
Merasa di kejar dengan cara terbang juga pangeran Tatius segera mempercepat terbangnya berharap gadis di yang mengejarnya kehilangan jejak, akhirnya perjuangan pangeran Tatius tidak sia sia gadis itu tidak terlihat lagi, karena sudah merasa aman pangeran Tatius mendaratkan kakinya lagi di tanah.
"Akhirnya aku bisa lolos juga dari kejaran mahkluk aneh itu, dia manusia tapi kenapa pandai sekali terbangnya, ternyata banyak para manusia yang memiliki ilmu cukup tinggi sama seperti si guru nya Tania, dia bahkan bisa tau keberadaan ku, itu artinya Indra penciuman nya juga sangat tajam dan aku tidak boleh menganggapnya enteng jika ingat guru itu pegang pegang tangan Tania sungguh ingin ku musnahkan itu guru andai aku tak menjaga perasaan Tania pasti sudah adu duel aku dengan nya, Tania memang benar jika aku tidak bisa membawa nya pergi ketempat umum seperti Devan yang bisa setiap saat ngajak ngedit nonton bioskop makan di restoran dan bisa bebas kemanapun tidak perlu takut manusia lain maka hadirku harus selalu sembunyi sembunyi." pangeran Tatius Tersenyum getir mengenang kisah cinta nya bak main petak umpet setiap kali ingin bertemu.
"Aku juga tidak merencanakan mencintai mahkluk manusia tapi hatiku sungguh aku jatuh cinta padanya, setiap kali ada di dekatnya serasa nyaman dan membuat ku tenang dan bukankah suatu anugrah juga jika ternyata rasa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan, Tania menerima ku dia juga suka padaku itu artinya aku cukup tampan juga kan." Lirih pangeran Tatius dalam hati sambil senyum senyum menggenang kala bersama dengan kekasih nya.
"Hei...kamu sudah gilaa...apa ya?" senyum senyum sendiri begitu."seru salah seorang gadis yang tiba-tiba berada di depan pangeran Tatius, membuat Pangeran Tatius sedikit terkejut dan langsung mengatupkan bibirnya.
"Kau...!" mau apa kau menggikuti aku."
"Mau minta pertanggung jawaban."
"Hah....!" pertanggung jawaban apa?" kita saja baru ketemu sekarang pertanggung jawaban yang bagaimana maksdmu!"
"Kenapa kamu mengagguku?"
"Nona...kamu jangan macam macam aku tidak pernah menggagumu."
Gadis itu melangkah mendekati Pangeran Tatius yang berusaha memalingkan wajahnya, dengan sangat berani gadis itu menarik tangan Pangeran Tatius hingga berdiri menghadap nya wajah gadis itu sedikit terkejut ketika melihat wajah pemuda yang ada di depannya ternyata bukan manusia melainkan seorang Vampire.
"Kau Vampire...!"
"Ya, tapi kamu jangan khawatir aku tidak akan memangsamu," ucap pangeran Tatius meyakinkan agar gadis di depannya tidak ketakutan. Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan gadis di itu bukannya takut tapi dia justru maju melangkah lebih dekat membuat pangeran Tatius beringsut mundur.
Dengan sangat berani gadis itu menyentuh wajah pangeran Tatius dan membelainya dengan perlahan membuat pangeran Tatius bergidik ngeri dan dengan gerakan refleks pangeran Tatius menepis tangan gadis di depannya yang ingin mencoba menyentuh nya lagi.
"Kau jangan macam-macam!"jaga sikap mu.
"Ha ..ha...ha...cukup tampan Lebih Tampan dari pangeran Mahesa." Desis gadis itu yang tak lain adalah putri Xiao er.
Melihat tatapan aneh dari gadis yang ada di depannya pangeran Tatius berniat pergi dan tak mau menghiraukan gadis itu lsgi.
"Maaf aku ada urusan aku pergi dulu."
"Hoooop....!" pangeran Tatius terbang melesat ke tempat di mana dia meninggal kan Bibi Derbah.
"Hei.... tunggu jangan pergi aku belum selesai bicara, huufff...jual mahal sekali tuh orang."
Putri Xiao er Tersenyum
"Jika aku bisa membawanya ke kerajaan Naga pasti pangeran Mahesa tidak akan berlaku sombong lagi karena ada yang lebih tampan dari nya, aku harus mengejar pemuda itu tak kan ku lepas kan Begitu saja, dia harus bisa jadi milik ku." Desis Putri Xiao er dalam hati yang kemudian tubuhnya melesat mengejar perginya pangeran Tatius.
"Ada apa, Pangeran? Kenapa pangeran terlihat panik."
"Ada gadis aneh yang mengejar-ngejar ku, ayo kita pergi aku mau mencari Patih lembu ireng."
"Baiklah, ayo!"
Ketika keduanya hendak melangkah pergi tiba-tiba di depan mereka sudah berdiri sosok wanita cantik berbaju putih.
"Rupanya kau mempunyai kekasih tua juga!"seru Putri xiao er pada Pangeran Tatius yang kala itu hendak berniat pergi.
"Itu, bukan urusanmu, ayo Bibi kita pergi.'ajak pangeran Tatius kesal, karena merasa di ikuti selalu.
"Hei ... tunggu..!" kenapa mesti marah, aku tidak menyalakan mu, tidak masalah kamu memiliki pacar tua seperti nya tapi jadikan aku pacar kamu juga aku lebih muda dan ku jamin pelayanan ku lebih memuaskan." ucap Putri Xiao er.
"Gilaa..dasar gadis aneh...kau berani beraninya ngatain aku tua." geram Bibi Derbah marah.
"Lha emang sudah tua masak mau ku bilang muda,"Teriak putri xiao er yang juga tak kalah sengitnya.
" Sudah sudah..!"maaf, Nona, aku tidak tertarik dengan bualan mu dan dia ini bukan pacarku tapi dia Bibi ku, tolong hormati dia dan ya, kami tidak punya banyak waktu untuk meladeni semua omong kosong Nona jadi kami permisi dulu tolong jangan ikuti kami, ayo Bibi kita pergi." ajak pangeran Tatius yang kemudian memegang tangan Bibi Derbah untuk di ajaknya terbang menjauh dari tempat itu.
Putri Xiao er tertegun dengan apa yang dilakukan Pangeran Tatius padanya.
"Jual mahal sekali, tidak apa apa Nanti kau akan mengejar ngejar ku."Gumam putri Xiao er dalam hati.
Di tempat yang berbeda para pengawal istana yang sudah mempersiapkan diri untuk mencari mutiara hijau sudah bersiap siaga, mereka hanya tinggal menunggu perintah dari penasehat hyang Shu memberikan tugas.
Penasehat hyang Shu memulai pidato nya.
"Teman teman...hari ini kita akan memulai penyerangan di kawasan lautan samudera x, kita akan buat mereka semua keluar dari istana nya."
"Penasehat yang mulia caranya bagaimana?"
"Kita cari satu mangsa Naga yang mungkin sedang berada di daratan kita ikuti dan kita lihat di sebelah mana mereka tinggal setelah kita melihat kepastian nya kita berikan serangan dari atas, bisa kita berikan tembakan atau bom agar kehidupan di bawah kacau yang otomatis akan membuat mereka bermunculan ke daratan dan pada saat itu kita akan melawan mereka guna mencari mutiara hijau yang di inginkan Raja, kita tidak boleh gagal karena Raja tidak suka dengan kegagalan untuk itu kita harus benar benar waspada dan berhati-hati."
"Baik, penasehat hyang Shu, kami mengerti, srkarang apa yang akan kita lakukan "tanya seorang pengawal."
"Mulai nanti malam kita akan melakukan pengintaian di sekitar pantai, karena hanya di malam hari para Naga akan keluar dari sarangnya." jawab Penasehat hyang Shu yang kemudian mempersilahkan semua pengawal setelah mempersiapkan diri untuk beristirahat guna mendapatkan energi dan stamina yang cukup untuk nanti malam.