
Di daratan penasehat hyang Shu menawan sang Naga, dan beberapa Naga yang lain tak berani memberikan dan melakukan penyerangan karena jika hal itu mereka lakukan maka sang Naga pimpinan bisa mati, tidak ada pilihan lain selain mereka menunggu sang pimpinan di bebaskan.
"Lepaskan aku..!" apa yang kau inginkan dari kami dan mengapa kau menyerang kerajaan kami sedang kan kami tidak pernah mengaggu kalian."
"Kami tidak bermaksud untuk menyerang kerajaan kalian kami hanya ingin kembali kan mutiara hijau kami yang terjatuh di istana kalian."
"Mutiara hijau apa?" tidak ada mutiara hijau yang terjatuh di istana kami, kamu jangan mencari cari alasan saja."
"Kami tidak mencari cari alasan, kami berkata dengan benar."
"Omong kosong, lepaskan aku dan biarkan aku pergi."
"Ha. ha ..ha ...apa ? melepaskan mu, jangan terlalu bermimpi sebelum kami menemukan mutiara hijau itu kami tidak akan melepaskan mu, bahkan aku akan memberikan contoh agar kamu benar benar percaya kami mencari mutiara hijau, pengawal....!"
"Iya, penasehat ada apa?"
"Bawa satu Naga Betina ke sini sekarang juga "
"Baik, penasehat!"
Dengan cepat sang pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire pun segera pergi dan tak lama kemudian dia sudah kembali dengan membawa satu ekor Naga betina.
"Ini, penasehat...!"
"Baik sekarang kau boleh pergi, lihat pimpinan Naga betina apa yang akan ku lakukan, biar kau yakin dan percaya jika kedatangan kami ingin menggambil Kembali mutiara hijau yang hilang terjatuh di istana kalian."
Penasehat hyang Shu mendekati Sang Naga Betina yang baru saja di bawah pengawal nya dalam keadaan tangan terikat ke belakang.
"Lihat ...!" apa yang akan kulakukan pada pengawal mu."
Penasehat hyang Shu mencabut keris nya kembali.
"Lepaskan aku, A-apa yang akan kau lakukan padaku." tanya sang Naga ketakutan.
"Hei .. lepaskan dia, apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya sang pimpinan Naga.
Penasehat hyang Shu tersenyum menyeringai.
"Bukankah kau tidak percaya kalau kedatangan kami ke sini mencari mutiara hijau, jadi untuk membuat kamu percaya bukankah aku harus membelah tubuh nya dan mencari di dalam perutnya tersimpan mutiara hijau atau tidak."
"Gila ...kau sudah gila bagaimana kau akan melihat dan menggambil Mutiara hijau dari perutnya?"
"Kenapa bodoh!" dan masih bertanya, lihat begini caranya." seru penasehat hyang Shu, dengan kecepatan tinggi penasehat hyang Shu langsung membabatkan kerisnya ke perut sang Naga Betina, dalam sekejap darah segar mulai keluar dari perut Naga yang malang itu dan tak menunggu lama naga itupun jatuh ke tanah dengan bersimbah darah.
"Brengsek.....gila kau telah membunuhnya?" teriak sang pimpinan Naga dengan lantang dan wajah yang memerah karena marah.
"Kenapa brisik, anak buah mu cuma mati satu, sedangkan anak buahku banyak yang gugur, apa masih tidak percaya, kalau tidak percaya sekarang lihat aku akan belah dan merobek perutnya untuk mencari mutiara hijau yang ada di sana."
"Tunggu..!"jangan lakukan itu, dia sudah sekarat jangan, aku mohon lepaskan dia, aku percaya, sekarang apa yang kau inginkan dari kami."
"Bantu temukan mutiara hijau yang jatuh dan diambil Naga betina."
"Mutiara hijau seperti apa aku tidak tau, lalu bagaimana mungkin bisa menggambil nya."
"Pasti Ratu kamu tau, pergi dan tanyakan padanya karena jika tidak aku akan hancurkan istana mu."
"Apa,? menghancurkan istana ku, jangan mimpi jika bukan dengan curang kau menyandra ku sudah pasti musnah semua anak buahmu."
"Ha...ha...ha ... kau mau membunuh dia yang sudah sekarat, sebentar lagi juga mati jadi untuk apa kau mengancamku, mungkin hanya tinggal menunggu beberapa jam saja."
"Aku akan menggobati ya,"
"Apa? kau mau mengobati....ha..ha .ha..luka segitu parah mau kau obati percuma saja itu."
"Cepat, pergi temui Ratu mu aku jamin kau kembali temanmu masih hidup."
"Oh, ya?"
"Pergilah dan Lihat sendiri ketika kau kembali apakah temanku sudah mati atau masih hidup."
"Baiklah, aku akan tanyakan pada Ratu.
Naga betina putih segera melesat terbang, ke dasar lautan.Tingggalah penasehat hyang Shu dengan seekor Naga Betina putih yang sedang sekarat dengan luka yang cukup parah di bagian perut. Sebuah luka yang tidak mungkin bisa dengan mudah di sembuhkan akan tetapi hal itu sangatlah mudah bagi penasehat Hyang Shu pengganti tabib istana yang bisa di andalkan kemampuan nya.
Dengan menghaluskan beberapa dedaunan yang kemudian di taruh dan di oleskan pada luka setelah itu di balut dengan kain, darah yang tadinya menggalir deras Berhenti dengan seketika dan rasa nyeri dan sakit hilang tiba-tiba karena dedaunan yang di gunakan dapat menghilangkan rasa nyeri dan sakit.
"Tunggu beberapa jam lukamu akan segera mengering dan sembuh seperti sedia kala."ucap penasehat hyang Shu.
"Kau bisa melakukan ini, aku tak percaya jika aku masih bisa hidup, siapa kau kenapa kamu sangat mahir dalam ilmu pengobatan.
"Aku tabib istana dan menggobati luka seperti itu sangat mudah."
"Trimakasih, sudah bersedia menolong ku dan tidak jadi membunuh ku"
"Aku tidak butuh ucapan terima kasih mu aku yang ku butuhkan info di mana mutiara hijau itu berada."
"Percaya lah, kami juga tidak tau."
"Ah, sudah lah aku akan cari tau sendiri."ucap penasehat hyang Shu menahan geram yang kemudian melangkah pergi.
Di sisi lain pangeran Tatius dan Bibi Derbah yang mencari keberadaan gadis aneh tak juga menemukan, berkali kali pangeran Tatius memegangi kepalanya hal itu membuat Bibi Derbah khawatir jika pangeran Tatius menahan sakit.
"Pangeran, Berhenti dulu!"
"Ada apa, Bibi!"tanya pangeran Tatius heran karena tak biasanya Bibi Derbah ketiika di ajak berjalan menggeluh, apalagi minta berhenti mendadak.
"Apa pangeran merasa sakit kepala, kenapa kepala nya di pegang pegang begitu."
"Aku...?" tidak tau Bibi !"kepala ku terasa berat dan di sini terasa sangat sesak dan sakit sekali."ucap pangeran Tatius seraya menunjuk kan pada dadanya yang di rasa ssngat sesak dan sakit.
,Bibi Derbah manggut manggut seolah olah memahami apa yang di keluhkan pangeran nya.
"Apa jangan jangan pangeran menderita asma, ayo pangeran cepat duduk di sini."
Bibi Derbah dan pangeran Tatius mendudukkan dirinya di atas bebatuan kecil yang ada di pinggir jalan.
"Aku tidak punya sakit mag Bibi !"tapi entah kenapa tiba-tiba sangat sesak dan sakit, sakit sekali Bibi dan entah kenapa kok bawaannya aku ingin nanggis," ucap pangeran Tatius sambil terkekeh menghibur diri.
Bibi Derbah yang melihat itu sangat prihatin dia juga binggung kenapa tiba-tiba pangeran di depannya tiba-tiba bersikap aneh dan terlihat sangat tak bersemangat apa yang terjadi padanya apakah ini efek dari lelah karena tak menemukan mutiara hijau.
"Bibi, boleh aku beristirahat dulu ya, Sebentar saja," ucap Pangeran Tatius yang kemudian dalam hitungan detik matanya sudah di pejamkan dengan menyandarkan tubuhnya pada pohon.
"Pangeran kenapa ya..?"tanya Bibi Derbah dalam hati ikut binggung.