The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 285.SAMA SAMA DI HUKUM



Suasana pagi yang kacau itulah yang terjadi di dalam istana utama kerajaan Awang Awang Vampire yang mana kedua Ratu permaisuri Raja, Ratu Shima dan Ratu Derbah sama-sama sedang mengamuk dengan membanting semua perabotan yang ada di dalam ruangan itu dengan menggunakan kaki mereka.


kedua Pengawal kerajaan yang berjaga di istana itu, di buat bingung dan pusing yang mana kedua nya kini menggalami sakit mata akibat ikut kurang tidur dimana mereka harus membereskan semua barang barang istana yang jatuh berserakan akibat dari ulah ke dua Ratu permaisuri kerajaan yang sedang menggamuk.


Hasil dari laporan yang diberikan kepada Raja yang mana keduanya kini diminta untuk membuka borgol Ratu Shima dan Ratu Derbah, dengan sangat hati-hati dan dengan perasaan bergetar kedua Pengawal itupun mulai mendekati sang Ratu.


"Mau apa, kau?"


pengawal itupun langsung menelan ludahnya dengan kasar akibat bentakan dari Kedua Ratu yang sedang mengamuk.


"Ampun, Ratu! saya mendapat perintah." ucap penggawal gugup.


"Apa? kau dapat perintah apa lagi? bentak Ratu Derbah pada pengawal yang mendekati nya, sontak saja hal itu membuat nyali kedua pengawal itupun menciut.


Entah apa yang Ratu Derbah dan Ratu Shima pikirkan ketika mereka berdua saling berpandangan yang mana di akhiri dengan anggukan, sungguh baru satu pemandangan yang langka dimana kedua Ratu itu terlihat kompak dan akrab.


Pandangan Ratu Derbah dan Ratu Shima yang aneh sempat membuat kedua penggawal itu bergidik, terlebih ketika Ratu Derbah dan Ratu Shima berjalan mendekati mereka.


"Ra-ratu Ada apa?tanya penggawal itu sambil beringsut mundur mereka merasa ada yang tidak beres dengan Ratu mereka sehingga mereka para pengawal itu memilih untuk mundur dan waspada.


"Ratu, tenang lah Raja memerintahkan kami untuk melepaskan borgol yang ada di tangan Ratu."


"Kalau begitu cepat lakukan?"bentak Ratu Shima dan Ratu Derbah bersamaan yang langsung membuat hati para pengawal bergertar dan gemetar.


"Ba-baik, Ratu!"


Meski sedikit gugup kedua penggawal itupun langsung mendekati dan dengan tangan gemetar mulai membuka borgol yang ada di tangan Ratu Shima dan Ratu Derbah, setelah semua borgol terlepas dengan cepat Ratu Derbah dan Ratu Shima serentak menyerang kedua Pengawal itu hingga mereka berdua babak belur.


Berkali-kali Ratu Shima dan Ratu Derbah memberikan pukulan dan tendangan kepada kedua Pengawal itu.


"Duuuuuuuss..... duuuuuuuss.....duuuus...!


"Ampun, Ratu!"


"Kalian benar-benar kurang ajar berani-beraninya memborgol kami rasakan ini."


"Duuuuuuuss....!" lagi-lagi kedua Ratu yang sedang kesal itu melampiaskan kekesalannya kepada ke dua pengawal yang ada didepannya, hingga kedua Pengawal itupun jatuh tersungkur.


Setelah puas memukuli kedua Pengawal istana Ratu Derbah dan Ratu Shima saling bertatapan sambil menyunggingkan sebuah senyuman, sebelum kemudian keduanya berjalan menuju sofa panjang dan dalam hitungan detik Kedua Ratu itu menjatuhkan tubuhnya di sana.


"Hoooaamm....!" aku ngantuk sekali."


"Hoooaamm...!" aku juga, tidur dulu saja perduli dengan Raja semalaman kita di borgol dan tidak bisa tidur."


"Kau , benar aku juga mau tidur."


Tak menunggu berapa lama Ratu Shima dan Ratu Derbah sudah tertidur, tinggallah kedua pengawal yang meringis kesakitan tapi matanya yang merah karena kurang tidur juga membuat dirinya tertidur di lantai.


Tak lama kemudian Raja dan Tania sudah sampai di depan istana utama kerajaan Awang Awang Vampire yang mana Raja langsung membawa Tania masuk ke dalam istana tanpa melewati pintu depan.


"Kau beristirahat saja di sini, tunggu, sampai pangeran Tatius menjemput mu, kurasa disini kamu akan lebih aman dari pada di di puri Istana kepribadian Pangeran Tatius."


"Trimakasih."


"Silahkan, kau boleh beristirahat sekarang aku pergi dulu, untuk makan siang nanti akan ada yang membawakan untuk mu."


Tania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan kemudian melangkah ke pintu depan.


"Aku pergi dulu,"


Tidak menunggu lama tubuh Raja segera terbang melesat menjauh pergi, hanya membutuhkan beberapa menit saja Raja sudah sampai di depan pintu utama istana kepribadian nya sementara Tania di biarkan tinggal di istana kepribadian utama bagian belakang.


"Kenapa masih selalu bertengkar lihat wajah cantik mu jadi memudar." desis Raja yang kemudian berjalan mendekati Ratu Derbah melihat Ratu Derbah yang tertidur Raja menggelengkan kepalanya.


"Kau juga sangat menjengkelkan sehingga tiap kali kalian bertemu selalu saja membuat keributan."


Raja kemudian duduk menunggu kedua istrinya bangun dengan berselonjor kaki, tiba-tiba Raja memiliki ide jahil perlahan lahan Raja bangkit dari duduknya kemudian mengambil sebuah cangkir kramik kemudian.


"Pyaaaaarrrr...!"


Raja menjatuhkan cangkir keramik yang mana suaranya sangat keras dan sontak saja membuat kedua Ratu itu terjaga dari tidurnya dan langsung bangkit Karena suaranya yang sangat memekakkan telinga.


Melihat siapa yang sedang berdiri di depan mereka dan sebuah cangkir kramik yang terjatuh dengan sigap kedua Ratu itupun mulai bangkit dari tidurnya dan berjalan mendekati.


"Raja .!kau, sejak kapan kau berada disini."


"Raja!" kenapa cangkir nya bisa tumpah kau tidak apa-apa?" tanya Ratu Derbah khawatir sambil memegangi tangan Raja yang mana tangannya langsung di kibas kan Raja.


"Jangan sentuh aku,"


Ratu Shima yang mendengar itu Tertawa tertahan sambil menyunggingkan sebuah senyum ejekan.


"Rasain, tuh!"


Mendengar istri pertama nya menertawakan Raja menatap tajam pada Ratu Shima.


"Apa, yang kau tertawakan Ratu, cepat bersihkan."


"A-apa? Raja bilang apa tadi? bersihkan apa aku tidak salah dengar."


Ratu Derbah yang melihat Raja memerintah Ratu Shima kini jadi tertawa.


"Hahaha....syukurin, cepat bersihkan Raja menyuruh mu."seru Ratu Derbah sambil tertawa lepas, hatinya terlihat sangat bahagia jika bisa melihat Ratu saingannya sengsara.


Ratu Shima mengepalkan kedua tangannya sambil menatap tajam pada Ratu Derbah yang sedang tertawa menertawakan nasibnya yang lagi sial.


"Kenapa masih diam, ayo cepat bersihkan."seru Raja pada Ratu Shima yang mana semakin membuat Ratu Shima kesal.


Sementara Raja diam diam menyungingkan sebuah senyuman melihat ekspresi wajah Ratu Shima yang di rasa sangat menggemaskan.


Dengan berat hati Ratu Shima berjongkok dan membersihkan pecahan cangkir keramik yang berserakan di lantai sementara Raja menatap tajam pada Ratu Derbah yang Tersenyum puas melihat madu saingannya mendapatkan hukuman.


"Dan kau Ratu Derbah, cepat kau ambil kain pel untuk membersihkan lantai ini, ingat kau bersihkan Ruangan ini sampai depan pendopo sana."teriak Raja yang langsung membuat tawa Ratu Derbah berhenti mendadak


Mendengar perintah dari Raja, Ratu Derbah langsung mendelik seketika, beberapa kali Ratu Derbah menelan ludahnya dengan kasar.


"Apa? aku harus mengepel lantai."


"Iya, kenapa? cepat lakukan atau ku hukum dengan cara yang lebih kejam lagi."


"Iya-iya." sahut Ratu Derbah dengan bibir mengkrucut dan mendenggus.


Ratu Shima yang melihat itu kini jadi Tersenyum.


"Cepat, kau ambil dan pel yang bersih ini lantai.'seru Ratu Shima dengan bibir Tersenyum.


"Huuff...! Ratu Derbah menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar sebelum pergi meninggalkan tempat itu dan pergi ke belakang untuk menggambil peralatan lantai.


"Ku pikir Raja baik dan memihak ku ternyata sama saja huuuuff....Malas amat mau membersihkan memangnya aku pembantu apa? tapi... jika aku membangkang sudah pasti akan ada hukuman lain yang lebih parah dari ini ya sudahlah terpaksa aku ikuti dari pada mendapatkan hukuman yang lain lagi." desis Ratu Derbah dalam hati.