The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.64.KEMARAHAN



Pengaruh obat yang di berikan oleh Ratu Derbah sangat kuat sehingga sampai saat ini Ratu Shima masih saja tertidur, hal itu membuat Raja Sangkala sangat cemas berbagai tabib istana kerajaan telah datang memeriksa akan tetapi tak satupun yang berhasil.


Ratu Shima adalah Putri satu satunya kerajaan Sangkala yang di persunting Raja Awang Awang Vampire yang mana Raja Awang Awang Vampire juga memiliki istri muda yang bernama Ratu Derbah.


Istri muda dari Raja Awang Awang Vampire kerap merasa cemburu dan iri ketika perhatian dan kasih sayang Raja Awang Awang Vampire sangat besar kepada Ratu Shima. Pernikahan antara Raja Awang Awang Vampire dengan Ratu Derbah tidak di dasari dengan cinta pernikahan mereka terjadi karena Ayah dari Ratu Derbah seorang tabib istana sekaligus panglima kepercayaan kerajaan Awang Awang Vampire yang mana telah mati di Medan pertempuran dan karena janji dari Ayah sang Raja Awang Awang Vampire menjadikan Ratu Derbah sebagai istri kedua dari Raja Awang Awang Vampire.


Hilangnya Ratu Shima yang sudah di ketahui oleh Raja Awang Awang Vampire membuat sang Ratu takut dan gelisah untuk itu Ratu Shima di buang ke lembah terdalam agar tak seorangpun bisa menemukan nya kalaupun sudah ketemu mereka hanya akan menemukan jasadnya.


Namun Raja Awang Awang Vampire lebih cerdik dia bisa mengetahui gelagat aneh dari Ratu Derbah sehingga kecurigaan nya tetap tertuju padanya.


"Kenapa Raja memandangiku seperti itu?"


"Katakan di mana Ratu Shima."


"Kenapa Raja bertanya kepada saya?"


"Aku tau pasti kau mengetahui di mana Ratu Shima berada."


"Sudah saya katakan saya tidak tau Raja."


"Oh, ya!" jawablah dengan Jujur dan benar Ratu atau aku berikan cara lain agar kau mau menjawab." gertak Raja Awang Awang Vampire yang mulai tersulut emosi.


"Saya sudah katakan, saya tidak tau."


Sang Raja yang wajahnya sudah memerah karena Amarah segera bangkit dari duduknya dan mendekati Ratu Derbah yang wajahnya tiba-tiba pucat, karena baru kali ini menampakkan kemarahan nya padanya.


"Jawab..!" di mana Ratu Shima?


"Sudah saya katakan saya tidak tau Raja?"


"Baik...!"


"Pengawal seret dan bawa Ratu Derbah ke penjara bawah tanah."


"Baik, Raja!" mari Ratu."


"Lepaskan, kalian mau apa? Raja Kenapa aku harus di penjara apa salahku."


"Kau, telah menculik Ratu Shima itu kesalahan mu?'


"Raja, tidak adil?mana buktinya aku menculik Ratu Shima, lepaskan aku pengawal jangan kau sentuh aku..!"Teriak Ratu Derbah berapi-api sambil memberontak.


"Seret, sampai dia bicara dan menggakui di mana Ratu Shima berada.


"Raja..! aku tidak bersalah Raja tidak bisa sembarangan memberikan hukuman Raja harus memiliki bukti."


Dengan senyum miring Raja meninggalkan Ratu Derbah yang masih berteiak teriak minta di bebaskan.


****


"Trimakasih, Dev, ayo masuk?" ajak Nayla pada Devan.


"Trimakasih, tidak perlu aku lagi buru-buru," ucap Devan seraya melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi, Devan sengaja melajukan motornya dengan kencang karena dia ingin segera menghpiri Tania yang tadinya pulang sendiri dengan jalan kaki. Tidak sia-sia ternyata Tania masih berjalan pulang sendiri, Devan segera membunyikan klakson Motor nya.


"Tit...Tit...Tit...!"


Mendengar suara bel motor berbunyi Tania bergegas berjalan menepi, sambil mengeryitkan dahinya, seorang pemuda yang juga memakai seragam putih biru segera membuka helmnya ke atas.


"Ayo, masuk!aku antar kamu pulang."


"Devan..!" bukan nya tadi kamu lagi menggantar naylah, lalu mana dia? apa kamu turunkan di jalan dan tidak jadi kamu antar?" tanya Tania binggung.


" Aku tidak akan berbuat seburuk itulah,"


"Jadi, bagaimana?"


"Sudah pasti lah aku antar sampai rumah, cepet naik, aku antar kamu."


Tania tersenyum melihat Devan sudah berubah baik lagi, dengan cepat Tania pun naik ke boncengan motor Devan. Setelah Tania Naik Devan pun langsung menancap gas melaju dengan kecepatan sedang, kali ini Devan membonceng Tania dengan hati berdebar debar satu rasa yang selama ini telah mengaggunya. Devan telah memiliki rasa pada Tania terlebih Tania sengaja melingkarkan tangannya pada pinggang Devan jantung Devan semakin. berpacu tidak karuan.


"Dev, apa aku boleh bertanya?"


"Iya, tanya saja."


"Mengapa sikapmu tadi, di sekolah begitu dingin padaku, apakah aku pernah punya salah padamu."


Mendengar pertanyaan Tania Devan tertawa.


"Kamu tidak hanya pernah tapi sangat menyakiti aku."


"Memangnya apa yang kulakukan?"


"Tuh, sudah, sampai lain kali saja kita bahas ini,"


Tania segera turun dari motor Devan.


"lain kali ajak aku ke rumah Nenekmu lagi ya, aku sangat rindu padanya "


"Ya,"


"Trimakasih, ya Dev. sudah mengantarku pulang."


Devan tersenyum sebelum melajukan motornya meninggalkan rumah Tania, belum aada tiga meter Devan meninggalkan rumah Tania sudah terlihat mobil milik pak guru Wili memasuki pekarangan rumah.


"Dia lagi.! dia lagi, apa tidak bisa tidak usah datang sekali saja, aku harus cepat mengutarakan isi hatiku pada Tania sebelum Tania menerima guru Menyebalkan itu dan persetan dengan larangan Nenek aku akan hadapi semua resikonya, kali ini aku tidak akan menunggu dan menunggu lagi.