The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.185.TAKUT



Tania menggikuti perintah dari pangeran Tatius tidak banyak bergerak dan diam meskipun dia tidak mengerti mengapa diam dan tidak boleh bergerak, Tania berfikir mungkin karena akan menggaggu konsentrasi dari pangeran Tatius yang sedang melacak keberadaan pak guru Wili, dalam diamnya hati Tania pun berkata.


"Bagaimana keadaan dari pak guru Wili, jika sesuatu terjadi padanya sungguh dirinya akan sangat bersalah karena dirinya lah yang menyebabkan semua ini terjadi."asik diam tak bergerak dalam lamunan nya sendiri membuat Tania menjerit ketika sebuah tangan melingkar di pinggang dan dengan secepat kilat menyambarnya membawa terbang.


"Aaaaa.....!"Pangeran Tatius....!" apa yang kau lakukan bikin orang jantungan saja, Kalau mau bawa aku terbang itu ngomong biar ngak bikin kaget saja." Sungut Tania kesal pasalnya jantung nya serasa meloncat merasa kan tiba-tiba di bawa terbang.


Pangeran Tatius hanya terkekeh.


"Bukankah aku sudah bilang diam jangan bergerak itu artinya aku akan membawa mu terbang."


"Iiiiihh... nyebelin jangan tinggi tinggi takut nanti jatuh."


"Kan ada aku masak iya aku biarkan kamu terjatuh," seru Pangeran Tatius dengan terus tertawa.


"Hoooop....!"Tubuh pangeran Tatius dan Tania berhenti di atas dahan pohon.


"Aduuuh, jatuh ini nanti, kalau mau ajak berhenti berhenti lah di atas tanah jangan di dahan entar kalau jatuh trus aku kepleset bagaimana," crocos Tania khawatir.


"Sssssttt...!" diamlah sejenak sayang ngak akan terjadi apa-apa, jangan berisik aku mencium bau pak guru Wili ada di sekitar sini."


"Di sekitar sini, mana ..ngak ada tuh!'


"Ssssstt...lihat ke depan, bukankah di sana ada gubuk,'


"Iya, ada!


"Perasaan ku menggatakan pak guru Wili ada di sana, aku akan ke sana kamu tunggu di sini ya..!


"Apa ...? tunggu di sini yang benar saja jadi cowok aku bisa jatuh. nih, aku kan ngak bisa manjat ngak mau di sini takut turun kan aku, kalau mau meminta ku menunggu aku mau nunggu di bawah saja."


"Di bawah berbahaya sayang...kalau ada mahkluk lain bisa dengan muda nanti mencium keberadaan mu."


"Ngak mau tau, pokok nya turun, bisa mati berdiri jika aku di sini,"


"Ok.....baiklah, tapi jangan banyak bergerak ya!"


"iya...!"


Tak lama pangeran Tatius segera membawa tubuh Tania turun ke bawah.


"Ingat pesanku jangan banyak bergerak."


"Iya, sudah dengar tadi."sungut Tania kesal, sementara pangeran Tatius pamit melihat keadaan yang ada di dalam gubuk itu, langkah nya yang pasti dan sangat hati-hati bisa melihat dengan jelas yang semakin dekat semakin bau dari pak guru Wili semakin tajam.


"Benar ..! rupanya pak guru Wili ada di sini." gumam pangeran Tatius yang berjalan hendak mendekati lebih dekat akan tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat sosok tubuh gadis berbaju kerajaan sedang duduk di depan gubuk.


"Putri Lin Ying...!" dia di sini gawat, pasti ini perintah Raja, aku harus cepat pergi dan menjauhkan Tania darinya bisa bahaya buat Tania jika sampai putri Lin Ying melihat kami."desis Pangeran Tatius.


Dengan cepat, pangeran Tatius terbang melesat ke tempat di mana dia meninggal kan Tania seorang diri, tanpa menunggu dan banyak bicara Pangeran Tatius langsung menyambar tubuh Tania dan membawanya pergi.


"Aaaah." pekik Tania tertahan karena terkejut tiba-tiba pangeran Tatius tanpa bicara langsung membawa nya terbang kembali dengan kesal Tania memukul tubuh pangeran Tatius.


"Kenapa ngak bilang bilang sih selalu bikin kaget saja."Grutu Tania.


"Di sana tidak aman buat kamu jadi nya aku bawa pergi,"


"iya harus nya bilang biar aku bisa bersiap siap."


"Maaf, ngak sempat.


"lalu pak guru Wili bagaimana, apakah tidak ada di sana?"


"Apaan, sih!"


"Kita, langsung pulang saja ya,"


"Ngak mau aku mau ke pantai, aku kan belum pernah di temani pacar ke pantai."


"Kalau terlalu lama di luar Ayah nanti binggung"


"Sebentar saja" rengek Tania.


"Baiklah kita ke pantai."


Tania tersenyum senang ketika Pangeran Tatius menyetujui permintaan nya, Sementara di tempat yang jauh tempat di luar gubuk tsmpak seorang gadis lagi mondar mandir bagaikan putaran gangsing.


"Aku tidak mungkin salah, tadi itu aku mencium bau keberadaan pangeran Tatius di sini, tapi di mana dia sekarang, masak iya aku lagi berhalusinasi " pikir putri Lin Ying dalam hati, putri Lin Ying segera pergi mencari akan tetapi langkah nya terhenti ketika sebuah teriakan terdengar oleh nya.


"Nona...!"Tunggu... Nona..!"


Dengan berlari lari kecil seorang laki-laki keluar dari dalam gubuk dan berlari mendekati sosok gadis yang hendak melangkah pergi, dengan nafas tersengal segal laki-laki itu bicara.


"Maaf, apakah Nona yang menolong saya."


Tanpa memalingkan muka menghadap lawan bicaranya, gadis itu mengagguk.


"Trimakasih, Nona kau telah menyelamatkan ku, jika kau tak menolong ku pastilah aku sekarang sudah mati."


"Aku hanya kebetulan lewat di jalan itu jadi tidak perlu terlalu berterimakasih."desisnya seraya mengayunkan langkah nya untuk pergi menjauh dari tempat itu.


"Nona.. !" tunggu kau mau ke mana?*


"Aku, akan pergi bukankah kamu sudah tidak apa-apa jadi sudah selesai tugasku."


"Tunggu... Nona! aku belum mengenalmu, boleh kah aku tau siapa namamu dan dari mana asalmu, melihat caramu berpakaian dan model pakaian yang kau kenakan seperti nya kamu bukan orang sini."


"Apa kau yakin ingin berkenalan dengan ku,"tanya Putri Lin Ying yang posisinya tetap masih membelakangi.


"Tentu, saja aku yakin aku ingin melihat wajah orang yang telah menyelamatkan ku."


"Baiklah, ini aku."


Gadis itupun membalikkan badannya dan terlihat lah sosok gadis cantik tapi menyeramkan karena di wajah cantik nya terdapat gigi gigi yang runcing dan kuku yang panjang, pak guru Wili yang tidak menyangka gadis yang akan dia lihat seperti ini bentuk nya membelalakkan kedua bola matanya dan berkali-kali pak guru Wili menelan ludahnya dengan kasar, masih belum percaya dengan apa yang di lihat oleh matanya, pak guru Wili mulai mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa aku tidak salah lihat."Gumam pak guru Wili lirih.


Gadis di depannya tersenyum mencibir.


"Sudah ku bilang kan, kenapa kau bersikeras Ingin melihatku dan sekarang kau seperti orang bodoh saja, jaga kesehatan kamu aku pergi dulu."


Ketika putri Lin Ying hendak pergi lagi-lagi sebuah suara menghentikan langkah kakinya.


"Tunggu, Nona!" iya aku sangat terkejut melihatmu akan tetapi aku tidak takut pada mu, trimakasih Nona kau telah menyelamatkan nyawaku."


Gadis itupun Tersenyum


"Namaku, Lin ying dan kamu siapa namamu dan apakah kau yakin ingin berteman dengan ku,"


pak guru Wili mengagguk pasti seraya menggulurkan tangannya.


"Nama ku wili," Ucap pak guru Wili sambil tersenyum, gadis di depannya sangat cantik tapi sayangnya dia bukan mahkluk manusia, gadis ini dia adalah seorang Vampire.