
Bibi Derbah menatap lekat lekat wajah tampan yang ada di hadapannya.
"Dia lebih tampan dari Ayahnya."desis Bibi Derbah dengan menatap pangeran Tatius yang sedang terlelap dalam tidur.karena merasa bosan Bibi Derbah pun mulai merebahkan tubuhnya yang juga ikut menyandar pada pohon namun belum sampai Bibi Derbah terlelap, pangeran Tatius sudah menggeliat bagun dan melihat Bibi Derbah yang tiba-tiba bangun.
"Bibi kalau capek, beristirahat saja biar saya tungguin di sini,"
"Tidak, Pangeran!" pangeran sendiri kenapa sudah bangun," tanya Bibi Derbah sambil membenarkan posisi duduknya,"
"Aku harus mencari mutiara hijau itu secepatnya Bibi, karena aku ingin segera menemui seseorang hatiku dari kemarin terasa tidak enak."
"Baiklah, ayo kita pergi, pangeran."
"Tapi, Bibi tadi kan mau beristirahat,"
"Tidak apa-apa pangeran, mari kita berangkat semakin cepat itu akan semakin baik kita harus bisa menemukan gadis aneh itu pangeran."
"Baiklah, ayo kita pergi..!"
Pangeran Tatius dan Bibi Derbah kembali melanjutkan perjalanan, mereka menyusuri setiap jalan yang ada di sekitar desa itu, pangeran Tatius berharap bisa secepatnya menemukan gadis yang di rasa sangat mencurigakan dan pangeran Tatius yakin gadis yang merayunya itu bukan manusia, berkali-kali pangeran Tatius mengacak-acak rambut nya dia merasa kesal dan jengkel pada dirinya sendiri karena telah bodoh tidak menggetahui jika sesungguhnya yang di cari sudah ada di depan mata.
"Bibi..!kita sudah berkeliling tapi kenapa gadis itu tak terlihat, apakah secepat itu dia pergi nya."
"Iya, Pangeran tidak ada lalu sekarang kita harus bagaimana."
"Kita pergi ke dasar laut siapa tau wanita itu benar benar jelmaan Naga dan siapa tau memang benar adanya jika mutiara hijau itu ada padanya."
"Ke dasar laut bagaimana bisa?"
"Kita memang tidak bisa tapi jika memancing kemunculan nya pasti bisa."
"Caranya bagaimana?'
"Aku juga belum tau, itu kita pikirkan nanti yang penting kita pergi sekarang."
Bergegas Pangeran Tatius dan Bibi Derbah melangkah kan kaki ke arah laut,tapi Belum sampai tiga langkah terlihat lah dari kejauhan sosok laki-laki paruh baya yang tidak terlalu tua sedang berjalan ke arahnya, sosok laki-laki yang tak asing lagi bagi pangeran Tatius.
"Paman Patih lembu ireng..ya tak salah lagi dia paman patih lembu ireng," desis pangeran Tatius yang kemudian berteriak memanggilnya.
"Paman ...!"seru pangeran Tatius dengan suara lantang, membuat sosok itu tengadah menatap lurus sumber suara dan terlihat lah oleh seorang pemuda Tampan yang sedari kemarin di cari nya.
"Pangeran Tatius...!"seru Patih lembu ireng menjawab teriakan dari pangeran Tatius. Bagai anak kecil yang baru di tinggal jauh ibunya dan takut kehilangan ibunya pangeran Tatius berlari terbang melesat mendekati Patih lembu ireng.
Tinggallah Bibi Derbah sendiri dengan kebingungan nya karena di tinggalkan begitu saja tanpa ada sepatah dua patah penjelasan, hal itu membuat Bibi Derbah menelan ludahnya dengan kasar.
"Siapa laki-laki itu, kenapa pangeran begitu manja dan dekat padanya, aku tidak pernah melihat nya ada di kerajaan istana Awang Awang Vampire dan sekarang apa yang harus aku lakukan tidak mungkin aku mendekati mereka aku merasa asing " keluh Bibi Derbah getir.
"Paman, ayo aku kenalkan dengan Bibi ku,".Ajak pangeran Tatius pada Patih lembu ireng.
Pangeran Tatius segera melangkah mendekati tempat Bibi Derbah yang mana kala itu masih berdiri mematung di tempatnya.
"Bibi..!" kenalkan ini paman patih lembu ireng."
Paman Patih lembu ireng mengangguk kan kepalanya sebagai tanda salam hormat, begitu juga dengan Bibi Derbah dia juga menggagguk kan kepala nya.
"Pangeran namanya mirip dengan Ibu Ratu pangeran Ratu Derbah."
"Iya, paman mungkin itu hanya kebetulan, tapi dia ini putri dari tabib istana yang telah tiada jadi mereka masih keluarga istana.
"Pangeran, Ibu Ratu menyuruh mencari mutiara hijau milik pangeran yang di buang Raja."
"Iya, paman tapi sampai detik ini aku belum menemukan tanda tanda keberadaan nya."
"Lalu sekarang apa yang akan Pangeran lakukan."
Pangeran Tatius menatap Bibi Derbah dan Bibi Derbah yang di tatap pun merasa aneh dan binggung. Perlahan-lahan pangeran Tatius meraih tangan Bibi Derbah dan tangan Patih lembu ireng, hal itu membuat Patih lembu ireng mengeryitkan dahinya tak mengerti maksud dari Pangeran Tatius.
"Paman, aku titip Bibi Derbah Sebentar, aku akan mencari mutiara hijau itu sampai ketemu aku merasa tidak memiliki banyak waktu jadi aku harus secepatnya menemukan nya.
"Apakah itu artinya aku merepotkan Pangeran sehingga pangeran tak ingin ku ikuti lagi."
"Bukan, begitu Bibi !"aku hanya ingin segera mendapatkan nya dan Bibi sudah memberikan tanda dan ciri cirinya itu cukup bagiku dan percayalah paman patih lembu ireng dia sangat baik dia akan selalu melindungi Bibi, jadi Bibi jangan khawatir aku akan segera kembali, paman tolong jaga Bibi Derbah, aku pergi dulu nanti aku akan segera kembali."
Selesai mengguncapkan itu pangeran Tatius langsung terbang melesat dengan kecepatan tinggi seolah olah di kejar hantu kepergian Pangeran Tatius kali ini betul betul aneh dan patih lembu ireng hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
"Tak biasanya pangeran melakukan sesuatu dengan sangat terburu-buru ada apa dengan nya?"Lirih Patih lembu ireng yang suaranya dapat di dengar oleh Bibi Derbah yang ketika itu berada di samping nya.
"Aku juga heran belum lama Pangeran menggeluh sakit kepala dan dada nya serasa sesak dan sakit katanya juga bawaannya ingin menanggis tapi sekarang kok bisa pergi dengan bersemangat begitu, seolah olah apa yang pangeran bilang sakit itu tidak benar."ucap Bibi Derbah kemudian yang mana dirinya sempat mendengar ucapan lirih dari Patih lembu ireng.
"Apakah benar, pangeran bilang sakit dan bawaan nya ingin menangis?"
"Iya, dia bilang begitu tapi aneh kan bilang pingin menangis tapi sekarang bersemangat begitu seolah olah itu tidak benar."ucap Bibi Derbah menjelaskan.
Patih lembu ireng manggut manggut mendengar penuturan dari Bibi Derbah, Patih lembu ireng menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan."
"Pantas saja pangeran Tatius tidak sabaran, ternyata ini jawabannya, pangeran Tatius memiliki kemampuan tinggi Indra penciuman nya sangat tajam dan insting nya sangat kuat jika pangeran Tatius bawaannya ingin menangis itu artinya telah terjadi sesuatu dengan orang terdekat nya, siapa orang yang akan membuat pangeran Tatius menangis Tuan putri Ratu Shima kah atau Raja tidak tidak mereka berdua tidak akan membuat pangeran Tatius ingin menanggis, biasanya anak muda menangis karena patah hati ...hei! jangan jangan pangeran Tatius memiliki kekasih dan dia merasakan ada sesuatu yang akan membuat nya sedih dan sakit hati, yaaa ini baru benar lalu siapa kekasih pangeran Tatius, selama ini aku tidak pernah di beri tau dan jika
itu benar aku tidak bisa apa yang akan pangeran Tatius lakukan pasti akan menimbulkan sesuatu yang dahsyat, smoga pemikiran ku salah." Gumam patih lembu ireng dalam hati.
"