The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.51.KERIS YANG HILANG



Karena tak menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang ada di hatinya, Devan berlari mencari sosok sang Nenek yang ternyata lagi asik, memanen jamur.


"Nek..!"katakanlah padaku mengapa aku tidak boleh menyukai Tania, dan mengapa Nenek bicara satu di antara dua itu maksdnya apa Nek?"Tanya Devan penuh selidik.


"Kenapa kamu sangat risau, banyak wanita cantik lainnya, kamu boleh memilih siapapun yang kamu suka asalkan jangan Tania."


Devan yang tidak puas dengan Jawaban sang Nenek segera pergi mengambil alih semua jamur, yang telah di panen dan meletakkan kranjang berisi jamur itu di atas tanah, Devan segera meraih tangan sang Nenek dan menggenggamnya dengan erat.


"Aku mohon, Nek, berikan alasan yang masuk akal kenapa aku tidak boleh mencintai Tania apa alasannya?"ucap Devan penuh harap.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan nya, Tania bukan takdir mu,"


"Dari mana Nenek tau dan bagaimana Nenek bisa tau kalau Tania bukan takdir ku."


"Sudah jangan keras kepala, ayo kita masuk Nenek mau memasak."


Devan yang masih penasaran karena yakin Neneknya pasti mengetahui sesuatu, dengan cepat Devan bersimpuh di hadapan sang Nenek, Devan bertekad hari juga dia harus mengetahui apa yang Nenek sembunyikan tentang diri Tania.


"Devan, apa yang kamu lakukan Nak, ayo berdiri," seru Nenek tidak suka melihat cara Devan bersimpuh.


"Aku tidak akan berdiri sebelum Nenek berjanji menceritakan semua yang Nenek ketahui kepadaku,"ucap Devan mantap.


Apa yang dilakukan Devan membuat Sang Nenek iba, dengan sangat halus di rengkuh nya Devan dalam pelukan Sang Nenek, yang kemudian mengusap usap rambut Devan dengan lembut, Sang Nenek mengajak Devan masuk kedalam Rumah. Dalam temaram cahaya sore sang Nenek mulai bercerita.


Nenek melihat suatu keanehan dalam diri Tania dan Nenek juga melihat masa depan Tania sangat di penuhi dengan masalah, kamu jangan masuk dalam dunia nya, kamu jangan terlibat.


"Lalu..!" apa maksudnya Nenek bilang memilih satu di antara dua,"tanya Devan penasaran.


"Satu diantara dua itu artinya kalian masih memiliki ikatan hubungan saudara,"


"Maksud Nenek bagaimana?"tanya Devan yang bertambah penasaran.


"Sudah, Kelak kamu juga akan tau sendiri, sekarang intinya jangan lagi dekat dengan Tania hanya karena berharap engkau ingin memilikinya." setelah mengucapkan itu sang Nenek kembali berlalu melanjutkan aktivitas nya memanen jamur.


****


Luka yang di alami sang wanita buruk rupa telah sembuh dan mengering, pangeran Tatius menyarankan agar wanita itu kembali ke asalnya, tapi wanita itu bersikeras ingin menggikuti pangeran Tatius, tidak ada pilihan lain selain mengijinkan nya. Dalam gelap malam pangeran Tatius dan patih lembu Ireng tertidur dengan sangat pulas, semua karena pengaruh minuman yang di berikan si wanita buruk rupa yang sudah di campur dengan obat tidur.


Melihat patih lembu ireng dan pangeran Tatius sudah tertidur dengan pulas sang wanita pun


mulai melakukan aksinya. Dia sangat penasaran dengan keris yang di miliki pangeran Tatius, hingga timbullah niat untuk mencurinya.


Dengan sangat mudah keris milik pangeran Tatius sudah berpindah tangan, wanita buruk rupa segera meninggalkan pangeran Tatius dan patih lembu Ireng yang masih dalam keadaan tertidur. Dengan kecepatan secepat kilat tubuh wanita buruk rupa sudah pergi jauh meninggalkan Pangeran Tatius, tidak menunggu lama dia telah sampai di tempat tujuan.


"Berdiri cepat..!"sang putri sudah datang," teriak salah satu pengawal.


Teriak pengawal itu segera membuat para pengawal dan dayang segera berdiri dan memberi hormat kepada sang putri.


"Salam sejahtera juga untuk kalian semua, berdiri lah,"


"Baik, Tuan putri,"


"Wah..Tuan putri benar benar hebat, sudah cepat kembali itu artinya Tuan putri sudah berhasil mendapatkan keris itu, benarkah begitu Tuan putri,"


"Iya, lihat..!"sang putri menunjukkan keris yang dia ambil dari pangeran Tatius, sorak sorai bergemuruh menandakan Mereka senang dan bahagia sang putri telah berhasil mendapatkan keris dari pangeran Tatius.


Sementara di tempat lain pangeran Tatius mulai terbangun dari tidurnya, pangeran Tatius sangat heran dan binggung karena tidak lagi mendapati wanita buruk rupa ada di sampingnya.


"Kemana perempuan itu?" kenapa tidak terlihat sama sekali, apakah dia sudah pergi?"pangeran Tatius menghela nafas dan menghebuskan nya dengan kasar.


Mendengar suara lirih dari sang pangeran Tatius, patih lembu Ireng pun ikut terbangun dari tidurnya.


"Pangeran, sudah bangun sejak tadi?'tanya sang patih kepada pangeran Tatius.


"iya paman, aku sudah bangun sejak tadi?"


"Kemana perempuan itu pangeran, kenapa aku tidak melihatnya sama sekali?"tanya Patih lembu ireng.


" Aku juga tidak tau paman, ketiika aku bangun Dia sudah tidak ada,"


Ketika patih lembu Ireng bangkit dari duduknya, dia kebinggungan ketiika tidak mendapatkan keris milik nya, tidak ada,


"pangeran Tatius, kerisku tidak ada!" seru patih lembu Ireng yang di sambut dengan gelak tawa dari pangeran Tatius, melihat pangeran Tatius justru tertawa Patih lembu Ireng curiga dan bertanya.


"Kenapa pangeran Tatius tertawa, jangan jangan pangeran Tatius tau ya!"tebak Patih lembu ireng.


"Tentu saja paman, keris cantik paman ada padaku sedang kan kerisku ada di bawah jaket paman,"


Dengan cepat patih lembu Ireng segera meraih jaketnya dan ternyata benar keris pangeran Tatius ada disana. Dengan tertawa lebar patih lembu Ireng meminta kerisnya.


"ini, keris pangeran Tatius, jangan di titipkan ke saya, sungguh saya tidak berani jika Raja Sangkala sampai tau pasti akan marah dan murka, sekarang berikan keris saya pangeran?'" pinta Patih lembu ireng.


Sambil tersenyum pangeran Tatius merogoh keris yang dia taruh di balik bajunya, pangeran Tatius sangat terkejut ketika tak mrndapati keris patih lembu ireng.


"Paman..!" keris nya tidak ada?"seru pangeran Tatius panik.


" Kok bisa tidak ada pangeran?'


"Aku tidak tau, aku hanya bercanda mau menyembunyikan keris paman tapi kenapa justru hilang?" jangan ...jangan....


"Saya juga berfikir yang sama dengan pangeran Tatius jangan... jangan ... wanita buruk rupa itu yang telah mengambil nya,"


"Benar, paman! ayo kita cari,' seru pangeran Tatius kepada Patih lembu ireng.