
Raja Awang Awang Vampire Prayudha meminta kepada para pengawal istana untuk segera membebaskan Raja Sangkala Bramusti, yang ketika itu di masukkan kedalam penjara.
Raja Bramusti sedikit terkejut ketika dirinya dibebaskan bahkan dirinya tak sedikit pun mengalami penyiksaan.
Sangat aneh dan sangat membingungkan ketika dirinya justru di tempat kan pada satu kamar yang sangat mewah dan megah dimana semua keperluan nya di turuti dan di layani bagaikan seorang tamu agung.
Raja Bramusti Benar benar di buat binggung hingga pada akhirnya dia mendengar kabar berita dari salah satu pengawal istana kerajaan Awang Awang Vampire, jika malam ini akan ada pesta pernikahan antara putri semata wayangnya Shima Azsila dan Prayudha Anatius Praja Pramusti, pewaris tunggal kerajaan Awang Awang Vampire.
Mendengar berita itu Raja Sangkalah Bramusti merasa sangat geram dan benci.
"Berani beraninya kau mengancam Putri ku demi untuk mendapatkan nya aku tidak akan biarkan ini terjadi." geram Raja Sangkalah Bramusti.
"Pengawal katakan padaku dimana Putriku di Sandra dan di Tawan cepat, jika tidak aku akan membunuh mu,"ancam Raja Bramusti berapi api.
Pengawal kerajaan yang di perintahkan Raja untuk menjaga dan melayani Raja Bramusti bergetar ketakutan wajahnya pucat dengan tangan berubah dingin ketika sebuah keris dengan lembut menempel kuat di leher nya.
"A-ampun, Raja..!" jangan bunuh saya,"
wajah ketakutan terlihat jelas, tapi karena emosi dan amarah yang tinggi Raja Sangkala tidak memperdulikan itu hingga akhirnya sebuah pintu terbuka dan muncullah sosok Tampan dan berwibawa dengan atribut lengkap kebesaran kerajaan.
"Lepaskan, pengawal ku, apa kau mau membunuhnya, Ayah mertua."
"Ciih....! jangan sebut aku Ayah mertua, aku tidak sudih menjadikan mu menantuku, sekarang katakan padaku di mana kau Tawan Putri ku, Raja brengsek...!"
Raja Awang Awang Vampire Prayudha terkekeh mendengar perkataan dari Raja Bramusti yang sedang di landa emosi.
"Aku menawannya ..! Ayah mertua aku tidak menawan Putri mu jika kau ingin menemui nya, ayo aku antar kau ke kamar nya."
"Kau...!"
"Turunkan tangan mu, jangan berbuat macam-macam di istana kerajaan ku, tuh..! disana di kamar itu Putri mu berada."
Tanpa mengatakan apapun Raja Sangkala Bramusti Segera melesat terbang menuju kamar dimana Putri nya berada.
Dengan sangat kasar dan terkesan terburu-buru Raja Sangkala membuka pintu dengan sangat kasar hingga menimbulkan bunyi suara yang mengejutkan, karena suaranya bagaikan orang yang sedang mendobrak pintu.
"Braaaak...!pintu terbuka dengan lebar. Terlihat lah Sang Putri sedang duduk dan dirias oleh beberapa dayang, mendengar suara pintu dibuka dengan keras Putri dan beberapa dayang yang ada di dalam kamar itupun segera menoleh.
"Ayah ..!seru Sang Putri dengan wajah berseri dan menghambur ke dalam pelukan sang Ayah.
"Shima Putri ku, kau tidak apa-apa Nak, ayo cepat kita pergi dari tempat ini."
"Tidak , Ayah! aku akan menikah mana mungkin aku pergi."
"Shima ..!kau jangan takut jangan khawatir Ayah akan melawan semua nya kau jangan mengorbankan dirimu Nak, Ayah tidak apa-apa, lihat lah Ayah Baik-baik saja,ayo, kita pergi."
Ajak Raja Sangkala pada Putri nya dengan mencoba membawa nya pergi.
Dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan Putri Shima melepaskan genggaman tangan sang Ayah, sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak Ayah aku tidak bisa pergi."
"Shima Putri ku, apa yang kau lakukan kenapa kau jadi begini."
"Aku mencintai Prayudha Ayah dan Aku bersedia menjadi istrinya."
Tubuh Raja Sangkala tiba-tiba terasa lemas dan hatinya begitu hancur,apa yang di ucapkan putri nya bagaikan petir yang menyambar telinganya.
Wajah Vampire tua paruh baya itu pun menjadi merah padam.
"Tidak...!aku tidak mengginjinkan kau menikah dengan nya tidak kau tidak boleh menikah dengan nya, ayo pulang...!"bentak Raja Sangkala sambil menarik paksa tangan Putrinya.
"Ayah, aku tidak mau .!Ayah lepaskan aku hizk...hizk. pinta Putri Shima pada Raja Sangkala.
"Pokoknya, pulang, ikut Ayah,"Raja Sangkala terus menarik dan menyeret Putri nya dengan kasar agar bisa keluar dari tempat itu.
Disisi lain, Raja Awang Awang Vampire yang melihat kejadian itu lewat CCTV kerajaan kamar Puri Istana kepribadian nya, menelan ludahnya dan berkali-kali mengacak acak rambutnya yang tidak gatal.
Sungguh di luar dugaan jika ternyata gadis yang ingin dia paksa mau menikah dengan nya ternyata tidak main-main, dia benar-benar mau dan menerima, ada perasaan senang dan haru yang tiba-tiba hadir dalam relung hatinya.
Raja Awang Awang Vampire Prayudha bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela kemudian menatap bingkai foto di atas narkas.
"Ayah... maafkan aku yang tidak mungkin bisa membalaskan dendam mu, aku mencintai gadis itu Ayah dan aku tidak tau seperti nya Wajah gadis itu tidak asing bagiku aku pernah melihat nya tapi entah dimana."
Putaran CCTV masih terus berputar dan masih terus terdengar suara pembicaraan Antara Ayah dan Anak.
"Ayah, mengertilah!
"Shima...aku tidak mau tau pulang dan ikut aku sekarang juga."
Mendengar perkataan dari sang Ayah Putri Shima mengibaskan dengan kasar tangannya sehingga, gengaman tangan sang Ayah terlepas.
"Aku tidak pernah meminta apapun pada Ayah, bahkan permintaan ku untuk bisa bertemu dengan ibu kandungku pun Ayah tidak bisa memberikan, siapa ibuku dan dimana dia, Ayah tidak pernah menggabulkan, sekarang jika aku mau menerima Raja Awang Awang Vampire sebagai suamiku dan Ayah masih tega menghalangi itu artinya Ayah tidak pernah mencintai ku,"
"Shima ..?" apa yang kau katakan Nak, Ayah sangat mencintai mu sangat menyayangi mu, percayalah."
"Kalau begitu buktinya cinta Ayah padaku,"
"Shima ..! kau tidak tau sepak terjang dari Raja Prayudha dia itu laki-laki dingin dia tidak mencintai mu dia hanya mengginginkan tubuhmu Nak."
"Benarkah begitu...! jika benar aku tidak perduli Ayah, karena aku mencintai Raja Prayudha jauh sebelum aku tau jika Ayah adalah musuhnya."
"Apa...! kau tidak sedang bercanda kan Nak, bagaimana bisa kau mencintai nya."
"Ayah, kita pernah beberapa kali bertemu di sebuah Acara tapi ketika itu aku dan dia tidak saling mengenal tapi aku mengenal nya karena dia sangat terkenal di kalangan kami ketika itu."
"Shima kau masih muda kau belum memahami tentang cinta, yang terlihat oleh mu hanya sebatas kekaguman saja, jadi lupakan ayo kita pulang."
"Tidak, aku tidak mau,"
"Baiklah, jika suatu saat kau di campakkan oleh nya jangan sekali kali kau mengadu padaku." geram Raja Sangkalah Bramusti pada putri nya.
"Baik, aku siap!
"Terserah padamu, dasar anak tidak bisa di sayang, Nasib mu akan buruk disini, ingat laki-laki itu hanya mengginginkan tubuhmu bukan cinta mu." seru Raja Sangkalah yang kemudian melesat pergi meninggalkan Putri Shima.
Putri Shima jatuh terduduk dengan wajah bergetar hatinya sedih dan terluka, di satu sisi Putri Shima mencintai Raja Awang Awang Awang Prayudha dan di sisi lain Putri Shima sangat sedih karena harus menyakiti hati Ayahnya.