The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.191.CEMBURU 2



Merasa kesal dengan apa yang dilihatnya pangeran Tatius dengan membabi buta menyerang dua orang sang pengemudi mobil, hingga mereka di buat lari tunggang langgang.


Sementara gadis yang tadi bersama dengan pangeran Tatius menatap dengan penuh ke kaguman.


"Wah hebat dia benar benar laki-laki yang hebat,"ucap sang gadis yang dengan cepat menghampiri pangeran Tatius yang tatapan matanya masih tertuju pada Devan dan Tania.


"apa kau masih takut?" tanya Devan pada Tania yang perlahan lahan Tania melepaskan pelukan nya, seraya tersenyum malu.


"Maaf aku jadi lupa untuk mengontrol diriku."


"Tidak apa apa,"ucap Devan kemudian sambil tersenyum, Devan tidak perduli dengan tatapan tajam dari pangeran Tatius kepadanya.


Melihat Tania sudah melepaskan pelukannya


Pangeran Tatius berjalan mendekat.


"Sudah selesai main peluk pelukan nya."sindir pangeran Tatius yang membuat Tania segera menoleh ke arah belakang, di mana sumber suara itu berada.


Melihat siapa yang berdiri di belakang nya bibir Tania mengembangkan sebuah senyuman sambil berjalan mendekati pangeran Tatius dan berdiri tepat di hadapan nya.


"Emang masih boleh, Kalau peluk Devan lagi,"


tanya Tania santai membuat pangeran Tatius mendelik seketika.


"Sudah ayo, kita pulang." ajak pangeran Tatius seraya menggengam Tangan Tania.


Mendengar ajakan pangeran Tatius Tania mengagguk sebagai tanda ucapan setuju, diam diam Tania tersenyum senang melihat kekasihnya jeles.


"Van, trimakasih aku pulang duluan,"seru Tania dan Devan mengeryitkan dahinya melihat Tania buru buru pamit pulang.


"Pulang bareng aku saja kenapa, emangnya mau pulang ke mana buru buru amat."tanya Devan.


"Ke rumah lah, emang mau kemana lagi."Jawab Pangeran Tatius sinis, sedangkan Devan tidak ambil perduli dengan sikap Pangeran Tatius yang dingin.


"Hei...Mbak....... sini! ngapain masih berdiri di situ ini cowok kamu kan mbak, ajak pulang juga sana, biar ngak ngagguin orang."seru pangeran Tatius agar Devan tak terus saja lengket dan dekat dengan Tania.


Gadis itupun melangkah maju mendekati Devan, tatapan matanya menyiratkan kemarahan sedangkan bibirnya diam, Devan menelan ludahnya dengan kasar.


"Maafkan aku clara,aku tidak bermaksud meninggal kan mu cuma Tania ini teman dekat ku jadi.....


"Apa? teman dekat mulai sekarang kalian tidak boleh jadi teman dekat."sahut pangeran Tatius.


"Duh...jeles amat sih yus, aku kan nolongin pacar kamu coba ngak ada aku siapa yang nolong, kamu saja baru datang cowok apaan tuh, ngak bisa menjaga kenyamanan dan keselamatan pacar."sungut Devan kesal dari pertama datang sampai saat ini masih terus saja menyindir dan sinis padanya padahal Devan sudah menggalah banyak dengan membiarkan Tania mimiih cintanya.


"Kesabaran orang itu ada batasnya, jangan mentang mentang Tania cewek kamu seenaknya saja kamu pisahkan persahabatan kami, dan jika kau ingin aku memahamimu kamu juga harus bisa memahamiku."


"Ok...aku sekarang mau ajak pulang pacarku dan kamu silahkan ajak pacarmu gimana deal kan?"seru Pangeran Tatius seraya menggengam tangan Tania dan membawanya pergi.


"Tunggu....!"


"Ada apa lagi? jawab pangeran Tatius sinis, tidak tau kenapa bawaannya ingin marah dan tidak suka jika Tania berada dekat dengan Devan terlebih Tania sangat perhatian juga sama Devan hal itu membuat hati pangeran Tatius merasa tidak nyaman.


"Tania...! apa kamu tidak rindu dengan Nenek, rumah nenek sangat dekat dari sini.'ucao Devan memberitau.


"Iya, sangat dekat jika kau ingin ke sana kita pergi bersama."


"Boleh aku sudah lama tidak bertemu Nenek kamu.,"


"Tapi... sayang, Ayah pasti resah menunggu kita lebih baik kita pulang saja," rayu pangeran Tatius agar Tania tak ikut dengan Devan.


Devan mendekati pangeran Tatius dan menepuk nepuk punggung nya.


"Kalau kamu tidak mau ikut, kamu pulang sendiri saja biarkan Tania dan aku yang pergi."


"Enak saja, nyuruh aku pergi aku tidak akan biarkan pacarku sendiri bersamamu,"


"Sudah....sudah ayo kita pergi bersama sama pasti Nenek akan senang.'sahut Tania memisahkan perselisihan antara pangeran Tatius dan Devan.


Devan mengagguk dan dia berjalan mendekati Clara yang masih cemberut.


"Mau ikut ke rumah Nenek ku apa tidak?" kalau tidak mau kau boleh pulang bersama tuh biar dia yang mengantarkan kamu pulang, tunjuk Devan pada pangeran Tatius membuat pangeran Tatius mendelik kesal.


"enak saja main suruh suruh dia kan pacar kamu jadi kamulah yang harus menggantarnya."


"Sudah .sudah brisik kalian, ayo kita pergi bersama, Clara kau mau ikut pergi bersama kami kan? Devan itu memang seperti itu tapi sesungguhnya dia cowok yang baik, kamu beruntung lho dapat cowok seperti dia cuma kamu harus sedikit bersabar agar kamu bisa bener bener dapat menggengam hatinya."


"Iya, trimakasih Tania..


"Eheem....!" pangeran Tatius berdehem.


"Bagus...sangat bagus pacar orang di puji setinggi langit giliran pacar sendiri di cuekin dan di anggurin saja." sungut Pangeran Tatius membuat Tania tersenyum dan segera melingkar kan tangannya pada leher pangeran Tatius.


"Dari tadi ngeluh jelek tauk, ayo berangkat."ucap Tania sambil melepaskan tangannya yang melingkar pada leher pangeran Tatius tapi belum sempat tangan itu turun pangeran Tatius sudah menahannya.


"Ikut aku ke krajaan Awang Awang Vampire, kita menikah di sana aku akan minta ijin pada keluarga ku, kau mau kan."


"Aku...!ini terlalu cepat aku khawatir Mereka tidak akan setuju."


"Jika mereka tidak setuju biar aku yang akan membuat mereka setuju, kau mau kan."tatap pangeran Tatius dengan wajah penuh harap.


"Itu kita bicarakan Nanti saja ayo kita berangkat, Devan sudah pergi tuh."


"Baiklah, ayo..!"Pangeran Tatius melingkar kan tangan nya pada pinggang Tania yang kemudian dalam hitungan detik pangeran Tatius membawa Tania terbang bersama nya.


Devan yang perg lebihi dulu bersama Clara dengan menggunakan motor bersama dengan pacarnya sudah sampai di halaman rumah Nenek.Rumahnya terlihat sepi mungkin hal itu terjadi karena sang Nenek hanya hidup sendir tidak ada seorang pun yang menemani bahkan pembantu rumah tangga pun tidak ada. Seperti biasa Devan langsung menuju halaman belakang yang berpagar sementara Clara Devan suruh menunggu di depan, sudah kebiasaan Nenek menghabiskan waktu di kebun belakang.


Tak lama kemudian Tania dan pangeran Tatius pun juga sudah sampai, Tania langsung melepaskan tangan pangeran Tatius yang melingkar di pinggang nya dan berlari ke arah Devan. pangeran Tatius lagi lagi di buat kesal tanpa bicara apapun Tania langsung nylonong pergi.


"Mas Tatius... sini! kita tunggu di sini seru Clara sambil mendekati pangeran Tatius dan tanpa permisi langsung menggengam tangan pangeran Tatius dan membawanya duduk di teras depan menunggu Devan dan Tania muncul.


"Biarkan saja Tania dan Devan memanggil Neneknya kita duduk di sini saja ajak Clara pada pangeran Tatius yang mana clara sebenarnya sudah sejak awal menggagumi ketampanan pangeran Tatius. Dengan tersenyum kecut akhir nya pangeran Tatius menerima ajakan Clara, akan tetapi di dalam hati pangeran Tatius berencana.


"Aku harus secepatnya membawa Tania ke istana kerajaan Awang Awang Vampire dan secepatnya menggikat kan hubungan kami agar segera resmi dia menjadi istriku jika tidak bisa makan hati tiap hari ngelihat kedekatan nya dengan Devan, aku terlalu melarangpun pastinya hanya akan menimbulkan keributan karena Tania tidak bisa di jauhkan dari Devan dengan cara kasar huuuuuuff....bikin kesal saja tuh lihat dia di sana. kok bisa senyaman itu bercanda ngak mikir hatiku panas apa?" Untung Devan masih tergolong saudara ku coba orang lain sudah ku jadikan perkedel dia." Gumam pangeran Tatius bermonolog sendiri dalam hati.