The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.39.DALAM MODE MELAMUN



"Dasar keras kepala,"Gumam sang kakek


dalam hati.


Namun, di dalam relung hatinya yang dalam sang kakek tersenyum melihat keberanian


cucu satu satunya sangat mirip dengannya.


"Bukankah dulu ketika dia masih muda juga


keras kepala begitu.


Tiba tiba angan sang kakek menggembara


ke masa silam di mana dulu dia juga sangat


keras kepala dan selalu membuat marah


Ayah bundanya, tapi apa yang terjadi pada


dirinya dan pada pangeran Tatius itu sangat


berbeda, orang tua nya masih bisa di ajak


berdiskusi dan memahami hatinya,


Tapi Ayahnya Pangeran Tatius, Raja Awang


Awang Vampire yang sangat terkenal


bersikap tegas tanpa memperdulikan sebuah


hubungan ini akan sangat membahayakan


pangeran Tatius, Raja Awang Awang


Vampire sangat buruk perangainya dia


tidak bisa menerima ataupun berusaha


memahami.


Ketika sang kakek sibuk dengan angan


dan pikiran nya datanglah patih lembu


ireng.


"Maaf, pangeran Tatius! saya datang


terlambat."Ucap sang patih sopan.


"Tidak apa apa paman Patih,"Ucap


pangeran Tatius.


"Patih lembu Ireng, kamu jaga baik baik


pangeran Tatius ya?"Titah Raja Sangkala.


"Baik,Raja !"saya akan siap menjaga


pangeran Tatius.


"Pangeran Tatius..!"jaga diri pangeran


baik baik dan ingat harus selalu waspada


di manapun pangeran berada,"


"Baik, kakek, jangan khawatir aku akan


selalu berhati-hati."Ucap Pangeran Tatius


menyakinkan.


"Pangeran, kakek tidak bisa menani


pangeran, di luar sana akan banyak sekali


kejadian yang mungkin tidak pernah


pangeran Tatius bayangkan, untuk itu


bawalah keris ini, gunakan disaat pangeran


benar benar membutuhkan nya.'


"Baik, kakek, aku akan mematuhi semua


saran kakek,"


"Baiklah, sekarang kalian boleh pergi,


smoga pangeran selalu dalam lindungan


sang pencipta.


"Trimakasih, kakek, kami pergi dulu," Setelah


mencium tangan sang kakek pangeran Tatius


melangkah pergi.


"Raja..!Hamba pergi dulu,"


"Silahkan patih lembu ireng jaga baik baik


pangeran Tatius."


"Baik, Raja."


Pangeran Tatius dan patih lembu ireng


berjalan keluar istana.


Sang kakek menatap kepergian cucunya


dengan tatapan mata sayu.


Hatinya yang biasanya tenang tiba tiba


menjadi gunda gulana keresahan yang


tiba tiba hadir membuat nya berfikir keras


Apa yang di ucapkan pangeran Tatius tidak


boleh dianggap main main, sang kakek


tau betul apa yang akan terjadi pada cucu


tersayangnya jika sampai Raja Awang


Awang Vampire tau, jika putra dari mereka


penerus kerajaan menjalin ikatan hati


dengan anak manusia.


"pengawal...!!!"Seru Raja Sangkala keras.


"Hamba, Raja, ada apa Raja berteriak teriak


memanggil kami,"Tanya pengawal.


"Siapkan beberapa pengawal, untuk


menjemput Ratu Shima."Titah Raja.


"Baik, Raja !" kapan Putri Ratu Shima


kami jemput."


"Pagi ini juga ! pastikan malam ini Ratu


Shima sudah ada di kerajaan Sangkala.


"pagi ini juga?Raja bagaimana jika Raja


Awang Awang Vampire tidak mengijinkan


Ratu Shima pergi."


"Paksa ..! katakan, Raja Sangkala ada


keperluan penting dengan Ratu Shima.


"Baik, Raja,"


"Cepatlah, sekarang juga kalian berangkat."


"Baik, Raja ! Perintah siap di laksanakan."


"Bagus, bawa lima orang bersanamu,"


"Siap, Raja, kalau begitu kami permisi


dulu."


Dengan langkah mundur beberapa langkah


kemudian berbalik pengawal itu pergi.


Diajaknya ke empat temannya untuk pergi


untuk menjemput Ratu Shima.


****


Sementara di belahan dunia lain tampak


seorang pemuda bercelana abu abu


bersandar di dinding tembok kelas


lengkap dengan sekantong plastik berisi


makanan ringan.


"Wah, Dodi !"banyak sekali makanan


ringan kamu, bagi dong,"Pinta seorang


cewek berkuncir satu.


"Enak saja, minta, beli sendiri,"Ucap Dodi


sambil membenarkan kaca matanya.


"Ih, pelit amat jadi orang, kalau pelit


pelit aku doain jomblo tau rasa lho,'


"yee, aku sudah punya cewek kok


kamu tuh yang jomblo ngak punya


cowok,"Timpal Dodi membalas


ledekan si gadis berkuncir satu.


Di saat mereka berdua sedang berdebat


keras, mata Dodi segera menangkap


bayangan hadir nya Tania yang hendak


masuk ke dalam kelas.


"Tania ?'Stop..! jangan masuk dulu." Seru


Dodi.


Tania yang tadinya mau melangkah


masuk ke dalam kelas menghentikan


langkah kakinya.


"Ada, apa?"


Dodi segera menghampiri Tania dan


menggengam Tangan Tania serta dia


menarik nya ke dekat gadis berkuncir


satu. Tania yang tidak memahami


maksud dari Dodi cuma bisa mengger


yitkan dahinya.


"Lihat..!"Ini pacarku dan ini makanan


ringanku dengan nya,"Ucap Dodi


sambil melahap kacang Garuda nya.


"Sombong loe, mana mau Tania pacaran


denganmu,"Sunggut gadis berkuncir.


"Dia, mau kok, iya kan Tania ?"Tanya


Dodi.


"Apa?"


"Jadi pacarku,"Ucap Dodi bersemangat.


"Sekolah, ngak boleh pacaran, dan kalau


punya banyak makanan begini, harus nya


kamu berbagi,"Ceramah Tania sambil


tangannya merogoh kantong plastik yang


berisi makanan dan menggambil dua


bungkus makanan ringan yang kemudian


di kasihkan pada gadis berkuncir satu dan


untuk dirinya sendiri satu.


"Ini ! untuk kamu dan yang ini untuk aku, dan kamu Dodi nanti kamu akan dapat pahala


trus kamu bisa masuk surga." Ucap Tania


mantap sambil ngeloyor pergi masuk ke


dalam kelas nya.


Tanpa Tania sadari apa yang dia lakukan


Tak lepas dari pengawasan sepasang mata beralis tebal dengan kulit kuning Langsat.


Dia begitu memperhatikan dengan kagum


apa yang dilakukan Tania, sehingga tanpa


sadar seulas senyum mengembang di


sana.


"Pak, wili lagi tersenyum dengan siapa?"


Tanya seorang laki laki berseragam dan


bercelana abu abu.


Karena dalam mode melamun pak Wili


merasa terkejut juga dengan kehadiran


salah satu murid bandelnya yang tiba


tiba berdiri disampingnya, tidak ada


suara tiba tiba sudah berdiri di


samping nya.


"Eh, kamu Devan ! Datangmu seperti


setan saja, tiba tiba nongol,"


Devan terkekeh mendengar ucapan pak Guru


Wili nya.


"Pak..!" kenapa sih, sering memandangi


Tania? Bapak suka ya sama Tania," Tanya


Devan ceplas crplos.


Pak guru Wili yang tidak menyangka


muridnya bicara sangat tepat membuat


nya menelan ludah dengan kasar.


"Ngomong apa, kamu itu ?sudah sana


masuk cepat !"awas kalau kabur lagi


di jam mata pelajaran ku, aku akan


hukum kamu," Ancam pak guru Wili


kepada Devan.


"Yeah, Bapak main ancam ancam saja,"


Sunggut Devan sambil ngeloyor masuk


ke dalam kelas.


Sedangkan pak guru Wili mengelus dada


sambil beristighfar


"Alhamdulillah, hampir saja, ketahuan,


ini hati," Gunam pak guru Wili dalam hati.