
Pangeran Yasza memacu kudanya dengan sangat cepat, maju ke tengah menghampiri Raja Prayuda Anatius Praja pramusti, ketika mereka dekat dengan jarak hanya sembilan meter, Pangeran Yasza berteriak dengan lantang.
"Salam, Raja, Kerajaan Awang Awang Vampire. Engkau memang Raja yang hebat, aku sangat kagum dengan kekuatan mu, yang bisa dengan mudah melindungi semua prajurit mu dari kematian, tapi Aku Pangeran Yasza dari Kerajaan Ambarwata menantang mu, mari kita bertarung."
Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Tersenyum ketika melihat Pangeran Yasza maju menantang nya.
"Hai, anak muda! berani sekali kau mengaggu ketenangan kerajaan kami, aku tidak tau apa motif darimu menyerang kerajaan kami, yang pasti aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengaggu ketenangan kerajaan ku, sebelum semuanya terlambat pergi dan kembalilah ke krajaan mu, sebelum kau pulang dengan hanya tinggal nama."
"Apa..? kembali...!" dan aku akan pulang hanya tinggal nama hahaha.... sombong sekali kau Raja, kau belum tau siapa diriku justru aku peringatkan kepadamu, menyerahlah sebelum aku menghancurkan semua yang ada di kerajaan mu ini."
"Cukup, hebat keberanian mu anak muda, trimakasih atas peringatan mu tapi tentu saja aku Raja dari kerajaan Awang Awang Vampire tidak akan menyerah begitu saja."
"Baik..!jika begitu mari kita buktikan siapa diantara kita yang akan kalah."
Dengan senyum tersungging di bibir Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti mengaggukkan kepala.
"Baik, mari kita lihat apakah kau bisa pulang dengan selamat dari kerajaan Awang Awang Vampire ku ini."
Pangeran Yasza mengeluarkan pedang panjang nya begitu juga dengan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti dia juga menarik pedangnya kemudian maju mendekat dengan memacu kudanya setelah dekat Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti dan Pangeran Yasza bertarung menggunakan pedang.
Kedua pedang panjang milik pangeran Yasza dan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti berbenturan dengan menggeluarkan suara yang sangat keras, pertarungan di atas kuda.
Sementara para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire dan para prajurit Ambarwata yang masih tersisa bertarung di Medan pertarungan hingga membuat tanah dan rerumputan yang berdebu dan sedikit becek akibat hujan dari senjata anak panah dari Raja kerajaan Awang Awang Vampire menjadi sangat kotor dan kacau.
****
Di sisi lain tepatnya dari arah Pintu gerbang Barat dan Utara terjadi penyerangan secara serentak di mana di situ tidak ada satupun panglima pembesar kerajaan Awang Awang Vampire yang ada hanya lah para prajurit biasa karena seharusnya dari arah Barat pasukan kerajaan Awang Awang Vampire di pimpin oleh Patih Ramboka dan dari arah Utara di pimpin oleh Panglima satu akan tetapi entah dimana Patih Ramboka berada sehingga dari Arah Barat tidak ada pimpinannya dan kosong, hal itu memudahkan para prajurit kerajaan Ambarwata untuk menguasai dan membobol pertahanan kerajaan Awang Awang Vampire.
Pada saat kerajaan Awang Awang Vampire dari Arah Barat berhasil di bobol dan di buat terdesak oleh pasukan dari kerajaan Ambawarta datangnya Ratu Shima yang kebetulan melewati pintu gerbang dari arah Barat yang mana tujuan nya ingin mencari Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti.
Melihat Para prajurit nya terdesak mundur maka dengan secepat kilat Ratu Shima maju ketengah tengah tengah Medan pertempuran.
Dengan gerakan yang sangat cepat Ratu Shima membabatkan pedang panjang nya ke arah para prajurit kerajaan Ambarwata. pimpinan kerajaan Ambarwata dari Arah Barat sedikit tersentak kaget karena dia tidak menyangka jika ilmu dari seorang wanita mampu merobohkan beberapa prajurit andalannya.
"Busyet....hebat sekali wanita ini, kecepatan nya sungguh luar biasa dan ini sangat mustahil jika dia hanya dari kalangan prajurit biasa tidak mungkin memiliki kekuatan sehebat ini. Benar-benar satu pemandangan yang luar biasa, ternyata semua penghuni kerajaan ini terlatih dengan sangat sempurna."
Ratu Shima melakukan penyerangan dengan sangat bagus dan tepat sehingga banyak para prajurit kerajaan Ambarwata yang gugur di Medan pertempuran, mata indah dari Ratu Shima melirik pada pimpinan prajurit kerajaan musuh yang mana dia masih duduk manis di atas kudanya dengan mengamati jalan nya pertemuan di mana tidak pernah pimpinan itu sadari jika dirinya diam-diam dalam incaran Ratu Shima.
Para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang tadinya kosong pemimpin dan tidak memiliki penyemangat kini mulai bersemangat dengan di pimpin langsung oleh Ratu agung mereka, bahkan di antara para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire sangat bangga dan beruntung karena bisa secara langsung menyaksikan kehebatan Ratu mereka di Medan perang.
Ratu Shima yang wajahnya sangat cantik rupawan tak lepas dari kekaguman sang Senopati kerajaan Ambarwata sehingga tanpa sadar dirinya justru asik menikmati penyajian pertempuran sang Wanita dari golongan musuh.
"Panglima... !"bagaimana ini prajurit kita banyak yang gugur dan kini prajurit kita mulai terdesak mundur," seru seorang prajurit yang melihat sang pimpinan justru senyum-senyum dan menggamati pertarungan yang dilakukan musuh di atas pimpinan seorang Wanita cantik.
"Apa...?
"Kita terdesak, panglima bagaimana ini."
"Oh, iya sebentar beri waktu aku untuk berfikir sebentar saja." pinta sang Senopati kerajaan Ambarwata.
Sementara sang prajurit mendenggus kesal sambil berlalu pergi.
"Nunggu kamu berfikir mampus semua prajurit mu bodoh," gumam sang prajurit dalam hati, tentu saja dia hanya bisa meluapkan kekesalannya dalam hati, karena jika dia katakan dengan jelas bisa bisa mampus sendiri dirinya kena damprat pimpinan nya.
Di saat sang Senopati panglima kerajaan Ambarwata sedang berfikir keras bagaimana mengatasi semua ini tiba-tiba dari arah yang tak terduga sebuah pisau meluncur dengan sangat cepat ke arahnya,"
"Sreeeeeeettttt......!"
karena tidak ada persiapan dan kesiagaan serta kurangnya kewaspadaan pada dirinya sendiri pisau kecil itu berhasil melukai bahu kiri Sang Senopati kerajaan Ambarwata.
"Aauww...kurang ajar siapa yang berani bermain main dengan ku," sunggut sang Senopati dengan perasaan kesal dan geram.
"Aku....!
jawab salah satu sosok berambut panjang yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan nya dengan sebuah pedang panjang di tangan kanannya.
"Kau....!
Senopati sang panglima perang dari kerajaan Ambarwata menalan ludahnya dengan kasar jangkunya terlihat naik turun, kedua bola matanya menatap tidak berkedip.
"Siapa Wanita ini, dia benar-benar luar biasa, gerakan nya sangat cepat dan sangat terlatih, jika melihat dari caranya berpakaian sepertinya dia bukan prajurit biasa, baju yang di pakai nya seperti baju kebesaran kerajaan apakah Wanita ini adalah Ratu dari kerajaan Awang Awang Vampire, cantik sekali." Gumam Senopati panglima kerajaan Ambarwata, karena rasa kagumnya membuatnya lupa juka bahunya sedang terluka.
"Tanpa bicara apapun tatapan tajam mata Ratu Shima yang sedari awal mengincar laki-laki yang kini ada di depannya dan dengan sangat cepat melempar kan selendang sutra yang selalu berada di pinggangnya ke arah Senopati dan dalam waktu singkat sang Senopati sudah terlilit dan hanya dengan sekali hentakan tubuh Senopati melayang jatuh dari atas kudanya.
"Bruuugh....!
"Auuwwh... ringis sang Senopati yang tidak menyadari jika Wanita di depannya selain pandai bermain pedang dia juga memiliki ilmu tenaga dalam.
"Sial...! dia menjatuhkan ku, kali ini aku akan membuat bunga bunga yang indah di atas kulit mu yang putih dan halus itu dengan pedangku ini wanita cantik."
Dengan cepat Senopati bangkit berdiri dan dengan gerakan sangat cepat pula Senopati itu terbang melesat tinggi ke udara sambil mengayunkan pedangnya.
"Hiyaaaaaa... duuuussss....!
ayunan pedang dengan kecepatan kilat mengarah pada Ratu Shima dengan sangat cepat Ratu Shima melompat ke kanan dan kiri sehingga babatan pedang dari sang Senopati selalu menggenai Ruang kosong, gagal dan gagal lagi.
Hal itu semakin membuat sang Senopati penasaran, atas kehebatan dari sang Ratu.
"Wanita ini benar-benar hebat aku harus mencari titik kelemahan nya."
Diam-diam Senopati panglima kerajaan Ambarwata menggamati dan memperhatikan dengan seksama apa yang menjadi kelemahan dari lawannya.
Tak lama kemudian Bibir Senopati Tersenyum menyeringai setelah memastikan dan memahami apa kelemahan dari kekuatan wanita yang ada di hadapannya.
Senyum licik tersungging dari bibir Sang Senopati.
"Kau kan wanita apapun itu pasti tidak akan bisa bergerak dengan bebas jika bajumu ku robek dan lekuk dari tubumu terekspos dengan sendirinya kau akan menyerah dan kalah.
"Hoooop...! Sang Senopati Kembali terbang melesat tinggi ke udara dan dengan gerakan cepat Ratu Shima pun menggikuti dengan ikut melesat terbang ke atas.
"Kena jebak kau..!" desis Sang Senopati lirih sambil menyunggingkan sebuah senyuman, ketika Ratu Shima ikut terbang melesat tinggi ke udara sang Senopati yang sudah merencanakan sesuatu segera menukik dengan cepat ke bawa, melihat musuh menukik ke bawah Ratu Shima pun menggikuti dan tanpa di sadari bahaya yang mengancamnya, Senopati kerajaan Ambarwata kembali terbang ke atas dengan...
"Sreeeeeeettttt.....! pedang tajam sang Senopati diarahkan pada baju yang di kenakan Ratu Shima tak Aya lagi baju itupun langsung robek dengan sangat lebar sehingga tubuh Ratu Shima terekspos dengan sempurna.
"Aaaaaaa ...!jerit Ratu Shima ketika menyadari bajunya telah Robek dengan cepat Ratu Shima pun turun agar dan berusaha menutupi pahanya yang terbuka.
Konsentrasi dan ke fokusan dari sang Ratu pun hilang seketika dia sibuk berusaha menutupi bajunya yang terbuka.
Kesempatan itu tidak di sia-sia sang Senopati melihat sebagian tubuh yang putih bersih membuat Senopati menelan air liurnya, tak mau pemandangan yang indah dan langka ini hilang dengan cepat kembali Sang Senopati meloncat dan merobek lagi baju Ratu Shima hingga hampir tubuh itu setelah polos dan para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire dengan segera menutup mata, atas perintah dari salah satu prajurit kepercayaan sang Raja.
"Tutup mata kalian cepat....!
Serentak para prajurit pun menutup mata, begitu pun dengan dia yang memerintahkannya.
Dengan Tertawa terbahak-bahak Senopati kerajaan Ambarwata yang ingin kembali mempermalukan Ratu Shima dengan menarik lagi baju yang masih tersisa tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat dengan sangat cepat dan dengan gerakan memutar melilitkan sebuah kain hitam pada tubuh Ratu Shima.
"Kau ceroboh, Ratu Shima! cepat gunakan kain ini untuk menutupi tubuh mu."seru seseorang yang baru saja memberikan kain hitam dan panjang padanya.
Kemudian dengan gerakan cepat menyerang Senopati kerajaan Ambarwata dengan membabi buta sehingga sang Senopati kewalahan menghadapi nya.
__________
-------------
**Hai Assalamualaikum.... trimakasih buat semua Reader ku yang masih setia smoga suka
dan smoga feel nya dpt ya...
boleh dong kasih Autor Vote dan hadiahnya biar tambah semangat.
hayo....ada yang bisa menebak tidak siapa yang menolong Ratu Shima.
Insyaallah... Mendekati Ending**.