
Kedatangan dari Pak Guru Willi dan Putri Lin Ying langsung mendapat kan sambutan dari teman pak guru Wili yang bernama Anton.
"Hai .Will...!"datang hampir terlambat tapi tidak apa-apa beruntung masih belum terlambat amat, apa dia itu pacarmu tanya laki-laki yang ada di depan Pak Guru Willi sambil melirik gadis yang ada di samping pak guru Wili.
Dengan tersenyum kecut pak guru Willi menganggukkan kepala meskipun sebenarnya tidak sama sekali, melihat anggukan dari pak guru Willi laki-laki yang ada di depan Pak Guru Willi yang bernama Anton segera mengacungkan jempol jarinya kepada Psk Guru Willi.
"Wah kamu hebat cewek kamu cantik juga kapan rencana menikahnya, Jangan lupa undang aku ya." ucap Anton dengan penuh tawa.
pak guru Willi tidak menanggapi ucapan Anton dia justru meninju punggung Anton dengan perasaan gemas.
"andaikata Anton tau gadis yang ada di sampingku adalah seorang vampir, aku jamin kamu pasti lari terbirit-birit bisa jadi juga terkencing-kencing, ha....ha...ha ..pintar juga Putri lin Ying itu memilih gaun, tangannya yang berkuku panjang tidak terlihat sama sekali, giginya yang runcing dan menakutkan juga tidak terlihat sama sekali hal itu karena dia menggunakan cadar, sangat pintar baru kali ini aku tahu ada vampir pintar." Gumam pak guru Willi dalam hati sambil senyum senyum.
"Bagaimana dengan kamu sendiri, Apakah kamu sudah punya calon istri atau mungkin barang kali sudah menikah tapi lupa tidak memberikan undangan padaku." ucap Pak guru Willi yang langsung di sambut dengan gelak tawa.
"ha-ha-ha kamu bisa saja Willi, mana mungkin aku menikah tanpa memberikan undangan kepada mu, sudah pasti kau akan mendapatkan undangan nomor satu sebelum orang lain yang kuberikan undangan pasti kamu yang aku undang terlebih dulu." ucap Anton.
Melihat pak guru Willi dan temannya asyik ngobrol tertawa dan bercanda Putri Lin Ying merasa sangat kesal, karena dia harus menahan perutnya yang lagi lapar dan juga menahan diri agar tidak berbuat keonaran di tempat pesta itu, untuk sementara putri Lin Ying membiarkan pak guru Willy tertawa dan bercanda, akan tetapi dia akan melakukan sesuatu yang tepat untuk membalas perlakuan dari guru Wili jika dia tidak memikirkan perut Putri Lin Ying yang sedang lapar dan dia tidak mau kompromi lagi dengan Pak guru Wili.
Putri Lin Ying memandang ke arah kanan di mana di sebelah kanan terdapat berbagai macam masakan yang terbuat dari daging dan ikan bakar kesukaannya, diam-diam Putri Lin Ying menelan ludahnya karena merasakan sensasi betapa inginnya dia menikmati makanan yang ada, tetapi semua itu harus dia tahan demi menjaga perasaan dari pak guru Willi kepada temannya.
Setelah menunggu beberapa saat pak guru Willi masih tetap saja tertawa dan bercanda dengan temannya tanpa melihat dan mengetahui jika Putri Lin Ying sudah tidak tahan dengan lapar yang menusuk-nusuk perutnya, membuat Putri lin Ying menginjakkan kakinya pada kaki Pak Guru Willi, sehingga menimbulkan suara jeritan kecil dari bibir pak guru Willi.
"Auwwh...!"suara jeritan kecil dari pak guru Willi yang kakinya diinjak Putri Lin Ying sementara dengan serta-merta apa Guru Willi menatap kearah Putri Lin Ying, memohon penjelasan mengapa menginjak kakinya dalam tatapan matanya, sementara temannya Anton merasa terkejut dengan apa yang terjadi dengan pak guru sehingga dia bertanya.
"Kamu kenapa Bro!" berteriak seperti orang ke jaduk tembok saja." seru Anton sambil tertawa.
Sementara Putri lin Ying dengan bahasa tatapan matanya dia arahkan ke sebelah kanan di mana di sana terdapat banyak makanan yang terbuat dari daging.
Melihat hal itu Pak guru Wili langsung menepuk jidatnya.
"Astaga..!" aku lupa vampire ini kan lagi lapar kenapa Kau biarkan saja, kalau terjadi sesuatu aku juga yang repot aku harus cepat memberinya makan sebelum vampire ini menjadi buas."ucap Pak guru Wili dalam hati.
"Hei... Will..!"kenapa kau diam saja aku tadi bertanya kenapa kau berteriak ada apa, tanya Anton yang tadi bertanya tidak mendapatkan jawaban.
Pak guru Wili tersenyum mendengar pertanyaan dari Anton sahabatnya.
" Kamu ini gimana sih!" tamu datang nggak disuruh makan diajak ngobrol terus aku juga lapar, aku ingin menikmati masakan dan hidangan yang gratis ini."ucap Pak guru Wili menjelaskan.
" Oh, sorry... sorry!" aku sampai lupa karena aku sangat ingin ngobrol denganmu, Sudah lama kita tidak bertemu, oke sekarang kamu boleh makan dulu, nanti kita akan ngobrol lagi dan bercerita lagi silakan... silahkan..! kau makan sepuasmu, jangan khawatir ini gratis."ucap Anton pada Pak guru Wili yang kemudian diapun pamit pergi.
"Mari, silakan, di nikmati makanannya, Aku tinggal dulu Setelah kalian kenyang dan puas menikmati makanannya, Jangan lupa nanti temui aku disana, kita akan ngobrol-ngobrol lagi silakan silakan." seru Anton mempersilahkan Pak Guru Willi dan pasangnya untuk makan.
Pak guru Willi, menatap kearah Putri Lin Ying tangan kekarnya segera meraih tangan putri Lin Ying dan mengajaknya menuju ke meja makan.
"Kau sudah sangat lapar kan, ambil dan nikmati makanan yang ada, tapi ingat jangan terlalu banyak, makan secukupnya jangan tampakan dirimu seperti Vampire kau mengerti," ucap Pak guru Wili kepada putri Lin Ying.
Tanpa menjawab Putri lin Ying tersenyum senang karena sebentar lagi perutnya yang terasa ditusuk-tusuk pisau segera akan mendapatkan makanannya.
Di tengah-tengah acara makan antara pak guru Willi dengan Putri lin ying tiba-tiba datang diantara mereka seorang laki-laki yang ternyata dia juga teman dari Pak Guru Willi.
"Hai Will, ternyata kau diundang juga ya kita sudah lama tidak bertemu Apa kabarmu, Ayo kita bicara aku ingin ngobrol ngobrol denganmu.
Pak Guru Willi tersenyum kecut yang mau tidak mau dia harus mengikuti temannya.
"Sebentar, aku akan bicara dengan kekasihku terlebih dulu," ucap guru ini menjelaskan.
"Dengar, makan secukupnya dan jangan membuat keributan, Aku tinggal dulu aku ingin bicara dengan teman lamaku, apa kamu ngerti." tanya Pak Guru kepada putri Lin Ying.
Putri lin Ying yang sibuk mengunyah makanan dia tidak menjawab perkataan dari pak guru Wili dengan kata-kata, Putri Lin Ying hanya mengangguk saja sebagai tanda jawaban, setelah mendapatkan jawaban dengan langkah pasti pak guru Wili segera meninggalkan Putri Lin Ying seorang diri.
Makanan yang sangat menggiurkan dan rasanya sangat enak, karena perpaduan bumbu-bumbu yang sangat lezat membuat Putri Lin Ying merasa puas dan menikmati makanannya. Di sela-sela mengambil satu makanan tanpa sengaja seorang wanita menabrak Putri Lin Ying hingga makanannya jatuh, sontak saja hal itu membuat putri Lin Ying langsung melotot dan mendelik ke arah wanita yang menabrak nya.
"sorry...! aku tidak sengaja." ucap gadis itu yang langsung saja berlalu pergi, hal itu membuat Putri lin ying merasa sangat geram dan marah dan dengan kasar ditariknya tangan wanita itu.
"Enak saja, kau langsung pergi cepat ambil dan bersihkan makanan yang sudah kau jatuhkan itu." seru Putri lin ying dengan sangat dingin.
"Halah cuma begitu saja kamu pikirkan biarkan saja nanti akan ada orang yang membersihkan nya untuk apa Aku capek-capek bersihkan seru gadis itu kembali pergi dan Putri Lin Ying yang tidak terima menarik dengan kasar hingga wanita itu terjatuh.
pandangan tajam dari Putri Lin Ying dengan suara menggeram dan dengan mulut terbuka membuat wanita itu menjerit histeris.
"Ka-kau...! Bu-bukan manusia, kau .... Vampire..!"tolong... ada Vampire.... teriak wanita itu histeris yang mana suaranya langsung menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di sekitar tempat itu, hingga mereka berhamburan menangkap Putri Lin Ying.
"Sementara, Pak guru Wili yang di ajak ngobrol teman lamanya jauh dari ruangan makan, tidak bisa mendengar keributan yang terjadi di ruang makan, dimana putri Lin Ying dalam bahaya.