tapi hanya
patih Ramboka lah abdi setia yang selalu
mendukung segala rencana nya.
"lalu, kamu punya ide apa ?"
"Sebentar,"
Setelah Ratu Derbah menghentikan
pukulannya dengan cepat Patih Ramboka
mendekati Ratu Derbah.
"Ratu Derbah, ikut juga ke istana Barat daya
saja, agar bisa dengan leluasa mengawasi
apa yang akan Ratu Shima lakukan,"
"itu, bukan ide, dasar bodoh,"
Patih Ramboka terkekeh, mendengar
cacian Ratu Derbah
"Lalu, Ratu Derbah sendiri, mengginginkan
bagaimana?"
"Aku, juga pusing,"
Untuk beberapa saat Ratu Derbah, mondar
dan nangkring di persawahan petani,
sebagai alat untuk menggusir burung.
Ketika Ratu Derbah dalam keadaan berfikir
dengan keras, datang lah para pengawal
abdi dalem dengan membawa beberapa
pengawal yang datang dari istana Sangkala.
"Ampun Ratu, mereka sudah datang,"
"Baik, suruh masuk, cepat,"
"Baik, Ratu."
Bergegas para pengawal itu Keluar, tak
lama kemudian mereka datang dengan
membawa beberapa prajurit pengawal
suruhan Raja Sangkala,"
"Salam Ratu,"
Ucap para prajurit Sangkala dengan sopan.
"Berdiri lah, sekarang katakan padaku
ada apa kalian jauh jauh datang ke kerajaan
Awang Awang Vampire ini,"
"Ampun, Ratu, kami di perintahkan oleh
Raja Sangkala, untuk menjemput Ratu
Shima,"
"Menjemput Ratu Shima?"
"Benar, Ratu...!"
"Untuk apa, Raja Sangkala mengginginkan
Ratu Shima datang..!"
"Hamba, tidak tau, Ratu ?"
"Wah, sayang sekali, hari ini Ratu Shima
tidak bisa di ganggu, karena beliau
tidak ada di dalam istana, Raja sedang
mengajaknya pergi,"Ucap Ratu Derbah
asal asalan.
"Pergi, kemana Ratu ?"
"Mana, aku tau, sekarang kalian pulanglah.
dan katakan pada Raja kalian, Ratu Shima
tidak ada di dalam istana,"
"Baik, Ratu, kalau begitu kami permisi dulu,"
"Ya,..ya, sana pergi cepat,"
Setelah kepergian para pengawal istana
dari kerajaan Sangkala, Ratu Derbah
kembali berfikir, ide apa yang bisa
membuat sang Raja tidak bisa membawa
Ratu Shima pergi dari istana ini,"
"Patih....!!!" Teriak Ratu Derbah dengan
keras.
"Wah, Ratu Derbah, aku begitu dekat
dengan Ratu di sini, tapi kenapa, harus
memanggil saya dengan berteiak
teriak, itu sangat mengaggu gendang
telinga saya,"
"Diam, kau..!" jangan banyak bicara, aku
mau, kau atur rencana, pertemuan antara
aku dengan Ratu Shima secara diam-diam,"
"Untuk, apa Ratu ?"
"Aku, akan buat Ratu Shima, tidur dengan
manis di ranjang nya," Ucap Ratu Derbah
seraya tertawa.
"Apa....?" Ratu Derbah mau mencelakai
Ratu Shima, begitu?"
Ratu Derbah mengagguk dengan senyum
tersinggung di bibirnya,"
"Ini, sangat berbahaya Ratu, jika ketahuan
Raja, habis lah kita,"
"Apa, kamu takut,"
"Tidak , Ratu, Demi Ratu Derbah, apapun
akan saya lakukan,"
"Bagus, sekarang pergilah, dan kabari
aku secepatnya,"
"Baik, Ratu,"
Bergegas patih Ramboka pergi dari
hadapan Ratu Shima.
****
Sementara di dalam hutan yang sangat
lebat dengan di penuhi berbagai tumbuan
yang rimbun, seorang Wanita cantik
sedang memoles wajah cantik nya dengan
beberapa alat rias yang tidak lazim pakai
karena yang tampak, bukan menjadi
lebih cantik tapi justru lebih terlihat
buruk dan jelek, jika di tatap akan
nampak menjadi wanita buruk rupa
dengan banyak Bintik bintik di seluruh
wajahnya.
"Hiiiii ....!" Seram..sekali wajamu Tuan
putri,"
"Apa, kau, yakin, ini sudah sempurna
kejelekan nya,"
"Sangat sempurna, Tuan putri !"
"Baiklah, kalau begitu, kita mulai
acting kita, kamu sudah siap kan?"
"Siap, Tuan putri,"
"Dayang, ingat..!"kamu muncul belakangan,
sekarang giliran aku yang pertama, kita
akan buat ke dua orang itu, tidak
menyadari, jika kedatangan kita dalam
misi, mau merampas keris dari pemuda
itu, dan mencelakainya,"Ucap Sang putri
sambil tertawa, yang kemudian diikuti
dengan tawa nya sang dayang.