The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.46.MONDAR MANDIR SEPERTI KITIRAN.



Wajah Ratu Derbah berseri seri senang.


Tak henti-hentinya bibirnya tersenyum


Patih Ramboka yang kebetulan datang


dan ingin bertemu dengan sang Ratu


di buat terheran heran, karena tidak


seperti biasanya wajah Ratu Derbah


terlihat senang dan bahagia.


"Wah..ada angin apa ini ?"sang Ratu terlihat


sangat bahagia,"


"Tentu saja patih, hari ini aku sangat


bahagia,"


"Apa, gerangan yang bisa membuat Ratu


Derbah bahagia, apakah Ratu habis menang


lotre..?"


Wajah Cantik Ratu Derbah tiba-tiba berubah


merah padam.


"Apa, kau pikir aku tukang judi?" sehingga


aku bisa memenangkan lotre!"


Patih Ramboka terkekeh mendengar


jawaban dari Ratu Derbah.


"Sungguh wajahmu lebih cantik jika Ratu


dalam keadaan marah,"


"Kau menghinaku?"


"Bukan, Ratu, aku bukan menghina mu,


tapi aku sedang menertawakan mu,"


Ucap patih Ramboka dengan gelak tawa


yang lebar.


Sehingga Ratu Derbah yang mendengar


kan, menjadi geram, dengan cepat di


ambil nya sebuah tongkat bambu yang


ada di dinding, tanpa menunggu lebih


lama, tongkat bambu itu sudah mulai


menari nari menggikuti gerakan tangan


Ratu Derbah yang memukul patih Ramboka


tanpa Ampun.


Sang patih yang tidak menyangka jika


ucapan bercanda nya, membuat Ratu


Derbah marah, hanya bisa berkelit ke


kiri dan ke kanan terkadang mundur


kebelakang terkadang juga berguling


guling.


"Stop....!stop... Ratu..!" Ampun jangan


pukul saya," Ucap patih Ramboka


kepada Ratu Derbah berharap Ratu


Derbah akan menghentikan pukulan nya.


Namun Ratu Derbah yang sudah sangat


tersinggung dengan ucapan patih Ramboka


dia tidak perduli, terus dan terus di pukul


kannya tongkat bambu itu ke tubuh patih


Ramboka.


Patih Ramboka yang mengerti Ratu Derbah


tidak main-main dengan marahnya


dengan cepat patih Ramboka melakukan


serangan balik dengan merampas tongkat


yang ada di tangan Ratu Derbah.


"Cukup, Ratu. !"Apa kamu tidak ingin tau


kenapa aku datang ke sini ?"


"Aku tidak mau tau,"Ucap Ratu Derbah yang


masih terus mengarahkan tongkat bambu


ke tubuh patih Ramboka.


"Benarkah," Ucap patih Ramboka sembari


terus menghindar dan terkadang maju


berencana merampas tongkat dari tangan


Ratu Derbah."


"Diamlah, dan terimalah hukuman dariku


akibat kelancangan mu bicara padaku,"


"Stop...!"Raja Awang Awang Vampire lagi


bersama Ratu Shima, mereka berencana


akan pergi melihat sayembara yang di


adakan Raja Barat Daya, Ratu shima dan


Raja Awang Awang Vampire akan menjadi


penyemangat langsung dari pangeran


Tatius?"Ucap patih Ramboka.


Membuat Ratu Derbah menghentikan serangannya.


"Apa...?"Mereka akan pergi ke kerajaan


Barat Daya?"


"Benar Ratu, hentikan kau memukul ku,


pikirkan apa rencanamu, selanjutnya,"


Ratu Derbah menghentikan pukulan nya


Sejenak dia diam dia mencerna semua


yang di ucapkan patih Ramboka, meskipun


patih Ramboka menyebalkan, tapi hanya


patih Ramboka lah abdi setia yang selalu


mendukung segala rencana nya.


"lalu, kamu punya ide apa ?"


"Sebentar,"


Setelah Ratu Derbah menghentikan


pukulannya dengan cepat Patih Ramboka


mendekati Ratu Derbah.


"Ratu Derbah, ikut juga ke istana Barat daya


saja, agar bisa dengan leluasa mengawasi


apa yang akan Ratu Shima lakukan,"


"itu, bukan ide, dasar bodoh,"


Patih Ramboka terkekeh, mendengar


cacian Ratu Derbah


"Lalu, Ratu Derbah sendiri, mengginginkan


bagaimana?"


"Aku, juga pusing,"


Untuk beberapa saat Ratu Derbah, mondar


dan nangkring di persawahan petani,


sebagai alat untuk menggusir burung.


Ketika Ratu Derbah dalam keadaan berfikir


dengan keras, datang lah para pengawal


abdi dalem dengan membawa beberapa


pengawal yang datang dari istana Sangkala.


"Ampun Ratu, mereka sudah datang,"


"Baik, suruh masuk, cepat,"


"Baik, Ratu."


Bergegas para pengawal itu Keluar, tak


lama kemudian mereka datang dengan


membawa beberapa prajurit pengawal


suruhan Raja Sangkala,"


"Salam Ratu,"


Ucap para prajurit Sangkala dengan sopan.


"Berdiri lah, sekarang katakan padaku


ada apa kalian jauh jauh datang ke kerajaan


Awang Awang Vampire ini,"


"Ampun, Ratu, kami di perintahkan oleh


Raja Sangkala, untuk menjemput Ratu


Shima,"


"Menjemput Ratu Shima?"


"Benar, Ratu...!"


"Untuk apa, Raja Sangkala mengginginkan


Ratu Shima datang..!"


"Hamba, tidak tau, Ratu ?"


"Wah, sayang sekali, hari ini Ratu Shima


tidak bisa di ganggu, karena beliau


tidak ada di dalam istana, Raja sedang


mengajaknya pergi,"Ucap Ratu Derbah


asal asalan.


"Pergi, kemana Ratu ?"


"Mana, aku tau, sekarang kalian pulanglah.


dan katakan pada Raja kalian, Ratu Shima


tidak ada di dalam istana,"


"Baik, Ratu, kalau begitu kami permisi dulu,"


"Ya,..ya, sana pergi cepat,"


Setelah kepergian para pengawal istana


dari kerajaan Sangkala, Ratu Derbah


kembali berfikir, ide apa yang bisa


membuat sang Raja tidak bisa membawa


Ratu Shima pergi dari istana ini,"


"Patih....!!!" Teriak Ratu Derbah dengan


keras.


"Wah, Ratu Derbah, aku begitu dekat


dengan Ratu di sini, tapi kenapa, harus


memanggil saya dengan berteiak


teriak, itu sangat mengaggu gendang


telinga saya,"


"Diam, kau..!" jangan banyak bicara, aku


mau, kau atur rencana, pertemuan antara


aku dengan Ratu Shima secara diam-diam,"


"Untuk, apa Ratu ?"


"Aku, akan buat Ratu Shima, tidur dengan


manis di ranjang nya," Ucap Ratu Derbah


seraya tertawa.


"Apa....?" Ratu Derbah mau mencelakai


Ratu Shima, begitu?"


Ratu Derbah mengagguk dengan senyum


tersinggung di bibirnya,"


"Ini, sangat berbahaya Ratu, jika ketahuan


Raja, habis lah kita,"


"Apa, kamu takut,"


"Tidak , Ratu, Demi Ratu Derbah, apapun


akan saya lakukan,"


"Bagus, sekarang pergilah, dan kabari


aku secepatnya,"


"Baik, Ratu,"


Bergegas patih Ramboka pergi dari


hadapan Ratu Shima.


****


Sementara di dalam hutan yang sangat


lebat dengan di penuhi berbagai tumbuan


yang rimbun, seorang Wanita cantik


sedang memoles wajah cantik nya dengan


beberapa alat rias yang tidak lazim pakai


karena yang tampak, bukan menjadi


lebih cantik tapi justru lebih terlihat


buruk dan jelek, jika di tatap akan


nampak menjadi wanita buruk rupa


dengan banyak Bintik bintik di seluruh


wajahnya.


"Hiiiii ....!" Seram..sekali wajamu Tuan


putri,"


"Apa, kau, yakin, ini sudah sempurna


kejelekan nya,"


"Sangat sempurna, Tuan putri !"


"Baiklah, kalau begitu, kita mulai


acting kita, kamu sudah siap kan?"


"Siap, Tuan putri,"


"Dayang, ingat..!"kamu muncul belakangan,


sekarang giliran aku yang pertama, kita


akan buat ke dua orang itu, tidak


menyadari, jika kedatangan kita dalam


misi, mau merampas keris dari pemuda


itu, dan mencelakainya,"Ucap Sang putri


sambil tertawa, yang kemudian diikuti


dengan tawa nya sang dayang.