
Tania menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar sebagai tanda betapa kesal dirinya pada sosok laki-laki yang ada di depannya, yang mana dia adalah kakak kandung dari kekasih nya.
"Sungguh menjengkelkan, baik kita lihat sampai berapa lama kau bisa bertahan di sini."dengus Tania dalam hati yang mana bibirnya tersenyum miring.
Langkah kakinya yang lebar langsung masuk ke dalam, tak lama kemudian Tania keluar dengan membawa kaleng beeisi Air, sebuah senyuman tersungging di bibir nya.
"Rasakan ini."
"Byuuuurrr....!"sebuah Air satu ember langsung di siramkan ke tubuh Pangeran Yervan yang sedang duduk berselonjor kaki sambil memejamkan mata, sontak saja hal itu membuat Pangeran Yervan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Kau..?apa yang kau lakukan, basah semua nih."
"Kamu itu bau dan aku merasa mual jadi tubuhmu kusiram dengan air agar tidak bau."
"Kau...! Pangeran. Yervan melotot mendengar perkataan dari Tania, Namun kemudian hidung Pangeran Yervan bergerak gerak mendengus dengus dengan menggarahkan satu lengan tangan nya untuk di cium apakah benar dirinya sangat bau.
"Tidak, aku tidak bau bahkan sebelum aku datang kesini aku sudah semprotkan minyak wangi, kau mau coba coba menipuku ya,"
"Yeee, siapa yang menipu memang faktanya bau, pergilah aku bisa pingsan karena baumu."
"Kau...!"
Dengan kesal Pangeran Yervan melangkah ke luar pintu.
"Benarkah badanku bau kalau begitu aku harus mandi tujuh kali, Kembang melati agar bisa harum. Baik, tunggu aku akan kembali kita akan menghabiskan malam berdua disini dan Baiklah aku akan membuat badanku harum agar kau terpesona padaku, bukankah Ibu Rstu jika ingin bercinta dengan Raja dia selalu mandi kembang tujuh kali agar Raja tertarik, baiklah tunggu di sini cantik, aku akan kembali.' desis Pangeran Yervan dalam hati.
Sementara Tania menarik nafas lega setelah mampu dan berhasil mengusir Pangeran Yervan.
"Aku harus cepat pergi dari tempat ini, sebelum Vampire gila itu datang lagi." dengan sangat tergesa-gesa Tania Keluar Puri Istana kepribadian Pangeran Tatius dengan membawa baju tebal untuk melindungi dirinya dari derasnya angin yang menerpa, di mana suasana malam ini sangat dingin.
"Aku , tidak perduli dengan janji dan pesan Tatius, kalau aku tidak boleh keluar Puri Istana kepribadian nya, Tatius tidak tau kalau kakaknya sudah gila dia berani datang dan hal itu membuat ku semakin takut."
Dengan cahaya lampu temaram yang ada di dalam kerajaan Istana awang-awang Vampire, Tania terus berjalan dia tidak mengetahui harus pergi kemana, Tania hanya menggikuti kata hatinya yang ada dalam pikiran nya kali ini hanya satu dia harus bisa pergi jauh dari pangeran Yervan , seorang pangeran Vampire yang dianggap nya gila karena terus dan selalu mengejar ngejarnya.
Langkah kaki Tania semakin jauh dan tempat Puri kepribadian Pangeran Tatius serta jalan yang di laluinya pun terlihat sepi dari para pengawal kerajaan Awang Awang Vampire.
"Aku ada di mana ini?" kenapa tidak ada satu orang Pengawal kerajaan di tempat ini, istana ini benar benar luas entah berapa hektar, akhirnya ada Rumah juga coba aku kesana? wah.. ada Bangunan Rumah di sana,"Dengan langkah cepat Tania langsung mendekati Bangunan Rumah itu." Rumah yang sederhana tapi dalamnya sungguh indah Ruangan apa ini."
Tania yang terkagum kagum dengan ruangan yang ada di dalam Rumah itu tak henti-hentinya berdecak kagum dari luar semua terlihat biasa dan sederhana tapi di dalam sungguh luar biasa.
Satu persatu ruangan yang ada di tempat itu Tania kelilingi sampai pada satu Ruangan yang tertutup, karena penasaran Tania berusaha membuka nya, akan tetapi pintu Ruangan itu seperti nya terkunci dari dalam.
"Ruangan ini di kunci, aku tidak bisa membuka nya, tapi tidak masalah tidak penting semua itu, yang penting aku sekarang sudah bisa bebas dan jauh dari pangeran Vampire yang gila itu, untuk malam ini bolehlah aku beristirahat disini, Nanti kalau Tatius Kembali dia pasti mencari ku dan pasti juga akan mudah menemukan, jadi aku bisa beristirahat dengan tenang disini lagi pula lampu disini cukup terang dan Rumah ini tidak terlihat angker jadi tidak terlihat horor dan menakutkan aku bisa santai."
"Hoooaamm. ...!
mengatuk sekali lebih baik aku rebahan disini saja."
Tania menyandarkan kepalanya pada sebuah kursi panjang yang ada di tempat itu di mana Ruangan itu berhadapan dengan Ruangan kamar yang terkunci.
Perlahan-lahan mata indah Tania mulai terpejam. Belum juga terlelap telinga Tania mendengar sebuah suara aneh dari dalam Ruangan kamar yang tertutup, hal itu membuat Tania langsung duduk dan bersikap siaga.
"Tuang.....Taang....duuuk...!
"Suara apa itu?" kenapa ada bunyi aneh seperti orang sedang bertanding, apa aku lagi berhalusinasi ya, hiiii.... ternyata ngeri juga tempat ini."
Tania Mulai memperhatikan sekeliling Ruangan yang ada di tempat itu sambil menutup telinga nya, kemudian dengan perlahan lahan melepaskan tangan yang menutupi kedua telinganya.
"Tuh, kan! aku cuma berhalusinasi bunyinya sudah tidak ada, tidur lagi sajalah."
"Tidak, ini bukan halusinasi ku, suara itu memang ada dan sumber suaranya berasal dari Ruangan tertutup itu, coba aku intip."
Meskipun hati merasa takut dan was-was Tania tetap mencoba melihat, ada apa di dalam Ruangan itu, dengan langkah mengendap endap dan sangat pelan yang mana tidak menimbulkan sedikitpun suara Tania berjalan mendekati Ruangan yang membuat nya penasaran.
Dengan sedikit menunduk Tania mengintip isi Ruangan melalui lobang kunci.
"Gelap....! tidak terlihat apapun, tapi suara itu masih ada, apakah disini ada hantu? Ba-bagaima jika beneran ini Rumah hantu, aku harus bagaimana? hari sudah semakin gelap aku tidak mungkin keluar dari tempat ini, di luar pasti lebih menyeramkan, tapi disini aku bisa mati berdiri, bagaimana ini, Tatius kau benar benar membuat ku sengsara lihat saja pokoknya besok aku mau pulang! aku tidak mau lagi berada di tempat ini, kau bilang aku akan aman lihat aku harus menyelamatkan diriku sendiri dari incaran kakak mu yang gila itu dan sekarang aku harus menyelamatkan diriku dari hantu ...Huaaaa...huaaa..hizk...hizk...! tidak, aku tidak boleh menangis hantu itu bisa menggetahui keberadaan ku lebih baik aku bersembunyi."
Dengan cepat Tania melihat tempat sekeliling Mecari mana yang terlihat aman untuk bersembunyi.
"Hantu itu kan tidak bisa jongkok, jadi akan sangat tepat jika aku bersembunyi di bawah kolom meja saja , benar aku akan bersembunyi disana pasti aman."
Dengan cepat Tania langsung masuk ke kolom di bawah meja, nafasnya mulai teratur.
"Perduli dengan suara suara aneh itu yang penting aku tidur disini,"
Tania mulai memejamkan mata sambil duduk di bawah kolom meja. segala bunyi suara kegaduhan dan hal-hal aneh yang terdengar tidak lagi Tania perdulikan, hingga dirinya terlelap tidur.
Ketika malam semakin larut seorang laki-laki Tampan yang sudah menyelesaikan latihan nya membuka pintu.
"Ku rasa latihan hari ini sudah cukup, rasanya gerah sekali."
Perlahan-lahan laki-laki itu membuka baju putih nya yang penuh dengan peluh keringat, akibat latihan yang dia lakukan. Dengan sangat tenang laki-laki itu meletakkan kain jubah putih nya di atas meja, karena jubahnya terlalu panjang akibatnya sebagian jubah putih itu menjuntai ke lantai.
"Nanti saja baju kotor ini aku urus, lebih baik aku pergi mandi dulu rasanya badanku lengket semua."
Di bawah meja Tania yang terlelap tidur tiba-tiba terbangun akibat hidungnya mencium bau yang sangat tidak enak dan hampir membuat nya mual.
"Bau apa sih, ini...?" Aaah...! Tania yang hampir menjerit histeris karena melihat kain putih memanjang segera menutup mulutnya.
"Rupanya kain baju ini yang membuat ku mual, bau sekali, hueek....hueek bau keringat siapa ini bikin mual saja masak iya hantu berkeringat."
Karena tidak tahan dengan bau yang tercium oleh nya Tania langsung keluar dari kolom meja sambil mengeluarkan suara bagaikan orang yang sedang ngidam karena mual.
"Hoeek ....Hoeeek....!
Suara mual Tania yang keras terdengar oleh laki-laki yang ada di tempat itu dengan cepat dia menoleh dan ketika mengetahui siapa yang ada disana laki-laki itu membulatkan kedua bola matanya.
"Kau...? mau apa kau disini dan apa yang kau lakukan."teriak laki-laki itu pada Tania yang mana Tania pun tak kalah terkejutnya sampai mulutnya melongo.
"oooh...! jadi bau keringat ini milik Raja?"
"Diam...!"
Dengan sangat kasar Raja menarik kain putih jubahnya yang di pegang Tania.
"Apa yang kau lakukan di sini!"
"Raja, kau sangat bau lebih baik Raja membersihkan diri lebih dulu baru bertanya padaku," ujar Tania sambil menutup hidungnya.
Raja yang melihat itu merasa sangat geram akan tetapi dia tidak punya pilihan lain lagi pula dirinya juga merasa badannya sangat lengket, tanpa bicara apapun Raja kemudian melangkah pergi.
Tania menarik nafas lega, ternyata apa yang dia takut kan dan dia pikirkan tentang hantu semua tidak benar, karena ternyata yang berada di dalam Ruangan tertutup itu ternyata Raja yang sedang berlatih.
Kini Tania bisa dengan santai dan tenang tidur di kursi yang empuk dan panjang, tak menunggu lama Tania pun sudah terlelap dalam mimpi.